Loading...

Riwayat Pencarian

Pencarian Populer

Bayi napas bunyi grok-grok.
Imunitas

Penyebab Napas Bayi Grok-Grok dan Cara Mengatasinya

Article Oleh : Mauliyana Puspa Adityasari 13 November 2023

Mendengar napas bayi grok-grok pastinya membuat Mama merasa cemas dan bertanya-tanya. Apakah ini bahaya dan menandakan pernapasannya bermasalah? Agar Mama tidak panik ketika menghadapi situasi seperti ini, simak penjelasan tentang penyebab dan cara mengatasi napas bayi berbunyi grok-grok selengkapnya di artikel ini, Ma.

Apakah Bahaya Jika Napas Bayi Grok-Grok?

Suara napas bayi terdengar grok-grok umumnya tidak berbahaya. Ini karena pola pernapasan bayi baru lahir yang berbeda dengan orang dewasa. 

Bayi yang baru lahir memiliki saluran napas yang sempit dan masih dalam tahap penyesuaian untuk mempelajari cara menghirup dan menghembuskan napas. Sebagian besar bayi juga lebih sering menggunakan hidung untuk bernapas daripada mulut sehingga terdengarlah bunyi grok-grok. 

Pada bayi, pola pernapasannya terkadang dapat berhenti selama 5 hingga 10 detik, kemudian akan kembali dengan napas cepat sekitar 8 sampai 15 kali selama 10 hingga 15 detik. Setelah itu, pola pernapasan bayi akan kembali teratur sebelum siklus ini berulang.

Begitu pula saat tidur. Napas bayi grok-grok saat tidur masih merupakan sesuatu yang normal, sehingga Mama tidak perlu khawatir. Ini bagian dari adaptasi sistem pernapasan bayi yang masih berkembang. Mungkin juga ada penyesuaian yang terjadi pada saluran napasnya sehingga saat bayi baru lahir tidur, pola pernapasannya juga bisa terdengar tak teratur. 

Maka dari itu, untuk menjawab kekhawatiran Mama apakah napas bayi grok-grok berbahaya, maka jawabannya tidak selalu, Ma. Yang terpenting, Mama perlu mengetahui apa saja penyebab suara napas bayi "grok-grok".

Penyebab Napas Bayi Grok-Grok

Suara napas bayi bunyi grok-grok memang bisa buat khawatir, apalagi bagi Mama yang baru mempunyai bayi. Banyak orang tua beranggapan hal ini disebabkan oleh tenaga kesehatan di rumah sakit yang tidak dapat membersihkan lendir secara tuntas dari saluran pernapasan saat bayi baru lahir. Namun, anggapan ini sebenarnya keliru, Ma.

Berikut beberapa penyebab yang mungkin bisa membuat napas bayi grok-grok yang perlu Mama tahu:

1. Hidung Tersumbat

Umumnya, saluran napas bayi secara alami akan menghasilkan lendir dalam jumlah yang banyak. Fungsi lendir adalah melindungi saluran napas dengan menangkap “zat-zat asing” yang mungkin terbawa oleh udara yang dihirup bayi, yang dapat menyebabkan gangguan pada saluran napasnya.

Jika jumlah lendir yang dihasilkan oleh saluran napas bayi lebih banyak dari biasanya, hal ini dapat merangsang refleks batuk. Batuk ini dimaksudkan untuk mendorong keluar gumpalan lendir dari saluran pernapasan. Namun, bayi pada dasarnya belum memiliki kemampuan untuk melakukan refleks batuk atau mengeluarkan lendir sendiri.

Itulah mengapa lendir tetap berada dalam saluran pernapasan, yang pada akhirnya dapat menyebabkan hidung bayi tersumbat dan membuat napasnya bersuara grok-grok.

2. Gangguan Pernapasan Akibat Polusi

Hal yang mungkin menjadi penyebab bayi mengalami napas grok-grok berikutnya yaitu adanya gangguan pada saluran pernapasan. Biasanya gangguan pernapasan ini sangat berkaitan erat dengan bahaya polusi udara yang memburuk.

Kondisi ini tidak bisa dianggap remeh karena mempunyai dampak yang buruk untuk kesehatan si Kecil. Polusi udara mengandung beberapa komponen bersifat karsinogenik atau memicu perkembangan kanker dan penyakit pernapasan.

Jika napas bayi terdengar grok-grok, sangat penting untuk memperhatikan pola pernapasannya dan memeriksa apakah bayi mengalami demam atau tidak. Karena jika suara napas yang grok-grok disertai dengan pola pernapasan yang cepat dan demam, ini bisa menjadi tanda adanya cairan di saluran udara akibat infeksi, seperti ISPA.

