Loading...

Riwayat Pencarian

Pencarian Populer

burger menu
  • Home
  • Artikel
  • Produk
  • Tools
  • Berita dan Promo
  • Daftar
  • Upload struk
  • Science Camp
12 Cara Mengatasi Bayi Pilek Tanpa Obat - Nutriclub
Kesehatan

12 Cara Mengatasi Bayi Pilek Alami Tanpa Obat

Article Oleh : Febriyani Suryaningrum 04 Januari 2023

Penting untuk Mama mengetahui apa saja cara mengatasi bayi pilek tanpa obat. Sebab, bayi dapat terkena pilek hampir setiap 2-3 bulan sekali dalam satu tahun pertama usianya. Yuk, ketahui penyebab bayi pilek dan cara mengatasinya!

Penyebab dan Gejala Bayi Pilek

Pilek adalah infeksi saluran pernapasan atas yang disebabkan oleh rhinovirus. 

Virus pilek sangat mudah menular pada bayi ketika ada orang dewasa yang sakit kemudian bersin, batuk, atau berbicara di dekat bayi tanpa menutup mulut.

Bayi sangat rentan tertular penyakit karena sistem imun mereka belum cukup kuat. Ketika tertular, bayi dapat menunjukkan gejala pilek seperti:

  • Sulit bernapas karena hidung tersumbat atau karena ingus meler terus.
  • Ingus berwarna bening, atau bisa mengental dan berubah menjadi warna kuning atau hijau.
  • Batuk.
  • Bersin.
  • Demam.
  • Bayi jadi mudah rewel.
  • Kurang nafsu makan. 
  • Tidak bisa tidur nyenyak.
  • Tidak bisa menyusu karena hidung tersumbat.

Baca Juga: 6 Cara Alami Menurunkan Demam pada Bayi Tanpa Obat

Cara Mengatasi Pilek pada Bayi yang Alami Tanpa Obat

Pilek umumnya dapat sembuh sendiri dalam 7-10 hari. Namun sebelum terburu-buru memberikan obat pilek, Mama bisa mencoba mengatasi pilek bayi dengan cara alami. 

Berikut adalah beberapa cara mengatasi bayi pilek yang aman Mama lakukan di rumah:

1. Hisap Ingus

Cara mengatasi bayi pilek yang pertama paling mudah dilakukan adalah menyedot ingusnya.

Gunakan alat penghisap khusus ingus yang steril, bukan mulut Mama. Sebab, mulut Mama mungkin mengandung banyak bakteri yang dapat meningkatkan risiko infeksi pada bayi.

Caranya, masukkan ujung pipet penghisap sekitar 1 sentimeter ke dalam salah satu lubang hidung bayi. Kemudian, tekan pompanya untuk menarik ingus keluar.

Pastikan alat hisap dalam kondisi steril, ya.

2. Terapi Uap

Ketika bayi sedang pilek, Mama bisa coba encerkan ingusnya dengan mematikan AC dan menyalakan alat humidifier di kamar si Kecil.

Cara lainnya, isi ember besar atau bak mandi dengan air panas dan tutup pintu kamar mandi untuk mengumpulkan uap di dalam ruangan.

Kemudian, pangku si Kecil di kursi dan biarkan ia menghirup uap hangatnya selama 10-15 menit. Uap hangat yang dihirup si Kecil mengencerkan ingus yang mengeras dalam hidung.

Lakukan cara mengatasi pilek pada bayi ini di sore atau malam hari agar si Kecil dapat tidur lebih nyenyak. 

Baca Juga: Penyebab Napas Bayi Grok-Grok dan Cara Mengatasinya

3. Menyemprotkan Saline Water

Salah satu cara mengatasi bayi pilek adalah mengencerkan ingus si Kecil dengan menyemprotkan saline water, yaitu obat semprot yang terbuat dari air garam steril. 

Saline water sendiri sudah terbukti aman dan bisa Mama dapatkan tanpa resep dokter di apotek. 

Mama dapat menyemprotkan 2-3 kali air garam steril ini pada masing-masing lubang hidung si Kecil. Selain disemprotkan, Mama juga dapat menggunakan pipet kecil steril untuk meneteskan saline water. 

Apabila saline sudah berada di dalam hidung si Kecil, Mama dapat menyedotnya dengan alat bernama nasal aspirator. Pilih yang ujungnya kecil sehingga tidak menyakiti hidung bayi, ya.

4. Memberikan Pijatan Lembut di Hidung

Cara mengatasi bayi pilek selanjutnya adalah memijat hidungnya dengan lembut menggunakan dua jari telunjuk Mama pada bagian atas hidung dan bawah alis bayi.  

