Riwayat Pencarian

Pencarian Populer

Gejala Panas Naik Turun pada Anak, Apa yang Bisa Dilakukan?

Kesehatan

Gejala Panas Naik Turun pada Anak, Apa yang Bisa Dilakukan?


Panas naik turun dalam jangka waktu tertentu sering kali membuat orang tua cemas dan khawatir. Artikel ini akan menjabarkan mengenai gejala panas naik turun pada anak dan mengapa kondisi ini bisa terjadi agar dapat membantu orang tua mengelola kondisi demam pada anak tercinta.

Panas atau demam adalah kondisi tubuh di mana pada saat dilakukan pengukuran suhu tubuh, didapatkan peningkatan suhu tubuh lebih dari sama dengan 38oC pada pengukuran dengan cara yang tepat menggunakan termometer. Secara garis besar, penyebab demam dapat dibedakan dalam dua kategori, yaitu flu, penyakit infeksi (disebabkan oleh virus, bakteri, jamur, dan parasit) dan non-infeksi (seperti, gangguan jaringan ikat, alergi, keganasan, gangguan sistem endokrin, dan berbagai penyebab lain).1

Pola Demam Anak

Berdasarkan pola episode munculnya, pola demam naik turun dapat dideskripsikan sebagai berikut:2

  • Remitting: pola demam yang paling umum terjadi dengan temperatur harian yang terjadi di atas batas normal.
  • Intermittent: pola temperatur harian yang dapat turun menjadi normal, dan kemudian meningkat kembali pada pengukuran suhu.
  • Sustained: pola peningkatan temperatur yang terjadi secara persisten, hanya sedikit fluktuasi suhu.
  • Relapsing: pola yang berubah-ubah antara periode demam dan periode tanpa demam.
  • Undulant: pola demam yang meningkat suhu secara bertahap, menetap tinggi selama beberapa hari, kemudian terjadi penurunan suhu secara bertahap.

Dengan mengetahui deskripsi pola demam, Mama dapat lebih mudah mengidentifikasi penyebab demam yang terjadi pada buah hati, khususnya pada kondisi demam yang disebabkan oleh penyakit infeksi.

Gejala Panas Naik Turun pada Anak dan Penyakit Penyebabnya

Yuk, kita ketahui gejala panas naik turun pada anak dan ulasan penyakit infeksi yang dapat menjadi penyebabnya:

1. Demam tifus atau typhoid fever 

Gejala demam naik turun pada anak bisa disebabkan oleh penyakit tifus. Demam tifus atau typhoid fever adalah penyakit yang disebabkan oleh bakteri Salmonella typhi. Bakteri Salmonella typhi menular melalui kontaminasi air kotor terhadap bahan makanan dan minuman yang dikonsumi manusia.3 Kuman menular karena kebersihan yang kurang terjaga, sehingga terjadi transmisi kuman pada air kotor melalui makanan.

Pada pasien penderita demam tifus, bakteri Salmonella typhi terdapat pada kotoran/tinja pasien. Oleh karenanya, pola hidup bersih dan sehat, seperti mencuci tangan sebelum dan sesudah makan menjadi sangat penting untuk mencegah transmisi atau penularan Salmonella typhi. Tanda dan gejala pada penderita penyakit demam tifus berupa sustained fever atau demam menetap yang meningkat hingga suhu 39-40oC. Gejala lain juga dapat disertai lemas, nyeri perut, nyeri kepala, diare/konstipasi, batuk, dan kehilangan nafsu makan.

2. Malaria

Malaria adalah penyakit yang disebabkan parasit jenis Plasmodium yang dibawa oleh nyamuk Anopheles betina. Saat nyamuk Anopheles betina menggigit seorang penderita Malaria, nyamuk tersebut menghisap darah pasien yang mengandung parasit Plasmodium, dan ketika nyamuk tersebut mengigit manusia lain, kuman parasit Plasmodium menjadi tersebar kepada orang lain.4

Saat parasit memasuki tubuh seorang manusia, parasit tersebut mengikuti aliran darah menuju ke liver dimana parasit memperbanyak dirinya, sembari melakukan invasi terhadap sel darah merah yang membawa oksigen di dalam tubuh manusia. Setelah itu, parasit bertelur, hingga sel darah merah pecah, dan melepaskan lebih banyak parasit yang menginvasi ke sel darah merah yang lain. Kondisi infeksi ini yang mengakibatkan seorang pasien menjadi sakit.

