Loading...

Riwayat Pencarian

Pencarian Populer

burger menu
Perkembangan Bayi Usia 4 Bulan dan Stimulasi yang Tepat

Stimulasi

Perkembangan Bayi Usia 4 Bulan dan Stimulasi yang Tepat

Article By : Sindhi Aderianti

Perkembangan bayi selalu menarik untuk diikuti. Sekecil apapun milestone yang diraih si Kecil, pasti membanggakan bagi Mama. Nah, bagaimana perkembangan bayi 4 bulan sendiri?

Memasuki usia 4 bulan, si Kecil semakin banyak menunjukkan perkembangan baik dari segi motorik hingga kemampuan berbahasa. Pastikan Mama memberikan stimulasi yang tepat pada si Kecil agar perkembangannya optimal. 

Kami dari Tim Ahli Nutriclub akan menjelaskan kepada Mama tentang perkembangan bayi usia 4 bulan sekaligus stimulasi yang tepat. Ikuti terus artikel ini ya, Ma!

Perkembangan Berat Badan Bayi 4 Bulan

Dari segi fisik, berat badan bayi 4 bulan terus bertambah. Peningkatan berat badan setidaknya 0,5 kilogram dari berat badannya saat berusia 3 bulan. Adapun rata-rata berat badan bayi 4 bulan, menurut Standar Antropometri Anak Kemenkes RI, antara lain:

  • Bayi laki-laki: 5,6–8,6 kilogram (kg).

  • Bayi perempuan:  5,1–8,1 kg.

Nah, apabila berat badan bayi 4 bulan kurang dari rata-rata di atas, Mama bisa langsung konsultasikan ke dokter spesialis anak untuk mendapatkan saran yang tepat agar tumbuh kembang bayi 4 bulan berjalan optimal.

Lalu, perkembangan apa lagi yang dialami si Kecil di usia 4 bulan ini?

Bayi 4 Bulan Sudah Bisa Apa Saja?

Banyak hal yang sudah bisa dilakukan bayi 4 bulan. Di usia ini, si Kecil mulai bisa sedikit berkomunikasi dengan caranya. Kini ia juga makin senang bermain. 

Selengkapnya, berikut ini tahapan tumbuh kembang bayi 4 bulan yang perlu Mama ketahui:

1. Mulai berkata-kata

Dalam perkembangan bayi 4 bulan, usia ini menjadi awal si Kecil menunjukkan kemampuan berbahasanya. Ia mulai membentuk kata-kata ciri khas bayi yang menggemaskan. Kata-kata tersebut misalnya "ma-ma" atau "da-da". 

Mama bisa mendorong kemampuan si Kecil dengan cara menirukan ekspresi wajah dan suara si Kecil, dan Si Kecil pun akan meniru balik. Misalnya, ucapkan "baa" dan ia akan menirukan suara Mama. Si Kecil belajar pentingnya bahasa melalui reaksi Mama saat ia bersuara atau berusaha mengucapkan sesuatu.

2. Peka terhadap gangguan

Sebagian besar bayi di usia 4 masih terus diberi ASI. Mengingat pemberian ASI eksklusif wajib dilakukan sampai si Kecil setidkanya berusia 6 bulan. Setelah 6 bulan, barulah Mama memberikan MPASI sambil terus melanjutkan menyusui.

Namun pada usia ini, si Kecil mulai mudah teralihkan perhatiannya saat menyusu. Ia akan lebih peka terhadap gangguan suara di sekitarnya, misalnya suara kakak, ayah, TV, dan lain sebagainya.

Sebagai tips, minimalisir gangguan ini dengan menyusui si Kecil di kamar yang sepi dan redup agar ia bisa menyusu sampai tuntas ya, Ma.

3. Bereksplorasi

Otak bayi tumbuh dan berkembang dengan pesat di tahun pertama kehidupannya. Pada enam bulan pertamanya, si Kecil secara bertahap menyerap informasi tentang dunia di sekitarnya. 

Oleh karena itu, bayi 4 bulan sudah mulai senang bereksplorasi, Ma. Doronglah si Kecil untuk bereksplorasi dengan beragam benda seperti memainkan teether. Perhatikan bagaimana ia memasukkannya ke mulut, memegang, dan meremasnya. 

