Stimulasi memang penting untuk perkembangan bayi. Namun, stimulasi berlebihan juga bisa membuat si Kecil overstimulasi dan membuat bayi rewel. Yuk, Ma, cari tahu penyebab dan cara mengatasinya.
Apa Itu Overstimulasi?
Overstimulasi adalah kondisi ketika bayi mendapatkan rangsangan terlalu banyak, bisa berupa suara, kebisingan, sensasi, atau aktivitas yang lebih banyak daripada yang bisa ia serap pada usianya.
IDAI (2023) menyebut otak bayi berkembang sangat cepat pada 1000 hari awal kehidupannya, sehingga perlu stimulasi yang tepat untuk mendukungnya. Namun, mereka juga tetap butuh waktu tenang.
Mama perlu menyeimbangkan waktu tenang dan waktu bermain (memberikan stimulasi). Sebab, stimulus yang berlebihan bisa membuat bayi rewel, susah fokus, dan mudah menangis.
Baca Juga: Mengenal Wonder Week pada Bayi dan Cara Tepat Mengatasinya
Contoh Overstimulasi yang Paling Umum pada Bayi
Overstimulasi pada bayi bisa berasal dari suara yang terlalu bising, bermain atau kegiatan yang lebih lama atau banyak dari biasanya, atau rangsangan suara berlebihan.
1. Overstimulasi karena Aktivitas
Beberapa cara menstimulasi bayi adalah dengan memberikannya berbagai kegiatan atau bermain.
Terlalu banyak aktivitas, baik itu bermain, merangkak, atau bahkan tummy time bisa membuat si Kecil jadi kelelahan. Apalagi kalau sampai waktu tidurnya terlewat.
Ini akan membuat bayi mendapatkan stimulasi berlebihan dan ia jadi rewel.
2. Overstimulasi karena Lingkungan
Stimulus berlebihan juga bisa datang dari lingkungan sekitar, seperti tempat yang terlalu ramai dan berisik.
Selain itu, ruangan atau tempat yang terlalu terang atau warna-warni cerah juga bisa membuatnya kewalahan.
3. Overstimulasi karena Interaksi Sosial
Contoh overstimulasi pada bayi selanjutnya adalah ketika ia terlalu banyak bertemu dengan orang baru.
Biasanya, ini dapat terjadi pada bayi yang sudah lebih besar karena sudah mulai mengenal orang.
4. Overstimulasi karena Screen Time
Terlalu banyak terpapar layar TV atau gadget juga jadi salah satu contoh overstimulasi pada bayi yang sering terjadi.
Ini karena bayi jadi terus-terusan melihat gambar yang bergerak cepat juga suara tak henti.
Anak di bawah 2 tahun tidak dianjurkan untuk mendapatkan screen time, kecuali video call. Sementara untuk anak di atas 2 tahun, IDAI (2025) menyarankan maksimal 1-2 jam per hari.
Baca Juga: Milestone Perkembangan Bayi 0-12 Bulan dan Tips Stimulasinya
Penyebab Overstimulasi pada Bayi
Setiap bayi memiliki tingkat toleransi yang berbeda terhadap stimulasi lingkungan. Beberapa faktor yang dapat menjadi penyebab terlalu banyak stimulasi adalah sebagai berikut:
1. Lingkungan Terlalu Ramai
Lingkungan yang terlalu bising, ramai, bercahaya terlalu terang, hingga penuh warna bisa jadi penyebab overstimulasi pada bayi.
Paparan dalam jangka panjang bisa membuat bayi merasa kewalahan dan sulit untuk tenang.
2. Jadwal Bayi Tidak Teratur
Bayi cenderung nyaman dengan rutinitas yang konsisten. Jika jadwalnya tidak teratur ia akan jadi lebih mudah rewel dan merasa kewalahan dengan perubahan yang terus terjadi.
Perubahan rutinitas mendadak juga bisa membuat si Kecil kewalahan, sulit beradaptasi, tidak nyaman, dan berakhir rewel.
Ini umumnya dapat terjadi misalnya pada saat berlibur, seperti jadwal tidur atau jadwal menyusu yang mungkin mundur.
3. Terlalu Banyak Aktivitas
Terlalu banyak aktivitas bisa membuat indranya kewalahan dalam menerima berbagai rangsangan, mulai dari gerakan, suara, dan interaksi. Ini bisa membuat si Kecil overstimulasi.
Biasanya, ini dapat terjadi ketika si Kecil berada di sebuah pesta dan terlalu banyak disentuh, dipeluk, diajak bicara, atau interaksi sosial lainnya.
4. Suhu Lingkungan Tidak Nyaman
Suhu yang tidak nyaman dapat menjadi penyebab terlalu banyak stimulasi pada bayi.
Ketidaknyamanan akibat suhu yang terlalu dingin atau terlalu hangat dapat menyebabkan bayi merasa kewalahan dan sulit untuk tenang.