Tanda dan gejala pada penderita penyakit malaria, yaitu tanda dan gejala muncul 10-15 hari setelah gigitan nyamuk, demam tinggi yang disertai menggigil, keringat malam hari, dan dapat juga diiringi nyeri kepala, diare, kondisi sangat kelelahan, nyeri tubuh, kulit kuning, kebingungan, kejang, buang air besar berdarah, dan gangguan pada ginjal. Salah satu hal yang penting untuk diperhatikan dalam mengidentifikasi kasus malaria adalah riwayat perjalanan di area endemis penyakit malaria.

3. Demam dengue atau dengue fever

Demam dengue atau dengue fever adalah penyakit yang disebabkan oleh virus Dengue. Terdapat empat jenis serotipe virus. Demam dengue dapat disebabkan oleh salah satu dari empat serotipe virus Dengue yang ditularkan oleh nyamuk Aedes aegypti. Penyebaran disebabkan oleh nyamuk Aedes aegypti yang menggigit seorang penderita demam dengue, kemudian menggigit pasien lain, sehingga virus ditularkan melalui perantara nyamuk tersebut.6

Tanda dan gejala pada penderita penyakit demam dengue:  muncul pada antara hari ke 4-6 dari proses terjadinya infeksi dan dapat bertahan hingga hari ke-10. Tanda dan gejala dapat berupa demam yang tinggi dan mendadak, nyeri kepala hebat, nyeri pada area belakang bola mata, nyeri pada sendi dan otot, kelemahan/lemas, mual, muntah, kemerahan pada kulit, dan pendarahan ringan (seperti mimisan, gusi berdarah, dan memar-memar yang muncul pada area permukaan tubuh).

Pada beberapa kondisi demam dengue, tanda dan gejala awal dapat tampak ringan, dan seringkali diidentifikasi sebagai gejala flu atau infeksi virus lain. Anak-anak yang belum pernah terkena infeksi, sering kali mengalami gejala yang lebih ringan. Hanya Mama tetap perlu waspada karena demam dengue termasuk penyakit yang berpotensi menjadi berat, bila ada kekhawatiran terhadap kondisi kesehatan anak sebaiknya tetap diperiksakan ke dokter.

Waspada Gejala Panas Naik Turun pada Anak

Bagaimana agar Mama bisa lebih waspada jika Mama mendapatkan gejala panas naik turun pada anak? Sikap bijak apa yang harus dilakukan? Bila Mama sedang merawat anak yang sedang panas naik turun, berikut cara mengatasi gejala panas naik turun pada anak yang bisa Mama lakukan:8

  1. Ambil alat termometer dan kaji kembali tanda dan gejala yang dialami oleh anak. Bila temperatur mencapai 38°C atau lebih, terkonfirmasi bahwa anak mengalami demam.
  2. Posisikan anak untuk tidur dan istirahat.
  3. Berikan asupan minuman air putih atau jus buah untuk menggantikan cairan yang berkurang karena berkeringat.
  4. Berikan obat penurun panas, seperti parasetamol atau ibuprofen sesuai dosis anjuran untuk menurunkan panas. Jangan gunakan obat aspirin tanpa konsultasi dengan dokter  dan jangan berikan obat ibuprofen untuk bayi di bawah usia 6 bulan.
  5. Pastikan anak dalam keadaan sejuk, tidak memakai pakaian berlebihan atau selimut yang terlalu tebal, kecuali anak mengalami rasa menggigil.
  6. Bila Mama ada kekhawatiran terhadap kondisi kesehatan anak, segera konsultasi kepada dokter.

