Loading...

Riwayat Pencarian

Pencarian Populer

burger menu
Pola Asuh Anak

8 Cara Menyapih Anak yang Efektif dan Penuh Kasih Sayang

Article Oleh : Febriyani Suryaningrum 13 Juli 2023

Proses penyapihan terkadang terasa sangat berat baik bagi Mama maupun si Kecil. Pasalnya, ia kerap kali terlihat sangat kehilangan dan rewel sepanjang malam karena sudah tidak bisa lagi menyusu pada Mama. 

Agar si Kecil merasa nyaman dan tidak terlalu rewel dalam proses penyapihan ASI, Mama dan Papa dapat mengikuti beberapa cara menyapih anak yang telah kami rangkum dalam ulasan di bawah ini. 

Apa Tanda Anak Siap Disapih?

Menurut WHO (World Health Organization), tidak ada batasan waktu pasti kapan si Kecil harus disapih. Pasalnya setiap anak memiliki tingkat kesiapan yang berbeda untuk berhenti menyusu. Jadi, si Kecil dapat terus mendapatkan ASI hingga ia menunjukkan tanda-tanda siap untuk disapih. 

Penundaan penyapihan hingga si Kecil menunjukkan tanda-tanda siap disapih juga terbukti tidak menimbulkan gangguan perkembangan psikologis bagi si Kecil, kok, Ma. Oleh karena itu, Mama tidak perlu khawatir dan buru-buru melakukan penyapihan saat si Kecil sudah memasuki usia 2 tahun.

Lantas, apa saja tanda yang ditunjukkan oleh si Kecil saat ia sudah siap untuk berpisah dengan ASI Mama? Berikut daftarnya: 

  • Anak secara bertahap mengurangi frekuensi minta menyusu ASI.

  • Anak mulai menyusu lebih singkat.

  • Anak mulai tidak tertarik untuk menyusu atau rewel saat menyusu. 

  • Anak mudah terdistraksi saat menyusu. 

  • Anak terus-terusan menarik atau menggigit puting Mama. Ketika si Kecil melakukan ini, Mama perlu dengan lembut namun tegas mengatakan, “Jangan menggigit. Mama sakit kalau digigit.”

  • Anak menyusu hanya untuk mendapatkan rasa nyaman. Ia hanya menghisap payudara Mama tanpa menyedot ASI. 

Baca juga: Pemberian ASI untuk Batita, Wajarkah?

Cara Menyapih Anak yang Efektif

Sebenarnya, ada banyak sekali orang tua di luar sana yang merasa kewalahan saat menyapih si Kecil tercinta. 

Merasa sedih dan kewalahan bukan berarti Mama dan Papa tidak mampu mengasuh si Kecil dengan baik, kok. Itu semua wajar dan merupakan proses yang terkadang harus dilalui. Terus semangat ya, Mama dan Papa!

Nah, agar proses penyapihan berjalan dengan lebih lancar dan tanpa drama berkepanjangan, Mama dapat mengikuti beberapa tips berikut ini: 

1. Memberikan Pengertian pada Anak 

Ketika anak menunjukkan tanda-tanda siap disapih, Mama dapat secara lembut memulai percakapan tentang berhenti menyusu. Lakukan percakapan tersebut secara konsisten selama beberapa minggu atau beberapa bulan sebelum proses penyapihan dimulai. 

Hal ini akan membantu si Kecil mengerti bahwa suatu hari ia harus berhenti menyusu dan mempermudah proses adaptasinya di kemudian hari. 

2. Kurangi Frekuensi Menyusui Secara Perlahan

Saat menyapih si Kecil, usahakan untuk tidak langsung menghentikan ASI saat itu juga, ya, Ma. Hal ini penting untuk membiasakan tubuh Mama dan bayi terhadap rutinitas yang baru. 

Tubuh Mama selama ini terus memproduksi ASI. Apabila proses menyusui terhenti total secara tiba-tiba, payudara Mama akan terlalu penuh dengan ASI dan mengalami pembengkakan (mastitis). 

Untuk mengatasi hal ini, sambil mengurangi perlahan mengurangi frekuensi menyusu, Mama dapat memerah ASI secukupnya. Hanya sampai payudara terasa lebih nyaman. 

