Loading...
    Banner Artikel Menjemur Bayi: Perlukah, Apa Manfaatnya, dan Bagaimana Cara yang Aman?
    Kesehatan

    Menjemur Bayi: Perlukah, Apa Manfaatnya, dan Bagaimana Cara yang Aman?

    Disusun oleh: Tim Penulis

    Diterbitkan: 06 Mei 2020

    Diperbarui: 30 Oktober 2026


    • Apakah Bayi Perlu Dijemur?
    • Apa Manfaat Menjemur Bayi?
    • Menjemur Bayi Sampai Usia Berapa?
    • Cara Menjemur Bayi yang Benar dan Aman
    • Berapa Kali Menjemur Bayi dalam Seminggu?
    • Menjemur Bayi Sebelum atau Sesudah Mandi?
    • Benarkah Menjemur Bayi Membantu Mencegah dan Mengatasi Penyakit Kuning?
    • Bagaimana Cara Memenuhi Kebutuhan Vitamin D Bayi?
    • Kapan Bayi Harus Dijauhkan dari Matahari?

    Menjemur bayi tidak wajib dilakukan setiap hari untuk memenuhi kebutuhan vitamin D. Bayi di bawah 6 bulan sebaiknya terlindung dari sinar matahari langsung karena kulitnya masih sensitif terhadap UV. Vitamin D dapat diperoleh dari ASI, susu yang difortifikasi, makanan sesuai usia, atau suplemen sesuai anjuran dokter.

    Apakah Bayi Perlu Dijemur?

    Bayi tidak wajib dijemur setiap hari karena paparan sinar matahari bukan satu-satunya sumber vitamin D. Paparan sinar matahari yang berlebihan juga dapat meningkatkan risiko kerusakan kulit, sehingga bayi perlu dilindungi dari paparan UV yang tidak perlu. 

    Jika tujuannya untuk mengatasi kuning pada bayi (ikterus neonatorum), menjemur bayi bukan terapi utama. Menurut IDAI, penanganan yang lebih diperlukan yakni fototerapi sesuai kondisi bayi dan rekomendasi dokter. 

    Jadi, Mama tidak perlu menjadikan menjemur bayi sebagai rutinitas wajib setiap pagi. 

    Mengapa Bayi Dulu Sering Dianjurkan untuk Dijemur?

    Menjemur bayi merupakan kebiasaan lama karena sinar matahari diketahui bisa membantu tubuh memproduksi vitamin D. 

    Bayi kuning dulu kerap disarankan untuk berjemur. Namun sekarang, penanganan kuning pada bayi tidak dilakukan dengan mengandalkan paparan sinar matahari. 

    Baca Juga: Cara Mengatasi Kulit Bayi Kering agar Tetap Lembap dan Sehat

    Apakah Bayi Masih Perlu Dijemur Sekarang?

    Tidak, bayi tidak wajib dijemur, terutama bila usianya kurang dari 6 bulan, bayi sebaiknya menghindari paparan sinar matahari langsung. 

    Jika kadar vitamin D dalam tubuh bayi memang terdeteksi kurang, maka kebutuhan vitamin D bisa dipenuhi melalui nutrisi dan suplementasi sesuai rekomendasi dokter.

    Sementara bila bayi mengalami kuning, berjemur bukan pengobatan yang utama. Dokter umumnya akan merekomendasikan penanganan fototerapi sesuai kondisi bayi.

    Apa Manfaat Menjemur Bayi?

    Menjemur bayi sebenarnya tidak wajib dilakukan. Namun, paparan sinar matahari diketahui memiliki beberapa manfaat, yakni:

    1. Membantu Pembentukan Vitamin D

    Paparan sinar ultraviolet beta (UVB) memang memungkinkan kulit memproduksi vitamin D. 

    Namun, tetap perlu Mama pahami bahwa paparan matahari secara langsung pada bayi bukan berarti aman untuk memenuhi kebutuhan vitamin D-nya.

    Sebab, tetap ada risiko kulit terbakar dan kerusakan kulit bila paparan sinar matahari pada bayi berlebih. 

