Menurut standar WHO, berat badan anak 1 tahun yang dianggap normal adalah 7,7–10,8 kg untuk anak laki-laki dan sekitar 7,0–10,1 kg untuk anak perempuan. Secara keseluruhan, rentang berat badan yang masih tergolong ideal pada usia ini kurang lebih berada di angka 7 hingga 12 kg.
Berapa Berat Badan Anak 1 Tahun yang Ideal?
Berat badan anak usia 1 tahun biasanya sudah menjadi sekitar tiga kali lipat dari berat badannya saat baru lahir.
Merujuk pada kurva pertumbuhan WHO, yang dipakai juga sebagai Standar Antropometri Anak Kemenkes RI dan IDAI, inilah rentang ideal berat badan anak usia 1 tahun dan tinggi badannya:
|
Jenis Kelamin |
Rentang Berat Badan Anak 1 Tahun |
Rentang Tinggi Badan Anak 1 Tahun |
|
Laki-laki |
7,7–10,8 kg |
71—82,9 cm |
|
Perempuan |
7–10,1 kg |
68,9—81,7 cm |
Pertumbuhan setiap anak bisa berbeda karena dipengaruhi banyak faktor. Bila berat badan si Kecil sedikit kurang dari rentang normal, tentu ini berbahaya. Menurut WHO, selama berat badan masih bisa terus bertambah, hal itu tidak selalu menjadi masalah.
Bagaimana Cara Mengetahui Berat Badan Anak Masih Normal?
Berat badan anak bisa dinilai normal dengan melihat kurva pertumbuhan (BB/U atau IMT/U) di buku KIA/KMS tiap bulan untuk memastikan berada di rentang normal. Secara umum, berat badan anak setelah berusia 1 tahun hingga mendekati 2 tahun biasanya bertambah sekitar 1–2 kg.
Pertumbuhannya juga masih tergolong normal selama si Kecil menunjukkan tanda-tanda berikut:
-
Berat badan bertambah secara konsisten meski naiknya tak selalu besar tiap bulan.
-
Tinggi badan dan lingkar kepala juga bertambah sesuai usia.
-
Nafsu makan cukup baik, masih sering menyusu dan mau menghabiskan MPASI-nya.
Jika berat badan si Kecil sangat kurang atau lebih dari rentang normal di atas, bisa jadi anak tergolong risiko berat badan berlebih, berat badan kurang, atau berat badan sangat kurang.
Jadi, pantau pertumbuhan anak secara rutin, jangan hanya mengandalkan satu kali penimbangan berat badan saja.
Penyebab Berat Badan Anak 1 Tahun Sulit Naik
Ada banyak faktor penyebab berat badan anak 1 tahun stagnan (mandek) atau sulit naik. Berikut penjelasannya.
1. Anak Susah Makan
Susah makan adalah salah satu penyebab umum berat badan anak stagnan. Faktanya, anak yang sangat pilih-pilih makanan lebih berisiko mengalami berat badan kurang.
Porsi serta variasi makanan yang dikonsumsi anak picky eater sangat terbatas, sehingga nutrisinya pun belum sepenuhnya tercukupi.
Baca Juga: Penyebab Anak Susah Makan, Dampak, dan Cara Mengatasinya
2. Asupan Kalori Kurang
Anak 1 tahun butuh sekitar 1.000 kalori per hari. Kebutuhan ini bisa terpenuhi lewat makan tiga kali sehari dan camilan dua kali sehari. Namun, asupannya mungkin masih kurang jika:
- Makan sangat banyak di pagi hari, setelah itu hanya mau makan sedikit.
- Tidak setiap hari mendapatkan 1.000 kalori per hari. Misalnya hari ini sudah tercapai, besoknya tidak.
3. Anak Sangat Aktif
Kebutuhan kalori setiap anak bisa berbeda. Anak yang sangat aktif tentu membutuhkan kalori lebih banyak agar pertumbuhannya optimal.
Karena itu, Mama Papa harus cermat menyeimbangkan tingkat aktivitas si Kecil dengan asupan makanannya sehari-hari.
4. Gangguan Kesehatan atau Pencernaan
Beberapa jenis gangguan kesehatan bisa membuat anak kesulitan menambah berat badan.
Misalnya alergi atau intoleransi makanan, GERD, penyakit jantung, hipoglikemia, hingga segala kondisi yang menyebabkan diare atau muntah terus-menerus.
Nah, langsung periksakan si Kecil ke dokter supaya Mama dapat menangani gangguannya dengan tepat, sehingga berat badan anak 1 tahun bisa naik.
5. Faktor Genetik
Faktor genetik juga memengaruhi laju pertumbuhan BB anak. Bila ada riwayat orang tua atau kakak si Kecil badannya kecil, bisa jadi memang ia punya keturunan badan yang mungil.