3. Alergi

Gangguan pernapasan yang membuat bayi bernapas grok-grok bisa juga dikarenakan si Kecil mengalami alergi. Sebab, alergi dapat membuat tubuh bayi menghasilkan lebih banyak dahak dari biasanya. Akan tetapi, bayi belum dapat mengeluarkan dahak dengan cara batuk atau berdeham. Maka dari itu, dahak akan bertahan di dalam saluran hidung yang masih sempit.

4. Pilek

Bayi yang sedang mengalami pilek juga napasnya bisa berbunyi grok-grok, terutama ketika saluran hidung bayi tersumbat.

Apabila bayi menunjukkan gejala pilek seperti mudah marah, nafsu menyusui yang berkurang, dan kesulitan tidur, sebaiknya segera berkonsultasi dengan dokter untuk mendapatkan penanganan lebih lanjut.

Si Kecil mungkin mengalami kesulitan bernapas karena adanya sumbatan pada hidung.

Baca Juga: Bahaya Polusi Udara bagi Bayi dan Cara Mencegahnya

Cara Mengatasi Napas Bayi Grok-Grok

Napas grok-grok pada bayi umumnya bisa menghilang begitu saja, tapi itu tergantung dari penyebabnya. Jika si Kecil menjadi tidak nyaman dalam bernapas dan menjadi tidak nyenyak serta bayi rewel menjelang tidur, sebaiknya Mama melakukan beberapa hal berikut untuk mengatasinya.

1. Posisikan Bayi Tidur Telentang

Agar bayi tidur lebih nyaman, cobalah selalu meletakkan si Kecil dalam posisi telentang saat tidur. Posisi telentang merupakan posisi tidur yang paling aman untuk bayi.

Selain dapat membantu mengatasi suara napas grok-grok pada bayi, posisi tidur ini juga memiliki risiko lebih rendah terhadap sindrom kematian bayi mendadak (SIDS).

2. Gunakan Alat Penyedot Ingus

Jika hidung bayi mengeluarkan lendir, menggunakan alat sedot ingus mungkin bisa menjadi salah satu cara mengatasi napas bayi grok-grok. Alat ini dapat mengeluarkan dahak atau ingus langsung dari bayi.

Namun, penting untuk diingat bahwa saluran hidung bayi dan saluran udara ke paru-parunya masih dalam tahap perkembangan. Sehingga, penggunaan alat sedot ingus harus dilakukan dengan sangat hati-hati.

Selain itu, selalu pastikan alat dibersihkan dengan benar sebelum dan setelah penggunaan untuk menghindari risiko infeksi.

3. Menjaga Kebersihan Lingkungan

Seperti yang sudah disebutkan sebelumnya, salah satu penyebab napas bayi bunyi grok-grok yaitu karena polusi udara atau lingkungan yang kotor. Selain menyebabkan gangguan pernapasan, lingkungan kotor juga dapat menyebabkan alergi yang bisa menjadi pemicu.

Maka dari itu, penting bagi Mama untuk secara rutin menjaga kebersihan si Kecil di rumah, terutama kamar tidur bayi dan ruang keluarga, dari faktor-faktor yang dapat menyebabkan alergi seperti debu dan tungau. Pastikan juga untuk mengganti sprei dan selimut bayi secara teratur, setidaknya seminggu sekali.

4. Menggunakan Humidifier

Selanjutnya, cara melancarkan saluran pernapasan bayi untuk mengatasi napas bunyi grok-grok yaitu dengan memasang humidifier atau alat pelembap udara.

Humidifier meningkatkan kelembapan udara di sekitar bayi, sehingga membantu mengurangi lendir yang dapat menghalangi saluran napas bayi. Cara ini tentu akan membuat pernapasan bayi menjadi lebih lancar.

5. Lebih Sering Berikan ASI 

Jika napas bayi mengeluarkan suara grok-grok karena infeksi, penting untuk memastikan bahwa si Kecil tetap terhidrasi dengan baik. Namun, jika bayi berusia di bawah 6 bulan, disarankan untuk memberikan ASI sesering mungkin. Hidrasi yang cukup pada bayi dapat membantu melonggarkan lendir dan membersihkan saluran hidung.

Baca Juga: Durasi Jam Tidur Bayi Sesuai Usia dan Cara Tepat Mengaturnya

Kapan Harus ke Dokter?

