Demam pada anak umumnya merupakan respons pertahanan tubuh melawan infeksi dan tidak selalu harus segera diturunkan hanya berdasarkan angka suhu. Tujuan utama obat penurun panas adalah membantu anak merasa lebih nyaman, bukan sekadar membuat suhu tubuh kembali normal.
Anak Demam, Kapan Perlu Diberi Obat?
Anak yang demam tidak selalu membutuhkan obat penurun panas.
Jika ia masih aktif, mau minum, dan tidak tampak kesakitan atau sangat tidak nyaman, Mama dapat memantau kondisinya sambil memenuhi kebutuhan cairan dan istirahatnya.
Untuk menentukan perlu tidaknya obat demam anak, cek kondisi secara umum, bukan hanya angka pada termometer. Perhatikan apakah si Kecil masih mau minum, tetap merespons seperti biasa, aktif sesuai kondisinya, dan tidak menunjukkan tanda dehidrasi.
Jika demam membuat anak rewel, sulit tidur, atau tampak kesakitan, pemberian paracetamol dapat dipertimbangkan sesuai usia, berat badan, kondisi anak, dan petunjuk penggunaan obat.
Cara Alami Membantu Meredakan Demam Anak
Tidak semua bahan alami terbukti dapat menurunkan demam pada anak, sehingga jangan menjadikannya pengganti obat demam anak atau pemeriksaan dokter.
Cara alami berikut lebih tepat digunakan untuk membantu si Kecil merasa nyaman selama sakit.
1. Kompres Hangat
Mengusap tubuh dengan kain hangat bisa membantu si Kecil merasa lebih rileks. Namun, kompres hangat bukanlah pengganti obat demam anak yang sudah terbukti khasiatnya.
Hindari kompres dengan air dingin karena dapat memicu anak menggigil yang justru akan meningkatkan suhu tubuhnya. Jika ia menolak dikompres, cukup pakaikan baju yang tipis dan nyaman.
2. Berikan Cairan yang Cukup
Kebutuhan cairan tubuh anak akan meningkat pesat ketika suhu badannya naik. Tawarkan minuman sedikit demi sedikit tetapi lebih sering agar ia terhindar dari dehidrasi.
Tujuannya bukan membuat panas keluar melalui keringat, melainkan membantu memenuhi kebutuhan cairan tubuh selama anak sakit.
3. Bawang Putih sebagai Bagian dari Makanan
Bawang putih tentu boleh dicampurkan ke dalam masakan untuk menambah kelezatan santapan anak. Kendati begitu, bahan dapur ini bukanlah obat demam anak yang dapat menurunkan panas.
Hindari memberikan air seduhan bawang putih ini sebagai terapi bagi anak. Posisikan saja rempah aromatik ini sebagai bumbu penyedap hidangan hariannya.
4. Elderberry
Elderberry jadi buah populer dalam pengobatan tradisional untuk bantu meredakan pilek. Sayangnya, belum ada bukti ilmiah yang memastikan khasiatnya dalam menurunkan demam anak.
Buah yang masih mentah bahkan berisiko memicu keracunan pada anak. Sebaiknya hindari pemberian suplemen ini kepada si Kecil tanpa berkonsultasi terlebih dahulu dengan dokter.
5. Daun Kelor
Sayur daun kelor kaya akan nutrisi dan boleh disajikan sesuai selera makan anak. Namun, air rebusan daun ini tidak bisa menggantikan peran obat demam anak seperti paracetamol.
Tidak ada alasan medis untuk menukar pengobatan dokter dengan olahan herbal seperti daun kelor ini. Cukup hidangkan daun kelor sebagai menu bergizi pelengkap asupan harian si Kecil.
Baca Juga: Cara Alami Menurunkan Demam Tinggi pada Anak
6. Bawang Merah
Bawang merah sering dijadikan bumbu masakan lezat maupun baluran tubuh secara alami. Namun, cara ini belum terbukti bekerja lebih ampuh daripada obat demam anak yang teruji klinis.
Mama bisa lebih fokus memantau kondisi fisik anak dan memastikan asupan minumnya selalu cukup. Berikan perawatan medis yang aman jika si Kecil memang mulai merasa terganggu.
7. Biji Ketumbar
Biji ketumbar sangat cocok digunakan untuk menyedapkan aroma masakan keluarga di rumah. Meski begitu, belum ada dasar medis yang membenarkan fungsinya sebagai terapi demam anak.
