Loading...
    Banner Artikel Perkembangan Otak Bayi: Cara Kerja, Tahapan, dan Tips Mengoptimalkannya Sejak Lahir
    Perkembangan Otak

    Perkembangan Otak Bayi: Cara Kerja, Tahapan, dan Tips Mengoptimalkannya Sejak Lahir

    Foto Reviewer

    Disusun oleh: Tim Penulis

    Ditinjau oleh: dr. Citra Raditha, Sp.A (K)

    Diterbitkan: 15 Januari 2020

    Diperbarui: 03 September 2026


    • Apa Itu Perkembangan Otak Bayi?
    • Kapan Perkembangan Otak Bayi Paling Pesat?
    • Tahapan Perkembangan Otak Bayi Berdasarkan Usia
    • Faktor yang Memengaruhi Perkembangan Otak Bayi Setelah Lahir
    • Perkembangan Otak Bayi saat Tidur
    • Bagaimana Cara Mengoptimalkan Perkembangan Otak Bayi?
    • Tanda Perkembangan Otak Bayi Berjalan Baik
    • Apa yang Dapat Menghambat Perkembangan Otak Bayi?
    • Kapan Orang Tua Perlu Berkonsultasi dengan Dokter?

    Perkembangan otak bayi dimulai sejak masih dalam kandungan dan terus berlangsung setelah lahir. Pada tahun pertama, otak bayi berkembang sangat pesat hingga ukurannya menjadi sekitar dua kali lipat. Saat usia 3 tahun, ukuran otak mencapai sekitar 80% ukuran otak dewasa dan sekitar 90% pada usia 5 tahun. 

    Apa Itu Perkembangan Otak Bayi?

    Perkembangan otak bayi adalah proses bertahap yang mencakup pertumbuhan struktur otak sekaligus berkembangnya berbagai fungsi, seperti kemampuan belajar, bergerak, berkomunikasi, dan merespons lingkungan. 

    Proses ini berlangsung sangat cepat sejak masa kandungan dan terus berlanjut setelah bayi lahir. Seiring pertumbuhan, sel-sel saraf atau neuron membentuk banyak koneksi untuk mengirimkan informasi. 

    Koneksi ini didukung oleh proses mielinasi yang membantu mempercepat pengiriman sinyal antarsel saraf dan synaptic pruning yang menyaring koneksi yang jarang digunakan. Keduanya membuat kerja jaringan otak semakin optimal.

    Baca Juga: Pentingnya 1000 Hari Pertama Kehidupan Anak

    Kapan Perkembangan Otak Bayi Paling Pesat?

    Perkembangan otak bayi sudah dimulai sejak dalam kandungan dan terus berlangsung setelah lahir. Setelah lahir, perkembangan otak berlangsung sangat pesat terutama pada 0-2 tahun. 

    Otak bayi membentuk lebih dari 1 juta koneksi saraf baru setiap detik yang membantu membangun berbagai kemampuan dasar, seperti bergerak, belajar, berbahasa, dan memahami lingkungan.

    Pertumbuhan otak kemudian terus berlanjut hingga usia 5 tahun. Ukurannya mencapai sekitar 80% ukuran otak dewasa pada usia 3 tahun dan sekitar 90% pada usia 5 tahun.

    Tahapan Perkembangan Otak Bayi Berdasarkan Usia

    Perkembangan otak bayi berlangsung bertahap dan semakin kompleks seiring bertambahnya usia. Berikut tahapan perkembangannya sesuai usia si Kecil:

    0–3 Bulan

    Pada 0-3 bulan, otak bayi mulai aktif memproses berbagai rangsangan dari lingkungan melalui indra. Bayi belajar mengenali suara, wajah, sentuhan, serta berbagai hal yang dilihat dan didengarnya.

    Pada tahap ini, interaksi sederhana seperti berbicara, tersenyum, menyentuh benda, menatap mainan gantung berwarna cerah bisa jadi aktivitas sederhana untuk dukung perkembangannya.

    Baca Juga: 8 Aktivitas Stimulasi untuk Perkembangan Bayi 3 Bulan

    4–6 Bulan

    Memasuki usia 4-6 bulan, bayi semakin aktif mengeksplorasi lingkungan menggunakan penglihatan, pendengaran, serta gerakan tubuhnya. 

    Bayi mulai memahami hubungan sederhana antara sebab-akibat, misalnya menggoyangkan mainan hingga mengeluarkan suara atau melepas benda dari tempat duduknya saat makan sampai terjatuh.

