Vitamin D untuk anak berperan penting dalam mendukung pertumbuhan tulang dan gigi yang kuat, sekaligus membantu menjaga sistem imun. Menurut Permenkes RI Nomor 28 Tahun 2019, kebutuhan vitamin D harian adalah 10 mcg (400 IU) untuk bayi usia 0-11 bulan dan 15 mcg (600 IU) untuk anak usia 1 tahun ke atas. Selain dari paparan sinar matahari, vitamin D juga bersumber dari ikan salmon, sarden, tuna, minyak hati ikan kod, kuning telur, dan jamur shiitake.
Apa Itu Vitamin D?
Vitamin D adalah vitamin larut lemak yang dibutuhkan tubuh untuk membantu menyerap kalsium. Vitamin D dan kalsium membantu membangun dan menjaga tulang tetap sehat.
Tubuh hanya dapat menyerap kalsium jika memiliki cukup vitamin D. Vitamin D juga mendukung fungsi sistem imun, otot, dan sel-sel saraf agar dapat bekerja dengan baik.
Secara umum, vitamin D terdiri dari dua bentuk, yaitu vitamin D2 (ergocalciferol) dan vitamin D3 (cholecalciferol).
Keduanya memiliki fungsi yang sama di dalam tubuh, tetapi vitamin D2 berasal dari tumbuhan, sedangkan vitamin D3 dari sumber hewani dan diproduksi secara alami oleh kulit saat tubuh terpapar sinar matahari.
Mengapa Vitamin D Penting untuk Anak?
Vitamin D untuk anak berperan penting dalam mendukung pertumbuhan tulang dan gigi karena membantu tubuh menyerap kalsium dan fosfor secara optimal. Kedua mineral ini membantu pembentukan tulang yang kuat selama masa pertumbuhan.
Selain itu, vitamin D juga membantu menjaga fungsi otot, mendukung sistem imun, dan berperan dalam berbagai proses perkembangan tubuh.
Itulah mengapa memenuhi kebutuhan vitamin D untuk anak penting agar si Kecil dapat tumbuh dan berkembang secara optimal sesuai usianya.
Baca Juga: Vitamin untuk Daya Tahan Tubuh Anak
Apa Saja Manfaat Vitamin D untuk Anak?
Vitamin D bermanfaat untuk kesehatan tulang, otot, serta menjaga daya tahan tubuh si Kecil. Berikut manfaat vitamin D untuk anak selengkapnya:
1. Membantu Menjaga Kesehatan Tulang
Vitamin D membantu tubuh menyerap kalsium dan fosfor, yaitu dua mineral yang dibutuhkan untuk membentuk tulang dan gigi yang kuat.
Asupan vitamin D yang cukup juga membantu menjaga kepadatan tulang selama masa pertumbuhan.
2. Mendukung Daya Tahan Tubuh
Vitamin D berperan dalam mendukung kerja daya tahan tubuh anak. Dengan daya tahan tubuh yang optimal, risiko anak terpapar kuman penyebab penyakit akan lebih rendah.
3. Membantu Fungsi Otot
Journal of the Pediatric Orthopaedic Society of North America (2024), menjelaskan vitamin D untuk anak bukan hanya bermanfaat untuk tulang, tapi juga membantu menjaga fungsi otot agar bekerja dengan baik.
Otot yang sehat mendukung anak untuk bergerak, bermain, dan beraktivitas sesuai tahap perkembangannya.
4. Mendukung Tumbuh Kembang Optimal
Mama sangat disarankan untuk memaksimalkan tumbuh kembang si Kecil selama masa pertumbuhannya. Itu sebabnya, anak membutuhkan asupan nutrisi yang lengkap, termasuk vitamin D.
Nutrisi ini membantu mendukung berbagai proses penting dalam tubuh agar pertumbuhan dan perkembangan anak berlangsung secara optimal.
5. Membantu Proses Penyerapan Mineral
Vitamin D membantu tubuh menyerap mineral penting, terutama kalsium dan fosfor, dari makanan di dalam usus halus.
Penyerapan yang optimal membuat kedua mineral tersebut dapat dimanfaatkan secara maksimal untuk mendukung kesehatan tulang dan fungsi tubuh lainnya.
Apa Tanda Anak Kekurangan Vitamin D?
Kekurangan vitamin D sering tidak menimbulkan gejala, terutama jika masih tergolong ringan. Namun, jika berlangsung lama atau kadar vitamin D sangat rendah, maka kesehatan tulang, otot, dan pertumbuhan anak bisa terganggu.
