Loading...
    Banner Artikel Ciri Kecerdasan Naturalis Anak dan Cara Mengembangkannya Sejak Dini
    Perkembangan Otak

    Ciri Kecerdasan Naturalis Anak dan Cara Mengembangkannya Sejak Dini

    Foto Reviewer

    Disusun oleh: Tim Penulis

    Ditinjau oleh: dr. Citra Raditha, Sp.A (K)

    Diterbitkan: 09 Oktober 2024

    Diperbarui: 05 Oktober 2026


    • Apa Itu Kecerdasan Naturalis?
    • Apa Saja Ciri-Ciri Kecerdasan Naturalis pada Anak?
    • Apa Contoh Kecerdasan Naturalis pada Anak?
    • Apa Bedanya Kecerdasan Naturalis dan Sekadar Suka Alam?
    • Apakah Anak yang Suka Hewan Pasti Memiliki Kecerdasan Naturalis?
    • Apa Manfaat Kecerdasan Naturalis bagi Anak?
    • Bagaimana Cara Mengembangkan Kecerdasan Naturalis pada Anak?
    • Bagaimana Cara Menstimulasi Kecerdasan Naturalis Sesuai Usia?
    • Apakah Kecerdasan Naturalis Bisa Dikembangkan?

    Kecerdasan naturalis adalah kemampuan untuk mengenali, mengamati, membedakan, dan memahami berbagai unsur di alam, seperti hewan, tumbuhan, serta fenomena lingkungan. Pada anak, kemampuan ini dapat terlihat dari ketertarikannya mengamati hewan, merawat tanaman, atau mencari tahu tentang fenomena alam.

    Apa Itu Kecerdasan Naturalis?

    Kecerdasan naturalis (naturalistic intelligence) adalah kemampuan mengenali, mengelompokkan, dan memahami unsur-unsur yang ada di alam.

    Kemampuan ini merupakan salah satu dari sembilan kecerdasan dalam teori Multiple Intelligences yang dikemukakan Howard Gardner pada 1983, bersama kecerdasan majemuk lainnya.

    Menurut Sadiku dan Musa dalam buku A Primer on Multiple Intelligences (2021), kecerdasan naturalis merujuk pada ketertarikan seseorang terhadap dunia alam berupa hewan dan tumbuhan, serta kemampuan mengidentifikasi dan mengklasifikasikan pola di lingkungan alam.

    Kecerdasan naturalis tidak hanya muncul saat anak berada di hutan atau kebun. Bentuknya bisa sederhana. Misalnya, ia bisa membedakan bentuk daun dan memperhatikan semut yang berbaris.

    Apa Saja Ciri-Ciri Kecerdasan Naturalis pada Anak?

    Ciri kecerdasan naturalis dapat berbeda pada setiap anak. Berikut beberapa perilaku yang mungkin Mama dan Papa lihat dalam keseharian si Kecil.

    1. Senang Mengamati Hewan dan Tumbuhan

    Si Kecil betah memperhatikan semut berbaris, kupu-kupu hinggap, atau bunga yang mekar. Ia bisa berhenti cukup lama hanya untuk mengamati satu objek.

    2. Peka terhadap Perubahan di Lingkungan

    Ia cepat menyadari hal yang berubah, misalnya daun yang menguning, langit yang mendung, atau suara burung yang berbeda dari biasanya.

    3. Suka Mengelompokkan atau Membandingkan Objek Alam

    Si Kecil menyusun batu dari yang besar ke kecil, memisahkan daun berdasarkan bentuk, atau membandingkan dua bunga yang warnanya mirip.

    4. Banyak Bertanya tentang Fenomena Alam

    Si Kecil mungkin sering mengajukan pertanyaan seperti “Kenapa hujan turun?” atau “Mengapa daun berubah warna?” Rasa ingin tahu ini berkaitan erat dengan tahap perkembangan kognitif anak.

    Nah, Mama juga tidak harus selalu langsung punya jawaban pertanyaan-pertanyaan yang diajukan si Kecil itu. Ajak ia untuk mencari tahu bersama.

    5. Senang Mengeksplorasi Alam

    Anak menikmati berjalan di taman, bermain pasir, atau mengamati genangan air. Ia menggunakan inderanya untuk mengenal lingkungan selama aktivitas dilakukan dengan aman.

    6. Tertarik Merawat Hewan atau Tanaman

    Si Kecil ingin menyiram tanaman, memberi makan hewan, atau mengecek pertumbuhannya. Minat merawat juga dapat menjadi kesempatan untuk belajar bahwa makhluk hidup memiliki kebutuhan.

