Loading...

Riwayat Pencarian

Pencarian Populer

cara mengeluarkan dahak pada bayi-nutriclub
Tumbuh Kembang

10 Cara Mengeluarkan Dahak pada Bayi secara Alami

Article Oleh : Ester Sondang 02 Juli 2024

Si Kecil sedang batuk atau pilek? Yuk, lakukan beberapa cara mengeluarkan dahak pada bayi secara alami ini, untuk membantu tenggorokannya lebih lega dan nyaman agar tidak rewel.

Kenapa Dahak pada Bayi Susah Keluar?

Meski terkesan menjijikkan, ternyata lendir ada gunanya bagi bayi, Ma. Tapi tentu dalam jumlah yang normal.

Dalam jumlah yang tepat, lendir membantu mencegah jaringan di saluran hidung dan tenggorokan bayi tetap kering. Lendir dari hidung (ingus) yang tertelan maka itulah yang disebut dahak.

Sebaliknya, dahak yang naik ke saluran napas maka menjadi ingus, sehingga keduanya bisa saling terkait. 

Adapun beberapa hal umum yang bisa memicu produksi dahak berlebih pada bayi, di antaranya:

  • Iritasi
  • Alergi 
  • Infeksi saluran pernapasan atas 
  • Penyakit saluran napas, seperti asma atau penyakit paru obstruktif

Bayi belum bisa mengeluarkan dahak maupun ingus secara optimal, sebab refleks batuk pada bayi masih dalam proses pematangan.

Baca jugaPerkembangan Bayi 3 Bulan dan Cara Mengoptimalkannya

Cara Mengeluarkan Dahak pada Bayi secara Alami

Berikut beberapa cara mengeluarkan dahak pada bayi secara alami yang bisa Mama lakukan: 

1. Menjemur Bayi

Paparan sinar matahari tidak hanya memperkuat sistem kekebalan tubuh, tapi juga jadi salah satu cara mengeluarkan dahak pada bayi, serta melancarkan saluran pernapasannya.

Tidak perlu terlalu lama, bayi dapat dijemur antara pukul 10 pagi dan 4 sore, 2 kali sehari selama 5-30 menit.

2. Tetap Menyusui Bayi

Wajar bila bayi menjadi rewel karena dahaknya penuh. Ternyata tetap menyusui si Kecil, bahkan lebih sering bisa jadi solusi.

Karena pada ASI, terkandung antibodi yang dapat meningkatkan daya tahan tubuh dan akan mempercepat proses penyembuhan penyakit. Dengan begitu produksi dahak akan menurun.

Pada ASI juga terdapat makrofag dan limfosit yang manfaatnya juga sama-sama meningkatkan sistem imunitas bayi.

3. Buat Ruang Uap

Cara mengeluarkan dahak pada bayi berikutnya dengan mengisi ember mandi bayi dengan air panas, tutup pintu, dan membiarkan uap panas memenuhi kamar mandi. 

Setelah itu, masuklah bersama bayi ke dalamnya dan dudukkan di pangkuan Anda. Nikmati uap hangat tersebut selama kurang lebih 15 menit. 

Cara lain yang dapat dilakukan dengan prinsip kerja yang kurang lebih sama antara lain, memberi minuman hangat, kompres hangat pada wajah, serta mengoleskan minyak eucalyptus di dada atau punggungnya.

4. Berendam Air Hangat

Si Kecil suka berada di air? Berendam dan mandi air hangat, prinsip dan manfaatnya juga sama seperti berada di ruang uap.

Air hangat yang masuk ke pori-pori dan uap hangat yang terhirup, dapat membantu mengencerkan dahak dan melancarkan pernapasan. 

5. Bersihkan Hidung Bayi

Gunakan kapas basah dan lepaskan kerak dengan cara mengusap lembut. Usaha ini akan membantu membuka ‘jalur’ pernapasan bayi sehingga ia bisa bernapas lebih lega. 

Mama juga bisa menyemprotkan cairan steril saline, dengan alat khusus ke salah satu lubang hidung.

Tunggu sebentar, maka akan diikuti mengalirnya air bekas cucian dari lubang hidung yang berlawanan.

6. Tepukan Lembut di Punggung

Cara mengeluarkan dahak pada bayi lainnya adalah dengan menelungkupkan tubuhnya di pangkuan.

Kemudian angkat sedikit bagian atas tubuhnya, lalu tepuk lembut punggungnya dengan telapak tangan. 

Tepukan lembut di punggung ini akan membantu meringankan sesak di dadanya akibat dahak, dan  memudahkannya untuk batuk.

7. Pijat Bayi

Cara berikutnya adalah dengan memberikan pijatan lembut di area dada, punggung serta batang hidung, dahi, pelipis, dan tulang pipi bayi. 

Jangan lupa juga teteskan sedikit essential oil pada bantal, selimut, atau baju yang dikenakan si Kecil. Dijamin tidur bayi juga akan jadi lebih nyenyak setelah itu. 

8. Ubah Posisi Tidur

Posisi tidur atau berbaring cenderung membuat bayi lebih sulit bernapas saat hidung tersumbat atau jalur pernapasannya dipenuhi dahak.

Bantu ia tidur lebih nyaman dengan sedikit meninggikan bantal kepalanya, atau miringkan badannya saat si Kecil tidur. 