Mama juga bisa memberikan mainan kerincingan kepada si Kecil, dan lihat betapa senangnya si Kecil saat ia menghasilkan suara dengan menggoyangkan mainan tersebut. 

Selain itu, si Kecil pun senang bermain dengan tangan dan kakinya. Mama jangan heran bila ia terlihat sering memasukkan tangan ke mulut, karena ini merupakan bagian dari perkembangan bayi 4 bulan yang normal.  

4. Tertawa

Pada perkembangan bayi 4 bulan, satu hal yang paling menggemaskan adalah melihat  si Kecil yang kini mulai bisa tertawa, bahkan terbahak-bahak. Misalnya, saat bermain cilukba di mana wajah Mama tiba-tiba muncul dari balik bantal. 

Bagi si Kecil, interaksi seperti ini sangat menyenangkan, Ma. Mama bisa lebih sering melakukannya untuk sekaligus membangun bonding yang lebih kuat dengan si Kecil.

Selain bermain cilukba, bayi 4 bulan juga akan mudah tertawa  dengan menciptakan suara-suara lucu atau bersiul di hadapannya, Ma.

5. Melihat warna

Waktu baru lahir, si Kecil hanya mampu membedakan dua warna kontras, misalnya hitam dan putih. Namun di usia 4 bulan ini, perkembangan penglihatan bayi sudah jauh lebih baik dan ia mulai bisa membedakan warna merah, kuning, dan hijau. 

Untuk membantu si Kecil mengeksplorasi berbagai warna, berikan si Kecil mainan yang berwarna-warni, misalnya buku, bola, mainan, dan pakaian dengan lebih dari 2 jenis warna untuk mempertajam penglihatannya.

Perkembangan Bayi 4 Bulan ke 5 Bulan

Berbicara mengenai perkembangan bayi usia 4 bulan ke usia 5 bulan, si Kecil tentunya mengalami perubahan fisik yang semakin pesat. 

Secara motorik kasar pun, perkembangan bayi 4 bulan ke 5 bulan menunjukkan banyak kemajuan. Jika Mama menaruh si Kecil pada posisi telentang dan menarik kedua tangannya ke posisi duduk, maka ia akan menegakkan kepala serta bahunya. 

Begitupun kalau Mama menaruh si Kecil dengan posisi tengkurap, ia akan mengangkat dadanya, lalu meluruskan lengan dan kakinya hingga punggungnya melengkung. Hal ini baik untuk mempersiapkan kemampuan si Kecil untuk bisa duduk sendiri.

Mungkin beberapa minggu yang lalu, jika Mama menarik si Kecil perlahan ke posisi duduk, maka kepalanya akan jatuh ke belakang. Tetapi, sekarang si Kecil sudah bisa mengantisipasi gerakan yang Mama lakukan, dan kepalanya akan mengikuti tubuhnya membentuk garis lurus. 

Saat tulang belakang si Kecil sudah tegak dan bisa duduk tanpa dibantu, kedua tangannya akan bebas bereksplorasi meraih benda atau mainan yang menarik perhatiannya. 

Namun, jika si Kecil belum bisa duduk tanpa dibantu, letakkan si Kecil di pojok sofa atau di pangkuan Mama agar posisinya lebih stabil.

Baca Juga: Perkembangan Bayi Usia 5 Bulan dan Stimulasi yang Tepat

Stimulasi untuk Optimalkan Perkembangan Bayi 4 Bulan 

Berikut ini berbagai stimulasi yang dapat Mama berikan untuk mendukung perkembangan bayi 4 bulan sehingga optimal:

1. Melatih si Kecil duduk

Duduk merupakan salah satu kemampuan motorik kasar yang penting untuk di kuasai si Kecil. Meski umumnya bayi baru dapat duduk sendiri di usia 6 bulan, namun dengan bermodalkan otot leher dan kepala yang semakin kuat di usia 4 bulan, tak ada salahnya melatih si Kecil duduk secara bertahap.

Caranya stimulasi bayi 4 bulan ini adalah dengan mendudukkannya di pangkuan Mama, sambil menahan bokongnya menggunakan tangan agar tetap seimbang.

2. Menggenggam benda

Stimulasi bayi 4 bulan selanjutnya, cobalah latih motorik halus si Kecil salah satunya dengan untuk memegang benda. Pada usia ini, si Kecil perlu bisa menggenggam benda lebih erat dari biasanya, Ma.