Bayi yang baru lahir memang memiliki pola pernapasan yang berbeda dan saluran napas yang belum sempurna, sehingga suara seperti grok-grok atau serak bisa terjadi secara alami.

Selain itu, penting bagi Mama untuk memperhatikan tanda-tanda yang menunjukkan adanya masalah kesehatan pada si Kecil. Di bawah ini beberapa hal yang perlu Mama ketahui.

  • Bayi bernapas lebih dari 60 kali per menit dapat menjadi tanda adanya masalah pernapasan.

  • Bayi tampak mengalami kesulitan saat bernapas.

  • Saat bernapas, otot-otot di dada dan leher bayi tampak lebih menonjol dari yang biasanya.

  • Bayi mengalami pernapasan yang terhenti selama lebih dari 10 detik.

  • Kulit bayi tampak sangat pucat dan berubah menjadi warna biru, atau bagian dalam bibir dan lidah tampak membiru. Hal ini mengindikasikan bahwa darah bayi mungkin tidak mendapatkan cukup oksigen dari paru-parunya.

Apabila si Kecil menunjukkan tanda-tanda seperti yang telah disebutkan di atas, segera periksakan ke dokter karena hal tersebut dapat menandakan adanya masalah serius pada bayi.

Semoga penjelasan mengenai napas bayi yang berbunyi grok-grok, penyebab, dan cara mengatasinya dapat bermanfaat bagi Mama, ya! Temukan juga berbagai panduan mendukung daya tahan tubuh si Kecil yang baru lahir hingga panduan dukung tumbuh kembangnya di The Parent’s Guide Academy.

Pilih Artikel Sesuai Kebutuhan Mama
  1. Polusi Udara Berpotensi Menimbulkan ISPA, Dosen FK Ungkap Langkah Pencegahannya. Universitas Negeri Surabaya. https://www.unesa.ac.id/polusi-udara-berpotensi-menimbulkan-ispa-dosen-fk-ungkap-langkah-pencegahannya
  2. My newborn makes all sorts of strange breathing noises. Should I worry? (2022). BabyCentre UK. https://www.babycentre.co.uk/x1052134/my-newborn-makes-all-sorts-of-strange-breathing-noises-should-i-worry
  3. ‌Verywell. (2020). Normal Sounds of Newborn Breathing. Verywell Family. https://www.verywellfamily.com/common-newborn-breathing-sounds-284379
  4. ‌What is the safest sleep solution for my baby with reflux? (2023). HealthyChildren.org. https://www.healthychildren.org/English/tips-tools/ask-the-pediatrician/Pages/What-is-the-safest-sleep-solution-for-my-baby-with-reflux.aspx
  5. ‌Direktorat Jenderal Pelayanan Kesehatan. (2022). Kemkes.go.id. https://yankes.kemkes.go.id/view_artikel/1737/alergi
  6. ‌Watson, K. (2017, March 20). Why Is My Baby Wheezing? Healthline; Healthline Media. https://www.healthline.com/health/parenting/baby-wheezing#takeaway
  7. ‌Baby sleep apnea: Causes of interrupted breathing and gasping during sleep. (2021). BabyCenter. https://www.babycenter.com/baby/sleep/sleep-apnea-in-babies_1741484
  8. Healy, W. (2021, December 8). When Should a Parent Be Concerned With a Baby’s Noisy Breathing? - Stanford Medicine Children’s Health Blog. Healthier, Happy Lives Blog. https://healthier.stanfordchildrens.org/en/when-should-a-parent-be-concerned-with-a-babys-noisy-breathing/
  9. IDAI | Napas Grok-Grok pada Bayi dan Anak, Berbahayakah? (2014). Idai.or.id. https://www.idai.or.id/artikel/klinik/keluhan-anak/napas-grok-grok-pada-bayi-dan-anak-berbahayakah
  10. ‌Jerome, S. (2006, March 15). Your Newborn Baby’s Breathing Noises. WebMD; WebMD. https://www.webmd.com/parenting/baby/your-newborn-babys-breathing-noises#1
  11. ‌Norris, T. (2018, July 16). Is My Newborn’s Heavy Breathing Typical? Healthline; Healthline Media. https://www.healthline.com/health/newborn-breathing#breathing-noises
  12. ‌Levine, H. (2015, January 28). Understanding Newborn Breathing. What to Expect; WhattoExpect. https://www.whattoexpect.com/first-year/ask-heidi/noisy-baby-breathing.aspx
Artikel Terkait
floating-icon