Hindari membuat air seduhan ketumbar sebagai pengganti terapi obat yang semestinya. Untuk anak usia 2 tahun, selalu ikuti petunjuk medis dan anjuran dokter terpercaya.
8. Kunyit
Kunyit sangat aman bila Mama gunakan dalam takaran wajar sebagai bumbu masakan. Namun, jangan menganggap olahan rempah kuning ini sebagai obat demam anak yang utama.
Efektivitas kurkumin untuk meredakan panas belum terbukti kuat dan berisiko menimbulkan efek samping. Jadi, Mama tidak perlu memberikan jamu kunyit khusus tanpa arahan dari tenaga medis.
9. Sup atau Makanan Berkuah
Semangkuk sup hangat jadi pilihan tepat saat nafsu makan si Kecil sedang merosot. Kuahnya membantu mencukupi kebutuhan cairan, sedangkan isiannya memasok energi bergizi bagi tubuh.
Sajikan menu makanan berkuah yang sudah akrab dan disukai anak sehari-hari. Mama tidak perlu memaksa makan banyak jika anak memang sedang kurang berselera.
10. Buah dan Minuman dari Buah
Buah segar bantu memenuhi cairan tubuh sekaligus menyuplai energi dan aneka vitamin. Sajikan buah bertekstur lembut yang mudah dikunyah serta ditelan oleh si Kecil.
Minuman jus buah bertujuan melengkapi hidrasi harian, bukan sebagai penurun panas utama. Tawarkan kudapan manis alami ini dalam porsi kecil sesuai kenyamanan makan anak.
11. Jahe dan Madu
Olahan jahe dan madu memang terasa nyaman untuk bantu meredakan batuk pada anak usia di atas 1 tahun. Bahan alami ini bekerja optimal dalam menenangkan tenggorokan yang gatal.
Meski demikian, madu untuk anak bukan solusi medis untuk menurunkan suhu badan yang sedang tinggi. Jangan mengandalkan madu semata jika si Kecil membutuhkan pereda demam.
Hindari juga pemberian madu untuk anak di bawah 1 tahun karena dapat menyebabkan botulisme.
12. Lemon
Lemon dapat ditambahkan sedikit ke dalam minuman jika si Kecil menyukai rasanya. Cara ini dapat membantu membuat anak lebih tertarik minum.
Namun, lemon bukan obat demam. Jangan mengganti cairan utama atau obat yang dibutuhkan anak dengan minuman lemon.
13. Air Beras
Air tajin dari rebusan beras sejak lama dikenal sebagai minuman pemulih tenaga tradisional. Sayangnya, belum ada riset medis yang menunjukkan air beras ampuh menurunkan suhu tubuh.
Hindari mengganti obat demam anak maupun kebutuhan cairan utama dengan air tajin. Berikan penanganan yang terbukti aman agar kondisi si Kecil lekas membaik dan ceria kembali.
14. Istirahat dan Tidur yang Cukup
Berikan kesempatan kepada si Kecil untuk lebih banyak beristirahat ketika tubuhnya sedang melawan infeksi. Tidak perlu memaksanya bermain atau beraktivitas seperti biasanya.
Istirahat dan asupan cairan merupakan bagian penting dari perawatan anak yang sedang demam di rumah.
Baca Juga: Anak Demam Naik Turun: Penyebab dan Cara Mengatasinya
Apa Saja Obat Demam Anak yang Umum Digunakan?
Jika demam membuat tidak nyaman, ada beberapa penurun panas yang umum digunakan pada anak. Penggunaannya tetap perlu disesuaikan dengan usia, berat badan, kondisi kesehatan, dan petunjuk pada kemasan.
1. Paracetamol
Paracetamol merupakan salah satu penurun panas yang umum digunakan pada anak. Obat ini dapat membantu menurunkan suhu sekaligus membuat si Kecil lebih nyaman ketika demam.
Dosis paracetamol perlu mengikuti berat badan dan petunjuk penggunaan produk. Jangan memberikan dosis lebih banyak atau lebih sering dari yang dianjurkan.
Periksa kandungan bahan aktif pada obat lain yang sedang diberikan karena beberapa obat dapat sama-sama mengandung paracetamol. Pemberian dua produk yang mengandung paracetamol secara bersamaan dapat meningkatkan risiko overdosis.
Jika menggunakan paracetamol cair, gunakan alat ukur yang disertakan pada produk agar dosis lebih akurat.