Tanda dan Ciri Bayi Mengalami Overstimulasi
Tanda-tanda bayi yang mengalami terlalu banyak overstimulasi bisa tampak dari ciri fisiknya ataupun kondisi emosionalnya.
Tanda Fisik
Mama dapat memperhatikan gerak-gerik fisik yang ditunjukkan si Kecil untuk mengetahui tanda-tanda overstimulasi, seperti:
- Gerakan tersentak
- Mengepalkan atau mengayunkan tangan
- Mengisap jari
- Menendang-nendang
- Menggosok mata
- Bernapas cepat
Tanda Emosional
Bila overstimulasi telah berlangsung cukup lama, Mama bisa mulai melihat tanda-tandanya dari sisi emosional si Kecil, di antaranya:
- Rewel dan sulit ditenangkan
- Bayi mudah menangis
- Tantrum
- Selalu ingin digendong
- Memalingkan wajah dari Mama
- Tampak kelelahan
Baca Juga: 3 Langkah Mudah Agar si Kecil Tidur Nyenyak
Cara Mengatasi Overstimulasi pada Bayi
Ada beberapa cara mengatasi paparan overstimulasi pada si Kecil yang dapat Mama lakukan, di antaranya:
1. Mengurangi Rangsangan
Cara utama dalam mengatasi overstimulasi adalah dengan mengurangi rangsangan yang diterima si Kecil.
Untuk menenangkan si Kecil, Mama bisa membawanya ke ruangan yang lebih tenang dan tidak begitu ramai orang. Bila perlu, Mama bisa mematikan suara yang bising dan menggelapkan ruangan.
2. Dekapan dan Skin to Skin
Salah satu tanda overstimulasi pada bayi adalah jadi lebih manja dan keinginan untuk dipeluk.
Melakukan skin to skin dengan memeluk sambil menepuk pelan punggungnya bisa membuatnya nyaman dan aman.
Bila diperlukan dan ia nyaman, Mama juga bisa membedong bayi.
3. Menyusui atau Menenangkan
Menyusui adalah salah satu cara menenangkan stimulasi berlebihan karena dapat membuatnya merasa nyaman. Sambil menyusu, Mama juga dapat mengayunnya perlahan.
Selain itu, Mama juga bisa memberikan white noise alami, seperti suara napas, detak jantung mama saat menyusui, atau suara kipas.
4: Memberi Waktu Bayi Menenangkan Diri
Bayi belum dapat mengekspresikan apa yang dia rasakan selain lewat tangisan. Untuk itu, terkadang Mama perlu membiarkannya menangis saat si Kecil mengalami overstimulasi.
Jika ia menolak digendong atau makin kencang menangis dan tampak tidak nyaman, biarkan ia berbaring atau duduk dan menangis sambil tetap diawasi.
Mama juga bisa sekalian menenangkan diri pada saat ini.
Baca Juga: 6 Rekomendasi Mainan untuk Stimulasi Bayi Usia 1-2 Bulan
Cara Mencegah Overstimulasi pada Bayi
Penelitian menunjukkan bahwa terlalu banyak stimulasi pada bayi bisa menyebabkan perubahan perilaku dan penurunan kemampuan kognitif pada si Kecil.
Untuk itu, Mama perlu mencegah terjadinya rangsangan berlebihan pada bayi dengan cara:
- Buat dan laksanakan rutinitas harian yang konsisten
- Memberikan jeda atau istirahat di antara aktivitas
- Hindari screen time pada anak di bawah 2 tahun atau batasi penggunaannya
- Kenali tanda-tanda bayi lelah sejak awal
- Gunakan mainan sederhana dan tidak terlalu banyak
- Bawa mainan favorit si Kecil saat ke tempat atau suasana baru
Kapan Overstimulasi Perlu Diwaspadai?
Bayi yang rewel terus-menerus memang bisa jadi tanda ia mengalami stimulasi berlebihan. Namun, tanda-tandanya juga bisa saja merupakan tanda kondisi kesehatan lain.
Untuk itu, Mama perlu waspada jika overstimulasi pada bayi mulai mengkhawatirkan, seperti:
- Bayi sulit tidur terus-menerus
- Kenaikan berat badan tidak optimal
- Rewel ekstrem dan tidak responsif
- Perilaku rewel si Kecil mengganggu aktivitasnya sehari-hari
- Si Kecil kesulitan bergerak atau berdiri
Meskipun kondisi ini umum terjadi, terutama pada bayi berusia 4 bulan sampai 2 tahun, tak ada salahnya berkonsultasi ke dokter untuk tahu penanganan terbaik.
Sah-sah saja, kok, Ma, untuk ke dokter anak dan berkonsultasi ketika merasa kesulitan memahami reaksi si Kecil.
Jika Mama ragu mau ke dokter atau tidak, Mama dapat mengunduh dan membaca E-Book 1000 HPK dari Nutriclub. Di sini, Mama akan menemukan berbagai informasi seputar panduan untuk mendukung tumbuh kembangnya, termasuk stimulasi yang tepat.
Yuk, download sekarang juga secara gratis, Ma!