Berikut beberapa tanda yang bisa muncul bila anak kekurangan vitamin D:
- Nyeri tulang atau tulang terasa mudah sakit.
- Otot terasa lemah, pegal, atau mudah lelah.
- Kram otot, terutama jika kekurangan vitamin D menyebabkan kadar kalsium dalam tubuh menurun.
- Pertumbuhan tulang tidak optimal, misalnya kaki berbentuk O (bow legs) atau X (knock knees) pada kasus yang berat.
Jika Mama melihat tanda-tanda tersebut atau khawatir si Kecil kekurangan vitamin D, sebaiknya konsultasikan lebih lanjut dengan dokter.
Pada anak yang masih dalam masa pertumbuhan atau mengalami kekurangan vitamin D dalam waktu lama, maka berisiko mengalami rakitis (rickets) atau kondisi ketika tulang menjadi lunak sehingga mudah mengalami perubahan bentuk.
Baca Juga: Vitamin C & Zinc untuk Imunitas dan Otak Anak
Anak Berisiko Kekurangan Vitamin D Jika…
Beberapa anak memiliki risiko lebih tinggi mengalami kekurangan vitamin D dibandingkan anak lainnya. Berikut beberapa faktor yang meningkatkan risiko anak kekurangan vitamin D:
- Jarang bermain atau beraktivitas di luar ruangan, sehingga kulit lebih sedikit terpapar sinar matahari.
- Sering menggunakan pakaian yang menutupi hampir seluruh tubuh, sehingga paparan sinar matahari ke kulit menjadi terbatas.
- Kurang mengonsumsi makanan yang mengandung vitamin D, seperti ikan berlemak, telur, hati, atau susu yang difortifikasi vitamin D.
- Memiliki warna kulit yang lebih gelap, karena kandungan melanin yang lebih tinggi membuat kulit membutuhkan paparan sinar matahari lebih lama untuk menghasilkan vitamin D.
- Lahir prematur, karena cadangan vitamin D yang diperoleh dari ibu selama kehamilan umumnya lebih sedikit.
- Mendapat ASI eksklusif dan memiliki faktor risiko lain, seperti ibu dengan kadar vitamin D rendah atau bayi berkulit gelap. Meski ASI merupakan nutrisi terbaik bagi bayi, kandungan vitamin D di dalamnya relatif rendah.
- Mengalami obesitas, yang dapat memengaruhi ketersediaan vitamin D di dalam tubuh.
Anak dengan gangguan penyerapan nutrisi atau penyakit tertentu juga berisiko kekurangan vitamin D, seperti penyakit hati, penyakit ginjal, penyakit celiac, cystic fibrosis, inflammatory bowel disease (IBD).
Rutinitas mengonsumsi obat-obatan tertentu, misalnya beberapa obat epilepsi, juga dapat memengaruhi metabolisme vitamin D.
Apa Saja Sumber Vitamin D untuk Anak?
Vitamin D untuk anak bisa terbentuk secara alami saat kulit terpapar sinar matahari maupun bersumber dari makanan. Mama bisa memenuhi kebutuhan vitamin D harian anak dari pilihan sumber makanan ini:
|
Sumber |
Kandungan Vitamin D |
Catatan |
|
Ikan salmon |
±9,3 mcg / 100 gram |
Salah satu sumber vitamin D terbaik. |
|
Ikan sarden |
±3,3 mcg / 100 gram |
Mudah diperoleh dan kaya nutrisi lainnya. |
|
Kuning telur |
±1,7 mcg / 100 gram |
Dapat dikombinasikan dengan berbagai menu anak. |
|
Hati sapi |
±1 mcg / 100 gram |
Konsumsi secukupnya sebagai bagian dari pola makan seimbang. |
|
Susu fortifikasi |
±2,5–5 mcg |
Periksa label gizi untuk mengetahui kandungan vitamin D pada setiap produk. |
Kandungan vitamin D dapat berbeda tergantung jenis bahan pangan, cara pengolahan, dan produk yang digunakan. Selalu cek informasi nilai gizi pada kemasan, terutama untuk produk susu fortifikasi.
Bagaimana Cara Memenuhi Kebutuhan Vitamin D Anak?
Kebutuhan vitamin D anak dapat dipenuhi melalui kombinasi makanan bergizi, paparan sinar matahari, dan asupan yang sesuai dengan usianya. Berikut beberapa cara yang dapat dilakukan:
- Berikan makanan yang mengandung vitamin D, seperti ikan salmon, sarden, kuning telur, hati sapi, dan makanan lain yang diperkaya vitamin D.