Pijatan membantu melegakan sumbatan pada saluran pernapasan si Kecil dan membuat sirkulasi darah di sekitar hidungnya menjadi lebih lancar. 

Sambil memijat, perhatikan ekspresi si Kecil. Pastikan ia terlihat nyaman dengan pijatan Mama, ya. Kurangi tekanan pijatan ketika ia tampak kesakitan dan hentikan jika ia tampak tidak nyaman. 

5. Meninggikan Kepala Saat Tidur

Agar si Kecil masih bisa tidur nyenyak saat masih sakit, cobalah meninggikan posisi kepalanya sedikit menggunakan bantal.

Cara mengatasi bayi pilek ini dapat mencegah lendir mengalir balik dan mengeras di dalam rongga hidung yang bisa membuat si Kecil susah bernapas lega. 

Namun, pastikan bantalnya tidak terlalu tebal dan keras ya ya, Ma. Pasalnya, bantal yang terlalu tebal justru membuat jalur napasnya makin tertekan posisi leher yang menunduk.

6. Tengkurapkan Bayi (Tummy Time)

Pilek menyebabkan hidung bayi tersumbat, legakan pernapasannya dengan membaringkan si Kecil dalam posisi tengkurap. Setelah ditengkurapkan, tepuk lembut punggungnya. 

Untuk melakukan tummy time, pastikan si Kecil sudah dapat mengangkat dan menopang lehernya sendiri dengan tegak, ya.

Pastikan juga Mama selalu berada di sisinya dan memberikan pengawasan penuh saat melakukan terapi ini. 

Kemudian, jangan sampai si Kecil tertidur dalam posisi tengkurap, Ma. Begitu ia terlihat lelah atau sudah tidak nyaman, segera akhiri sesi tummy time.

Baca Juga: Penyebab, Gejala, Pengobatan, dan Cara Mencegah Flu Singapura pada Bayi

7. Mengoleskan Balsem

Mengoleskan balsem yang mengandung vaporub dapat menjadi salah satu cara mengatasi bayi pilek.

Mama dapat mengoleskan balsem ini tipis-tipis di tubuh si Kecil, mulai dari dada, punggung, hingga telapak kaki agar ia merasa hangat dan nyaman.

Namun, hindari area wajah ya, Ma. Karena hal ini akan menyakiti mata dan kulit muka si Kecil yang lebih sensitif. 

Sebelum mengoleskannya balsem, pastikan Mama sudah memilih balsem vaporub khusus untuk bayi atau sesuai dengan kelompok usianya. 

Apabila hanya ada balsem vaporub untuk dewasa, jangan pernah mengoleskannya langsung pada punggung dan dada bayi. Ini dapat menyebabkan sensasi panas seperti terbakar.

Cukup usapkan tipis-tipis pada area telapak kaki untuk membantunya merasa lebih nyaman. 

Agar mendapat rekomendasi balsem yang aman untuk bayi, sebaiknya konsultasikan langsung dengan dokter, ya!

8. Lanjut Berikan ASI

Pilek yang disertai demam bisa membuat bayi mengalami dehidrasi karena kehilangan banyak cairan. Dehidrasi akan sangat membahayakan bayi bila dibiarkan.

Maka, pastikan Mama terus melanjutkan pemberian ASI agar cadangan cairan tubuh si Kecil tetap terjaga. Menyusui juga sekaligus mengencerkan lendir dalam hidung bayi.

Untuk tahu apakah si Kecil dehidrasi atau tidak, Mama bisa mengecek warna urin si Kecil. Jika berwarna terang, tandanya cairan sudah cukup. 

Jika berwarna pekat, tandanya si Kecil kekurangan cairan tubuh. Coba tawarkan menyusu lebih sering dan lebih banyak.

9. Berikan MPASI Tinggi Protein dan Serat 

Bila masih menyusui, pastikan tetap memberikan ASI sesuai kebutuhannya untuk memperkuat imun bayi.

Namun jika bayi sudah mulai makan MPASI, bantu ia cepat sembuh dengan perbanyak makanan yang terdiri dari sayuran, protein, dan lemak sehat.

Mama bisa berikan sup ayam yang terdiri dari kaldu, sayuran dan potongan ayam memberikan nutrisi pada tubuh. Hangatnya kuah kaldu juga bisa mengencerkan lendir pada pernapasan si Kecil. 

Mama bisa gunakan kaldu untuk menghaluskan puree atau langsung minumkan kaldunya untuk sebagai cara mengatasi pilek pada bayi.

