Loading...

Riwayat Pencarian

Pencarian Populer

burger menu
Susu yang Mengandung Probiotik: Cara Konsumsi dan Efek Samping

Kesehatan

Susu yang Mengandung Probiotik: Cara Konsumsi dan Efek Samping


Pada masa kini, minuman dan makanan yang mengandung probiotik berperan penting dalam mempertahankan gaya hidup sehat. Dalam keseharian kita, kita sering kali terpapar dengan berbagai zat yang dapat membunuh bakteri baik (flora normal) pada usus kita, sehingga mengurangi kesehatan usus. Zat-zat yang dapat membunuh bakteri baik dalam usus antara lain, seperti antibiotik, gula berlebihan, air kotor, stress emosional dan psikis. Probiotik dapat menjaga keseimbangan bakteri baik pada usus.1

Apa Itu Probiotik?

Probiotik adalah bakteri dan ragi hidup yang baik, terutama di sistem pencernaan. Kita sering beranggapan bahwa bakteri adalah kuman yang menyebabkan penyakit. Padahal sebenarnya, tubuh kita penuh dengan bakteri, baik bakteri baik maupun bakteri buruk. Probiotik sering disebut bakteri “baik” atau “membantu” karena probiotik dapat membantu menjaga kesehatan usus. Probiotik dapat ditemukan dalam suplemen dan beberapa makanan, seperti yogurt dan susu. World Health Organization (WHO) mendefinisikan probiotik sebagai makhluk hidup skala kecil yang, bila dalam jumlah yang cukup, memberikan manfaat kesejahteraan pada tubuh host/penjamu.1,2

Susu probiotik adalah jenis produk susu fermentasi yang mengandung bakteri baik. Dalam proses produksi, susu akan dipanaskan pada suhu 95°C dan melalui homogenisasi. Kemudian didinginkan hingga 37°C dan diinokulasi dengan 2-5% kultur bakteri murni, lalu dibiarkan mengalami inkubasi selama 12-24 jam. Setelah inkubasi, susu didinginkan hingga 5°C dan disimpan dalam kondisi dingin. Namun, pada beberapa produksi susu, susu melewati proses pemanasan pada suhu di atas 120°C dan kemudian didinginkan dan diinokulasi dengan 2-5% kultur bakteri murni. Tujuan penggunaan suhu tinggi adalah untuk menghilangkan persaingan bakteri lain dan mendukung pertumbuhan bakteri yang lebih baik.1

Jenis-jenis Probiotik

Banyak jenis bakteri diklasifikasikan sebagai probiotik yang memiliki manfaat yang berbeda. Mayoritas probiotik berasal dari dua kelompok, Lactobacillus dan Bifidobacterium.

Lactobacillus

Probiotik ini adalah kelompok yang paling umum ditemukan dalam yogurt dan makanan fermentasi lainnya. Strain atau jenis Lactobacillus yang berbeda dapat membantu pasien yang mengalami diare dan dapat membantu orang yang tidak dapat mencerna laktosa (gula di dalam susu).2

Bifidobacterium

Probiotik ini ada di dalam beberapa produk susu. Bifidobacterium dapat membantu meringankan gejala irritable bowel syndrome (IBS) dan beberapa kondisi lainnya.2

Saccharomyces boulardii

Saccharomyces boulardii adalah ragi yang ditemukan dalam probiotik. Ragi ini membantu melawan diare dan masalah pencernaan lainnya.2

Apakah Manfaat Susu yang Mengandung Probiotik?

Para peneliti sedang mencoba untuk mencari tahu persis bagaimana probiotik bekerja. Beberapa cara kerja dari probiotik yang telah terbukti dalam menjaga kesehatan adalah:2 

  • Ketika tubuh kehilangan bakteri baik, misalnya setelah minum antibiotik, probiotik dapat membantu menggantikannya.
  • Probiotik dapat membantu menyeimbangkan bakteri baik dan jahat agar tubuh tetap bekerja sebagaimana mestinya.
  • Probiotik juga mempengaruhi saraf pada usus, sehingga memperlancar pergerakan usus dan membantu proses pencernaan.