    2. Memberikan Paparan Cahaya Alami

    Mengajak si Kecil beraktivitas di luar rumah bisa memberikan bayi paparan cahaya alami sekaligus kesempatan mengenal lingkungan sekitar. Namun, bukan berarti bayi harus dijemur di bawah sinar matahari langsung untuk mendapatkan manfaat ini. 

    Jika perlu beraktivitas di luar ruangan, berikan si Kecil perlindungan yang sesuai, seperti menggunakan topi, pakaian yang menutupi tubuh, dan berada di tempat teduh. 

    Menjemur Bayi Sampai Usia Berapa?

    Bayi tetap boleh diajak beraktivitas di luar rumah, tetapi tidak berarti harus sengaja dijemur untuk mendapatkan paparan sinar matahari. Bila ingin menjemur bayi, berikut pertimbangan yang perlu Mama pahami:

    Apakah Bayi di Bawah 6 Bulan Boleh Terkena Matahari?

    WHO menganjurkan bayi di bawah usia 6 bulan sebisa mungkin dilindungi dari sinar matahari secara langsung. 

    Jika perlu ke luar rumah dan terpapar sinar matahari, bayi disarankan untuk mengenakan baju lengan panjang, celana panjang, dan topi. Bila perlu, pakai juga stroller agar bayi tetap merasa teduh.

    Maka itu, hindari sengaja menjemur dengan cara menelanjangi bayi untuk mendapatkan paparan sinar UV. 

    Apakah Bayi di Atas 6 Bulan Masih Boleh Beraktivitas di Luar?

    Boleh, sebenarnya aturannya masih sama seperti sebelum usia 6 bulan. Bayi usia 6 bulan ke atas boleh beraktivitas di luar rumah selama mendapatkan perlindungan yang sesuai.

    Jadi, sebelum membawa bayi ke luar rumah sebaiknya gunakan pakaian yang menutupi kulit, dan topi. Di usia ini, sunscreen sudah mulai aman digunakan pada kulit yang tidak tertutup.

    Namun, aktivitas di luar rumah berbeda dengan sengaja menjemur bayi untuk mendapatkan vitamin D ya, Ma. Jadi, tidak ada keharusan untuk menjemur bayi sampai usia tertentu.

    Baca Juga: White Noise untuk Bayi: Manfaat, Cara Pakai & Apakah Aman?

    Cara Menjemur Bayi yang Benar dan Aman

    Menjemur si Kecil memiliki banyak manfaat bagi kesehatan karena membantu tubuh memproduksi vitamin D. Namun sebaiknya tetap lindungi si Kecil dari paparan sinar matahari langsung saat beraktivitas di luar rumah, terutama pada usia di bawah 6 bulan. 

    Supaya lebih aman, berikut cara menjemur bayi yang benar untuk menjaga kesehatannya:

    1. Hindari Paparan Matahari Langsung

    Bayi, terlebih di bawah usia 6 bulan, tidak disarankan untuk terkena paparan sinar matahari langsung agar terhindar dari risiko kulit terbakar. 

    Jadi saat berada di luar rumah, pastikan bayi terlindung di tempat teduh atau gunakan stroller yang dilengkapi penutup.

    2. Gunakan Pakaian yang Menutupi Kulit

    Sebelum ke luar rumah dan menjemur bayi, pastikan si Kecil dipakaikan pakaian yang ringan dan menutupi lengan serta kaki bayi untuk melindungi kulit dari sengatan matahari. 

    Bahkan jika memungkinkan, Mama bisa memilih dan memakaikan pakaian dan perlengkapan lain dengan label UPF (ultraviolet protection factor) untuk membantu mengurangi jumlah sinar UV yang menembus kain dan mencapai kulit 

    3. Gunakan Topi Bertepi Lebar

    Selain baju, lengkapi juga “atribut” bayi dengan topi bertepi lebar. Ini bertujuan untuk membantu melindungi wajah, telinga, dan bagian belakang leher bayi dari paparan sinar matahari. 

    Pilih topi yang nyaman dan tidak terlalu ketat agar bayi tetap leluasa bergerak. 

    4. Pilih Tempat Teduh

    Saat berada di luar, pilih area yang terlindung dari sinar matahari langsung, seperti di bawah pohon, payung, atau lebih aman gunakan stroller lengkap dengan kanopi.

