Loading...

Riwayat Pencarian

Pencarian Populer

Kenali Tanda Overstimulasi pada Bayi dan Cara Mengatasinya - Nutriclub
Tumbuh Kembang

Kenali Tanda-tanda Overstimulasi pada Bayi dan Cara Mengatasinya

Article Oleh : Mauliyana Puspa Adityasari 08 Agustus 2023

Memberikan stimulasi, seperti mengajak bayi bicara, tummy time, dan bermain memang penting untuk perkembangan bayi. Akan tetapi, terlalu banyak memberi stimulasi justru dapat menyebabkan bayi menjadi cepat rewel karena merasa kewalahan. Hal ini disebut dengan overstimulasi. Yuk, kenali apa itu overstimulasi, penyebabnya, ciri-ciri, dan bagaimana cara mengatasinya!

Apa Itu Overstimulasi?

Overstimulasi atau stimulasi berlebihan adalah kondisi yang terjadi ketika bayi dibanjiri oleh terlalu banyak rangsangan berupa sensasi, kebisingan, informasi, dan aktivitas daripada yang bisa mereka toleransi pada usianya.

Stimulasi berlebihan akan sangat membebani bayi, baik secara fisik dan mental atau psikologis, sehingga membuatnya kelelahan, rewel, serta gelisah. Kondisi ini akan meningkatkan produksi hormon kortisol, yaitu hormon stres yang dapat memengaruhi berbagai fungsi tubuhnya, termasuk fungsi otak.

Sebagai contoh, bayi mungkin cenderung jadi rewel ketika sudah tummy time lebih dari 10 menit sambil bermain kerincingan. Bayi mungkin tidak merasa nyaman karena ditengkurapkan terlalu lama.

Contoh lainnya, si Kecil yang tiba-tiba rewel saat sedang diajak jalan-kalan ke taman. Ini dikarenakan si Kecil mendapat rangsangan berlebihan seperti tiba-tiba melihat banyak orang, melakukan banyak aktivitas, hingga mendengar banyak suara yang terlalu riuh.

Ketika terlalu terstimulasi, bayi seringkali merasa kewalahan dan lelah. Efek ini dapat mempengaruhi tidur bayi dan membuat ia sulit untuk tidur nyenyak. Tangisan dan kerewelan nya menunjukkan bahwa si Kecil membutuhkan waktu untuk istirahat dan menenangkan diri.

Baca Juga: Mengenal Wonder Week pada Bayi dan Cara Tepat Mengatasinya

Penyebab Overstimulasi pada Bayi

Penyebab overstimulasi pada bayi dapat bervariasi dan bergantung pada respons individu bayi terhadap rangsangan. Setiap bayi memiliki tingkat toleransi yang berbeda terhadap stimulasi lingkungan.

Beberapa faktor yang dapat menjadi penyebab overstimulasi adalah sebagai berikut.

1. Lingkungan

Overstimulasi pada bayi bisa disebabkan oleh lingkungan yang terlalu bising, ramai, cahaya yang terlalu terang, dan penuh warna.

Setiap bayi memiliki tingkat sensitivitas yang berbeda-beda terhadap lingkungan sekitarnya. Beberapa bayi mungkin lebih rentan terhadap rangsangan berlebih, yang dapat menyebabkan mereka merasa kewalahan dan sulit untuk tenang.

2. Screen Time yang Berlebihan

Screen time terlalu lama juga dapat menjadi penyebab overstimulasi pada bayi, Ma. Bayi dan yang terlalu lama terpapar dengan layar elektronik dapat mengalami stimulasi yang berlebihan sehingga sulit untuk diproses oleh otak pada usia yang sangat muda.

Untuk itu, American Academy of Pediatrics (AAP) merekomendasikan untuk tidak memberikan gadget sebelum si Kecil berusia 2 tahun dan membatasi penggunaan layar atau screen time sekitar 1 jam per hari sampai anak berusia 5 tahun.

3. Terlalu Banyak Aktivitas

Terlalu banyak aktivitas dapat menjadi penyebab overstimulasi pada si Kecil. Bayi yang terpapar dengan terlalu banyak rangsangan fisik seperti gerakan, suara, dan interaksi, bisa merasa kewalahan dan sulit untuk mengolah semua informasi tersebut.