Kapan Mama harus berkonsultasi dan memeriksakan anak ke dokter? Sebaiknya Mama berkonsultasi bila ditemukan kondisi berikut:8

1. Bayi baru lahir hingga berusia 3 bulan

Wajib untuk diperiksakan ke dokter bila terjadi demam dengan suhu 38oC atau lebih tinggi. Bayi tetap wajib diperiksakan ke dokter walaupun tidak ada gejala lain.

2. Bayi berusia 3-6 bulan

Bila bayi demam dengan suhu 38oC atau lebih tinggi dan disertai dengan gejala lain, segera periksakan ke dokter.

3. Anak usia 6 bulan-2 tahun

Pada kelompok usia berikut, bila terjadi demam dengan suhu 38oC atau lebih tinggi dapat diberikan obat penurun panas, seperti parasetamol atau ibuprofen dengan supervisi dokter. Periksakan ke dokter bila gejala demam menetap lebih dari satu hari, menjadi lebih berat, atau tidak menurun suhunya setelah diberikan obat penurun panas.

4. Anak usia 2 tahun-17 tahun

Pada kelompok usia berikut, bila terjadi demam dengan suhu 38oC atau lebih tinggi, dapat diberikan obat penurun panas (Paracetamol atau Ibuprofen). Bila anak Mama merasa tidak nyaman, atau demam berlangsung lebih dari 3 hari, segera konsultasi dan periksakan anak ke dokter.

Demikianlah ulasan mengenai gejala panas naik turun pada anak, tetap sehat bersama keluarga di rumah, ya Ma! 

Jaga imunitas anak dengan perkaya informasi melalui tools yang disediakan oleh Nutriclub. Mama bisa mencoba beberapa tools seperti:

  1. Hymes SR. Fever without a focus [Internet]. New York: Medscape; 2021 [updated 2021; cited 2021 Jul 27]. Available from: https://emedicine.medscape.com/article/970788-overview
  2. Newson L. Fever and night sweats [Internet]. Leeds: Patient; 2016 [updated 2016; cited 2021 Jul 28]. Available from: https://patient.info/doctor/fever-and-night-sweats-pro   
  3. Centers for Disease Control and Prevention. Typhoid fever and paratyphoid fever [Internet]. Atlanta: Centers for Disease Control and Prevention; 2020 [updated 2020; cited 2021 Jul 28]. Available from: https://www.cdc.gov/typhoid-fever/sources.html 
  4. Nazario B. Malaria [Internet]. New York: WebMD; 2020 [updated 2020; cited 2021 Jul 28]. Available from: https://www.webmd.com/a-to-z-guides/malaria-symptoms 
  5. Mayo Clinic. Malaria [Internet]. Rochester: Mayo Clinic; 2021 [updated 2021; cited 2021 Jul 28]. Available from: https://www.mayoclinic.org/diseases-conditions/malaria/symptoms-causes/syc-20351184
  6. Dunkin MA. Dengue fever [Internet]. New York: WebMD; 2021 [updated 2021; cited 2021 Jul 28]. Available from: https://www.webmd.com/a-to-z-guides/dengue-fever-reference  
  7. Inhibition of Dengue Virus serotype 2 in vero cells with [Cu(2,4,5-triphenyl-1H-imidazole)2(H20)2].Cl2 [Internet]. Surabaya: Universitas Airlangga; 2020 [updated 2020; cited 2021 Jul 28]. Available from: https://itd.unair.ac.id/itd/index.php/2020/08/10/inhibition-of-dengue-virus-serotype-2-in-vero-cells-with-cu245-triphenyl-1h-imidazole2h2o2-cl2/ 
  8. Whelan C. What you need to know about breaking a fever [Internet]. San Fransisco: Healthline; 2016 [updated 2016; cited 2021 Jul 28]. Available from : https://www.healthline.com/health/how-to-break-a-fever#symptoms  
comment-iconcomment-icon