DHA (Docosahexaenoic Acid) adalah asam lemak omega-3 yang berperan penting dalam perkembangan otak, mata, dan sistem saraf bayi. Kebutuhannya dapat dipenuhi melalui ASI serta makanan sumber DHA setelah bayi mulai MPASI, seperti ikan berlemak, telur, dan daging. Asupan DHA untuk bayi yang cukup bantu dukung perkembangan kognitif, fungsi penglihatan, dan kesehatan bayi secara keseluruhan. Ibu menyusui juga dapat mengonsumsi makanan kaya omega-3 untuk bantu penuhi kebutuhan DHA.
Apa Itu DHA dan Mengapa Penting untuk Bayi?
DHA atau Docosahexaenoic Acid adalah salah satu jenis asam lemak omega-3 rantai panjang atau long-chain polyunsaturated fatty acid (LC-PUFA).
DHA merupakan komponen utama dari lemak yang menyusun otak dan retina. Sekitar 15-40% lemak penyusun otak adalah DHA dan 60% dari lemak penyusun retina adalah DHA.
DHA berfungsi sebagai bagian dari membran sel saraf dan retina, yang membentuk struktur otak serta mendukung komunikasi antarsel saraf selama proses perkembangan otak si Kecil yang sangat pesat, terutama di trimester ketiga kehamilan hingga ia berusia 2 tahun (1000 Hari Pertama Kehidupan).
Meski demikian, DHA bukan satu-satunya nutrisi yang menentukan tumbuh kembang bayi. Perkembangan optimal juga butuh kecukupan protein, zat besi, kolin, yodium, vitamin, mineral, serta energi yang seimbang.
Baca Juga: Tahapan Perkembangan Otak Anak & Cara Mengoptimalkannya
Kapan Bayi Boleh Mulai Konsumsi DHA?
Kebutuhan DHA untuk bayi sebenarnya sudah dimulai sejak ia di dalam kandungan dan berlanjut setelah lahir. Setelah lahir, bayi dapat mengonsumsi DHA yang diperoleh secara alami dari ASI.
Ketika bayi mulai memasuki masa MPASI sekitar usia 6 bulan, DHA juga dapat diperoleh dari berbagai makanan alami, terutama ikan berlemak yang aman dikonsumsi bayi.
Apa Saja Manfaat DHA untuk Bayi?
DHA memiliki berbagai fungsi penting selama masa tumbuh kembang bayi. Berikut manfaat-manfaat DHA untuk bayi selengkapnya.
1. Mendukung Perkembangan Otak
Menurut American Pregnancy Association, otak bayi membentuk jutaan koneksi antarsel saraf dengan pesat selama dua tahun pertama. DHA adalah salah satu komponen utama penyusun jaringan otak.
Sebuah studi menemukan bahwa asupan DHA dari Mama selama kehamilan dan menyusui berkaitan dengan fungsi kognitif yang lebih baik, termasuk kemampuan perhatian dan pemecahan masalah pada bayi.
2. Mendukung Perkembangan Mata dan Penglihatan
Manfaat DHA untuk bayi selanjutnya adalah meningkatkan kesehatan mata dan ketajaman penglihatan. Sebab, DHA merupakan komponen struktural utama retina.
Penelitian menunjukkan bahwa bayi yang mendapatkan cukup DHA melalui ASI memiliki ketajaman penglihatan yang lebih baik.
DHA juga bantu menjaga kesehatan mata bayi dan mengurangi risiko gangguan penglihatan di masa depan.
Baca Juga: Perkembangan Otak Bayi: Cara Kerja, Tahapan, dan Tips Mengoptimalkannya
3. Mendukung Perkembangan Sistem Saraf
DHA berperan sebagai bagian dari membran sel saraf. Peran tersebut penting selama proses perkembangan sistem saraf pusat, termasuk pembentukan sinapsis yang jadi jalur komunikasi antarsel otak.
Selain itu, DHA mendukung proses pembentukan lapisan pelindung sel saraf (myelin) yang memungkinkan informasi dikirim lebih cepat dan akurat.
4. Mendukung Tumbuh Kembang Bayi Secara Keseluruhan
Sebagai salah satu komponen penting, DHA mendukung proses pertumbuhan jaringan otak, mata, dan sistem saraf sebagai bagian dari perkembangan bayi secara menyeluruh.
Agar manfaatnya optimal, DHA untuk si Kecil perlu dikonsumsi bersamaan dengan pola makan bergizi seimbang sesuai usianya.
Penting diketahui juga bahwa DHA tidak dapat menjamin bayi menjadi lebih pintar. Kecerdasan dipengaruhi banyak faktor termasuk genetik, stimulasi, pola asuh, serta nutrisi secara keseluruhan.
Benarkah DHA Bermanfaat untuk Imun, Alergi, Gejala ADHD, dan Kualitas Tidur?
Beberapa penelitian memang menunjukkan adanya hubungan antara DHA dengan sistem imun, alergi, kualitas tidur, maupun fungsi perilaku pada anak.
Misalnya, ada penelitian yang mengamati hubungan kadar DHA dengan perkembangan sistem imun, pola tidur, atau risiko gangguan perkembangan tertentu.
Namun, studi hubungan DHA untuk bayi dengan sistem imun, alergi, tidur, dan ADHD masih terus berkembang. Karena itu, DHA sebaiknya tidak diklaim sebagai nutrisi yang dapat mencegah kondisi-kondisi tersebut.
Berapa Kebutuhan DHA untuk Bayi?