    7. Mudah Mengenali Pola atau Detail di Alam

    Anak dapat menemukan kemiripan pada bentuk kelopak bunga, pola kulit hewan, atau susunan tulang daun. Ia mungkin juga cepat membedakan objek yang tampak hampir sama.

    8. Menunjukkan Kepedulian terhadap Lingkungan

    Ia mulai memahami kebiasaan sederhana, seperti tidak memetik tanaman sembarangan, membuang sampah pada tempatnya, atau menghemat air. Perilaku ini tetap perlu dicontohkan dan diulang bersama orang dewasa.

    Apa Contoh Kecerdasan Naturalis pada Anak?

    Biasanya, Mama bisa melihat kemampuan kecerdasan naturalis si Kecil dari aktivitas kesehariannya. Berikut tabel berikut dapat membantu Mama mengenali kemampuan yang sedang digunakan anak.

    Aktivitas Anak

    Contoh Kecerdasan Naturalis

    Mengamati kupu-kupu

    Memperhatikan karakteristik dan perubahan

    Mengelompokkan daun

    Mengidentifikasi perbedaan

    Merawat tanaman

    Memahami kebutuhan makhluk hidup

    Mengamati semut

    Memperhatikan perilaku hewan

    Bertanya kenapa hujan turun

    Rasa ingin tahu terhadap fenomena alam

    Mengoleksi batu atau daun

    Mengamati dan membandingkan karakteristik

    Apa Bedanya Kecerdasan Naturalis dan Sekadar Suka Alam?

    Anak yang sekadar suka berada di luar rumah mungkin menikmati suasana atau aktivitas fisiknya.

    Pada kecerdasan naturalis, ketertarikan itu biasanya disertai dorongan untuk mengamati detail, bertanya, membandingkan, mengelompokkan, dan memahami hubungan antarunsur alam.

    Yang perlu Mama amati bukan sekadar “suka main di luar”, melainkan hal-hal di bawah ini.

    • Rasa ingin tahu: ia bertanya kenapa dan bagaimana sesuatu terjadi di alam.
    • Kemampuan mengamati: ia memperhatikan detail kecil yang sering terlewat orang lain.
    • Kemampuan membedakan: ia bisa menyebut perbedaan antara dua daun atau dua hewan.
    • Kemampuan mengelompokkan: ia menyusun benda alam berdasarkan warna, bentuk, atau ukuran.
    • Memahami pola dan hubungan: ia mulai mengaitkan sebab-akibat, misalnya tanaman layu karena tidak disiram.

    Misalnya, si Kecil tidak hanya senang melihat kupu-kupu, tetapi juga memperhatikan warna sayapnya, membandingkan ukurannya, lalu bertanya dari mana kupu-kupu berasal.

    Namun, tetap perlu diingat bahwa ciri-ciri tersebut merupakan petunjuk minat, bukan alat diagnosis atau tes kecerdasan.

    Apakah Anak yang Suka Hewan Pasti Memiliki Kecerdasan Naturalis?

    Tidak selalu, Ma. Ketertarikan pada hewan atau tumbuhan memang salah satu tanda. Namun, itu belum cukup untuk menyimpulkan bahwa si Kecil menonjol dalam kecerdasan naturalis.

    Kecerdasan naturalis cakupannya lebih luas, yaitu mengenali, membedakan, mengklasifikasikan, serta memahami pola di alam.

    Jadi, anak yang senang memeluk kucing belum tentu sama dengan anak yang mengamati kebiasaan makan kucingnya lalu menceritakannya kembali.

    Yang terpenting, setiap anak punya kombinasi kecerdasan yang berbeda-beda. Tidak perlu buru-buru melabeli si Kecil, ya.

    Apa Manfaat Kecerdasan Naturalis bagi Anak?

    Kegiatan yang mengasah kecerdasan naturalis umumnya berlangsung di alam terbuka. Berikut manfaat yang bisa si Kecil peroleh.

    • Kemampuan observasi: ia terlatih memperhatikan detail dan perubahan di sekitarnya.
    • Berpikir kritis: ia belajar menghubungkan sebab dan akibat dari apa yang diamati.
    • Klasifikasi dan mengenali pola: ia terbiasa mengelompokkan benda berdasarkan ciri tertentu.
    • Pemecahan masalah: ia mencoba mencari jawaban sendiri saat menemukan hal baru.
    • Rasa ingin tahu: alam menyediakan bahan pertanyaan yang tidak habis-habis.
    • Kepedulian terhadap lingkungan: ia tumbuh dengan rasa sayang pada makhluk hidup di sekitarnya.
    • Pengalaman belajar berbasis alam: ia belajar lewat pengalaman langsung, bukan sekadar teori.