Cara Menaikkan Berat Badan Anak 1 Tahun Secara Sehat
Agar berat badan anak bisa mencapai angka ideal, ada beberapa cara yang bisa Mama terapkan untuk membantu menaikkannya secara sehat:
1. Buat Jadwal Makan Teratur
Usahakan anak selalu makan di jam yang sama tiap harinya, tiga kali makan berat dan dua sampai tiga kali camilan sehat.
Lebih baik lagi kalau anggota keluarga lainnya juga ikut si Kecil makan bersama supaya ia bisa lihat bahwa orang lain makan juga.
Baca Juga: 10 Makanan Anak 1 Tahun yang Bergizi Tinggi dan Lezat
2. Tingkatkan Asupan Kalori Sehat
Untuk menambah asupan kalori anak tiap hari dengan sehat, pilih makanan yang kaya akan nutrisi penting. Misalnya:
- Sumber protein seperti bakso dada ayam atau sapi, telur, ikan, dan udang
- Sumber lemak sehat seperti alpukat, minyak zaitun, mentega, dan keju
- Karbohidrat kompleks seperti kacang merah, bubur jagung, dan nasi merah
- Camilan sehat seperti buah-buahan, yogurt, atau roti pakai selai kacang
Hindari makanan instan atau yang sudah melalui proses industri yang sangat panjang (UPF) karena meski makanan tersebut tinggi kalori, kandungan zat gizinya sangat sedikit.
3. Penuhi Kebutuhan Protein
Si Kecil membutuhkan protein untuk membangun otot dan jaringan yang kuat, sehingga berat badannya bisa naik dengan stabil.
Protein juga diperlukan untuk mendukung kerja hormon yang mengatur pertumbuhan si Kecil. Sumber protein sehat antara lain daging unggas, makanan laut, telur, dan susu.
4. Berikan Lemak Sehat
Lemak sehat bertugas untuk membantu menyerap macam-macam vitamin yang penting bagi pertumbuhan, sekaligus menjadi sumber energi bagi si Kecil.
Mama bisa berikan si Kecil makanan tinggi lemak sehat seperti ikan laut (tuna, bandeng, tongkol), alpukat, keju, yogurt, susu, serta MPASI dengan minyak zaitun atau wijen.
5. Ciptakan Suasana Makan Kondusif
Bangun situasi makan yang kondusif dan mendukung bagi anak. Misalnya dengan hindari distraksi seperti TV, gadget, atau mainan.
Mama dan Papa juga sebaiknya jangan biasakan anak makan sambil jalan-jalan atau berlarian.
6. Pastikan Anak Tidur Cukup
Kalau anak terlalu sering begadang, kurang tidur, atau jam tidurnya tidak teratur, produksi hormon pertumbuhannya bisa terganggu. Ini berisiko sebabkan berat badan anak stagnan.
Pasalnya, hormon pertumbuhan anak itu diproduksinya saat ia tidur. Maka, pastikan si Kecil selalu tidur cukup. Anak 1 tahun butuh 12-14 jam tidur tiap harinya, termasuk tidur siang.
Baca Juga: 6 Cara agar Berat Badan Anak yang Kurus Cepat Naik
Apakah Anak 1 Tahun Perlu Minum Susu Pertumbuhan?
Di samping ASI, Mama bisa berikan susu pertumbuhan sebagai pelengkap nutrisi anak demi mengejar BB-nya. Namun, susu hanyalah tambahan, bukan pengganti sumber pangan utama.
Nutrilon Royal 3 satu-satunya formula teruji klinis yang dirancang secara saintifik dengan Double Biotics FOS:GOS dan DHA EPA lebih tinggi, menjadikannya nutrisi optimal sebagai "The Formula to Win".
Nutrilon Royal 3 kini tersedia eksklusif di NutriShop. Cek sekarang!
Kapan Berat Badan Anak Perlu Diperiksa Dokter?
Dalam banyak kasus, kurangnya berat badan anak 1 tahun belum tentu menandakan kasus serius. Namun, bila anak menunjukkan tanda-tanda berikut, sebaiknya Mama periksa ke dokter.
- BB jauh di bawah atau di atas rentang ideal WHO dan IDAI
- BB stagnan selama beberapa bulan berturut-turut atau malah turun terus
- Anak terlihat sangat kurus, atau sebaliknya sangat gemuk, dibanding anak-anak sepantarannya
- Anak sering sakit
- Banyak milestone (tahapan perkembangan anak) usia 1 tahun yang tidak tercapai
Dokter mungkin akan menjalankan sejumlah pemeriksaan untuk memastikan penyebab BB anak susah naik maupun berlebih.
Demikian penjelasan lengkap seputar berat badan ideal anak usia 1 tahun. Mama Papa masih punya pertanyaan lebih jauh? Yuk, gabung jadi member Nutriclub, daftarnya gratis!
Ada ratusan expert-verified konten seputar parenting yang terkurasi sesuai usia si Kecil, akses call center yang terhubung langsung dengan ahli seputar gizi dan tumbuh kembang anak, serta beragam exclusive rewards untuk Mama dan si Kecil dari setiap pembelian produk Nutrilon.
