Riwayat Pencarian

Pencarian Populer

Perkembangan Bayi Usia 12 Bulan dan Stimulasinya

Stimulasi

Perkembangan Bayi Usia 12 Bulan dan Stimulasinya


Pada usia 12 bulan, si Kecil sudah bisa berjalan dan makin pintar bermain dengan tangannya. Dengan stimulasi yang sesuai, Ibu bisa membantu si Kecil menjadi lebih pintar dan pandai berbicara. Jika Ibu masih bertanya-tanya bayi usia 12 bulan bisa apa saja? Ketahui selengkapnya di sini.

Perkembangan Anak Usia 12 Bulan

Saat ini, si Kecil sudah berulang tahun yang pertama dan bertumbuh semakin besar. Kami dari Tim Ahli Nutriclub akan menjelaskan kepada Ibu tentang perkembangan bayi usia 12 bulan.

Berjalan-jalan bersama Keluarga

Salah satu perkembangan anak usia 12 bulan adalah sudah bisa berjalan. Jika si Kecil sudah bisa berjalan di samping Ibu, ajaklah ia berjalan-jalan bersama anggota keluarga yang lain untuk berkeliling kompleks rumah atau ke taman. Si Kecil mungkin mulai butuh sepatu yang ringan dan nyaman.

Bermain dengan Tangannya

Milestone bayi 12 bulan selanjutnya adalah Si Kecil semakin pintar bermain dengan tangannya. Koordinasi tangan dan matanya juga semakin baik. Ia mungkin sudah bisa membalas tos tangan Ibu, dan bisa bermain memperagakan sebuah lagu dengan tangannya. Misalnya, lagu "Topi Saya Bundar".

Si Kecil juga suka bermain dengan menyerahkan mainannya, lalu mengambilnya kembali. Atau, memasukkan mainan ke dalam kotak, lalu mengeluarkannya kembali. Permainan mengelompokkan warna atau menumpuk balok sesuai dengan bentuk dan ukurannya akan mengasah kemampuan si Kecil untuk mengenal warna, bentuk, dan ukuran.

Cara Mendorong Si Kecil agar Pandai Berbicara

Sebelum tidur setiap malam, ajak si Kecil untuk menceritakan pengalamannya pada hari itu sebagai pemicu tahap tumbuh kembang anak usia 12 bulan. Misalnya, jika pada hari itu si Kecil pergi ke taman, tanyakan padanya, dengan siapa ia pergi ke taman, dengan siapa ia bermain, mainan apa yang paling disukainya, dan lain sebagainya. Selain itu, Ibu juga bisa mendorong si Kecil untuk berbicara ketika membacakan buku cerita yang sudah berulang kali dibacakan. Si Kecil akan mengingat cerita dan kata-kata di dalam buku tersebut. Saat Ibu membacakannya, berhentilah pada satu titik, lalu minta ia melanjutkan ceritanya.

Ibu juga bisa mengajak si Kecil menebak nama benda-benda. Misalnya, saat pergi ke pusat perbelanjaan, tunjuklah benda-benda yang familier bagi si Kecil dan tanyakan padanya, "Apa ini?". Pada awalnya, tunjuk benda-benda yang sudah pasti diketahui oleh si Kecil, misalnya kue atau kucing. Lama-kelamaan, coba tanyakan benda yang kurang familier bagi si Kecil, misalnya payung, antena, dan lain-lain. Bila ia tampak kesulitan menjawab, bisikkan jawabannya pada si Kecil.

Bermain Membuat Si Kecil Pintar

Bermain adalah sarana untuk mengembangkan kemampuan sosial, emosional, fisik, dan kognitif si Kecil. Melalui permainan, si Kecil belajar tentang tubuhnya, lingkungan sekitarnya, dan kelima panca inderanya. Inti dari bermain adalah eksplorasi. Bagi si Kecil, setiap permainan adalah menyenangkan, meskipun misalnya hanya menumpahkan mangkuk serealnya di atas meja. Sejak si Kecil berusia 1 tahun ke atas, permainannya menjadi lebih imajinatif dan kompleks. Jenis permainan yang bisa dimainkan si Kecil di usia 1 tahun misalnya adalah bermain petak umpet di bawah meja dan kursi, bermain cilukba, dan memperagakan nyanyian, misalnya bernyanyi "Bangun tidur kuterus mandi…" sambil memperagakan gerakan mandi dan menyikat gigi.