Baca jugaDurasi Jam Tidur Bayi Normal Sesuai Usia dan Cara Tepat Mengaturnya

9. Gendong dan Peluk Si Kecil

Menggendong dan memeluk bayi juga merupakan cara mengeluarkan dahak pada bayi secara alami yang tak kalah efektif.

Tindakan ‘kecil’ dari skin to skin ini dinilai bisa membantu menghangatkan tubuh si Kecil dan membantu mengencerkan dahak, sehingga lebih mudah untuk dikeluarkan.

10. Humidifier

Humidifier merupakan alat pelembab udara dalam ruangan. Seperti diketahui, kelembaban udara yang baik sangat menunjang kesehatan pernapasan.

Dalam hal ini, humidifier membantu meringankan dahak pada bayi. Agar humidifier bekerja optimal dan mencegah jamur tumbuh di dalamnya, bersihkan alat ini secara berkala.

Ketahui Kapan si Kecil Harus Dibawa ke Dokter

Meski umumnya bersifat ringan, segera bawa si Kecil ke dokter jika gejalanya semakin parah dan bayi menunjukkan tanda-tanda ini ini: 

  • Laju pernapasan bayi usia < 2 bulan lebih dari 60 kali per menit
  • Lanju napas sama dengan 50 kali permenit pada anak berusia 2-11 bulan.
  • Bayi tidak mau menyusu atau makan sama sekali.  
  • Lubang hidung kembang kempis, tanda bayi kesulitan bernapas. 
  • Bayi mengalami retraksi (tulang rusuk bayi ke dalam setiap tarikan napas).
  • Beberapa area kulit, bibir atau lubang hidung membiru.
  • Bayi demam dan muntah, juga popoknya kering seharian. 

Oh ya, Mama juga bisa mengontak Nutriclub Expert Advisor untuk berkonsultasi secara langsung. Di sini Expert Advisor pilihan akan membantu memberikan solusi sesuai kebutuhan Mama dan si Kecil.

Yuk, atur jadwal konsultasinya sekarang juga!

Pilih Artikel Sesuai Kebutuhan Mama
  1. Cleveland Clinic. (2023, November 21). Prevent Phlegm in Your Baby’s Throat with a Nasal Aspirator. Health.clevelandclinic.org. https://health.clevelandclinic.org/nasal-aspirator-and-phlegm-in-your-babys-throat
  2. IDAI | Napas Grok-Grok pada Bayi dan Anak, Berbahayakah? (2014). Idai.or.id. https://www.idai.or.id/artikel/klinik/keluhan-anak/napas-grok-grok-pada-bayi-dan-anak-berbahayakah
  3. PERHIMPUNAN DOKTER PARU INDONESIA - 8 Cara Alami untuk Membersihkan Lendir di Tenggorokan dan Paru-paru. (2020). Klikpdpi.com. https://klikpdpi.com/index.php?mod=article&sel=10966
  4. ‌IDAI | Menjemur Bayi dengan Tepat. (2015). Idai.or.id. https://www.idai.or.id/artikel/klinik/pengasuhan-anak/menjemur-bayi-dengan-tepat
  5. IDAI | Amankah Tindakan Cuci Hidung pada Anak? (2017). Idai.or.id. https://www.idai.or.id/artikel/klinik/pengasuhan-anak/amankah-tindakan-cuci-hidung-pada-anak
  6. Ellen Greenlow. (2024, January 9). 5 Ways to Treat Your Baby’s Stuffy Nose.  Webmd.com.. https://www.webmd.com/parenting/baby/features/baby-stuffy-nose
  7. Children’s Nebraska. (2024, May 20). Natural Alternatives: Five Home Remedies That Are Safe for Infants. Childrensnebraska.org. https://www.childrensnebraska.org/health-news/natural-alternatives-five-home-remedies-that-are-safe-for-infants/
  8. National Health Services. Diakses 20 Mei 2024. Cold, Coughs and Ear Infections in Children. Nhs.uk. https://www.nhs.uk/conditions/baby/health/colds-coughs-and-ear-infections-in-children/
  9. Zawn Villines. (2023, December 21). 9 Methods to Relieving Congestion in Toddlers. Medicalnewstoday.com. https://www.medicalnewstoday.com/articles/9-methods-for-congestion-relief-in-toddlers#treating-congestion
  10. ‌IDAI. (2013, August 23). Air Susu Ibu dan Kekebalan Tubuh. Idai.or.id. https://www.idai.or.id/artikel/klinik/asi/air-susu-ibu-dan-kekebalan-tubuh‌
  11. Jenna Fletcher. (2024, January 24). What to Know About Congestion in Babies. Medicalnewstoday.com. https://www.medicalnewstoday.com/articles/325561
  12. IDAI | Hitung Napas Anak: Deteksi Awal Sesak Napas pada Anak dengan Pneumonia. (2017). Idai.or.id.
  13. IDAI | Hitung Napas Anak: Deteksi Awal Sesak Napas pada Anak dengan Pneumonia. (2017). Idai.or.id. https://www.idai.or.id/artikel/seputar-kesehatan-anak/hitung-napas-anak-deteksi-awal-sesak-napas-pada-anak-dengan-pneumonia
Artikel Terkait