    Mama dan Papa juga akan sering melihat si Kecil memasukkan benda ke dalam mulut sebagai bentuk eksplorasi dan berusaha meraih mainannya sendiri.

    7–12 Bulan

    Selanjutnya, di usia 7-12 bulan, perkembangan otak semakin mendukung kemampuan bayi untuk mengeksplorasi dan memahami lingkungan secara lebih aktif. 

    Bayi mulai belajar melakukan aktivitas yang melibatkan gerakan, indra, dan interaksi dengan benda di sekitarnya.

    Proses belajar juga semakin melibatkan hubungan sebab-akibat, seperti memahami bahwa tindakan tertentu dapat menghasilkan perubahan. Misalnya, menggelindingkan bola di lantai lalu melihat pergerakannya.

    1–2 Tahun

    Anak usia 1-2 tahun mulai mengenali dan menyebut nama benda yang familiar, mengikuti instruksi sederhana, meniru aktivitas orang dewasa, serta mencoba berbagai cara untuk mencapai sesuatu.

    Si Kecil juga semakin sering mengeksplor dan mulai memahami cara menggunakan benda sesuai fungsinya, mencoba tombol atau kenop pada mainan, dan menggabungkan beberapa mainan dalam satu permainan.

    Faktor yang Memengaruhi Perkembangan Otak Bayi Setelah Lahir

    Selain dari genetik yang terbentuk di dalam kandungan, kecerdasan bayi juga ditentukan dari kombinasi berbagai faktor. Berikut faktor-faktor yang turut menentukan perkembangan otak bayi setelah lahir:

    • Nutrisi: Asupan gizi yang cukup membantu pembentukan dan pematangan sel otak. Beberapa nutrisi penting meliputi protein hewani, DHA dan omega-3, kolin, zat besi, zinc, serta yodium.
    • ASI: ASI menjadi sumber nutrisi penting bagi bayi, termasuk berbagai zat gizi yang mendukung perkembangan otak seperti omega-3 dan kolin.
    • Stimulasi: Interaksi melalui suara, sentuhan, kontak mata, membaca, musik, dan kesempatan bereksplorasi membantu memperkuat koneksi saraf dan mendukung kemampuan kognitif.
    • Tidur: Tidur yang cukup dan berkualitas memberi waktu bagi otak untuk beristirahat serta mendukung proses perkembangan dan pembentukan koneksi saraf.
    • Kondisi kesehatan: Penyakit atau gangguan kesehatan tertentu dapat memengaruhi tumbuh kembang bayi. Karena itu, menjaga kesehatan dan melakukan pemeriksaan rutin penting selama masa pertumbuhan.
    • Interaksi orang tua: Mengajak bayi berbicara, merespons tangisannya, melakukan kontak mata, dan memberikan respons emosional yang hangat membantu mendukung perkembangan kognitif dan bahasa.
    • Lingkungan: Lingkungan yang aman dan kaya stimulasi memperkuat koneksi saraf dan memberi bayi kesempatan untuk mengeksplorasi berbagai hal di sekitarnya yang bisa meningkatkan kemampuan kognitif.
    • Aktivitas fisik: Kesempatan untuk bergerak, seperti tummy time, meraih benda, dan mengeksplorasi lingkungan, membantu mendukung perkembangan motorik sekaligus stimulasi otak.

    Perkembangan Otak Bayi saat Tidur

    Tidur berperan penting dalam perkembangan otak bayi, terutama saat deep sleep atau tidur nyenyak. Pada fase ini, tubuh dan otak memiliki waktu untuk beristirahat serta menjalankan berbagai proses penting untuk pertumbuhan.

    Saat tidur, otak juga membantu memproses dan menyimpan informasi yang diperoleh bayi sepanjang hari melalui proses memory consolidation. 

    Tidur yang cukup dan teratur membantu otak memperkuat koneksi saraf, menyimpan ingatan, dan mendukung perkembangan bahasa serta proses belajar. 

    Selama tidur, tubuh menghasilkan hormon pertumbuhan (growth hormone) yang berperan dalam pertumbuhan dan perkembangan otot serta regenerasi dan perbaikan jaringan. 

    Baca Juga: Pilihan Mainan untuk Stimulasi Bayi 1–2 Bulan

    Bagaimana Cara Mengoptimalkan Perkembangan Otak Bayi?