    Ketahui juga kalau meski cuaca sedang berawan atau tidak terlalu terik, kulit tetap berisiko terbakar matahari karena 80% sinar ultraviolet (UV) bisa menembus awan. 

    4. Hindari Jam dengan Paparan UV Tinggi

    American Academy of Pediatrics menyarankan untuk menghindari aktivitas di luar saat paparan UV sedang tinggi, terutama sekitar pukul 11.00-16.00. 

    5. Perhatikan Tanda Kepanasan atau Sunburn

    Perhatikan kondisi kulit dan perilaku si Kecil setelah berada di luar. Kulit yang memerah atau terasa panas, bayi sangat rewel, lemas, serta tanda dehidrasi dapat menunjukkan bayi terlalu panas atau mengalami paparan matahari berlebihan.

    Jika bayi tampak sangat lemas, sulit dibangunkan, atau menunjukkan tanda dehidrasi, segera pindahkan ke tempat yang sejuk dan cari pertolongan medis, Bu.

    Berapa Kali Menjemur Bayi dalam Seminggu?

    Tidak ada frekuensi wajib menjemur bayi per minggu yang perlu diikuti untuk memenuhi kebutuhan vitamin D. 

    Kebutuhan vitamin D bayi masih bisa dipenuhi melalui sumber nutrisi dan suplementasi sesuai rekomendasi dokter, bukan dengan sengaja menjemur bayi di bawah sinar matahari langsung.

    Baca Juga: Pertolongan saat Bayi Jatuh dari Tempat Tidur dan Tanda Bahaya

    Menjemur Bayi Sebelum atau Sesudah Mandi?

    Tidak ada aturan medis yang mengharuskan bayi dijemur sebelum atau sesudah mandi. Mandi juga tidak menentukan efektivitas vitamin D, sehingga Bunda tidak perlu sengaja menunggu waktu mandi untuk “mengoptimalkan” paparan matahari.

    Jika akan mengajak si Kecil beraktivitas di luar rumah, pilih waktu saat bayi merasa nyaman dan pastikan ia tidak kepanasan serta terlindungi dari paparan sinar matahari langsung.

    Benarkah Menjemur Bayi Membantu Mencegah dan Mengatasi Penyakit Kuning?

    Bayi kuning atau ikterus (jaundice) cukup umum terjadi pada bayi baru lahir karena peningkatan kadar bilirubin setelah lahir. Namun, paparan sinar matahari tidak dapat menggantikan fototerapi untuk penanganan penyakit kuning. 

    Hal ini didukung oleh dr. Rosalina Dewi Roeslani, Sp.A(K), dokter anak subspesialis neonatologi dari Ikatan Dokter Indonesia (IDI). Menurutnya “Jemur tidak bisa mengobati (penyakit kuning pada bayi). Tidak bisa juga mencegah,” dilansir dari Antara News.

    Jika bayi tampak semakin kuning, terutama hingga telapak tangan dan kaki, kuning muncul dalam 24 jam pertama setelah lahir, bayi sulit menyusu, sangat mengantuk atau lemas, segera periksakan ke dokter. 

    Pemeriksaan diperlukan untuk mengetahui kadar bilirubin dan menentukan apakah bayi membutuhkan penanganan lebih lanjut.

    Bagaimana Cara Memenuhi Kebutuhan Vitamin D Bayi?

    Tak hanya dari paparan sinar matahari, berikut beberapa cara lain untuk memenuhi kebutuhan vitamin D bayi:

    1. ASI dan Vitamin D

    ASI merupakan sumber nutrisi utama bagi bayi, tetapi kandungan vitamin D dalam ASI umumnya belum mencukupi kebutuhan harian bayi. 

    Karena itu, bayi yang mendapat ASI perlu mendapat perhatian khusus terhadap kecukupan vitamin D.

    2. Susu Formula yang Difortifikasi Vitamin D

    Susu formula yang telah difortifikasi vitamin D dapat membantu memenuhi kebutuhan vitamin D bayi. 

    Bayi yang minum susu formula dalam jumlah cukup dan memenuhi kebutuhan vitamin D umumnya tidak memerlukan tambahan vitamin D secara rutin. 

