Riwayat Pencarian

Pencarian Populer

3 Penyebab Panas dan Muntah pada Anak serta Cara Mengatasinya

Kesehatan

3 Penyebab Panas dan Muntah pada Anak serta Cara Mengatasinya


Kenali Panas dan Muntah Pada Si Kecil

Panas atau demam adalah kondisi ketika suhu tubuh meningkat, yang diukur dengan alat termometer. Kondisi ini merupakan tanda bahwa sistem kekebalan tubuh sedang berusaha melawan infeksi yang masuk ke dalam tubuh. Idealnya, suhu tubuh orang dewasa berkisar antara 36,1 °C hingga 37,2 °C. Sedangkan untuk anak dan bayi, rata-rata berkisar antara 36,6 °C hingga 37,2 °C.1

Sementara muntah merupakan tanda adanya masalah kesehatan yang umumnya berkaitan dengan saluran cerna. Gejala anak muntah dan panas umumnya terjadi karena gangguan pada sistem pencernaan dapat disebabkan oleh infeksi virus ataupun bakteri.2

Untuk tahu mengenai panas dan muntah pada anak berikut informasi yang perlu Mama pahami.

Penyebab Panas dan Muntah Pada Anak

Jika Si Kecil mengalami demam yang disertai muntah, tidak jarang membuat Mama  khawatir. Nah Mama, berikut adalah berbagai macam penyebab panas dan muntah pada anak yang umumnya terjadi pada Si Kecil:

Infeksi Saluran Pencernaan (Gastroenteritis)

Infeksi saluran pencernaan, atau disebut juga Gastroenteritis merupakan kondisi adanya iritasi pada lambung dan usus akibat infeksi virus, bakteri, parasit. Gejala yang ditimbulkan berupa kram perut, mual, muntah, diare, dan terkadang disertai demam. Penularan penyakit ini seringkali disebabkan karena konsumsi makanan dan minuman yang terkontaminasi oleh bakteri,virus, maupun parasit.3

Namun Mama perlu ketahui bahwa kesehatan saluran pencernaan ternyata berkaitan dengan sistem kekebalan tubuh Si Kecil. Terdapat lebih dari jutaan bakteri baik yang hidup dalam usus. Bakteri baik di usus berperan dalam menurunkan resiko terjadinya infeksi pencernaan.4

Infeksi Bagian Tubuh Lain

Selain infeksi pada saluran pencernaan, gejala anak muntah dan panas bisa disebabkan adanya infeksi di bagian tubuh lain pun dapat memberikan gejala demam dan muntah pada Si Kecil. Sebagai contoh, infeksi saluran kemih dan demam berdarah dengue turut dapat memberi keluhan demam disertai muntah.3

Keracunan Makanan

Keracunan makanan dapat terjadi jika Si Kecil mengkonsumsi makanan yang terkontaminasi virus, bakteri, parasit atau dikarenakan proses memasak atau penyimpanan makanan yang tidak tepat. Kondisi ini ditandai dengan mual, muntah, nyeri perut, dan demam. Pada kasus keracunan makanan, muntah dapat terjadi sekitar 2-6 jam setelah mengkonsumsi makanan yang terkontaminasi.3

Tanda Bahaya Demam dan Muntah Pada Si Kecil

Panas dan muntah pada anak merupakan tanda yang perlu diwaspadai Mama. Disarankan agar Mama segera mencari pertolongan dokter apabila Si Kecil mengalami beberapa hal berikut:

  • Peningkatan suhu tubuh mencapai 38°C atau lebih tinggi, dengan alat termometer yang diletakan di dubur.
  • Rewel 
  • Terlihat lebih sering mengantuk
  • Batuk 
  • Diare
  • Ruam kemerahan di kulit
  • Lesu
  • Si Kecil mengeluh sakit kepala dan leher kaku
  • Muntah berulang
  • Demam disertai kejang
  • Suhu tubuh mencapai diatas 40°C yang berisiko menyebabkan kejang

Sedangkan pada keluhan muntah, tanda bahaya harus Mama waspadai adalah jika Si Kecil mengalami beberapa hal berikut:

  • Muntah berlangsung lebih dari 24 jam, jika Si Kecil berusia di bawah usia 2 tahun 
  • Muntah berlangsung lebih dari 12 jam, jika Si Kecil masih bayi.2
  • Si Kecil menunjukan tanda dehidrasi, yaitu mulut dan lidah kering, tidak mengeluarkan air mata ketika menangis, tidak buang air kecil atau popok kering selama tiga jam terakhir, mata cekung, ubun-ubun cekung, rewel, lemas dan tidak aktif.5

Cara Mengatasi Panas dan Muntah Pada Anak

Pada kondisi demam disertai muntah pada anak, pertolongan pertama yang Mama dapat lakukan di rumah di antaranya adalah dengan memberikan obat penurun demam yang dijual bebas, memastikan asupan cairan Si Kecil cukup, serta memberi kompres air hangat.1

Jika panas dan muntah pada anak terjadi di saat yang bersamaan, Mama disarankan untuk menjaga agar Si Kecil tidak kekurangan cairan tubuh, yaitu dengan memberikan susu, air putih, maupun larutan oralit.5

  1. WebMD. Fever and Nausea or Vomiting [Internet]. USA : WebMD; [ cited 2021 July 22]. Available from: https://symptomchecker.webmd.com/multiple-symptoms?symptoms=fever%7Cnausea-or vomiting&symptomids=102%7C156&locations=66%7C20
  2. Mayo Clinic Staff. Symptoms Nausea and Vomiting [Internet]. USA : Mayo Clinic. 2020 [updated 2020 June 16; cited 2021 July 22]. Available from: https://www.mayoclinic.org/symptoms/nausea/basics/causes/sym-20050736
  3. Ansorge R. Fever [Internet]. USA : WebMD. 2020 [updated 2020 July 16; cited 2021 July 22] Available from:  https://www.webmd.com/first-aid/fevers-causes-symptoms-treatments
  4. Only About Children. The Importance of good gut health in children [Internet]. UK : Only About Children; [cited 2021 July 22]. Available from: https://www.oac.edu.au/news-views/the-importance-of-good-gut-health-in-children/
  5. Mayo Clinic Staff. Dehydration [Internet]. USA : Mayo Clinic. 2019 [updated 2019 Sep 19; cited 2021 July 22]. Available from: https://www.mayoclinic.org/diseases-conditions/dehydration/symptoms-causes/syc-20354086
comment-iconcomment-icon