    Kecerdasan alami bayi bisa dioptimalkan dengan stimulasi, kualitas tidur, dan asupan nutrisi yang tepat. Berikut kebiasaan sederhana yang bisa Mama dan Papa lakukan di rumah untuk optimalkan kecerdasan bayi:

    1. Rutin Ajak Bayi Komunikasi Dua Arah

    Untuk menstimulasi perkembangan otak bayi, Mama dan Papa perlu sering-sering mengajak si Kecil berbicara. Supaya lebih efektif, Mama dan Papa bisa lakukan hal-hal berikut:

    • Gunakan intonasi ceria dan ekspresif.
    • Lakukan kontak mata yang hangat saat berbicara.
    • Sebutkan nama benda di sekitar bayi.

    2. Bacakan Buku Sejak Dini

    Mama bisa mulai membacakan buku cerita jauh sejak bayi belum lahir sebagai salah satu cara mendidik anak agar cerdas sejak bayi

    Aktivitas ini akan bantu memperbanyak kosakata, meningkatkan keterampilan sosial-emosional, dan fokus. Berikut tips memilih buku cerita untuk si Kecil:

    Tips memilih buku:

    • Buku kontras tinggi untuk usia 0–3 bulan.
    • Buku bergambar besar dan sederhana.
    • Bacakan perlahan untuk melatih perhatian.

    3. Ciptakan Lingkungan yang Aman dan Positif

    Lingkungan rumah yang aman dan positif sangat memengaruhi perkembangan otak bayi yang optimal. Sementara, lingkungan stres dapat menghambat pembentukan koneksi saraf dalam struktur otak bayi.

    Untuk itu, Mama Papa bisa lakukan hal-hal berikut agar bayi cerdas dan pintar:

    • Hindari konflik dan suara keras.
    • Jadwal harian yang konsisten.
    • Responsif terhadap tangisan bayi.

    4. Berikan Stimulasi Bermain Sesuai Usia

    Bermain menjadi salah satu cara mendidik anak agar cerdas sejak bayi. Dengan bermain, si Kecil akan mendapatkan banyak pengalaman dan informasi baru. 

    Kedua hal tersebut akan membentuk koneksi saraf baru dan memperkuat jaringan saraf dalam otaknya. Contoh stimulasi yang bisa Mama dan Papa lakukan adalah sebagai berikut:

    • Tummy time untuk motorik dan sensorik.
    • Eksplorasi tekstur (berikan kain dan mainan lembut).
    • Bermain musik dengan irama lembut.

    5. Berikan Mainan yang Tepat Usia

    Mainan yang sesuai usia membantu bayi belajar tanpa overstimulasi. Pilihan mainan sederhana justru lebih efektif dibandingkan mainan elektronik. Misalnya:

    • Rattle
    • Sensory board
      • Balok
    • Pop-up book
    • Cermin bayi

    6. Respon Ekspresi dan Celotehan Bayi

    Mama dan Papa perlu merespon upaya komunikasi si Kecil dengan mengulang celotehan yang diucapkan, menirukan ekspresi wajah bayi, atau menggunakan nada suara yang pas. 

    Gunakan nada ceria ketika si Kecil memekik riang dan nada rendah ketika si Kecil menangis sedih. Dengan begitu, perkembangan struktur otak si Kecil lebih optimal. 

    7. Pastikan Bayi Tidur Cukup

    Tidur berperan penting dalam pembentukan sinaps otak. Kurang tidur dapat mengganggu perkembangan kognitif bayi. Untuk itu, Mama perlu pastikan bayi tidur dengan durasi ideal sebagai berikut: 

    • 0–3 bulan: 14–17 jam
    • 4–11 bulan: 12–16 jam
    • 1-2 tahun: 11–14 jam

    8. Lengkapi Kebutuhan Nutrisi Otak

    Cara mendidik anak agar cerdas sejak bayi juga sangat dipengaruhi oleh asupan nutrisi harian, bahkan sejak di dalam kandungan.

    Setelah si Kecil lahir, upayakan memberikan ASI secara eksklusif selama 6 bulan pertama. Ketika sudah mulai MPASI, pastikan si Kecil mendapatkan nutrisi esensial bagi otak, seperti: 

    • DHA & omega-3
    • Zat besi
    • Zinc
    • Kolin
    • Protein berkualitas
    • Yodium

    9. Jangan Lewatkan Imunisasi

    Salah satu kunci perkembangan otak bayi yang optimal adalah sistem imun yang kuat. Oleh karena itu, Mama perlu penuhi imunisasi si Kecil sesuai jadwal imunisasi yang telah direkomendasikan.