    Namun, kebutuhan setiap bayi dapat berbeda sehingga sebaiknya dikonsultasikan dengan dokter.

    3. Suplementasi Vitamin D

    Suplementasi vitamin D dapat diberikan bila asupan dari makanan atau susu belum mencukupi kebutuhan bayi. 

    Untuk bayi 0-12 bulan, IDAI merekomendasikan 400 IU vitamin D per hari untuk bayi yang mendapat ASI maupun tidak.

    Baca Juga: 11 Cara Mengatasi Biang Keringat pada Bayi yang Aman

    Kapan Bayi Harus Dijauhkan dari Matahari?

    Bayi tetap boleh diajak keluar rumah, tetapi ada kondisi ketika paparan matahari perlu dibatasi untuk melindungi kulit bayi dari sinar ultraviolet (UV) dan mencegah kepanasan. Perhatikan usia bayi, kondisi cuaca, indeks UV, serta tanda-tanda pada kulit dan tubuh si Kecil. 

    1. Bayi di Bawah 6 Bulan

    Bayi di bawah 6 bulan sebaiknya sebisa mungkin dijauhkan dari paparan sinar matahari langsung karena kulitnya masih sangat sensitif terhadap sinar UV. 

    Saat berada di luar rumah, pilih tempat teduh dan lindungi kulit bayi dengan pakaian yang menutupi tubuh serta topi bertepi lebar.

    Bayi tetap boleh diajak keluar, tetapi tidak perlu sengaja dijemur atau dibiarkan terkena sinar matahari langsung untuk mendapatkan vitamin D.

    2. Saat Matahari Sangat Terik

    Saat matahari terasa sangat terik, sebaiknya batasi aktivitas bayi di luar ruangan. Jika harus keluar, pilih tempat yang teduh dan gunakan pakaian yang dapat melindungi kulit bayi.

    Perlindungan tetap diperlukan meskipun bayi berada di dalam stroller. Jadi, pastikan stroller dilengkapi dengan kanopi untuk menutup si Kecil agar tidak terlalu panas.

    3. Saat Indeks UV Tinggi

    Indeks UV menunjukkan seberapa kuat radiasi ultraviolet dari matahari yang mencapai permukaan bumi. Ketika indeks UV tinggi, risiko kulit mengalami kerusakan akibat paparan UV juga meningkat sehingga bayi perlu mendapatkan perlindungan lebih baik.

    Mama bisa mengecek indeks UV melalui aplikasi cuaca atau layanan cuaca setempat. Jika indeks UV mencapai 3 atau lebih, gunakan perlindungan seperti tempat teduh, pakaian tertutup, dan topi.

    4. Saat Bayi Mulai Kepanasan

    Segera pindahkan bayi ke tempat yang lebih sejuk dan teduh jika si Kecil mulai berkeringat berlebihan, kulit terasa panas, tampak sangat rewel, lemas, atau menunjukkan tanda tidak nyaman lainnya. 

    Bayi lebih mudah mengalami kepanasan karena kemampuan tubuhnya mengatur suhu belum sebaik orang dewasa. Jangan menunggu sampai bayi terlihat sangat lemas. Pastikan bayi tetap nyaman dan mendapat asupan cairan sesuai usianya.

    5. Saat Bayi Mengalami Sunburn

    Segera hentikan paparan dan pindahkan si Kecil ke tempat teduh bila kulit bayi terlihat kemerahan setelah terpapar matahari. 

    Sunburn menandakan kulit mengalami kerusakan akibat sinar UV, sehingga bayi sebaiknya tidak kembali terpapar matahari langsung.

    Jika kulit melepuh, bengkak, atau bayi tampak sangat tidak nyaman, sebaiknya periksakan ke dokter. 

    Jadi, Ma, pastikan bayi mendapat perlindungan yang optimal saat dibawa atau ke luar rumah, atau sebisa mungkin hindari paparan sinar matahari langsung terutama saat siang hingga sore hari.

    Kesehatan si Kecil adalah prioritas utama. Dengan menjadi member Nutriclub, Mama bisa mendapatkan panduan kesehatan terpercaya, artikel expert-verified, serta tips praktis untuk menghadapi berbagai kondisi anak dengan lebih tenang. Mama juga bisa akses NutriShop dengan lebih mudah.