- Ajak anak bermain di luar ruangan, terutama di pagi hari, agar kulit mendapatkan paparan sinar matahari yang mendukung produksi vitamin D secara alami.
- Pilih susu fortifikasi vitamin D bila diperlukan untuk membantu memenuhi kebutuhan harian anak. Jangan lupa periksa label gizi untuk mengetahui kandungan vitamin D pada setiap produk.
- Berikan suplemen vitamin D jika diperlukan, terutama pada anak yang berisiko mengalami kekurangan vitamin D atau atas anjuran dokter.
Salah satu cara untuk melengkapi kebutuhan vitamin D dan nutrisi harian anak bisa dengan memberikan Nutrilon Royal 3 sebagai satu-satunya formula teruji klinis yang dirancang secara saintifik dengan Double Biotics FOS:GOS dan DHA EPA yang lebih tinggi, menjadikannya nutrisi optimal sebagai "The Formula to Win". Dukung sistem imun tubuh dan kemampuan berpikir si Kecil demi persiapkan anak untuk menang. Mama bisa dapatkan produk Nutrilon terlengkap hanya di NutriShop.
Baca Juga: 7 Cara Memenuhi Kebutuhan Nutrisi Penting pada Anak
Apakah Anak Perlu Suplemen Vitamin D?
Tidak semua anak memerlukan suplemen vitamin D. Jika kebutuhan vitamin D sudah terpenuhi dari makanan, paparan sinar matahari, atau susu yang difortifikasi, umumnya suplemen tidak diperlukan.
Namun, pada beberapa kondisi, seperti bayi, anak yang berisiko kekurangan vitamin D, atau memiliki kondisi kesehatan tertentu, dokter dapat merekomendasikan pemberian suplemen yang akan disesuaikan dengan kebutuhan.
Berapa Kebutuhan Vitamin D Anak Setiap Hari?
Kebutuhan vitamin D setiap anak berbeda sesuai dengan usianya. Berikut angka kecukupan vitamin D harian berdasarkan Angka Kecukupan Gizi (AKG) Indonesia dari Permenkes Nomor 28 Tahun 2019:
|
Usia |
Kebutuhan Harian |
|
0-11 bulan |
10 mcg |
|
1-3 tahun |
15 mcg |
|
4-8 tahun |
15 mcg |
Tips Membantu Menjaga Imunitas Anak Selain Vitamin D
Vitamin D memang penting untuk mendukung sistem imun, tetapi daya tahan tubuh anak juga dipengaruhi oleh berbagai faktor lainnya.
Berikut beberapa kebiasaan yang dapat membantu menjaga imunitas anak tetap optimal:
- Berikan pola makan bergizi seimbang yang mengandung karbohidrat, protein, lemak sehat, vitamin, dan mineral.
- Pastikan asupan protein tercukupi, karena protein dibutuhkan untuk membentuk dan memperbaiki sel-sel tubuh, termasuk sel imun.
- Penuhi kebutuhan vitamin C dari buah dan sayuran, seperti jeruk, stroberi, jambu biji, brokoli, dan paprika.
- Cukupi asupan zinc, karena mineral ini berperan penting dalam mendukung fungsi sistem imun dan proses pertumbuhan anak.
- Pastikan anak tidur yang cukup sesuai usianya agar tubuh memiliki waktu untuk memulihkan diri dan menjaga daya tahan tubuh.
- Ajak anak aktif bergerak atau berolahraga secara rutin untuk mendukung kesehatan tubuh secara menyeluruh.
- Jaga kesehatan saluran cerna, karena sebagian besar sistem imun berada di usus. Keseimbangan mikrobiota usus yang baik dapat membantu mendukung respons imun.
- Berikan makanan yang mengandung prebiotik dan probiotik untuk membantu menjaga keseimbangan bakteri baik di usus. Contohnya, prebiotik seperti FOS dan GOS, serta probiotik seperti Bifidobacterium breve dan Lactobacillus.
- Lengkapi imunisasi sesuai jadwal karena vaksinasi membantu melindungi anak dari berbagai penyakit infeksi yang dapat dicegah.
Jadi, Ma, pemenuhan nutrisi yang tepat menjadi fondasi penting bagi tumbuh kembang optimal si Kecil. Daftar sebagai member Nutriclub untuk mendapatkan berbagai informasi soal nutrisi, rekomendasi pola makan, dan konten expert-verified yang dapat membantu mendukung kebutuhan harian anak.