    Imunisasi tepat waktu yang sesuai kondisi tubuh bayi akan memberikan perlindungan yang lebih optimal terhadap serangan infeksi berbahaya.

    Tanda Perkembangan Otak Bayi Berjalan Baik

    Setiap bayi berkembang dengan kecepatan berbeda, tetapi ada beberapa tanda bayi cerdas dan aktif yang bisa Mama kenali, seperti:

    • Responsif terhadap suara.
    • Cepat meniru ekspresi wajah.
    • Rasa ingin tahu tinggi.
    • Mudah fokus pada objek.
    • Cepat mengenali pola sederhana.
    • Sering babbling atau cooing.

    Pastikan Mama terus mendukung kekebalan tubuh si Kecil melalui nutrisi, kebersihan, dan stimulasi yang tepat di 1000 hari pertama kehidupannya. Download Panduan Dukung Daya Tahan Tubuh 1000 Hari Pertama untuk dapatkan tips lengkap dan panduan dari para ahli untuk bantu si Kecil tumbuh kuat dan sehat sejak dini. 

    Apa yang Dapat Menghambat Perkembangan Otak Bayi?

    Beberapa kondisi dapat mengganggu proses tumbuh kembang dan pembentukan koneksi saraf bayi, yakni:

    • Malnutrisi: Kekurangan zat gizi penting dapat menghambat pertumbuhan dan perkembangan otak.
    • Kurang tidur: Tidur yang tidak cukup atau sering terganggu dapat memengaruhi proses perkembangan dan fungsi otak.
    • Kurang stimulasi: Minimnya interaksi, bermain, dan kesempatan bereksplorasi dapat mengurangi pengalaman yang dibutuhkan untuk membangun koneksi saraf.
    • Infeksi berat: Infeksi yang serius dapat memengaruhi kesehatan dan proses perkembangan bayi.
    • Paparan asap rokok: Asap rokok dapat berdampak buruk pada kesehatan dan perkembangan bayi.
    • Screen time terlalu dini: Paparan layar yang berlebihan dapat mengurangi waktu bayi untuk berinteraksi, bermain, dan mengeksplorasi lingkungan secara langsung.

    Baca Juga: Waspadai Red Flag Perkembangan Bayi Sesuai Usianya

    Kapan Orang Tua Perlu Berkonsultasi dengan Dokter?

    Segera konsultasikan kondisi bayi jika terdapat tanda perkembangan yang mengkhawatirkan, seperti:

    • Tidak menunjukkan respons terhadap suara atau interaksi.
    • Sulit melihat, mengikuti, atau meraih benda.
    • Tidak memasukkan tangan ke mulut. 
    • Tidak tersenyum kepada orang lain.
    • Tidak mengeluarkan suara atau cooing
    • Tidak mencoba meraih benda yang berada dalam jangkauan. 
    • Tidak melihat ke arah yang ditunjuk.
    • Tidak memindahkan mainan dari satu tangan ke tangan lainnya.
    • Tidak menunjukkan ketertarikan untuk bereksplorasi.
    • Kehilangan kemampuan yang sebelumnya sudah dikuasai.
    • Perkembangan tampak jauh tertinggal dibandingkan anak seusianya.

    Dokter akan melakukan evaluasi perkembangan dan merekomendasikan stimulasi yang tepat sesuai kondisi si Kecil. Itulah informasi perkembangan otak bayi sesuai usia, faktor yang memengaruhi, serta cara mendukungnya. 

    Mendukung perkembangan otak si Kecil membutuhkan pemahaman yang tepat. Yuk, daftar sebagai member Nutriclub dan dapatkan panduan expert-verified untuk membantu mengoptimalkan keterampilan kognitif si Kecil. Mama juga bisa akses NutriShop dengan lebih mudah. 

