Mimisan pada anak (epistaksis) umumnya terjadi karena pecahnya pembuluh darah kecil di hidung akibat udara kering, kebiasaan mengorek hidung, membuang ingus terlalu keras, alergi, atau benturan ringan, dan biasanya tidak berbahaya. Pertolongan pertama yang dianjurkan adalah mendudukkan anak dalam posisi tegak dengan kepala condong ke depan, tetap tenang, menekan bagian lunak hidung, dan mengompres dingin area hidung. Waspada jika mimisan sering berulang, sulit berhenti, atau disertai gejala lain.
Apa Itu Mimisan?
Mimisan (epistaksis) adalah perdarahan dari dalam hidung akibat pecahnya pembuluh darah pada selaput lendir hidung.
Anak usia 2-10 tahun lebih rentan mengalami mimisan karena di usia ini anak cenderung mudah pilek, alergi, serta punya kebiasaan memasukkan jari atau benda ke dalam hidung.
Penyebab Mimisan pada Anak
Ada banyak faktor yang jadi penyebab mimisan pada anak, yakni:
- Mengorek hidung/mengupil terlalu dalam
- Mendengus terlalu keras
- Membuang ingus terlalu keras
- Iklim kering (AC, tempat tinggi)
- Alergi (debu, serbuk sari, bulu hewan)
- Cedera hidung saat bermain
- Infeksi saluran napas atas (pilek, sinusitis)
- Benda asing dalam hidung (manik-manik, biji jagung)
- Efek samping obat tertentu
- Gangguan pembekuan darah (Jarang, tapi mungkin)
Dalam beberapa kasus, tidak ada penyebab jelas yang membuat anak mimisan.
Penyebab Anak Sering Mimisan (Berulang)
Menurut penelitian dari jurnal Canadian Family Physician (2021), berikut beberapa faktor penyebab yang dapat mendasari anak sering mimisan:
- Alergi yang tak tertangani
- Rhinitis
- Mukosa kering
- Pembuluh darah dalam hidung sensitif
- Gangguang pembekuan darah (jarang)
Kalau si Kecil termasuk yang mengalaminya, coba catat frekuensi dan pemicunya ya Ma untuk dikonsultasikan ke dokter.
Cara Mengatasi Mimisan pada Anak
Jangan panik, berikut cara mengatasi mimisan pada anak yang bisa Mama dan Papa lakukan:
1. Minta Anak Duduk & Condong ke Depan
Saat anak mimisan, pertolongan pertamanya bukan menengadahkan kepala, melainkan duduk dan mencondongkan badan ke depan seperti membungkuk.
Tujuannya agar darah tidak mengalir turun ke tenggorokan dan membuat anak tersedak. Darah yang tertelan juga bisa membuat anak muntah.
2. Jepit Cuping Hidung Selama 10 menit
Berikutnya, yang perlu dilakukan sebagai cara menghentikan mimisan pada anak yaitu:
- Menjepit kedua sisi cuping hidung dengan tangan selama 5-10 menit.
- Tetap rileks dan bernapas lewat mulut hingga darah berhenti.
Jika perdarahan tidak berhenti setelah 15 menit, segera pergi ke dokter ya, Ma.
Baca Juga: 12 Cara Mengatasi Hidung Tersumbat pada Anak
3. Berikan Kompres Dingin
Mama bisa membantu menghentikan mimisan pada anak dengan kompres es yang dibalut kain dan letakkan di hidungnya.
Untuk menghilangkan rasa darah di mulut yang mungkin tertelan, beri si Kecil es batu untuk diemut.
4. Larang Anak Mengupil atau Membuang Ingus Selama 24 jam
Untuk mencegah mimisan kambuh, jangan biarkan anak mengupil atau membuang ingus 24 jam setelah mimisan berhenti.
5. Jangan Masukkan Tisu atau Cotton Bud ke Dalam Hidung
Memasukkan tisu atau cotton bud ke dalam hidung untuk menghentikan mimisan justru bisa memperparahnya. Untuk itu, hindari cara satu ini ya, Ma.
