Riwayat Pencarian

Pencarian Populer

Mengenal 10 Cara Deteksi Dini Tumbuh Kembang Anak (DDTK)

Stimulasi

Mengenal 10 Cara Deteksi Dini Tumbuh Kembang Anak (DDTK)


Setiap orang tua pasti menginginkan buah hatinya tumbuh sehat, cerdas, dan bahkan berprestasi. Memahami dan mencukupi kebutuhan anak untuk pertumbuhan dan perkembangan yang optimal merupakan kunci untuk mewujudkan harapan orang tua tersebut.

Masa pertumbuhan tercepat seorang anak adalah 1000 hari pertama kehidupan yang dihitung sejak awal masa kehamilan hingga ulang tahun kedua anak. Pada masa ini terjadi pembentukan otak dan organ penting lainnya. Potensi tinggi badan Si Kecil juga sangat bergantung pada kecukupan nutrisi yang didapat selama masa ini.2 Oleh sebab itu, pengawasan tumbuh kembang anak harus dilakukan sejak dini sehingga jika terjadi penyimpangan dapat terdeteksi dan dilakukan intervensi sesegera mungkin. Adanya gangguan pertumbuhan yang tidak terdeteksi dan tidak diintervensi menyebabkan efek jangka panjang yang dapat menurunkan kualitas hidup anak.2,3 Yuk, Ma, kita bahas bersama mengenai deteksi dini tumbuh kembang anak.

Apa Itu DDTK?

Sebagian Mama mungkin masih banyak yang bertanya apa itu DDTK? Deteksi Dini Tumbuh Kembang Anak (DDTK) adalah kegiatan untuk menemukan adanya penyimpangan pertumbuhan pada balita atau anak usia prasekolah. Hal ini bertujuan untuk dapat menemukan penyimpangan secara dini.

Deteksi Dini Penyimpangan Pertumbuhan

Pertumbuhan adalah bertambahnya ukuran dan jumlah sel tubuh sehingga ukuran fisik tubuh bertambah. Pengukuran pertumbuhan anak bertujuan untuk mengetahui dan menemukan status gizi Si Kecil. Deteksi dini pertumbuhan dilakukan dengan cara menggunakan pengukuran Berat Badan terhadap Tinggi Badan (BB/TB) dan pengukuran Lingkar Kepala Anak (LKA) lalu di-plot di kurva pertumbuhan.2,3

Cara deteksi dini tumbuh kembang anak bisa dilakukan dengan mengetahui pertumbuhan bayi usia satu tahun normal atau tidak adalah berat badan mencapai 3 kali lipat berat lahir, panjang badan naik 50 persen dari panjang lahir, dan lingkar kepala naik sekitar 10 cm. Meskipun begitu, setiap anak memiliki kecepatan pertumbuhan yang berbeda sehingga perlu dilakukan pengukuran berkala untuk memastikan tidak ada kelainan. Frekuensi pengukuran yang disarankan adalah:2

  • Usia 0 – 12 bulan: 1 bulan sekali
  • Usia 1 – 3 tahun: 3 bulan sekali
  • Usia 3 – 6 tahun: 6 bulan sekali
  • Di atas 6 tahun: 1 tahun sekali

Anak yang memiliki pertumbuhan normal sampai usia tertentu dapat mengalami gangguan pertumbuhan setelahnya. Oleh sebab itu, untuk memastikan pertumbuhan sesuai dengan acuan, Mama dapat membawa Si Kecil secara teratur ke layanan kesehatan. Banyak orang tua yang berpikir perawakan pendek atau kurus adalah normal dan dapat dikejar saat mencapai masa pubertas. Padahal, faktanya, masa awal kehidupan, terutama 1000 hari pertama, adalah masa yang paling penting. Jadi, jangan sampai terabaikan, ya, Mama!2

Deteksi Dini Penyimpangan Perkembangan

Pasti Mama sering mendapat pertanyaan, “anaknya sudah bisa apa?” Ternyata pertanyaan tersebut banyak maknanya! Selain tubuh bertambah tinggi dan besar, perubahan yang harus dinilai adalah perkembangan anak, yaitu perubahan kemampuan  seperti kemampuan gerak kasar, gerak halus, bicara dan bahasa, serta sosialisasi dan kemandirian.4

Perkembangan merupakan hasil kematangan dari hubungan berbagai sistem tubuh. Sebagai contoh, untuk dapat berbicara dibutuhkan kematangan hubungan antara sistem saraf pusat dengan pita suara, otot-otot daerah mulut dan lidah, kemampuan memproses kata-kata dan memahaminya. Jika terjadi salah satu gangguan pada sistem tubuh, perkembangan anak dapat terganggu.4

