Loading...
    Banner Artikel Penyebab Napas Bayi Grok-Grok dan Cara Mengatasinya
    Kesehatan

    Penyebab Napas Bayi Grok-Grok dan Cara Mengatasinya

    Foto Reviewer

    Disusun oleh: Tim Penulis

    Ditinjau oleh: Dr. dr. Ray Wagiu Basrowi, MKK, FRSPH

    Diterbitkan: 13 November 2023

    Diperbarui: 17 November 2025


    • Apakah Napas Bayi Grok-Grok Itu Berbahaya?
    • Penyebab Napas Bayi Grok-Grok yang Perlu Mama Ketahui
    • Cara Aman Mengatasi Napas Bayi Grok-Grok di Rumah
    • Kapan Napas Bayi Grok-Grok Termasuk Normal dan Kapan Harus Waspada?
    • Kapan Harus Konsultasi dengan Dokter Anak?

    Napas bayi grok-grok pastinya membuat cemas dan bertanya-tanya. Agar Mama Papa tidak panik menghadapi situasi ini, simak penyebab dan cara mengatasinya di sini!

    Apakah Napas Bayi Grok-Grok Itu Berbahaya?

    Napas bayi berbunyi grok grok umumnya tidak berbahaya. Pasalnya, saluran napas bayi baru lahir masih sempit. Ia juga masih belajar menghirup dan menghembuskan napas.

    Pola pernapasan bayi dapat berhenti selama 5–10 detik, kemudian kembali napas cepat sekitar 8–15 kali selama 10–15 detik. 

    Bayi lebih sering bernapas dengan hidung daripada mulut sehingga muncul suara grok-grok.

    Penyebab Napas Bayi Grok-Grok yang Perlu Mama Ketahui

    Banyak orang tua beranggapan, bunyi grok-grok muncul karena tenaga kesehatan tidak membersihkan lendir secara tuntas dari saluran pernapasan saat bayi baru lahir.

    Namun, anggapan ini sebenarnya keliru. Berikut beberapa penyebab yang mungkin bisa membuat napas si Kecil grok-grok:

    1. Hidung Tersumbat

    Secara alami, saluran napas menghasilkan lendir dalam jumlah yang banyak untuk menangkap “zat-zat asing” yang mungkin terbawa oleh udara yang dihirup bayi.

    Jika jumlah produksi lendir lebih banyak dari biasanya, hal ini merangsang refleks batuk agar lendir berlebih keluar dari saluran pernapasan.

    Namun, bayi belum memiliki kemampuan untuk melakukan refleks batuk. Lendir pun tetap berada di saluran napas dan membuat napas bayi berbunyi grok-grok.

    2. Gangguan Pernapasan Akibat Polusi

    Jika napas bayi terdengar grok-grok, perhatikan pola pernapasannya dan periksa apakah bayi mengalami demam atau tidak. 

    Karena jika suara grok-grok disertai dengan demam dan napas yang cepat, bisa jadi menunjukkan adanya cairan di saluran udara akibat infeksi, seperti ISPA.

    Biasanya, kondisi ini terjadi akibat polusi udara. Polusi udara tidak bisa dianggap remeh karena berdampak buruk bagi si Kecil.

    3. Alergi

    Napas bayi grok-grok bisa muncul akibat alergi. Diketahui, alergi membuat tubuh bayi menghasilkan lebih banyak dahak dari biasanya.

    Akan tetapi, bayi belum dapat mengeluarkan dahak dengan cara batuk atau berdeham. Maka dari itu, dahak akan bertahan di dalam saluran hidung yang masih sempit.

    4. Pilek

    Napas bayi berbunyi grok grok biasa terjadi saat pilek, terutama ketika saluran hidung bayi tersumbat.

    Apabila bayi menunjukkan gejala pilek seperti mudah marah, nafsu menyusui yang berkurang, dan kesulitan tidur, berkonsultasilah dengan dokter untuk mendapatkan penanganan lebih lanjut.

    Si Kecil mungkin mengalami kesulitan bernapas karena adanya sumbatan pada hidung.