    Informasi yang Wajib Mama Ketahui

    Pilih Artikel Sesuai Kebutuhan Mama
    1. IDAI | Menjemur Bayi dengan Tepat. (2019). Idai.Or.Id. https://www.idai.or.id/artikel/klinik/pengasuhan-anak/menjemur-bayi-dengan-tepat
    2. ‌NHS website. (2025, December 9). Keeping your baby safe in the sun. Nhs.Uk. https://www.nhs.uk/baby/first-aid-and-safety/safety/safety-in-the-sun/
    3. ‌Welfare of Women | GLOWM. (2018). Glowm.Com. http://www.glowm.com/welfare-of-women/title/jaundice-in-the-newborn/id/353
    4. ‌Yuniardi Ferdinan. (2025, June 23). Menjemur anak bukan terapi untuk sembuhkan penyakit kuning, ini penjelasan dokter. Antara News; ANTARA News Jawa Barat. https://jabar.antaranews.com/berita/621885/menjemur-anak-bukan-terapi-untuk-sembuhkan-penyakit-kuning-ini-penjelasan-dokter
    5. ‌Jaundice in Newborns: Symptoms, Causes & Treatment. (2023, August 25). Cleveland Clinic. https://my.clevelandclinic.org/health/diseases/22263-jaundice-in-newborns
    6. ‌IDAI | Perlukah Suplemen Vitamin D? (2016). Idai.Or.Id. https://www.idai.or.id/artikel/klinik/pengasuhan-anak/perlukah-suplemen-vitamin-d
    7. ‌IDAI | Indikasi Terapi Sinar pada Bayi Menyusui yang Kuning. (2019). Idai.Or.Id. https://www.idai.or.id/artikel/klinik/asi/indikasi-terapi-sinar-pada-bayi-menyusui-yang-kuning
    8. ‌Sunburn. (2025, March 4). Seattle Children’s Hospital. https://www.seattlechildrens.org/conditions/a-z/sunburn/
    9. ‌Baby Sunburn Prevention Tips. (2026, April 13). HealthyChildren.Org. https://www.healthychildren.org:443/English/ages-stages/baby/bathing-skin-care/Pages/Baby-Sunburn-Prevention.aspx
    10. ‌What’s the best way to protect kids’ skin from sunburn? (2022, June 7). HealthyChildren.Org. https://www.healthychildren.org:443/English/tips-tools/ask-the-pediatrician/Pages/whats-the-best-way-to-protect-kids-skin-from-sunburn.aspx
    11. ‌WHO recommendations on maternal and newborn care for a positive postnatal experience. (2022). [Healthcare guideline].
    12. ‌Biological, behavioural and contextual rationale. (2026). Who.Int. https://www.who.int/tools/elena/bbc/vitamind-infants
    13. ‌CDC. (2026, July 21). Vitamin D and Breastfeeding. Breastfeeding Special Circumstances. https://www.cdc.gov/breastfeeding-special-circumstances/hcp/diet-micronutrients/vitamin-d.html
    14. ‌Welfare of Women | GLOWM. (2018). Glowm.Com. http://www.glowm.com/welfare-of-women/title/jaundice-in-the-newborn/id/353
    15. ‌NHS website. (2025, December 9). Keeping your baby safe in the sun. Nhs.Uk. https://www.nhs.uk/baby/first-aid-and-safety/safety/safety-in-the-sun/
    Artikel Terkait

    Keuntungan Daftar Nutriclub

    Icon Info & Tips Eksklusif via WA

    Info & Tips Eksklusif via WA

    Panduan tumbuh kembang bulanan si Kecil langsung di genggaman Mama

    Icon 24/7 Nutriclub Expert Advisor

    24/7 Nutriclub Expert Advisor

    Hubungi ahli untuk pertanyaan seputar nutrisi, tumbuh kembang, dan informasi terkait Nutriclub melalui Whatsapp/call center

    Gabung Nutriclub

    *yang sudah terhubung dengan WhatsApp
    Minimal 8 Karakter, Memiliki 1 angka (0-9) dan 1 karakter spesial (@#$%^&)
    *Usia si Kecil Maksimal 7 Tahun