Berdasarkan Angka Kecukupan Gizi 2019 dari Kemenkes, kebutuhan DHA untuk bayi per hari berbeda dengan kebutuhan anak-anak. Berikut rekomendasinya sesuai usia si Kecil.
|
Usia |
Kebutuhan Omega-3 |
|
0–5 bulan |
0,5 gram/hari |
|
6–11 bulan |
0,5 gram/hari |
|
1–3 tahun |
0,7 gram/hari |
Penting untuk diketahui bahwa angka tersebut merupakan kebutuhan total omega-3, bukan kebutuhan DHA secara spesifik.
Beberapa badan internasional juga memberikan rekomendasi DHA yang berbeda berdasarkan usia dan kondisi bayi, sehingga kebutuhan khusus sebaiknya ditentukan oleh tenaga kesehatan.
Baca Juga: Cara Mendidik Bayi 4 Bulan agar Cerdas dan Tumbuh Aktif
Dari Mana Bayi Mendapatkan DHA?
Asupan DHA untuk si Kecil bisa Mama berikan melalui berbagai pilihan sumber berikut ini.
1. ASI
ASI merupakan sumber DHA untuk bayi yang paling ideal dan harus diprioritaskan.
Kandungan DHA dalam ASI dipengaruhi oleh pola makan dan status DHA Mama. Semakin baik asupan omega-3 Mama, umumnya kadar DHA dalam ASI juga lebih tinggi.
Penelitian menunjukkan bahwa bayi yang diberi ASI cenderung memiliki kadar DHA lebih tinggi di korteks otaknya (pusat perkembangan kognitif) dibandingkan dengan bayi yang tidak menyusu ASI.
2. MPASI Sumber DHA
Jika si Kecil sudah masuk usia MPASI, Mama bisa berikan makanan yang tinggi DHA. Pilihan sumber DHA yang baik antara lain:
- salmon
- sarden
- ikan kembung (mackerel)
- ikan tuna, dengan memperhatikan jenis dan keamanan ikan
- ikan lokal lain yang rendah merkuri
- telur omega-3
- daging sapi
3. Minyak Ikan
Minyak ikan merupakan asupan DHA untuk bayi yang paling populer dan sering digunakan untuk mendukung perkembangan otak.
Adapun dosis yang aman untuk bayi hingga usia 12 bulan adalah 0,5 gram. Namun, sebaiknya tetap konsultasikan dulu ke dokter untuk memastikan dosis yang tepat, ya, Ma.
Baca Juga: Makanan Bayi 6 Bulan untuk Dukung Perkembangan Otak
Apakah Bayi Perlu Suplemen DHA?
Tidak semua bayi perlu suplemen DHA. Pada bayi yang lahir cukup bulan, kebutuhan DHA umumnya dapat dipenuhi melalui ASI, susu terfortifikasi DHA, dan MPASI setelah usia 6 bulan.
Dokter mungkin mempertimbangkan pemberian suplementasi DHA pada kondisi berikut:
- Bayi lahir prematur
- Bayi dengan asupan nutrisi yang tidak mencukupi
- Bayi dengan kondisi medis tertentu yang memengaruhi penyerapan nutrisi
- Bayi dengan kebutuhan nutrisi khusus berdasarkan penilaian dokter
Bayi prematur memiliki kebutuhan berbeda dengan bayi cukup bulan. Hal ini karena sebagian besar transfer DHA dari ibu ke janin terjadi pada trimester ketiga kehamilan. Bayi yang lahir terlalu dini berisiko memiliki cadangan DHA lebih rendah.
Oleh sebab itu, European Society for Paediatric Gastroenterology, Hepatology and Nutrition (ESPGHAN) memberikan rekomendasi khusus mengenai pemberian DHA untuk bayi prematur.
Baca Juga: Ciri-Ciri Anak Cerdas dari Bayi yang Perlu Mama Kenali
Tips Memenuhi Kebutuhan DHA Bayi
Sebagian besar bayi dapat memenuhi kebutuhan DHA melalui pola makan yang sesuai dengan usianya. Berikut tips penuhi kebutuhan DHA untuk si Kecil:
- Berikan ASI sesuai kebutuhan bayi.
- Setelah mulai MPASI, berikan ikan secara rutin dalam menu makan harian.
- Pilih ikan yang aman dan rendah merkuri.
- Pastikan MPASI tetap beragam, yakni mengandung protein, karbohidrat, lemak sehat lain, vitamin, dan mineral.
- Hindari pemberian suplemen DHA tanpa rekomendasi dan anjuran dokter.
Kapan Harus Konsultasi ke Dokter?
Mama perlu konsultasi ke dokter apabila terdapat kondisi yang memengaruhi kecukupan nutrisi DHA atau pertumbuhan bayi. Misalnya:
- bayi lahir prematur.
- berat badan atau tumbuh kembang bayi tidak sesuai kurva pertumbuhan.
- bayi mengalami kesulitan makan atau minum.
- bayi memiliki penyakit yang memengaruhi penyerapan nutrisi.
- Mama ingin memberikan suplemen DHA tetapi belum mengetahui dosis dan jenis yang tepat.
Dokter akan mengevaluasi kondisi bayi secara menyeluruh sebelum menentukan apakah diperlukan nutrisi tambahan atau tidak.
Nah, itu dia informasi mengenai manfaat DHA untuk bayi lengkap dengan sumber makanannya yang penting Mama Papa ketahui.
Mendukung perkembangan otak si Kecil butuh pemahaman yang tepat. Yuk, daftar sebagai member Nutriclub dan dapatkan panduan expert-verified untuk membantu mengoptimalkan keterampilan kognitif si Kecil. Mama juga bisa akses NutriShop dengan lebih mudah.