    Baca Juga: Bahaya Polusi Udara bagi Bayi dan Cara Mencegahnya

    Perawatan bayi newborn membutuhkan informasi yang akurat dan sesuai tahapan usia. Dari menyusui, pola tidur, perawatan tali pusat, hingga tanda-tanda red flags yang perlu diperiksa, semua butuh panduan yang tepat. Daftar sebagai member Nutriclub sekarang untuk mendapatkan akses panduan perawatan newborn yang telah expert-verified, serta dukungan terpercaya agar Mama lebih tenang dan percaya diri sejak hari pertama bersama si Kecil.

    Cara Aman Mengatasi Napas Bayi Grok-Grok di Rumah

    Napas grok-grok pada bayi umumnya bisa menghilang begitu saja, tapi itu tergantung dari penyebabnya. 

    Jika si Kecil tidak nyaman saat bernapas, rewel menjelang tidur, dan tidur tidak nyenyak, sebaiknya lakukan beberapa cara berikut.

    1. Posisikan Bayi Tidur Telentang

    Agar bayi tidur lebih nyaman, selalu letakkan si Kecil dalam posisi telentang saat tidur. Posisi telentang membantu mengatasi suara napas grok-grok pada bayi.

    Posisi tidur ini juga memiliki risiko lebih rendah terhadap sindrom kematian bayi mendadak (SIDS). Tak heran, telentang menjadi posisi tidur teraman bagi si Kecil.

    2. Gunakan Alat Penyedot Ingus

    Jika hidung bayi berlendir, gunakan alat sedot ingus untuk mengeluarkan dahak atau ingus langsung dari bayi. Jadi, napas bayi grok-grok akibat lendir pun berkurang.

    Namun, penting untuk diingat, saluran hidung bayi dan saluran udara ke paru-parunya masih berkembang. Jadi, penggunaan alat sedot ingus harus dilakukan dengan sangat hati-hati.

    Selain itu, selalu bersihkan alat dengan benar sebelum dan setelah digunakan untuk mencegah risiko infeksi.

    3. Jaga Kebersihan Udara dan Lingkungan

    Salah satu penyebab napas bayi bunyi grok-grok adalah polusi udara atau lingkungan yang kotor. 

    Jadi, jaga kebersihan di lingkungan sekitar, terutama kamar tidur bayi dan ruang keluarga. Pastikan juga rutin mengganti sprei dan selimut bayi, setidaknya seminggu sekali.

    Membersihkan secara rutin akan menghilangkan debu atau tungau yang menyebabkan alergi dan gangguan pernapasan. 

    4. Gunakan Humidifier

    Selanjutnya, cara melancarkan napas bayi grok-grok, yaitu dengan memasang humidifier atau alat pelembap udara.

    Humidifier meningkatkan kelembapan udara di sekitar bayi sehingga mengurangi lendir yang dapat menghalangi saluran napas bayi. Cara ini membuat pernapasan bayi menjadi lebih lancar.

    5. Sering Berikan ASI

    Jika napas bayi mengeluarkan suara grok-grok karena infeksi, pastikan si Kecil tetap terhidrasi dengan baik. Jika bayi berusia di bawah 6 bulan, berikan ASI sesering mungkin. Ingat, hanya ASI saja.

    Hidrasi yang cukup pada bayi dapat membantu melonggarkan lendir dan membersihkan saluran hidung.

    6. Mandikan Bayi dengan Air Hangat

    Cara mengatasi napas bayi berbunyi grok-grok bisa dilakukan dengan mandi air hangat. Air hangat memberikan uap yang bisa melembapkan dan mengencerkan lendir di saluran napas. 

    Mandikan bayi dengan air hangat (bukan panas) selama 5–10 menit, lalu keringkan tubuhnya dengan lembut agar tidak kedinginan.

    7. Rutin Membersihkan Hidung dengan Larutan Saline

    Cara ampuh menghilangkan napas grok-grok pada bayi bisa dengan larutan saline. Mama bisa beli di apotek dengan alat khusus untuk hidung si Kecil.

    Caranya, semprotkan larutan saline ke salah satu lubang hidung dengan alat penyemprot. Lalu, Mama akan melihat lendir akan keluar dari sisi hidung yang lain.

    Mencuci hidung dengan larutan saline berguna untuk mengencerkan dan membuang lendir berlebih yang mengandung kotoran, debu, hingga pemicu alergi.

    Baca Juga: Durasi Jam Tidur Bayi Sesuai Usia dan Cara Tepat Mengaturnya

     

    Kapan Napas Bayi Grok-Grok Termasuk Normal dan Kapan Harus Waspada?

