Tips Mengatasi Biang Keringat Pada Balita - Nutriclub

Riwayat Pencarian

Pencarian Populer

Kesehatan

Tips Mengatasi Biang Keringat Pada Balita

Biang keringat terjadi akibat sumbatan pada saluran kelenjar keringat di kulit tubuh dan kerap dijumpai pada si Kecil di usia satu sampai dengan 18 tahun.

Biang keringat (juga disebut miliaria atau prickly heat) merupakan salah satu masalah medis yang sering dijumpai pada balita. Biang keringat kerap dijumpai pada anak hingga usia 18 tahun dan paling sering terjadi saat si Kecil berusia satu tahun. Cari tahu seputar biang keringat pada balita dan cara mengatasinya dari Tim Ahli Nutriclub.

Penyebab Terjadinya Biang Keringat

Biang keringat terjadi akibat sumbatan pada saluran kelenjar keringat di kulit tubuh.1,3 Terdapat dua jenis kelenjar keringat di kulit tubuh manusia: kelenjar ekrin dan apokrin. Pada kasus biang keringat, yang terganggu adalah kelenjar ekrin, yang menutupi hampir seluruh permukaan kulit si Kecil dan bertugas mendinginkan tubuh melalui penguapan air dalam keringat.3

Kondisi yang menyebabkan kelenjar ini tersumbat, dan rentan dijumpai pada si Kecil yang baru lahir disebabkan karena sistem regenerasi kulitnya belum sempurna. Kondisi tersebut yang mengganggu proses pengeluaran keringat pada kulit lalu menyebabkan sumbatan.1 Sumbatan kelenjar keringat ini biasanya dipicu oleh cuaca yang panas, dan ditambah dengan kondisi si Kecil yang cenderung berada dalam kondisi hangat dan memakai berlapis-lapis pakaian sehingga mudah mengalami biang keringat.3

Terdapat berbagai macam jenis biang keringat, tergantung seberapa parahnya sumbatan yang terjadi:

  1. Miliaria Kristalina

    Jenis paling ringan dan sering dijumpai pada si Kecil yang baru lahir adalah miliaria kristalina. Bentuknya menyerupai bintil-bintil berisi cairan jernih berdiameter 1-2 mm, yang muncul pada area luas tubuh, terutama setelah terpapar suhu yang panas. Miliaria kristalina akan menghilang sendiri dengan meninggalkan sisik halus sehingga jarang menimbulkan keluhan yang berarti.3,4

  2. Miliaria Rubra

    Tipe biang keringat kedua adalah miliaria rubra. Jenis biang keringat yang lebih berat dari miliaria kristalina ini umum dijumpai di area lipatan seperti leher dan lipatan paha, serta area dengan banyak gesekan. Biasanya ditemukan gejala gatal dan perihdisertai bintil-bintil merah dengan cairan jernih yang ukurannya lebih besar.

  3. Miliaria Profunda

    Tipe ketiga dan yang paling parah adalah miliaria profunda. Dimana terjadi sumbatan pada saluran kelenjar keringat yang terletak di bagian kulit yang lebih dalam. Miliaria profunda dapat terjadi apabila malaria rubra terjadi berulang-ulang.Gejalanya tampak dari bintil putih keras, berdiameter 1-3 mm, tidak gatal dan tidak berwarna merah.Apabila tidak diwaspadai lebih lanjut, semua bentuk biang keringat dapat menyebabkan infeksi bakteri yang menyebabkan si Kecil membutuhkan tambahan terapi pengobatan biang keringatnya.

Did you know?

”Kulit bayi sangat sensitif dengan kondisi di luar tubuhnya, ini karena lapisan epidermisnya masih di tahap awal perkembangan. Ketahui selengkapnya di sini.“

LIHAT LENGKAP

Cara Mengatasi Biang Keringat

  1. Berikan si Kecil pakaian yang mudah menyerap keringat, longgar, dan tidak terlalu tebal.1,3,4
  2. Bila si Kecil berkeringat, keringkan perlahan dengan handuk halus yang dibasahi air hangat. Jangan sampai air terlalu panas karena akan merangsang keringat pada kulit si Kecil.
  3. Biarkan si Kecil tidak memakai baju sampai tubuh dan area lipatan kulit kering secara alami. Hindari menggesek berlebihan dengan handuk, biang keringat justru dapat menjadi lebih parah.
  4. Berikan bedak bila perlu.Bedak yang baik umumnya yang mengandung calamine atau menthol untuk membantu mengurangi rasa gatal, namun Ibu harus berhati-hati dalam memilih produk di pasaran, karena sebagian produk bedak bayi dapat memiliki potensi mengiritasi kulit si Kecil.5

Dengan mengikuti tips dan cara di atas, biang keringat pada si Kecil dapat segera teratasi. Ibu juga dapat berkonsultasi dengan dokter bila tidak ada perkembangan lebih baik setelah 3-4 hari. Perhatikan juga gejala biang keringat yang memburuk dan bertambah banyak, berwarna lebih merah, menyebabkan rasa gatal luar biasa, hingga cairan bening yang berubah menjadi nanah, atau diiringi rasa nyeri. Teliti dalam melihat perkembangan biang keringat pada si Kecil dengan memastikan tips-tips di atas dapat dilakukan secara benar. Mari jaga si Kecil agar terhindar dari biang keringat dengan memakaikan pakaian yang ringan, halus, dan menyerap keringat, agar kulit si Kecil sehat selalu.

Ditulis oleh: dr. Nagisa Paramita

Review oleh: dr. Pustika Efar, Sp.A

Daftar Pustaka

  1. Del Pozo-Maga BR, Lazo-Lagner A, Guti'erre-Castrell P, Ruiz-Maldonado R. Common dermatoses in children reffered to a specialized dermatology service in Mexico  a comparative study. ISRN Dermatology. 2012;351603.
  2. Kliegman RM, Stanton B, St. Geme J, Schor N, Berman RE. Nelson's textbook of pediatrics. 19th ed. Philadelphia: Elsevier Saunders;2011.
  3. Djuanda A, Hamzah M, Aisah S. Ilmu penyakit kulit dan kelamin. 6th ed. Jakarta: Badan Penerbit Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia;2010.
  4. WebMD. Heat rash : topic overview.
  5. WebMD. Heat rash  (children).