6. Hindari Makanan dan Minuman Panas Selama 24 Jam
Mama sebaiknya tidak memberikan makanan dan minuman panas selama 24 jam setelah mimisan pada anak mereda.
Mengonsumsi minuman dan makanan panas serta mandi air panas dapat menyebabkan pembuluh darah hidung membesar sehingga perdarahan dapat kembali terjadi.
7. Gunakan Salep Antiseptik / Petroleum Jelly Bila Diresepkan Dokter
Untuk mencegah terbentuknya kerak di kulit lubang hidung setelah anak mimisan, Dokter mungkin akan memberikan krim antiseptik (Naseptin) atau petroleum jelly.
Pada umumnya, dokter akan menganjurkan untuk mengoleskan krim tersebut sebanyak 4 kali sehari selama 10 hari berturut-turut.
8. Pastikan Anak Cukup Istirahat
Apabila mimisan tidak parah dan bisa langsung mereda,pastikan anak beristirahat beberapa jam ke depan.
Agar tak semakin parah, sebaiknya hindari beberapa kegiatan berikut:
- Bermain secara aktif (berlarian)
- Banyak menunduk
Sebaiknya, ajak si Kecil melakukan kegiatan yang tenang seperti membaca buku.
Baca Juga: Imun Tubuh Lemah pada Anak: Gejala, Penyebab & Cara Meningkatkannya
Pantangan Saat Anak Mimisan (Wajib Dihindari)
Saat anak sedang mimisan, ada beberapa pantangan yang wajib dihindari, yaitu:
- Menengadahkan kepala
- Menghentakkan kepala
- Memasukkan tisu ke hidung
- Mandi air panas
- Membersihkan darah dengan semprotan air
Dengan menghindari hal-hal di atas dan tetap bersikap tenang, Mama bisa membantu menghentikan mimisan lebih cepat dengan cara yang tepat.
Cara Mencegah Mimisan Kambuh pada Anak
Agar mimisan tidak kambuh lagi, berikut cara mencegah mimisan kambuh pada anak:
- Gunakan humidifier di ruangan
- Oleskan petroleum jelly tipis 1–2x sehari
- Potong kuku anak secara rutin
- Ajarkan cara membuang ingus yang benar
- Batasi mengupil
- Kelola alergi (hindari pemicu)
Langkah-langkah sederhana ini dapat bantu mencegah mimisan lebih jarang terjadi sehingga Mama tak khawatir berlebihan.
Kapan Anak Mimisan Harus Dibawa ke Dokter?
Kapan mimisan berbahaya biasanya ditandai dengan beberapa ciri berikut, yaitu:
- Mimisan tidak berhenti lebih dari 20 menit
- Keluar darah sangat banyak
- Mimisan akibat cedera serius (jatuh, benturan keras)
- Mimisan sering terjadi dalam seminggu
- Anak tampak pucat, lemas, atau pusing
- Ada memar tanpa sebab jelas
- Ada benda asing masuk ke hidung
- Ada gejala infeksi parah seperti demam mimisan pada anak
Jika satu atau lebih tanda ini muncul, jangan tunda untuk membawa si Kecil ke dokter ya, Ma.
Diagnosa dan Pemeriksaan Jika Mimisan Berulang
Untuk mengetahui penyebab pasti dari mimisan pada anak yang terjadi berulang kali, berikut pemeriksaan yang umumnya dokter lakukan:
- Pemeriksaan darah (hemoglobin, faktor pembekuan)
- Pemeriksaan alergi
- Endoskopi hidung
- Rontgen / CT scan bila dicurigai kelainan struktural
Semoga informasi ini membantu menjawab kekhawatiran Mama dan Papa, ya.
Butuh insight dari ahli di tengah kesibukan? Jangan ragu untuk diskusi langsung dengan Nutriclub Expert Advisor, tim ahli kami yang terpercaya di bidang nutrisi, parenting, dan tumbuh kembang anak. Hadir 24/7 untuk bantu Mama, gratis dan tanpa perlu buat janji.