    Umumnya, napas bayi berbunyi grok-grok itu wajar. Namun, waspadai bila napas grok-grok diikuti dengan gejala berikut:

    Aspek yang Perlu Diperhatikan

    Termasuk Normal Jika…

    Perlu Waspada Jika…

    Aktivitas & Respons

    • Responsif
    • Tetap menyusu
    • BAB dan BAK seperti biasa
    • Lemas
    • Rewel
    • Jarang BAB atau BAK
    • Sering tidur
    • Menolak menyusu

    Frekuensi Napas

    40–60 kali per menit

    Kurang dari 40 kali atau lebih dari 60 kali per menit

    Warna Kulit & Bibir

    Normal

    Kebiruan

    Suhu Tubuh

    Normal

    Demam

    Kondisi Umum

    Suara grok-grok hanya muncul sesekali

    Suara makin keras, tidak berhenti, disertai sesak napas

    Selama bayi mau menyusu, tetap aktif, dan responsif, napas grok-grok masih tergolong normal. Suara ini akan menghilang seiring berkembangnya saluran pernapasan si Kecil.

    Baca Juga: Penyebab Bayi Gumoh dan Cara Mengatasinya yang Tepat

    Kapan Harus Konsultasi dengan Dokter Anak?

    Segera bawa ke dokter bila napas bayi grok-grok semakin berat, berisik, dan mengganggu tidurnya. Jangan lupa, perhatikan tanda-tanda yang perlu diwaspadai berikut.

    Tanda Bahaya

    Kemungkinan Kondisi Medis

    Napas >60 kali/menit

    Gangguan pernapasan

    Otot dada dan leher tampak tertarik

    Penyempitan saluran pernapasan

    Napas berhenti >10 detik

    Gejala apnea

    Bibir dan lidah membiru

    Kekurangan oksigen

    Bayi tampak lemas dan sulit dibangunkan

    Tanda bahaya, harus dibawa ke IGD segera

    Apabila si Kecil menunjukkan tanda-tanda seperti yang telah disebutkan di atas, segera periksakan ke dokter karena hal tersebut dapat menandakan adanya masalah serius pada bayi.

    Napas bayi berbunyi grok-grok umumnya aman, tetapi terkadang muncul akibat terlalu banyak lendir di saluran napas. 

    Pahami tanda-tanda bahaya saat napas grok-grok agar si Kecil mendapatkan penanganan segera.

    Terus pantau tumbuh kembang dan kesehatan si Kecil dengan lebih tenang di satu tempat, Nutriclub Exclusive Hub. Di Exclusive Hub, Mama bisa membaca artikel terbaru, download e-book gratis, dan menggunakan tools cek kesehatan anak yang tervalidasi ahli.

    Informasi yang Wajib Mama Ketahui

    Pilih Artikel Sesuai Kebutuhan Mama
    1. Newborn Breathing Conditions, Symptoms. (2022, March 24). National Heart, Lung, and Blood Institute. https://www.nhlbi.nih.gov/health/newborn-breathing-conditions/symptoms
    2. Amankah Tindakan Cuci Hidung pada Anak? (2017). Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI). https://www.idai.or.id/artikel/klinik/pengasuhan-anak/amankah-tindakan-cuci-hidung-pada-anak
    3. Editorial Staff. (2025). Apnea. Nationwide Children’s Hospital. https://www.nationwidechildrens.org/conditions/apnea
    4. Editorial Staff. Fact Sheet Signs of a well baby. (2013). Health Western Sydney Local Health District. https://www.wslhd.health.nsw.gov.au/ArticleDocuments/197/WSP-003%20signs%20of%20a%20well%20baby.pdf.aspx
    5. Editorial Staff. (2024, January 12). Intercostal Retractions: Causes, Symptoms & Treatment. Cleveland Clinic. https://my.clevelandclinic.org/health/symptoms/intercostal-retractions
    6. Editorial Staff. (2023, September 6). Cyanosis (Blue Hands & Feet): Causes, Treatment & Diagnosis. Cleveland Clinic. https://my.clevelandclinic.org/health/diseases/24297-cyanosis
    7. Tim Penulis. (2015). Demam: Kapan Harus ke Dokter? Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI). https://www.idai.or.id/artikel/klinik/pengasuhan-anak/demam-kapan-harus-ke-dokter
    Artikel Terkait