Beberapa kondisi medis yang dapat terbantu oleh probiotik adalah:2

  • Irritable bowel syndrome
  • Inflammatory bowel disease
  • Diare akibat infeksi virus, bakteri, atau parasit
  • Diare akibat pemakaian antibiotik

Pada kondisi diare akibat pemakaian antibiotik, probiotik dapat mengurangi frekuensi diare dan tingkat keparahan diare.1 Selain membantu gangguan pencernaan, probiotik juga berperan dalam penyembuhan sistem organ lainnya seperti:2

  • Kondisi kulit seperti eksim
  • Infeksi saluran kemih dan vagina
  • Mencegah alergi dan pilek
  • Kesehatan mulut 

Cara Mengonsumsi Susu yang Mengandung Probiotik

Beberapa produsen probiotik merekomendasikan untuk mengonsumsi suplemen saat perut kosong, sementara yang lain menyarankan untuk mengonsumsinya bersama makanan. Meskipun sulit untuk mengukur kelangsungan hidup bakteri pada manusia, beberapa penelitian menunjukkan bahwa mikroorganisme Saccharomyces boulardii bertahan dalam jumlah yang sama dengan atau tanpa makanan. Di sisi lain, Lactobacillus dan Bifidobacterium bertahan paling baik bila dikonsumsi hingga 30 menit sebelum makan.3

Namun, dari penelitian yang ada, dibuktikan bahwa konsistensi adalah kunci dalam mengonsumsi probiotik. Bila probiotik dikonsumsi secara rutin selama satu bulan, maka dapat mengubah bakteri usus menjadi lebih baik, terlepas dari apakah dikonsumsi dalam perut kosong atau perut kenyang.3

Namun demikian, mengonsumsi probiotik dengan makanan tertentu dapat mengoptimalkan efeknya. Dalam satu penelitian, tingkat kelangsungan hidup mikroorganisme dalam probiotik meningkat ketika suplemen dikonsumsi bersamaan dengan oatmeal atau susu rendah lemak, dibandingkan dengan ketika dikonsumsi hanya dengan air atau jus apel. Penelitian ini menunjukkan bahwa sejumlah kecil lemak dapat meningkatkan kelangsungan hidup bakteri di saluran pencernaan. Probiotik Lactobacillus mungkin juga bertahan lebih baik bersama gula atau karbohidrat, karena mereka bergantung pada glukosa ketika dalam lingkungan asam. Oleh karena itu, produk susu yang mengandung probiotik adalah kombinasi yang baik, karena mengoptimalkan kerja probiotik itu sendiri.3

Baca Juga: Jaga Kesehatan Anak dengan Prebiotik FOS dan GOS

Efek Samping Susu yang Mengandung Probiotik

Dalam beberapa kasus, efek samping ringan mungkin terjadi, seperti sakit perut, diare, gas, dan kembung selama beberapa hari pertama setelah mulai mengonsumsinya. Probiotik juga dapat memicu reaksi alergi. Selain itu, susu probiotik mengandung gula yang cukup tinggi. satu porsi susu probiotik, biasanya mengandung 10,2 gram sukrosa (sekitar 2,5 sendok teh gula murni). Selama proses produksinya, susu probiotik yang dipanaskan pada suhu tinggi dan menjalani proses homogenisasi akan mengalami kerusakan pada molekul protein susu. Jika terdapat masalah selama mengonsumsi probiotik, berhenti meminumnya dan bicarakan dengan dokter.1,2

Baca Juga: Susu Formula Terhidrolisis dan Manfaatnya bagi Bayi

  1. Madhavi R. Probiotic milk: a review. Res Rev J Food Dairy Technol. 2016; 4(3): 1-11.
  2. WebMD. What are probiotics [Internet]. New York: WebMD LLC; 2020 [updated June 2020; cited 2021 September 20]. Available from: https://www.webmd.com/digestive-disorders/what-are-probiotics
  3. Danahy A. When’s the Best Time to Take Probiotics? [Internet]. New York: Healthline; 2019 [updated October 2019; cited 2021 Sep 20]. Available from:  https://www.healthline.com/nutrition/best-time-to-take-probiotics#timing
comment-icon comment-icon