Stimulasi Bayi Usia 12 Bulan

Berikut ini adalah berbagai stimulasi yang dapat Ibu berikan pada si Kecil yang berusia 12 bulan untuk mencapai perkembangan optimal:

1. Kemampuan gerakan motorik kasar

Menarik mainan

Bila si Kecil sudah berjalan tanpa berpegangan, berikan mainan yang bisa ditarik ketika ia berjalan. Umumnya, si Kecil senang dengan mainan yang bersuara.

Menangkap dan melempar bola

Tunjukkan kepada si Kecil cara melempar bola besar, kemudian cara menangkap bola tersebut. Bila si Kecil sudah bisa melempar bola ukuran besar, ajari si Kecil melempar bola yang ukurannya lebih kecil.

2. Kemampuan gerakan motorik halus

Permainan balok

Ambil balok-balok kecil dari kayu berukuran sekitar 2,5cm x 2,5cm. Ajari si Kecil cara menyusun balok yang bertumpuk ke atas tanpa menjatuhkannya.

Memasukkan dan mengeluarkan benda

Ajarkan si Kecil cara memasukkan benda-benda ke dalam wadah seperti kotak, pot bunga, botol, dan lain-lain. Tunjukkan bagaimana cara mengeluarkan benda-benda tadi dari wadah. Di sini, Ibu mengajak si Kecil bermain memasukkan dan mengeluarkan benda-benda.

Did you know?

”Menu makanan si Kecil di usia 12 bulan adalah menu makanan yang biasa dikonsumsi oleh keluarga. Bahan makanan untuk orang dewasa bisa Ibu gunakan untuk membuat makanan si Kecil dengan cara dicincang kasar. Ketahui selengkapnya di sini.“

LIHAT LENGKAP

3. Kemampuan berbicara dan berbahasa

Membuat suara

Buat suara dari kaleng kue, kerincingan, atau kayu pegangan sapu. Ajak si Kecil mengeluarkan suara dari benda yang dipilihnya. Misalnya, memukul-mukul sendok ke kaleng, menggoyang-goyang kerincingan, atau memukul-mukul potongan kayu, yang akan menghasilkan "musik".

Menyebut nama bagian tubuh

Ketika Ibu mengenakan pakaian pada si Kecil, tunjuk dan sebutkan nama bagian-bagian tubuh si Kecil. Lalu, ajak si Kecil menyebutkannya kembali.

4. Kemampuan bersosialisasi dan kemandirian

Menirukan pekerjaan rumah

Ketika Ibu membersihkan rumah, menyapu, dan melakukan pekerjaan rumah tangga lainnya, ajak si Kecil untuk menirukannya. Berikan lap pembersih debu, sapu, dan lain-lain pada si Kecil.

Makan sendiri

Tunjukkan kepada si Kecil cara memegang sendok. Ibu bisa membiarkan si Kecil makan sendiri dan bantu jika ia mengalami kesulitan.

Pergi ke tempat-tempat umum

Seringkali, bawa si Kecil ke tempat umum seperti kebun binatang, pusat perbelanjaan, terminal bus, museum, stasiun kereta api, lapangan terbang, taman, tempat bermain, dan sebagainya. Bicarakan mengenai benda-benda yang si Kecil lihat.

Saat si Kecil telah berusia 12 bulan, Ibu harus waspada apabila ada tanda-tanda keterlambatan perkembangan sebagai berikut:

  • Belum bisa merangkak
  • Tampak hanya menggunakan satu sisi tubuhnya ketika merangkak selama lebih dari 1 bulan
  • Tidak bisa berdiri tanpa dipegangi
  • Tidak mencoba mencari benda yang Ibu sembunyikan di depannya
  • Tidak mengucapkan satu kata pun
  • Tidak menggunakan bahasa tubuh, misalnya menggeleng untuk mengatakan tidak

comment-icon comment-icon