Sebagai contoh, bayi yang terlibat dalam interaksi sosial seperti sering disentuh, dipeluk, atau diajak berbicara juga bisa mengalami overstimulasi atau stimulasi berlebihan. 

4. Perubahan Rutinitas

Overstimulasi juga bisa disebabkan karena adanya perubahan rutinitas pada aktivitas si Kecil. Bayi cenderung merasa nyaman dengan rutinitas yang konsisten. Ketika ada perubahan yang signifikan dalam jadwal harian atau rutinitas bayi, ia mungkin merasa kewalahan dan sulit beradaptasi.

Misalnya saat liburan, pastinya akan terjadi perubahan tiba-tiba dalam aktivitas sehari-hari si Kecil, seperti menggeser waktu tidurnya atau jadwal menyusui. Bayi mungkin merasa tidak nyaman oleh perubahan rutinitas ini.

5. Terlalu Banyak Orang

Terlalu banyak orang di sekitar bayi dapat menjadi penyebab overstimulasi. Setiap bayi memiliki tingkat toleransi sosial yang berbeda-beda.

Beberapa bayi mungkin menikmati bertemu dengan banyak orang dan merasa senang dengan perhatian yang diberikan, sedangkan sebagian bayi yang lain mungkin cepat merasa kewalahan akibat kehadiran banyak orang atau keramaian.

6. Perubahan Suhu

Suhu yang tidak nyaman dapat menjadi penyebab overstimulasi pada bayi. Ketidaknyamanan akibat suhu yang terlalu dingin atau terlalu hangat dapat menyebabkan bayi merasa kewalahan dan sulit untuk tenang. 

Baca Juga: 3 Langkah Mudah Agar si Kecil Tidur Nyenyak 

Tanda Bayi Mengalami Overstimulasi

Overstimulasi pada bayi dapat menyebabkan peningkatan produksi hormon stres seperti kortisol. Ketika menghadapi stimulasi yang berlebihan atau terlalu intens, sistem saraf bayi merespons dengan merangsang sistem saraf simpatik.

Dalam situasi overstimulasi, respons sistem saraf simpatik dapat menyebabkan beberapa perubahan fisik pada bayi seperti detak jantung meningkat, bernapas jadi lebih cepat, dan otot-otot dapat menegang. Bayi juga mengomunikasikan respons stres ini melalui tangisan yang sulit untuk diredakan atau sulit untuk ditenangkan.  

Selain mudah menangis, bayi yang mengalami overstimulasi juga menunjukkan tanda-tanda sebagai berikut.

  • Tidak mau digendong.

  • Tampak kesal atau memalingkan wajah.

  • Bergerak dengan cara tersentak-sentak.

  • Mengepalkan tangan, melambaikan tangan, atau menendang.

  • Menutup wajah dengan tangannya.

  • Menggosok mata.

Sebagai orangtua, penting untuk mengenali tanda-tanda overstimulasi pada bayi dan memberikan dukungan yang tepat. Menyediakan lingkungan yang tenang dan mengurangi stimulasi yang berlebihan dapat membantu menenangkan sistem saraf si Kecil dan mengurangi tingkat stres yang dialaminya.

Baca Juga: 6 Rekomendasi Mainan untuk Stimulasi Bayi Usia 1-2 Bula

Cara Mengatasi Overstimulasi pada Bayi

Apabila bayi mengalami overstimulasi, ada beberapa langkah yang bisa Mama lakukan untuk menenangkan si Kecil yang dijabarkan di bawah ini.

1. Jauhkan Bayi dari Situasi Ramai

Cara terbaik untuk mengatasi bayi yang mengalami overstimulasi yaitu menjauhkannya dari lingkungan yang menjadi pemicu bayi rewel. Bawa bayi ke ruangan yang jauh dari kebisingan agar bayi menjadi lebih tenang.

Mama juga bisa memeluk bayi sambil menepuk-nepuk punggungnya perlahan agar bayi mengetahui bahwa mereka sudah berada di tempat yang aman.

2. Skin to Skin dengan Bayi

Meskipun masih berusia dini, tetapi bayi sudah memahami apabila mereka sedang berada di tempat orang yang belum dikenal sebelumnya.

