Riwayat Pencarian

Pencarian Populer

10 Manfaat ASI Eksklusif bagi Daya Tubuh Si Kecil

Menyusui

10 Manfaat ASI Eksklusif bagi Daya Tubuh Si Kecil


Sejak hari pertama kehamilan, tubuh Mama berusaha melindungi dan memberikan apa yang si Kecil butuhkan demi tumbuh kembangnya. Pada tiga bulan terakhir kehamilan, tubuh Mama bahkan memproduksi dan memberikan antibodi yang digunakan si Kecil sebagai proteksi saat waktu kelahirannya tiba.1 (hal 1) Ia akan sangat bergantung pada antibodi pemberian Mama tersebut saat beradaptasi dengan lingkungan barunya: dunia luar yang sangat berbeda dari rahim Mama yang aman.

Meski sudah mendapat antibodi dari Mama sejak sebelum lahir, si Kecil memerlukan hadiah istimewa lain dari Mama agar daya tahan tubuhnya dapat bekerja sempurna. Hadiah tersebut berupa Air Susu Ibu (ASI), yang Mama berikan untuknya dalam proses menyusui. ASI Mama mengandung antibodi penting yang dapat melindungi si Kecil dari infeksi virus dan bakteri yang bisa menyerang di awal masa kehidupannya.2 (hal 1-2)

Bagaimana ASI dapat Melindungi Daya tahan tubuh si Kecil?

ASI-untuk-bayi

Tahukah Mama? Bayi yang mendapat ASI saat lahir diketahui memiliki risiko lebih rendah untuk masuk rumah sakit dibanding bayi yang tidak mendapat ASI karena ASI mulai melindungi si Kecil sesaat setelah ia lahir. ASI pertama yang Mama berikan untuk si Kecil adalah kolostrum atau yang biasa disebut sebagai cairan emas karena mengandung antibodi untuk memperkuat daya tahan tubuh si Kecil dalam melawan infeksi. Karena daya tahan tubuh si Kecil memerlukan untuk dapat bekerja sempurna, antibodi dari ASI ini sangat krusial untuk diberikan pada si Kecil.1 (hal 1), 3 (hal 1)

Selain vitamin, ASI Mama juga mengandung beragam komponen yang bermanfaat untuk tubuh si Kecil, yaitu:

Oligosakarida

Human milk oligosaccharides (HMOS) adalah molekul karbohidrat alami yang terdapat dalam ASI. Ada sekitar 200 struktur oligosakarida yang terdapat dalam ASI, yang berfungsi sebagai prebiotik untuk bantu pertumbuhan daya tahan tubuh yang sehat melalui usus (sistem cerna), mendukung daya tahan tubuh si Kecil dan melindunginya dari serangan kuman.3 (hal 1), 4 (hal 205)

Nukleotida
Nukleotida merupakan bahan penyusun untuk semua sel dalam tubuh, termasuk sel penyusun daya tahan tubuh. Beragam studi telah menunjukkan bahwa nukleotida dapat meningkatkan aktivitas sel untuk melawan infeksi.5 (hal 3)

Limfosit
ASI khususnya kolostrum mengandung limfosit, yakni sel darah putih yang membantu tubuh dalam melawan infeksi.2 (hal 3), 3 (hal 2)

Laktosa
Laktosa berguna untuk meningkatkan perkembangan bakteri baik dalam perut si Kecil, sehingga daya tahan tubuhnya pun terjaga.6 (hal 2)

10 Manfaat ASI bagi Bayi

  1. Manfaat ASI eksklusif salah satunya adalah meningkatkan imunitas bayi
  2. Mengurangi risiko infeksi telinga
  3. Mengurangi risiko kematian mendadak
  4. Mendapatkan sumber makanan ideal
  5. Manfaat ASI adalah minimalisir penyakit usus
  6. Minimalisir penyakit kanker
  7. Terhindar dari diabetes
  8. Mencerdaskan bayi
  9. Manfaat ASI eksklusif lainnya adalah mencegah leukimia
  10. Menciptakan jalian kasih antara Ibu dan bayi

Tips Mendukung Kekebalan Tubuh Bayi Selain dengan ASI

Pastikan si Kecil mendapat waktu tidur yang cukup

Beberapa studi menunjukkan bahwa tidur yang berkualitas akan meningkatkan kemampuan daya tahan tubuh si Kecil dalam mengenali virus dan bakteri penyakit yang masuk ke tubuh, sehingga tubuh pun dapat mencegah infeksi dengan lebih cepat.7 (hal 1)

Ajak si Kecil berjemur

Aktivitas berjemur membantu tingkatkan produksi vitamin D di kulit.8 (hal 1) Selain membantu pembentukan tulang, vitamin D juga berguna untuk meningkatkan respon imun si Kecil. Sejumlah studi menunjukkan bahwa kekurangan vitamin D dalam tubuh dapat meningkatkan risiko si Kecil mengalami gangguan autoimun, di mana respon kekebalan tubuh cenderung menyerang sel-sel tubuh yang sehat.9 (hal 2, 17) Jadi, jangan ragu untuk membawa si Kecil keluar rumah untuk berjemur di bawah sinar matahari pagi. 8 (hal 1)

Berikan makanan sehat bernutrisi

Jika si Kecil sudah menginjak usia enam bulan dan sudah siap untuk menerima makanan pendamping ASI (MPASI), berikan ia makanan bergizi yang mengandung vitamin dan mineral penting seperti puree buah dan sayuran.10 (hal 1-2) Saat ia berusia delapan bulan, Mama bisa mulai memberikan jenis varian makanan sehat lainnya, misalnya yoghurt dan puree daging, ikan, ayam ditambah dengan kacang-kacangan.