2. Ibuprofen
Ibuprofen dapat digunakan untuk membantu menurunkan demam, meredakan peradangan, dan membuat anak lebih nyaman dalam kondisi tertentu. Obat ini dapat digunakan untuk anak di atas 6 bulan sesuai resep dokter.
Untuk anak usia 2 tahun, penggunaannya tetap harus mengikuti petunjuk produk dan mempertimbangkan kondisi kesehatan anak.
Ibuprofen sebaiknya dihindari atau dikonsultasikan terlebih dahulu jika anak mengalami dehidrasi atau muntah terus-menerus. Anak dengan kondisi tertentu, seperti cacar air atau beberapa kondisi medis lainnya, juga mungkin tidak cocok menggunakan ibuprofen.
3. Obat Apa yang Tidak Boleh Diberikan Sembarangan?
Ada beberapa hal penting yang perlu diperhatikan sebelum memberikan obat demam anak.
- Jangan memberikan obat dewasa kepada anak.
- Jangan memberikan beberapa produk yang memiliki bahan aktif sama.
- Jangan menentukan dosis hanya berdasarkan usia jika petunjuk produk menggunakan berat badan.
- Jangan memberikan obat lebih sering atau lebih banyak dari aturan.
- Jangan memberikan aspirin tanpa arahan dokter.
Aspirin tidak dianjurkan diberikan kepada anak untuk demam tanpa arahan dokter. Pasalnya, penggunaannya pada anak dengan infeksi virus berkaitan dengan risiko sindrom Reye.
Apa yang Sebaiknya Tidak Dilakukan saat Anak Demam?
Beberapa kebiasaan yang terlihat seperti membantu menurunkan panas justru sebaiknya dihindari.
- Jangan mengompres dengan air es atau air yang sangat dingin karena dapat membuat anak menggigil dan tidak nyaman.
- Jangan mengoleskan alkohol ke kulit anak. Cara ini tidak direkomendasikan karena dapat membahayakan anak.
- Jangan membungkus anak dengan terlalu banyak pakaian atau selimut. Biarkan anak tetap nyaman tanpa terlalu panas.
- Jangan memberikan aspirin tanpa arahan dokter.
- Jangan mencampur beberapa obat demam tanpa memastikan kandungan bahan aktifnya.
- Jangan memaksakan anak makan ketika sedang tidak berselera. Tawarkan makanan sesuai kemampuan dan utamakan kecukupan cairan.
Kapan Anak Demam Harus Dibawa ke Dokter atau IGD?
Demam pada anak dapat dipantau di rumah jika ia masih responsif, dapat minum, dan tidak menunjukkan tanda bahaya. Namun, ada kondisi tertentu yang membutuhkan pertolongan medis.
Segera ke IGD jika...
Bawa si Kecil ke IGD jika ia mengalami kondisi di bawah ini.
- Sulit dibangunkan atau tidak responsif.
- Mengalami kesulitan bernapas.
- Memiliki bibir atau kulit yang tampak kebiruan.
- Mengalami kejang.
- Mengalami leher kaku.
- Menunjukkan tanda dehidrasi berat.
- Memiliki ruam yang tidak memudar saat ditekan dan kondisi anak memburuk.
- Tampak sangat lemas atau sakit berat.
Hubungi Dokter jika...
Konsultasikan si Kecil jika mengalami kondisi-kondisi di bawah ini.
- Demam lebih dari 24 jam pada anak di bawah 2 tahun.
- Anak tidak mau minum.
- Muntah terus-menerus.
- Ada gejala lain yang mengkhawatirkan.
- Kondisi anak tampak semakin memburuk.
- Mama merasa kondisi si Kecil berbeda dari biasanya.
Untuk anak usia 2 tahun atau lebih, disarankan menghubungi dokter jika demam berlangsung lebih dari 3 hari atau anak tetap terlihat sakit setelah demam turun.
Menjaga kesehatan si Kecil dimulai dari informasi yang tepat dan terpercaya. Bergabunglah dengan Nutriclub untuk mengakses berbagai artikel kesehatan anak yang expert-verified serta panduan praktis yang relevan dengan kebutuhan keluarga modern. Nikmati juga berbagai keuntungan member eksklusif, mulai dari akses ke konten expert-verified, penawaran spesial, hingga kesempatan mengumpulkan poin dan menukarkannya dengan berbagai exclusive rewards dari Nutriclub.