    Dari jurnal PLoS ONE (2020) bermain bebas di alam pada anak usia 2–12 tahun menunjukkan dampak positif yang konsisten terhadap aktivitas fisik dan perilaku bermain yang bersifat imajinatif dan dramatik.

    Sementara itu, penelitian pada anak prasekolah di Journal of Environmental Psychology (2017) menemukan bahwa waktu bermain di luar ruangan berkaitan dengan peningkatan kemampuan memusatkan perhatian. Kemampuan ini juga menopang daya ingat si Kecil.

    Baca Juga: 4 Ciri Kecerdasan Visual Spasial pada Anak dan Cara Mengoptimalkannya

    Bagaimana Cara Mengembangkan Kecerdasan Naturalis pada Anak?

    Berikut delapan kegiatan yang bisa Mama dan Papa lakukan bersama si Kecil di rumah maupun di luar rumah.

    1. Ajak Anak Eksplorasi Alam

    Manfaatkan taman dekat rumah, halaman, kebun, atau pantai. Beri ia waktu untuk berhenti dan mengamati, jangan buru-buru diajak jalan lagi.

    2. Berkebun Bersama

    Mama bisa memberi tugas kecil, misalnya memasukkan tanah ke pot, menaruh biji, atau menyiram tanaman.

    Selain mengenal kebutuhan tumbuhan, gerakan mencubit biji dan menggenggam alat kecil juga memberi kesempatan melatih kemampuan tangan yang berkaitan dengan perkembangan motorik halus anak.

    3. Ajak Mengamati dan Mengelompokkan Benda Alam

    Kumpulkan daun atau batu yang aman, lalu minta anak memilih dasar pengelompokan sendiri.

    Mama dapat bertanya, “Mana yang paling halus?” atau “Apa persamaan kedua daun ini?” agar kegiatan terasa seperti percakapan.

    4. Buat Jurnal atau Dokumentasi Alam

    Untuk anak yang sudah bisa menggambar, sediakan buku kecil untuk mencatat cuaca, menggambar serangga, atau menempel foto tanaman.

    Dokumentasi sederhana membantu si Kecil kembali melihat perubahan dari waktu ke waktu.

    5. Bacakan Buku dan Tonton Dokumenter tentang Alam

    Pilih buku bergambar atau tayangan yang sesuai usia, lalu berhenti sejenak untuk membahas hal yang menarik perhatian anak. Tanyakan apa yang ia ingat dan apa yang ingin ia cari tahu berikutnya.

    6. Kunjungi Kebun Binatang, Akuarium, atau Kebun Botani

    Jadikan kunjungan sebagai aktivitas observasi, bukan sekadar wisata. Ajak si Kecil menebak dan membandingkan sebelum membaca papan informasi.

    7. Lakukan Eksperimen Sains Sederhana

    Kegiatan seperti menumbuhkan kacang hijau, mengamati es mencair, atau melihat benda mengapung membantu anak membuat dugaan dan melihat perubahan.

    Mama dapat mencoba berbagai eksperimen sains sederhana untuk anak dengan alat yang aman dan pendampingan penuh.

    8. Libatkan Anak dalam Menjaga Lingkungan

    Biasakan tindakan yang dapat ia pahami, seperti menyiram tanaman secukupnya, memilah benda yang bisa digunakan kembali, atau memungut sampah bersama. Pengalaman positif sejak dini dapat membentuk penghargaan terhadap alam.

    Di usia 5 tahun, otak anak sudah sekitar 90% sebesar otak orang dewasa. Untuk mendukung perkembangan yang optimal, si Kecil butuh asupan nutrisi dari makanan bergizi dan susu formula yang bagus untuk kecerdasan otak anak.

    Bagaimana Cara Menstimulasi Kecerdasan Naturalis Sesuai Usia?

    Stimulasi paling efektif bila disesuaikan dengan kemampuan si Kecil saat ini. Berikut panduannya per tahapan usia.

    Usia 1–2 Tahun

    Kenalkan tekstur rumput, suara burung, air, atau daun sambil menyebut namanya. Pastikan benda aman, tidak mudah tertelan, dan selalu ada pendampingan saat si Kecil berada di luar.

    Usia 2–3 Tahun

    Ajak anak mencari dua benda dengan warna berbeda, meniru suara hewan, atau membantu menyiram satu pot. Gunakan pertanyaan pendek yang memberi ruang baginya untuk menunjuk, memilih, atau menjawab.

    Usia 3–5 Tahun

    Di usia ini ia sudah sanggup membuat jurnal alam sederhana, berkebun, melakukan eksperimen ringan, dan mengamati serangga lebih lama.