Jangan memerah ASI secara berlebihan karena hal tersebut hanya akan membuat proses adaptasi payudara Mama berlangsung  lebih lama.

Selanjutnya, selama ini  tubuh bayi terbiasa mendapatkan nutrisi dari ASI. Jadi, ketika ASI dihentikan secara total dalam satu waktu, ia renta mengalami malnutrisi. 

Pasalnya, ASI memegang peran yang cukup penting dalam membantu pencernaan anak untuk beradaptasi dengan makanan padat. 

Selain itu, bayi juga terbiasa mendapatkan rasa nyaman saat menyusu pada Mama. Oleh karena itu, menghentikan pemberian ASI secara perlahan akan lebih mudah bagi si Kecil. 

Mama dapat mengurangi frekuensi dan rentang waktu menyusui. Hilangkan jadwal menyusui pada waktu yang paling tidak disukai anak.

Jadi, apabila Mama biasanya menyusui 6 kali dalam sehari dengan durasi waktu 10 menit. Minggu ini, kurangi frekuensi menyusui menjadi 5 kali dalam sehari dan dalam durasi kurang dari 10 menit.

Selain itu, Mama juga dapat mulai mengurangi frekuensi menyusui di siang hari terlebih dahulu dan mempertahankan frekuensi menyusui di malam hari untuk memberikan kenyamanan pada si Kecil. 

Proses penyapihan ini dapat berlangsung dalam waktu beberapa minggu hingga beberapa bulan. Semua tergantung dari kesiapan si Kecil, Ma. 

Baca juga: 15 Cara Sukses Menidurkan Anak Setelah Disapih

3. Mengenalkan si Kecil pada Cangkir

Proses penyapihan akan lebih mudah jika si Kecil terbiasa minum dengan menggunakan sippy cup, straw cup, atau cangkir biasa daripada menggunakan dot. 

Proses pengenalan penggunaan sippy cup, straw cup, atau cangkir biasa dapat dimulai palin awal saat si Kecil memasuki usia 6 bulan. Mama dapat memberikan ASIP (Air Susu Ibu Peras) atau air putih pada si Kecil. 

Setelah usianya semakin besar, Mama dapat mulai memberikan susu pertumbuhan terfortifikasi pada si Kecil menggunakan sippy cup, star cup, atau cangkir biasa.

4. Ajak Anak untuk Melakukan Kegiatan Favorit 

Mama dapat memberikan distraksi pada si Kecil agar ia lupa untuk meminta ASI pada jadwal yang seharusnya. 

Mama bisa mengajak si Kecil untuk melakukan berbagai macam kegiatan favorit seperti membaca buku, bermain bola, berenang, menari, dan lain sebagainya. 

5. Tawarkan Makanan Favorit si Kecil

Selain memberikan distraksi berupa kegiatan favorit, Mama juga dapat memberikan distraksi dengan memberikan camilan atau minuman favorit si Kecil. Namun, pastikan camilan dan minuman tersebut sehat ya, Ma. Jangan asal si Kecil suka.  

Berikan camilan atau minuman tersebut tepat sebelum jadwal menyusu si Kecil. Hal ini dapat mempersingkat waktu menyusu anak dan perlahan menghilangkan jadwal menyusu sepenuhnya. 

Baca juga: Benarkah MPASI dengan BLW (Baby Led Weaning) Lebih Baik?

6. Berikan Rasa Nyaman pada si Kecil

Selain memberikan nutrisi terbaik bagi si Kecil, hal utama yang Mama berikan pada si Kecil saat menyusui adalah rasa nyaman dan aman. 

Oleh karena itu, Mama dapat menawarkan kenyaman ekstra dengan memberikan pelukan serta dekapan lebih lama dari biasanya untuk menggantikan rasa nyaman dan aman yang didapatkan dari proses menyusu. Terutama mendekati waktu menyusu dan tidur di malam hari. 

Jangan lupa juga untuk melakukan kontak mata pada si Kecil ya, Ma. 

