Bolehkah susu formula diminum lebih dari 2 jam, Ma? Sebaiknya susu formula yang sudah dibuat tidak diminum jika telah lebih dari 2 jam di suhu ruang. Jika bayi sudah mulai minum dari botol, sisa susu sebaiknya dibuang setelah 1 jam. Sedangkan susu yang baru dibuat dan belum diberikan dapat langsung disimpan di kulkas dan digunakan dalam waktu hingga 24 jam.
Bolehkah Susu Formula Diminum Lebih dari 2 Jam?
Bolehkah susu formula diminum lebih dari 2 jam? Sebaiknya tidak, Ma. Menurut CDC, susu formula harus digunakan dalam waktu maksimal 2 jam setelah disiapkan dan maksimal 1 jam sejak bayi mulai minum.
Jika formula yang sudah dibuat belum diminum, segera simpan di kulkas dan gunakan maksimal 24 jam. Batas waktu ini bertujuan terutama untuk mencegah pertumbuhan bakteri.
Setelah lewat waktu tersebut, risiko tumbuhnya bakteri meningkat dan risiko kontaminasi tinggi
Berapa Lama Susu Formula Bisa Bertahan?
Lama penyimpanan susu formula bergantung pada apakah susu sudah diminum atau belum, serta bagaimana susu disimpan setelah dibuat. Berikut penjelasannya.
- Maksimal 2 jam sejak dibuat, jika belum diminum
- Maksimal 1 jam sejak mulai diminum, lalu sisanya dibuang
- Jika sudah dibuat tetapi belum diminum, segera simpan di kulkas dan gunakan dalam waktu maksimal 24 jam
- Jangan simpan kembali sisa susu dari botol yang sudah diminum karena sudah tercampur dengan air liur bayi dan dapat menjadi tempat berkembangnya bakteri
Mengapa Susu Formula Tidak Boleh Diminum Lebih dari 2 Jam?
Apa yang terjadi jika anak tak sengaja minum susu formula basi? Ternyata, dampaknya tidak bisa dianggap sepele, Ma. Ini akibat minum susu formula lebih dari 2 jam:
1. Risiko Pertumbuhan Bakteri
Bakteri dapat berkembang pada susu formula yang sudah dicampur air jika terlalu lama dibiarkan. Hal ini dapat ditandai dengan perubahan rasa menjadi asam.
“Rasa asam itu disebabkan oleh bakteri. Bakteri akan mencerna molekul-molekul dalam susu formula sehingga keluarlah metabolit-metabolit yang seharusnya tidak ada di dalamnya,” ujar dr. Galih Linggar Astu, M.Sc, Sp.A, dokter spesialis anak dari Brawijaya Hospital.
“Tapi kalau ASI, ada kandungan makrofag, neutrofil dan limfosit, sehingga saat ada bakteri masuk akan dibunuh oleh sel-sel hidup di dalamnya. Otomatis ASI jadi tahan lebih lama,” tambahnya seperti yang dikutip dari laman Kumparan.
2. Risiko Infeksi
Jurnal Heliyon (2025) menyebutkan bahwa bayi lebih rentan mengalami infeksi akibat makanan.
Salah satunya berkaitan dengan bakteri Cronobacter sakazakii dan Salmonella yang ditemukan dalam beberapa kasus wabah susu formula.
Maka dari itu, cara menyiapkan, menyimpan, dan memberikan susu formula perlu diperhatikan untuk mengurangi risiko kontaminasi bakteri penyebab infeksi.
Baca Juga: Tips Memilih Susu Formula Anak 1 Tahun
Apa Akibatnya Anak Minum Susu Formula yang Sudah Lebih dari 2 Jam?
Susu formula yang sudah lebih dari 2 jam tidak selalu membuat bayi sakit. Namun, ada beberapa gejala yang perlu Mama waspadai setelah si Kecil meminumnya.
1. Diare
Susu formula yang dibiarkan terlalu lama pada suhu ruang berisiko ditumbuhi bakteri. Jika susu yang terkontaminasi kemudian diminum si Kecil, bakteri tersebut dapat mengganggu saluran pencernaan dan menyebabkan diare.