    Informasi yang Wajib Mama Ketahui

    Pilih Artikel Sesuai Kebutuhan Mama
    1. First Things First. (2018). Brain Development. In First Things First. https://www.firstthingsfirst.org/early-childhood-matters/brain-development/
    2. ‌Grotheer, M., Rosenke, M., Wu, H., Kular, H., Querdasi, F. R., Natu, V. S., Yeatman, J. D., & Grill-Spector, K. (2022). White matter myelination during early infancy is linked to spatial gradients and myelin content at birth. Nature Communications, 13(1). https://doi.org/10.1038/s41467-022-28326-4
    3. ‌Cafasso, J. (2018, January 3). What Is Synaptic Pruning? Healthline; Healthline Media. https://www.healthline.com/health/synaptic-pruning
    4. Infant development: Milestones from 4 to 6 months. (2025). Mayo Clinic. https://www.mayoclinic.org/healthy-lifestyle/infant-and-toddler-health/in-depth/infant-development/art-20048178
    5. ‌CDC. (2026, May 15). Milestones by 6 Months. Learn the Signs. Act Early. https://www.cdc.gov/act-early/milestones/6-months.html
    6. ‌Raising Children Network. (2025). Play ideas for newborn cognitive development. Raising Children Network. https://doi.org/10.1037/dev0001289
    7. ‌HSE. (2021). Your child’s developmental milestones from 7 to 12 months. In HSE.ie. https://www2.hse.ie/babies-children/checks-milestones/developmental-milestones/7-12-months/
    8. Child development milestones: 1 to 2 years. (2018, February 25). First5yrs. https://www.firstfiveyears.org.au/child-development/child-development-milestones-1-to-2-years
    9. ‌Anggraeni, Eka., Agusta Dian Elina., Dedi Saifulah., dkk. (2023). Association Between Parents Stimulation Intensity Toward Toddlers’ Development. Journal of Health Science Community https://thejhsc.org/index.php/jhsc/article/download/194/72
    10.  Souabni, M., Souabni, M. J., Salem, A., Hammouda, O., Ammar, A., Saidi, O., Zmijewski, P., Jahrami, H., de Marco, G., Trabelsi, K., & Driss, T. (2025). Napping and memory consolidation in early childhood: A systematic review and meta-analysis. Sleep Medicine, 133, 106649. https://doi.org/10.1016/j.sleep.2025.106649
    11. ‌Zaffanello, M., Pietrobelli, A., Cavarzere, P., Guzzo, A., & Antoniazzi, F. (2024). Complex relationship between growth hormone and sleep in children: insights, discrepancies, and implications. Frontiers in Endocrinology, 14. https://doi.org/10.3389/fendo.2023.1332114
    12. Help Me Grow MN. (2026). Helpmegrowmn.Org. https://helpmegrowmn.org/HMG/GetHelpChild/WhenRefer/RedFlags/index.html
    13. Lindberg, S. (2020, September 30). When Does a Fetus Develop a Brain? Healthline; Healthline Media. https://www.healthline.com/health/when-does-a-fetus-develop-a-brain 
    14. ‌Ode, L., Dosen, A., Pgra, P., Tarbiyah, J., Sultan, S., & Kendari, Q. (n.d.). Perkembangan Otak Anak Usia Dini. Retrieved October 14, 2024, from https://digilib.iainkendari.ac.id/1642/1/Perkembangan%20Otak%20Anak%20Usia%20Dini.pdf 
    15. Modrell, A. K., & Prasanna Tadi. (2023, March 6). Primitive Reflexes. Nih.gov; StatPearls Publishing. https://www.ncbi.nlm.nih.gov/books/NBK554606/ 
    16. Kassel, G. (2023, April 18). This Is How Your Brain Develops in Your Teenage Years. Healthline; Healthline Media. https://www.healthline.com/health/teen-brain-development 
    17. Clinic, C. (2024, April 9). Limbic System: What It Is, Function, Parts & Location. Cleveland Clinic. https://my.clevelandclinic.org/health/body/limbic-system 
    18. Brain Development. (2023, January 13). First Things First. https://www.firstthingsfirst.org/early-childhood-matters/brain-development/ 
    19. Clinic, C. (2022, May 24). Cerebral Cortex: What It Is, Function & Location. Cleveland Clinic. https://my.clevelandclinic.org/health/articles/23073-cerebral-cortex 
    20. Bennett, C. (2019, March 6). News-Medical. News-Medical. https://www.news-medical.net/health/What-is-the-Neocortex.aspx 
    21. When can my unborn baby hear me? I’d love to be able to read and sing to them. (2021, April 21). HealthyChildren.org. https://www.healthychildren.org/English/tips-tools/ask-the-pediatrician/Pages/