7. Buat Rutinitas Sebelum Tidur

Malam hari merupakan waktu terberat baik bagi Mama maupun si Kecil saat menjalani penyapihan. Biasanya, proses menyusu menjadi pengantar tidur terbaik bagi si Kecil karena memberikan rasa aman dan nyaman. 

Nah, ketika pengantar tidur ternyaman si Kecil hilang, umumnya si Kecil akan rewel. Ia merasa sedih dan kehilangan. Bukan hanya si Kecil saja yang merasakan hal ini, Mama pasti juga merasakan hal yang sama. 

Untuk mengurangi tingkat kerewelan dan membuat si Kecil lebih cepat terlelap, Mama dapat membuat rutinitas tidur yang baru. 

Contohnya, perlahan Mama mulai ganti aktivitas menyusui si Kecil dengan mengajaknya minum susu pertumbuhan dari cangkir. Kemudian, rutinitas dilanjutkan dengan gosok gigi dan membaca buku cerita dengan jadwal yang tetap setiap harinya. 

Selain itu, pastikan kamar si Kecil nyaman. Atur suhu udara agar sejuk, ganti lampu utama dengan lampu tidur, pasang diffuser aromatherapy, dan matikan alat elektronik (TV, tablet, komputer) 1 jam sebelum waktu tidur.

8. Jangan Memaksakan Diri

Bagaimanapun juga, proses menyapih dijalani oleh dua insan yang berbeda. Mama tidak bisa mengatur kesiapan si Kecil dan kesiapan tubuh Mama. Jadi, jangan memaksakan diri dalam proses penyapihan ya, Ma. Ikuti ritme yang ditunjukkan anak dan tubuh Mama.

Mama cukup berhenti menawarkan ASI pada si Kecil namun jangan menolak apabila ia meminta. Mama secara perlahan akan melihat si Kecil mulai melewatkan beberapa jadwal menyusunya hingga berhenti sama sekali. 

Baca juga: Penyebab Bayi Rewel di Malam Hari, dan 8 Cara Mengatasinya

Sekarang Mama tahu bagaimana cara menyapih si Kecil dengan lebih efektif dan penuh kasih sayang sehingga mengurangi kemungkinan anak rewel di malam hari.

Oh iya, Mama dapat mengunduh e-book eksklusif Nutrisi dan Gizi untuk Imunitas Anak secara gratis untuk mendapatkan pengetahuan pemenuhan gizi harian anak selama masa penyapihan berlangsung, sehingga imunitasnya tetap optimal. Yuk, download sekarang!

  1. World. (2018, August 27). Breastfeeding WPRO. Who.int; World Health Organization: WHO. https://www.who.int/westernpacific/health-topics/breastfeeding

  2. Weaning Your Child (for Parents) - Nemours KidsHealth. (2022). Kidshealth.org. https://kidshealth.org/en/parents/weaning.html

  3. Wisner, W. (2020, April 28). Is There a Right Age to Stop Breastfeeding? Healthline; Healthline Media. https://www.healthline.com/health/breastfeeding/when-to-stop-breastfeeding#common-questions

  4. Weaning your child from breastfeeding. (2004). Paediatrics & Child Health, 9(4), 254–255. https://doi.org/10.1093/pch/9.4.254

  5. NHS Choices. (2023). How to stop breastfeeding. https://www.nhs.uk/conditions/baby/breastfeeding-and-bottle-feeding/breastfeeding/how-to-stop/

  6. Weaning: stopping breastfeeding. (2022, August 24). Raising Children Network. https://raisingchildren.net.au/babies/breastfeeding-bottle-feeding-solids/weaning/weaning

  7. Milanowski, A. (2023, January 9). How To Wean Your Baby From Breastfeeding: Do’s and Don’ts. Cleveland Clinic; Cleveland Clinic. https://health.clevelandclinic.org/weaning-breastfeeding/

  8. Weaning off breastfeeding: older children. (2022, August 24). Raising Children Network. https://raisingchildren.net.au/toddlers/nutrition-fitness/common-concerns/weaning-older-children

  9. Sleep tips for children. (2022, October 5). Healthdirect.gov.au; Healthdirect Australia. https://www.healthdirect.gov.au/sleep-tips-for-children

comment-icon comment-icon