Diare pada bayi dapat ditandai dengan frekuensi buang air besar yang lebih sering serta tekstur tinja yang lebih cair dari biasanya. Jika diare terjadi berulang, si Kecil juga berisiko mengalami dehidrasi.
Oleh karena itu, Mama perlu memperhatikan perubahan pola buang air besar dan memastikan si Kecil tetap mendapatkan asupan cairan yang cukup sesuai usianya.
2. Muntah
Kontaminasi bakteri pada susu formula juga dapat mengganggu saluran pencernaan dan memicu muntah. Muntah bisa terjadi sebagai respons tubuh terhadap infeksi atau gangguan pencernaan akibat susu yang terkontaminasi.
Mama perlu mewaspadai muntah yang terjadi berulang, terutama jika disertai demam, diare, atau penurunan aktivitas. Jika si Kecil tampak lemas, sulit minum, atau menunjukkan tanda-tanda dehidrasi, segera bawa ia ke dokter.
Meski begitu, bayi yang tidak sengaja minum susu formula lebih dari 2 jam tidak selalu akan muntah, sehingga Mama cukup memantau kondisinya.
Baca Juga: Susu Formula Rendah Gula: Manfaat dan Tips Pilih
3. Demam atau tanda infeksi
Jika bakteri dalam susu formula menyebabkan infeksi, tubuh bayi dapat merespons dengan demam.
Pada infeksi Cronobacter, misalnya, bayi dapat mengalami demam yang disertai sulit minum, menangis berlebihan, atau sangat lemas. Cronobacter dapat ditemukan pada makanan kering, termasuk susu formula bubuk.
Tanda Bayi Sakit yang Membutuhkan Pertolongan Medis
Jika si Kecil tidak sengaja minum susu formula yang sudah melewati batas waktu penyimpanan, hentikan pemberian, buang sisanya, dan pantau kondisinya.
Segera hubungi dokter jika muncul muntah berulang, demam, diare, sulit minum, sangat lemas, atau tanda dehidrasi.
Bayi usia kurang dari 2 bulan, prematur, atau dengan sistem imun lemah lebih rentan terhadap infeksi serius, sehingga perlu segera berkonsultasi jika muncul gejala.
Setelah mengetahui batas waktu aman pemberian susu formula, pilih susu pertumbuhan yang sesuai untuk mendukung kebutuhan nutrisi si Kecil.
Nutrilon Royal 3 satu-satunya formula teruji klinis yang dirancang secara saintifik dengan Double Biotics FOS:GOS dan DHA EPA yang lebih tinggi, menjadikannya nutrisi optimal sebagai "The Formula to Win". Dukung daya tahan tubuh dan kemampuan berpikir si Kecil demi persiapkan anak untuk menang.
Nutrilon Royal 3 kini tersedia eksklusif di NutriShop. Cek sekarang!
Cara Menyimpan Susu Formula agar Tetap Aman
Sebelum disimpan, susu formula perlu disiapkan dengan cara yang tepat untuk mengurangi risiko kontaminasi dan menjaga kebutuhan nutrisi si Kecil. Berikut beberapa hal yang perlu Mama perhatikan:
1. Cuci Tangan Sebelum Menyiapkan
Cuci tangan dengan sabun dan air mengalir sebelum menyiapkan susu formula.
Langkah ini membantu mengurangi risiko kuman dari tangan berpindah ke botol atau susu formula.
Pastikan tangan Mama Papa bersih dan kering sebelum menyentuh peralatan menyusu atau bahan susu. Dengan begitu, risiko kontaminasi selama proses persiapan dapat diminimalisir.
2. Bersihkan dan Sanitasi Botol
Pastikan botol, dot, tutup, dan bagian lainnya sudah dibersihkan sebelum digunakan.
Sanitasi juga diperlukan untuk membantu mengurangi kuman yang dapat mencemari susu, terutama pada bayi yang masih sangat kecil atau memiliki kondisi tertentu.