Baca Juga: 8 Cara Membentuk Imunitas Bayi untuk Cegah Penyakit

10. Memberikan Makanan Kaya Probiotik

Probiotik adalah bakteri baik yang dapat membantu meningkatkan daya tahan tubuh si Kecil. Menurut sebuah penelitian, bakteri baik ini dapat bantu mengurangi gejala pilek. 

ASI adalah sumber probiotik terbaik untuk bayi. Contoh makanan tinggi probiotik lainnya untuk  MPASI adalah keju dan yogurt. Tekstur yang lembut bantu melegakan tenggorokan si Kecil. 

Saat memilih yogurt yang akan diberikan pada si Kecil, pastikan: 

  • Memiliki kandungan probiotik hidup.
  • Memiliki tambahan vitamin D. 
  • Tidak mengandung gula tambahan. 

11. Memberikan Makanan Kaya Vitamin C

Vitamin C merupakan salah satu nutrisi yang ampuh untuk meningkatkan kekuatan sistem imun  dan mengatasi pilek pada bayi. 

Mama dapat memasukkan makanan kaya vitamin C ke dalam menu MPASI si Kecil, baik sebagai camilan maupun makanan utama. Berikut ini rekomendasi makanannya: 

  • Jeruk (hilangkan bijinya).
  • Anggur merah maupun hijau (potong kecil-kecil dan hilangkan bijinya agar bayi tidak tersedak).
  • Kiwi. 
  • Lemon.
  • Brokoli.
  • Tomat. 

12. Memberikan Makanan Kaya Vitamin D

Tahukah Mama? Selain dapat membantu meningkatkan kepadatan tulang si Kecil, vitamin D juga berperan penting dalam meningkatkan kinerja sistem imun tubuh, lho. 

Bahkan, sejumlah penelitian telah membuktikan bahwa vitamin ini mampu mencegah tertular pilek dan mampu meringankan gejalanya jika sudah terlanjur terinfeksi. 

Mama juga dapat memberikan vitamin D untuk si Kecil melalui MPASI yang terbuat dari:

  • Minyak hati ikan cod.
  • Ikan salmon.
  • Ikan trout.
  • Oat yang telah diperkaya vitamin D.

Selain dari makanan, Mama dapat menjemur bayi dari teras atau dari balik jendela sebagai salah satu cara mengatasi bayi pilek secara alami.

Supaya kulitnya tetap terlindungi, bayi di atas usia 6 bulan wajib dipakaikan physical sunscreen ya, Ma. 

Kemudian, pakaian baju yang menutupi seluruh kulit dan topi untuk melindungi wajah dan matanya. 

Kapan Harus ke Dokter?​​​​​​​

Hindari memberikan antibiotik tanpa resep atau anjuran dari dokter ya, Ma. Antibiotik bukanlah obat yang tepat untuk menyembuhkan pilek yang disebabkan virus. 

Sembarangan memberikan antibiotik pada bayi justru sangat berbahaya bagi kesehatannya.

Jika pilek bayi tidak kunjung membaik bahkan semakin parah, apalagi jika umurnya masih di bawah 3 bulan, segera bawa si Kecil ke dokter untuk mendapat penanganan medis.

Secara umum, segera bawa si Kecil berobat ke dokter jika: 

  • Pilek disertai batuk terus-menerus.
  • Ingus kental berwarna hijau selama beberapa hari.
  • Mata si Kecil merah atau mengeluarkan cairan mata kuning atau kehijauan.
  • Suhu badan mencapai (38 C).
  • Mengalami kesulitan bernapas atau mengi.
  • Telinganya sakit.
  • Jarang buang air kecil. 
  • Batuk keras dan menyebabkan muntah atau perubahan warna kulit.
  • Batuk mengeluarkan lendir bercampur darah.
  • Menolak untuk menyusui atau mengonsumsi cairan.
  • Tidak bertenaga.
  • Sulit bernapas atau kebiruan di sekitar bibir.

Baca Juga: Mengenal Penyebab, Gejala, dan Pengobatan Batuk Pertusis pada Bayi

Cara Mencegah Pilek pada Bayi

Tidak ada cara yang pasti untuk mencegah pilek pada bayi. Namun, cara terbaik untuk mengantisipasi risiko pilek pada bayi adalah dengan vaksin flu.

Menurut Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI), pemberian vaksin untuk mencegah influenza bisa dilakukan mulai usia 6 bulan dan dosis booster diberikan satu kali setiap tahunnya.