Adapun cara melatihnya yaitu, letakkan sebuah mainan kecil yang berbunyi atau berwarna cerah di tangan si Kecil. Setelah ia menggenggam mainan tersebut, tarik pelan-pelan untuk melatih si Kecil memegang dengan kuat.

3. Mencari sumber suara

Selanjutnya untuk optimalkan perkembangan bayi usia 4 bulan dari segi pendengaran, berikan stimulasi bayi 4 bulan dengan melatihnya mencari sumber suara. 

Mama bisa meminta Papa untuk memanggil si Kecil dari arah yang tak terlihat olehnya. Lalu, biarkan ia menoleh dan mencari sumber suara tersebut.

Di awal latihan, Mama boleh membantunya dengan memegang wajah si Kecil dan palingkan perlahan-lahan ke arah sumber suara atau bawa ia mendekati sumber suara tadi.

4. Main cilukba

Stimulasi yang tepat untuk penglihatan bayi selanjutnya adalah dengan bermain cilukba, terutama saat usia si Kecil menginjak 5 bulan. Bermain cilukba mengajarkan bahwa objek akan terus ada walaupun tidak terlihat oleh sang bayi.

Menurut Piaget, permainan ini membuat si Kecil menjadi lebih jeli dan memperhatikan persamaan ataupun perbedaan antar objek. Selain itu permainan cilukba juga menstimulasi perkembangan sosial si Kecil.

Kapan Harus ke Dokter?

Ma, sebaiknya jangan tinggal diam apabila si Kecil tidak menunjukkan salah satu milestone perkembangan bayi 4 bulan tadi, ya. Sebab, hal ini menandakan bahwa tumbuh kembang bayi 4 bulan mengalami red flag alias tanda kewaspadaan. 

Mama perlu waspada jika si Kecil menunjukkan tanda-tanda keterlambatan perkembangan, di antaranya apabila ia sudah berusia 4 bulan tapi belum bisa melakukan hal-hal berikut:

  • Si Kecil masih sering menjulingkan mata

  • Berat badannya tidak bertambah

  • Tidak merespon suara keras

  • Tidak mengoceh atau mencoba meniru suara

  • Tidak memasukkan benda ke mulut

  • Tidak menekan kakinya saat dibawa ke permukaan keras 

Demikian tadi penjelasan seputar perkembangan bayi usia 4 bulan. Pada dasarnya, si Kecil akan terus mengalami perubahan yang dapat Mama lihat sendiri. Sebaiknya, ketahui apa saja perkembangan yang mungkin muncul di kemudian hari agar dapat mengantisipasinya.

Mama butuh panduan yang lengkap dan terpercaya dalam merawat si Kecil? Simak obrolan para pakar yang berbagi pengalaman mereka saat menjadi Mama baru di di Podcast Nutriclub. Ada pula koleksi E-Book seputar parenting yang bisa Mama download gratis!

Selanjutnya, Mama bisa baca seputar perkembangan bayi umur 5 bulan di sini.

  1. BabyCenter. 4 Months Old. http://www.babycenter.com/302_4-months-old_3658793.bc
     
  2. Rahman, Taufiqur. Stimulasi pada Bayi Umur 3-6 Bulan; 2013. http://taura-taura.com/stimulasi-pada-bayi-umur-3-6-bulan/
     
  3. Sambo, Catherine M. Garuk, Cubit, Jimpit!; 2015. http://www.idai.or.id/artikel/klinik/pengasuhan-anak/garuk-cubit-jimpit
     
  4. PERATURAN MENTERI KESEHATAN REPUBLIK INDONESIA NOMOR 2 TAHUN 2020 TENTANG STANDAR ANTROPOMETRI ANAK. http://hukor.kemkes.go.id/uploads/produk_hukum/PMK_No__2_Th_2020_ttg_Standar_Antropometri_Anak.pdf. Diakses 13 Juli 2022. 
  5. Help Me Grow. https://helpmegrowmn.org/HMG/HelpfulRes/Articles/BabyMilestones/. Diakses pada 28 Juli 2022.

  6. What to Expect. https://www.whattoexpect.com/first-year/peek-a-boo/. Diakses pada 28 Juli 2022.

  7. Parents. https://www.parents.com/toddlers-preschoolers/development/growth/red-flags-to-watch-for/. Diakses pada 28 Juli 2022.

comment-icon comment-icon