Setelah dibersihkan, simpan peralatan di tempat yang bersih dan kering agar tidak mudah terkontaminasi kembali. Pastikan juga tidak ada sisa susu yang menempel pada botol atau dot.
3. Ikuti Takaran pada Kemasan
Gunakan jumlah air dan bubuk susu sesuai petunjuk pada kemasan, serta gunakan sendok takar yang disediakan. Ukur air terlebih dahulu, kemudian tambahkan bubuk susu sesuai takaran agar konsentrasi susu tetap sesuai kebutuhan si Kecil.
Takaran yang terlalu pekat atau terlalu encer dapat mengganggu keseimbangan asupan nutrisi dan cairan bayi.
Hindari menambahkan bubuk susu lebih banyak atau mengurangi jumlah air tanpa petunjuk dari tenaga kesehatan.
4. Gunakan Air yang Aman
Gunakan air dari sumber yang aman untuk membuat susu formula.
Untuk susu formula gunakan air yang telah direbus dan masih bersuhu sekitar 70°C saat mencampurkan bubuk. Terutama untuk bayi berusia <2 bulan, prematur atau dengan sistem imun lemah.
Suhu ini membantu mengurangi risiko bakteri berbahaya yang mungkin terdapat dalam bubuk susu. Setelah formula dibuat, dinginkan hingga suhu yang sesuai sebeum diberikan kepada bayi
5. Buat Sesuai Kebutuhan Sekali Minum
Sebaiknya buat susu formula sesuai kebutuhan bayi agar tidak banyak tersisa dan harus disimpan kembali.
Susu formula yang sudah dibuat dan dibiarkan pada suhu ruang sebaiknya digunakan dalam waktu 2 jam setelah dibuat atau 1 jam sejak bayi mulai minum.
Jika bayi sudah mulai minum, jangan menyimpan kembali sisa susu untuk pemberian berikutnya karena bakteri dari mulut bayi dapat berkembang biak di dalamnya.
6. Simpan Susu Bubuk dengan Benar
Susu formula bubuk tidak steril dan dapat terkontaminasi bakteri seperti Cronobacter dan Salmonella.
Jadi, simpan susu bubuk di tempat sejuk dan kering dalam wadah tertutup rapat, serta jaga sendok takar tetap bersih dan kering.
Mama perlu berhati-hati karena bayi di bawah 2 bulan, lahir prematur, atau memiliki sistem imun lemah lebih rentan mengalami infeksi akibat kontaminasi tersebut.
Baca Juga: Cara Membuat Susu Formula dengan Aman
Apakah Susu Formula yang Sudah Basi Bisa Dikenali dari Bau atau Warna?
Bau, warna, gumpalan, atau rasa tidak dapat dijadikan patokan utama untuk menentukan susu formula masih aman diminum.
Yang lebih penting adalah berapa lama susu sudah disimpan dan bagaimana kondisi penyimpanannya.
Jika sudah melewati batas waktu penyimpanan, sebaiknya buang susu meskipun tampilan dan baunya masih terlihat normal.
Bolehkah Susu Formula Dibekukan?
Tidak perlu membekukan susu formula untuk memperpanjang masa simpannya. Pembekuan justru dapat membuat komponen susu formula terpisah sehingga kualitasnya menurun.
Sebaiknya, simpan susu formula sesuai petunjuk pada kemasan dan perhatikan batas waktu penyimpanannya.
Pemenuhan nutrisi yang tepat menjadi fondasi penting bagi tumbuh kembang optimal si Kecil. Daftar sebagai member Nutriclub untuk mendapatkan berbagai insight nutrisi, rekomendasi pola makan, dan artikel expert-verified yang dapat membantu mendukung kebutuhan harian anak. Nikmati juga berbagai keuntungan member eksklusif, mulai dari akses ke konten expert-verified, penawaran spesial, hingga kesempatan mengumpulkan poin dan menukarkannya dengan berbagai exclusive rewards dari Nutriclub.