Berbagai langkah antisipasi lain yang dapat Mama dan Papa terapkan untuk meminimalisir penularan pilek pada bayi adalah:

  • Jaga jarak bayi pada orang yang sedang sakit. Untuk bayi yang baru lahir, jangan membiarkan banyak orang untuk bertemu si Kecil dan membawanya naik transportasi umum.
  • Jangan lupa untuk membersihkan permukaan barang atau mainan yang disentuh si Kecil.
  • Jika harus menitipkan bayi pada penitipan anak, pastikan pilih penitipan anak yang punya sistem kebersihan baik dan terjaga.
  • Pastikan semua anggota keluarga untuk menutup hidung dan mulutnya saat bersin atau batuk dengan sapu tangan atau tisu.
  • Buang tisu bekas batuk atau bersin lalu cuci tangan hingga bersih.
  • Pastikan tangan Mama bersih sebelum menyentuh dan menyusui bayi. Begitu pula dengan Papa, Kakak, dan anggota keluarga lainnya di rumah. 

Kebersihan penting untuk jaga kesehatan bayi. Selalu ingatkan keluarga mencuci tangan dengan sabun dan air mengalir sebelum menggendong atau bermain bersama bayi. 

Itulah informasi seputar cara mengatasi bayi pilek tanpa obat dan tips pencegahan penularannya.

Apabila Mama dan Papa masih memiliki pertanyaan seputar cara menangani pilek pada bayi atau kondisi kesehatan lainnya, yuk langsung hubungi layanan Nutrilon Expert Advisor.

Tim ahli kami siap 24/7 menjawab pertanyaan Mama seputar kesehatan si Kecil tanpa membuat janji terlebih dahulu. Gratis!

Referensi:

  1. PIJAT BATUK PILEK PADA BALITA DI PRAKTEK MANDIRI BIDAN RULIATI. (2023). Lppmdianhusada.ac.id. https://e-journal.lppmdianhusada.ac.id/index.php/jbca/article/view/198/186
  2. A baby’s nose and throat viral infection-Common cold in babies - Symptoms & causes - Mayo Clinic. (2021). Mayo Clinic. https://www.mayoclinic.org/diseases-conditions/common-cold-in-babies/symptoms-causes/syc-20351651
  3. InformedHealth.org. Cologne, Germany: Institute for Quality and Efficiency in Health Care (IQWiG); 2006-. Common colds: Relief for a stuffy nose, cough and sore throat. https://www.ncbi.nlm.nih.gov/books/NBK279542/
  4. WebMD. (2021). Natural Cold Remedies for Babies. WebMD. https://www.webmd.com/parenting/baby/ss/slideshow-natural-cold-remedies
  5. IDAI | Bahaya Membeli Antibiotik Sendiri. (2015). Idai.or.id. https://www.idai.or.id/artikel/seputar-kesehatan-anak/bahaya-membeli-antibiotik-sendiri
  6. Romita P. (2019, June 25). 11 Home Remedies for Cold and Flu in Babies & Kids. FirstCry Parenting. https://parenting.firstcry.com/articles/13-home-remedies-for-cold-and-flu-in-babies-kids/
  7. WebMD. (2011, September 26). Treating a Child’s Congestion or Stuffy Nose. WebMD; WebMD. https://www.webmd.com/first-aid/treating-a-childs-congestion-or-stuffy-nose
  8. Godman, H. (2016, May 10). How to Treat Your Baby’s Stuffy Nose. WebMD; WebMD. https://www.webmd.com/children/features/help-child-stuffy-nose
  9. WebMD Editorial Contributor. (2021, March 5). Is It Safe to Use Vapor Rub on a Baby? WebMD; WebMD. https://www.webmd.com/baby/is-it-safe-to-use-vapor-rub-on-a-baby
  10. Direktorat Jenderal Pelayanan Kesehatan. (2022). Kemkes.go.id. https://yankes.kemkes.go.id/view_artikel/1063/penanganan-flu-pada-balita
  11. Parents. (2014). How to Clear a Baby’s Stuffy Nose. Parents. https://www.parents.com/baby/care/american-baby-how-tos/how-to-clear-babys-nose/

Referensi tambahan:

  1. Cherney, K. (2018, March 21). 10 Foods to Eat When You Have the Flu and Foods to Avoid. Healthline; Healthline Media. https://www.healthline.com/health/what-to-eat-when-you-have-the-flu#:~:text=Yogurt,evidence%20to%20support%20its%20use.
  2. IDAI | Perlukah Suplemen Vitamin D? (2016). Idai.or.id. https://www.idai.or.id/artikel/klinik/pengasuhan-anak/perlukah-suplemen-vitamin-d
floating-icon