Selain itu, untuk mendukung perkembangan daya tahan tubuhnya, berikan si Kecil makanan yang mengandung zat besi (daging, telur dan produk gandum utuh) dan zinc (ikan dan produk gandum utuh). Jangan lupakan juga asupan vitamin D (dari ikan, telur, jamur), vitamin C (brokoli, ubi manis, jeruk), vitamin A (keju, telur, yoghurt) dan prebiotik (pisang, tomat dan gandum).

Ajak si Kecil untuk aktif bergerak

Melakukan permainan atau aktivitas fisik yang cocok untuk usianya bisa berdampak baik pada perkembangan fungsi kekebalan tubuh si Kecil.11 (hal 441)

Berikan si Kecil vaksinasi

Vaksinasi merupakan salah satu cara untuk membentuk daya tahan tubuh yang optimal. Dalam proses vaksinasi, sejumlah kecil dosis bakteri atau virus penyakit dimasukkan ke tubuh si Kecil untuk merangsang pembentukan antibodi yang sesuai, sehingga kelak di masa depan, tubuh si Kecil sudah siap dalam melawan infeksi virus atau bakteri penyebab penyakit tersebut.12 (hal 1)

Jika Mama memiliki pertanyaan terkait ASI dan menyusui, Mama bisa berkonsultasi langsung pada ahlinya dengan mengakses Nutriclub Expert Advisor.

Selamat mengASIhi, Ma!

  • How long do babies carry their mother immunity? [Internet]. Leeds: NHS; 2018 [cited 2021 May 31]. Available from: https://www.nhs.uk/common-health-questions/childrens-health/how-long-do-babies-carry-their-mothers-immunity/#:~:text=During%20the%20last%203%20months,rather%20than%20making%20them%20itself.
  • Ikatan Dokter Anak Indonesia. Air susu ibu dan kekebalan tubuh [Internet]. Jakarta: IDAI; 2013 [cited 2021 May 31]. Available from: https://www.idai.or.id/artikel/klinik/asi/air-susu-ibu-dan-kekebalan-tubuh
  • Ikatan Dokter Anak Indonesia. Faktor protektif di dalam air susu ibu [Internet]. Jakarta: IDAI; 2013 [cited 2021 May 31]. Available from: https://www.idai.or.id/artikel/klinik/asi/faktor-protektif-di-dalam-air-susu-ibu
  • German JB, Freeman SL, Lebrilla CB, Mills DA. Human milk oligosaccharides: evolution, structures and bioselectivity as substrates for intestinal bacteria. Personalized nutrition for the diverse needs of infants and children. 2008;62:205-22.
  • Field CJ. The immunological components of human milk and their effect on immune development in infants. J Nutr. 2005;135(1):1-4.
  • Romero-Velarde E, Delgado-Franco D, García-Gutiérrez M, Gurrola-Díaz C, Larrosa-Haro A, Montijo-Barrios E, Muskiet FA, Vargas-Guerrero B, Geurts J. The Importance of Lactose in the Human Diet: Outcomes of a Mexican Consensus Meeting. Nutrients. 2019 Nov;11(11):2737.
  • Suni E. How sleep affects immunity [Internet]. Seattle: Sleep Foundation; 2020 [cited [cited 2021 May 31]. Available from: https://www.sleepfoundation.org/physical-health/how-sleep-affects-immunity
  • Ikatan Dokter Anak Indonesia. Menjemur bayi dengan tepat [Internet]. Jakarta: IDAI; 2015 [cited 2021 May 31]. Available from: https://www.idai.or.id/artikel/klinik/pengasuhan-anak/menjemur-bayi-dengan-tepat
  • Mailhot G, White JH. Vitamin D and immunity in infants and children. Nutrients. 2020 May;12(5):1233.
  • Ikatan Dokter Anak Indonesia. Memberi makan pada bayi: kapan, apa, dan bagaimana? [Internet]. Jakarta: IDAI; 2016 [cited 2021 May 31]. Available from: https://www.idai.or.id/artikel/klinik/pengasuhan-anak/memberi-makan-pada-bayi-kapan-apa-dan-bagaimana
  • Carlsson E, Ludvigsson J, Huus K, Faresjö M. High physical activity in young children suggests positive effects by altering autoantigen‐induced immune activity. Scand J Med Sci Sports. 2016 Apr;26(4):441-50.
  • Ikatan Dokter Anak Indonesia. Apakah vaksin aman bagi anak? [Internet]. Jakarta: IDAI; 2017 [cited 2021 May 31]. Available from: https://www.idai.or.id/artikel/klinik/imunisasi/apakah-vaksin-aman-bagi-anak
  • Lubbe W, Botha E, Niela-Vilen H, Reimers P. Breastfeeding during the COVID-19 pandemic–a literature review for clinical practice. Int Breast J. 2020;15(1):1-9.
comment-icon comment-icon