Apabila si Kecil mulai rewel karena berinteraksi dengan orang baru, Mama bisa memegang bayi, dan masuklah ke ruangan yang sunyi. Biarkan Mama dan si Kecil melakukan skin to skin agar bayi tidak merasa frustrasi lagi.

3. Segera Menyusui Bayi

Untuk menenangkan bayi baru lahir yang mengalami stimulasi berlebihan, Mama juga disarankan untuk segera menyusui, menggendong, atau mengayunnya dengan perlahan. Saat proses menyusui memungkinkan bayi merasa aman dan terhubung secara emosional dengan Mama.

4. Biarkan Bayi Menangis

Saat bayi mengalami overstimulasi, ada bayi yang ingin didekap oleh Mama, tetapi ada pula yang menolak untuk digendong.

Oleh karena itu, Mama bisa tenangkan bayi sebentar, lalu biarkan ia menangis untuk mengeluarkan emosinya sambil memeluknya erat. Kebanyakan bayi akan merasa lelah setelah menangis, kemudian dapat tertidur dengan sendirinya. Hal ini dapat membuat bayi merasa jauh lebih baik nantinya. 

Cara Mencegah Overstimulasi pada Bayi

Penelitian menunjukkan bahwa terlalu banyak stimulasi pada bayi bisa menyebabkan perubahan perilaku dan penurunan kemampuan kognitif pada si Kecil.

Untuk itu, Mama perlu mencegah terjadinya overstimulasi pada bayi dengan tips berikut ini:.

  • Pastikan bayi mendapatkan waktu istirahat di antara berbagai aktivitas atau acara. Misalnya, saat pergi ke taman, bayi sudah tidur siang terlebih dahulu.

  • Buat rutinitas sehari-hari dan harus konsisten dengan rutinitas tersebut, seperti waktunya bayi tidur, menyusu, dan mandi.

  • Hindari screen time terutama pada anak di bawah 2 tahun.

  • Pahami tanda-tanda bayi merasa lelah untuk mencegah si Kecil menangis dan menjadi stres berlebihan.

  • Bawalah mainan favorit bayi saat Mama mengajak si Kecil ke tempat baru.

Penting untuk diingat bahwa stimulasi berlebihan pada bayi itu merupakan hal yang normal. Overstimulasi ini sangat mungkin terjadi selama liburan atau acara lain di mana bayi berada di luar zona nyamannya dalam waktu yang lama. Dalam banyak kasus, overstimulasi bukanlah sesuatu hal yang perlu dikhawatirkan. 

Itulah penjelasan lengkap mengenai overstimulasi pada bayi. Mungkin inilah alasan bayi Mama tiba-tiba rewel atau menangis saat perjalanan atau saat acara.

Jangan lupa, Ma, temukan berbagai informasi seputar panduan untuk mendukung daya tahan tubuh si kecil dilengkapi dengan tips untuk dukung tumbuh kembangnya, melalui E-Book 1000 HPK. Download sekarang juga secara gratis, Ma!

Pilih Artikel Sesuai Kebutuhan Mama
  1. Aggarwal, N. (2021, November 4). Signs of an Overstimulated Baby (and How to Calm Their System). Thebump.com; The Bump. https://www.thebump.com/a/overstimulated-baby-signs
  2. ‌Marie, S. (2021, July 30). 11 Signs of an Overstimulated Baby and How to Soothe Them. Healthline; Healthline Media. https://www.healthline.com/health/baby/11-signs-of-an-overstimulated-baby-and-how-to-soothe-them#prevention
  3. ‌Overstimulation: babies and children. (2021, July 2). Raising Children Network. https://raisingchildren.net.au/newborns/behaviour/common-concerns/overstimulation
  4. ‌Verywell. (2019). Dealing With Overstimulation From Birth Through Childhood. Verywell Family. https://www.verywellfamily.com/overstimulation-in-children-4585143
  5. ‌pillai, shreeja. (2015, January 9). 11 Signs Of Over-Stimulated Babies & Ways to Deal With Them. MomJunction. https://www.momjunction.com/articles/prevent-your-baby-from-getting-over-stimulated_00122174/
  6. ‌Arora, M. (2018, August 17). Overstimulation in Babies – Signs, Causes, and Remedies. FirstCry Parenting; FirstCry Parenting. https://parenting.firstcry.com/articles/overstimulation-in-babies-signs-causes-and-remedies/
Artikel Terkait