Sama seperti pertumbuhan, perlu dilakukan deteksi dini perkembangan anak. Mama dapat memantau perkembangan Si Kecil dengan kuesioner praskrining perkembangan (KPSP), yaitu instrumen pemeriksaan perkembangan anak yang disusun oleh Kementerian Kesehatan RI. Kuesioner ini mudah dipahami, berisi 9-10 pertanyaan tentang kemampuan perkembangan yang telah dicapai anak sesuai kelompok usianya. Mama dapat mengakses KPSP melalui ponsel dengan aplikasi Program IDAI untuk Membangun Anak Indonesia (PRIMA). Jika terdapat keterlambatan perkembangan, Mama dapat langsung konsultasi ke dokter.2,3

Untuk mencapai tumbuh kembang optimal, tentu dibutuhkan gizi seimbang dan sistem kekebalan tubuh yang baik. Terdapat 10 pedoman gizi seimbang yang dianjurkan oleh Kementerian Kesehatan RI sebagai cara deteksi dini tumbuh kembang anak, yaitu:5

1. Biasakan mengonsumsi aneka ragam makanan pokok

Mama dapat memberikan Si Kecil nasi, kentang, ubi, roti, maupun sereal. Makan makanan yang beragam membatu anak mendapatkan gizi optimal.

2. Batasi konsumsi panganan manis dan asin

3. Lakukan aktivitas fisik yang cukup dan pertahankan berat badan ideal

Berat badan ideal dapat dilihat saat Mama memeriksakan pertumbuhan Si Kecil. Pastikan berat dan tinggi sesuai anak sesuai. Selain gizi kurang, Mama juga harus waspada terhadap obesitas anak, ya!

4. Biasakan mengonsumsi lauk pauk yang mengandung protein tinggi

Bukan hanya karbohidrat untuk sumber energi si buah hati, protein juga diperlukan untuk perkembangan sel tubuh Si Kecil sehingga dapat tumbuh menjadi anak yang sehat dan cerdas. Mama dapat memberikan ikan, telur, daging, kacang-kacangan, dan produk olahan biji sebagai sumber protein.

5. Cuci tangan pakai sabun dengan air mengalir

Selain kandungan gizi dalam makanan, tentunya kebersihan tidak kalah penting. Makan makanan yang bersih dan selalu mencuci tangan mencegah anak mengalami diare dan gangguan pencernaan lainnya.

6. Biasakan sarapan pagi

7. Biasakan minum air putih yang cukup dan aman

8. Pastikan cairan tubuh Si Kecil tercukupi. Mama dapat memberikan air putih, atau hanya ASI jika usia kurang dari 6 bulan.

9. Banyak makan buah dan sayur

Buah dan sayur diperlukan sebagai sumber vitamin yang esensial untuk tumbuh kembang.

10. Biasakan membaca label pada kemasan pangan

Syukuri dan nikmati aneka ragam makanan

Demikian informasi mengenai cara deteksi dini tumbuh kembang anak. Jadi, pastikan Mama selalu memantau tumbuh kembang Si Kecil ya, Ma!

Yuk, perkaya informasi tentang anak melalui tools yang disediakan oleh Nutriclub. Mama bisa mencoba beberapa tools seperti:

  1. CHOC. 7–9-Month-Old Baby Development & Milestones [Internet]. Orange: CHOC; 2021. [cited 2021 Aug 4]. Available from: https://www.choc.org/primary-care/ages-stages/7-to-9-months/. Figure 1. 7–9-Month-Old Baby Development & Milestones.
  2. Afifa IT, Sambo CM, Medise BE. Pentingnya memantau pertumbuhan dan perkembangan anak (bagian 1). Jakarta: Ikatan Dokter Anak Indonesia; 2016
  3. Puskesmas Kuta Selatan. Deteksi dini tumbuh kembang (DDTK) [Internet]. Badung: Dinas Kesehatan Pemerintah Kabupaten Badung Puskesmas Kuta Selatan; 2014. [cited 2021 Aug 4]. Available from: https://dikes.badungkab.go.id/puskesmaskutaselatan/berita/read/54/Deteksi-Dini-Tumbuh-Kembang--DDTK-.html
  4. Afifa IT, Sambo CM, Medise BE. Pentingnya memantau pertumbuhan dan perkembangan anak (bagian 2). Jakarta: Ikatan Dokter Anak Indonesia; 2016
  5. P2PTM Kemenkes RI. Apa saja sepuluh pedoman gizi seimbang? [Internet]. Jakarta: Kemenkes RI; 2019. [cited 2021 Aug 4]. Available from: http://p2ptm.kemkes.go.id/infographic-p2ptm/obesitas/apa-saja-sepuluh-pedoman-gizi-seimbang 

 

comment-iconcomment-icon