    22. ‌Lenroot, R. K., & Giedd, J. N. (2008). The changing impact of genes and environment on brain development during childhood and adolescence: Initial findings from a neuroimaging study of pediatric twins. Development and Psychopathology, 20(4), 1161–1175. https://doi.org/10.1017/s0954579408000552 
    23. Marcin, A. (2020, October 14). Reading to Children: Why It’s So Important and How to Start. Healthline; Healthline Media. https://www.healthline.com/health/childrens-health/reading-to-children 
    24. Raising Children Network. (2024, February 14). Language and play: babies. Raising Children Network. https://raisingchildren.net.au/babies/play-learning/play-baby-development/talking-play-babies 
    25. Rebecca Buffum Taylor. (2008, August 3). Baby Talk: Communicating With Your Baby. WebMD. https://www.webmd.com/parenting/baby/baby-talk 
    26. InBrief: The Science of Early Childhood Development. (2020, October 29). Center on the Developing Child at Harvard University. https://developingchild.harvard.edu/resources/inbrief-science-of-ecd/ 
    27. ‌Bradley, S. (2020, June 12). Why Taking Prenatal Vitamins Earlier is Better. Healthline; Healthline Media. https://www.healthline.com/health/pregnancy/when-to-start-taking-prenatal-vitamins 
    28. McCarthy, C. (2018, January 23). The crucial brain foods all children need - Harvard Health. Harvard Health. https://www.health.harvard.edu/blog/brain-food-children-nutrition-2018012313168 
    29. Prime. (2006, October). The Importance of Play in Baby’s Brain Development. Uga.edu. https://extension.uga.edu/publications/detail.html?number=C1053-10&title=the-importance-of-play-in-babys-brain-development 
    30. ‌Pregnancy Birth Baby Editorial Team. (2024, August 21). Baby sleep patterns by age. Pregnancybirthbaby.org.au; Healthdirect Australia. https://www.pregnancybirthbaby.org.au/sleep-patterns-for-babies 
    31. IDAI | Pentingnya Pemantauan Tumbuh Kembang 1000 Hari Pertama Kehidupan Anak. (2017). Idai.or.id. https://www.idai.or.id/artikel/klinik/pengasuhan-anak/pentingnya-pemantauan-tumbuh-kembang-1000-hari-pertama-kehidupan-anak 
    32. MedlinePlus. (2023, August 1). Is intelligence determined by genetics? Medlineplus.gov; National Library of Medicine. https://medlineplus.gov/genetics/understanding/traits/intelligence/
    33. Dancan Bwire. (2019). No, children don’t “inherit intelligence” from mother’s X chromosome. Africa Check. https://africacheck.org/fact-checks/spotchecks/no-children-dont-inherit-intelligence-mothers-x-chromosome
    34. UCL Health Editorial Team. (2022, May 5). Baby brain food: 7 foods to fuel brain development. Www.uclahealth.org. https://www.uclahealth.org/news/article/baby-brain-food-7-foods-to-fuel-brain-development
    35. Noble, D. (2025, May 2). Eating for baby’s brain development - Mayo Clinic Press. Mayo Clinic Press. https://mcpress.mayoclinic.org/parenting/eating-for-babys-brain-development/
    36. Parenting First Cry Editorial Team. (2023, March 10). These 15 Signs Indicate That Your Baby is a Genius. Parenting.firstcry.com. https://parenting.firstcry.com/articles/15-signs-of-intelligent-baby/
    37. Zaffanello, M., Pietrobelli, A., Cavarzere, P., Guzzo, A., & Antoniazzi, F. (2023). Complex relationship between growth hormone and sleep in children: Insights, discrepancies, and implications. Frontiers in Endocrinology, 14, 1332114. 
    38. Making sure newborns and children under 5 years sleep safely. (n.d.-f).
    39. Does intelligence come from the mother or father? (2025). In ScienceInsights. https://scienceinsights.org/does-intelligence-come-from-the-mother-or-father/
    Artikel Terkait

    Keuntungan Daftar Nutriclub

    Icon Info & Tips Eksklusif via WA

    Info & Tips Eksklusif via WA

    Panduan tumbuh kembang bulanan si Kecil langsung di genggaman Mama

    Icon 24/7 Nutriclub Expert Advisor

    24/7 Nutriclub Expert Advisor

    Hubungi ahli untuk pertanyaan seputar nutrisi, tumbuh kembang, dan informasi terkait Nutriclub melalui Whatsapp/call center

    Gabung Nutriclub

    *yang sudah terhubung dengan WhatsApp
    Minimal 8 Karakter, Memiliki 1 angka (0-9) dan 1 karakter spesial (@#$%^&)
    *Usia si Kecil Maksimal 7 Tahun