    Usia 5 Tahun ke Atas

    Mama dapat mengajak anak membuat jurnal yang lebih teratur, memakai kaca pembesar, membaca peta sederhana, atau melakukan proyek sains kecil.

    Dorong ia menjelaskan alasan di balik pengelompokan atau dugaan yang dibuatnya.

    Apakah Kecerdasan Naturalis Bisa Dikembangkan?

    Ya. Kemampuan yang berkaitan dengan kecerdasan naturalis dapat distimulasi.

    Stimulasi dapat dilakukan melalui pengalaman dan aktivitas yang memberi anak kesempatan untuk mengamati, mengeksplorasi, mengklasifikasikan, dan memahami lingkungannya.

    Meski begitu, tujuannya bukan mengejar target tertentu. Yang lebih bermakna adalah memberi ia ruang dan waktu untuk berinteraksi rutin dengan alam, sesuai minat dan tahap perkembangannya.

    Baca Juga: Apakah Benar Anak yang Aktif Cenderung Pintar?

    Itulah ciri kecerdasan naturalis pada anak beserta contoh dan cara mengembangkannya. Dengan pendampingan yang konsisten, si Kecil bisa mengasah kepekaannya terhadap alam sejak dini.

    Masa awal kehidupan merupakan periode penting bagi perkembangan otak anak. Bergabunglah dengan Nutriclub untuk mendapatkan insight expert-verified mengenai stimulasi, nutrisi, dan berbagai faktor yang mendukung kemampuan belajar serta perkembangan kognitif si Kecil. Nikmati juga berbagai keuntungan member eksklusif, mulai dari akses ke konten expert-verified, penawaran spesial, hingga kesempatan mengumpulkan poin dan menukarkannya dengan berbagai exclusive rewards dari Nutriclub.

    Temukan Nutrilon Royal 3 hanya di NutriShop, official store dengan pengalaman belanja terpercaya.

    Informasi yang Wajib Mama Ketahui

    Pilih Artikel Sesuai Kebutuhan Mama
    1. Gardner, H. (1983). Frames of mind: The theory of multiple intelligences. Basic Books.
    2. Sadiku, M. N. O., & Musa, S. M. (2021). Naturalistic intelligence. In A primer on multiple intelligences (pp. 31–42). Springer. https://doi.org/10.1007/978-3-030-77584-1_3
    3. Dankiw, K. A., Tsiros, M. D., Baldock, K. L., & Kumar, S. (2020). The impacts of unstructured nature play on health in early childhood development: A systematic review. PLoS ONE, 15(2), e0229006. https://doi.org/10.1371/journal.pone.0229006
    4. Ulset, V., Vitaro, F., Brendgen, M., Bekkhus, M., & Borge, A. I. H. (2017). Time spent outdoors during preschool: Links with children’s cognitive and behavioral development. Journal of Environmental Psychology, 52, 69–80. https://doi.org/10.1016/j.jenvp.2017.05.007
    5. Office of Head Start. (n.d.). Going outside builds children’s connection to nature. https://headstart.gov/learning-environments/supporting-outdoor-play-exploration-infants-toddlers/going-outside-builds-childrens-connection-nature
    6. Office of Head Start. (2026, February 24). Nature walk and roll. https://headstart.gov/teaching-practices/play-head-start-way/nature-walk-roll
    7. Office of Head Start. (n.d.). Our natural world. https://headstart.gov/curriculum/article/our-natural-world
    Artikel Terkait

    Keuntungan Daftar Nutriclub

    Icon Hadiah Eksklusif

    Hadiah Eksklusif

    Beragam hadiah eksklusif untuk dukung si Kecil jadi juara, siap Mama dapatkan!

    Icon Winning Parenting Content

    Winning Parenting Content

    Ratusan artikel dan konten tumbuh kembang untuk dukung si Kecil jadi juara

    Icon 24/7 Nutriclub Expert Advisor

    24/7 Nutriclub Expert Advisor

    Hubungi ahli untuk pertanyaan seputar nutrisi, tumbuh kembang, dan informasi terkait Nutriclub melalui Whatsapp/call center

    Icon Belanja di Nutrishop

    Belanja di Nutrishop

    Nikmati kemudahan belanja Nutrilon Royal di website NutriShop dengan layanan tepercaya dan benefit eksklusif untuk Mama

    Gabung Nutriclub

    *yang sudah terhubung dengan WhatsApp
    Minimal 8 Karakter, Memiliki 1 angka (0-9) dan 1 karakter spesial (@#$%^&)
    *Usia si Kecil Maksimal 7 Tahun