Jenis Imunisasi Penting untuk si Kecil - Nutriclub

Riwayat Pencarian

Pencarian Populer

Kesehatan

Jenis Imunisasi Penting untuk si Kecil

Tak ada yang lebih penting dari kesehatan si Kecil. Rasanya semua Mama setuju akan hal ini. Nah, karena 24-30 April nanti adalah Pekan Imunisasi Dunia, sudahkah Mama melakukan imunisasi lengkap untuk si Kecil? 


Imunisasi adalah hal penting yang harus diberikan pada si Kecil setelah ia lahir ke dunia. Imunisasi sendiri merupakan upaya memberikan kekebalan tubuh secara buatan dengan pembentukan antibodi. Sayangnya, sejak beberapa tahun silam banyak berita negatif tentang imunisasi yang beredar di tengah masyarakat sehingga membuat mereka enggan mengimunisasi anak. Padahal, prosedur imunisasi ini sangat berguna untuk mencegah infeksi penyakit berbahaya yang dapat menyerang si Kecil di usia balita seperti polio, difteri dan tetanus.


Kapan si Kecil harus mendapat imunisasi?
Jadwal imunisasi dirancang untuk menjaga si Kecil dari penyakit sejak ia berada pada masa paling rentan. Masa tersebut dimulai saat ia baru lahir, di mana sistem imun atau sistem kekebalan tubuhnya masih berkembang dan belum bekerja secara sempurna.
Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI) melansir jadwal imunisasi2 yang bisa menjadi acuan Mama untuk tahu kapan waktu yang tepat memberikan imunisasi untuk si Kecil berdasarkan usia dan jenis vaksinnya.

● Usia 0-6 bulan

Jenis vaksin yang dapat diberikan si Kecil setelah ia lahir (0 bulan) hingga usia 6 bulan adalah vaksin Hepatitis B (HB), Polio, BCG dan DTP.

a. Vaksin HB 

Vaksin HB pertama idealnya diberikan segera setelah si Kecil lahir, yakni dalam waktu kurang dari 12 jam. Sebelumnya, si Kecil perlu diberikan suntikan vitamin K1 lebih dulu.

b. Vaksin Polio

Vaksin polio oral (OPV) diberikan saat lahir, usia 2, 3, 4 dan 18 bulan. Sedangkan untuk vaksin polio suntik (IPV) diberikan pada usia 2, 4, 6-18 bulan dan 6-8 tahun.

c. Vaksin BCG

Vaksin BCG merupakan salah satu jenis imunisasi yang wajib diberikan pada bayi karena fungsinya untuk mencegah penyakit tuberkulosis (TBC). Di samping itu, imunisasi ini penting mengingat Indonesia tercatat sebagai negara ke-3 tertinggi di dunia untuk penyakit TBC setelah India dan Cina. Pemberian vaksin BCG adalah 2-3 bulan setelah lahir.

d. Vaksin DTP

Imunisasi DTP untuk mencegah penyakit Difteri, Tetanus dan Pertusis diberikan 3 kali saat si Kecil berusia 2, 3 dan 4 bulan, dilanjutkan dengan vaksin ke-4 dan 5 di usia 5 tahun dan 12 tahun.

● Usia 7-12 bulan

Jenis vaksin yang dapat diberikan si Kecil di usia 7-12 bulan adalah vaksin campak, MMR/MR.

e. Vaksin Campak

Vaksin campak diberikan saat si Kecil berusia 9 bulan dengan dosis ulangan atau imunisasi campak kedua di usia 6 tahun. Biasanya, terdapat program Pekan Imunisasi Nasional (PIN) campak yang ditujukan untuk penguatan (strengthening) di usia sekolah.

f. Vaksin MMR/MR

Jika si Kecil sudah mendapat vaksin campak di usia 9 bulan, maka permberian vaksin MMR sebaiknya dilakukan di usia 15 bulan (minimal jeda 6 bulan). Apabila hingga usia 12 bulan ia belum mendapat vaksin campak, maka dapat diberikan vaksin MMR/MR.