Loading...

Riwayat Pencarian

Pencarian Populer

burger menu
Bayi 4 Bulan Belum Bisa Tengkurap, Haruskah Mama Khawatir?

Stimulasi

Bayi 4 Bulan Belum Bisa Tengkurap, Haruskah Mama Khawatir?

Article By : Ashya Ravika

Tengkurap adalah salah satu pencapaian milestone yang akan dicapai bayi pada beberapa bulan pertama hidupnya. Tengkurap akan melatih kekuatan otot leher dan bahu si Kecil sehingga ia nanti akan lebih mudah melakukan keterampilan motorik kasar lain, seperti merangkak. Selain itu, tengkurap juga bisa mengurangi resiko kematian bayi mendadak atau biasa disebut dengan SIDS (sudden infant death syndrome). Lalu, perlukah khawatir jika bayi belum bisa tengkurap di usia 4 bulan? Kapan seharusnya bayi bisa tengkurap?

Selengkapnya, Mama bisa simak informasinya di bawah ini, ya.

Normalkah Bayi 4 Bulan Belum Bisa Tengkurap?

Selayaknya duduk dan berjalan, bayi perlu belajar dan melewati beberapa tahapan sampai akhirnya bisa tengkurap sendiri. Untuk bisa tengkurap, idealnya bayi sudah harus bisa mengangkat kepalanya terlebih dulu. Kemampuan ini biasanya akan ia pelajari secara bertahap di 3 bulan pertama usianya.

Pertama-tama, bayi akan belajar mengangkat kepalanya hingga setinggi 45 derajat di usia 1-3 bulan. Kemudian setelah menginjak usia 3 bulan, si Kecil akan bisa mengangkat seluruh kepalanya setinggi 90 derajat. Pada usia tiga bulan juga, bayi dapat menopang kepalanya saat ditopang untuk duduk. Lalu pada usia enam bulan, otot leher bayi sudah cukup kuat untuk menopang kepala mereka sendiri dan menoleh dari satu sisi ke sisi lain.

Setelah bisa mengangkat kepala, bayi akan belajar berguling. ​​Pertama-tama, bayi akan menggoyangkan badannya dari posisi telentang ke posisi tengkurap. Bayi mulai belajar berguling di sekitar usia 4 bulan.

Kemampuan mengangkat kepala dan berguling adalah fondasi utama untuk bayi bisa tengkurap. Maka, umumnya bayi sudah mulai belajar tengkurap di usia 4 bulan. Pada usia 4 bulan, otot tubuh bagian atas dan kedua lengan si Kecil akan sudah cukup kuat untuk mendorong badannya naik dan berguling dari posisi telentang ke tengkurap. Bayi bahkan mungkin menunjukkan kemampuan ini sedini di 3 bulan. 

Pada awalnya, bayi hanya bisa berguling sendiri ke satu sisi, misalnya berguling dari telentang ke tengkurap saja. Menginjak usia 6 bulan, bayi biasanya akan sudah bisa berguling ke dua sisi, dari telentang ke tengkurap dan dari tengkurap kembali telentang.

Jadi untuk menjawab pertanyaan Mama di atas, sebetulnya masih tergolong wajar jika bayi belum bisa tengkurap di usia 4 bulan. Sebab, di bulan ini bayi baru mulai belajar untuk berguling.

Perhatikan Tanda Bayi Siap Tengkurap

Keterampilan motorik ini akan berkembang dengan sendirinya seiring si Kecil bertumbuh besar. Maka dari itu, perlu Mama tahu juga kalau masa pertumbuhan setiap anak itu membutuhkan waktu yang berbeda-beda.

Jika bayi belum bisa tengkurap di usia 4 bulan, Mama tidak perlu terlalu khawatir. Biasanya ketika bayi siap untuk belajar tengkurap, ia akan menunjukkan beberapa tanda, seperti:

  • Bisa mengangkat kepala dan bahunya saat ditengkurapkan..

  • Berguling ke depan atau samping.

  • Menendang kaki dan mengayunkannya ke atas saat telentang.

  • Bisa memutar badannya saat di posisi telentang.

  • Menggoyangkan pinggul dari sisi ke sisi dan menggunakan kakinya untuk mengangkat pinggul ke atas.

  • Berguling sendiri ketika tidur.

Baca Juga: Umur Berapa Bayi Bisa Merangkak?

Stimulasi Agar Bayi 4 Bulan Cepat Tengkurap

Kebanyakan bayi akan berguling dari telentang ke tengkurap untuk pertama kalinya di antara usia 2-4 bulan. Di usia 6 bulan, bayi baru bisa berguling dari telentang ke tengkurap dan dari tengkurap kembali telentang. 

Jadi, masih sangat wajar jika bayi Mama belum bisa tengkurap di usia 4 bulan. Ia masih punya banyak waktu untuk belajar tengkurap sendiri. 

Saat si Kecil sudah memasuki umur bisa tengkurap pun, ada beberapa cara dan tips yang bisa Mama lakukan untuk melatih bayi tengkurap di sela-sela waktu bermain, yaitu:

1. Lakukan Tummy Time

Tummy time adalah sesi khusus untuk menengkurapkan bayi di tempat yang aman dan nyaman, kemudian membiarkannya bermain. Mama dapat menengkurapkan bayi di atas tikar bermain, di tempat tidurnya, atau di lantai beralas matras empuk.

Pancing dengan mainan yang Mama goyang-goyangkan di depan wajahnya atau diletakkan di samping si Kecil supaya ia mau mencoba mengangkat kepala dan melihat-lihat sambil tengkurap. Bisa juga dengan menengkurapkan si Kecil di depan cermin dengan sudut 45 derajat agar ia tertarik untuk melihat cerminan wajahnya sendiri. 

Academy of American Pediatrics (AAP) merekomendasikan Mama melakukan tummy time 3-5 menit untuk 2-3 kali per hari. Namun, Mama tidak harus menjadwalkannya secara rutin karena tummy time bisa dilakukan kapan pun. Misalnya, beberapa menit setelah mandi atau setelah ia bangun dari tidur siang karena bayi merasa segar di dua waktu ini. 

Mama juga tidak perlu sampai menghitung menit ke menitnya. Akhiri sesi tummy time ketika bayi tampak tidak nyaman atau kecapekan.

2. Tengkurapkan di Dada Mama dan Papa

Hal yang paling sederhana yang bisa Mama dan Papa lakukan di rumah adalah membiarkan si Kecil tengkurap di atas dada orang tuanya. Selain bisa menstimulasi kegiatan tummy time, cara ini juga bisa memperkuat bonding antara anak dan orang tua. 

Ketika melakukan kegiatan ini, jangan lupa untuk selipkan nyanyian, sentuhan, atau ajak si Kecil berbicara agar ia merasa lebih tenang dan nyaman. 

3. Topang Badan Bayi dengan Bantal

Mama bisa menggunakan alat bantu seperti bantal tipis atau selimut bayi yang digulung untuk menopang dada si Kecil ketika ditengkurapkan.

Cara lainnya adalah dengan menengkurapkan si Kecil di atas bola (Mama bisa melapisi bola dengan selimut agar si Kecil nyaman). Ingat untuk selalu waspada dan jangan pernah legah atau meninggalkan bayi sendirian ketika menggunakan cara yang satu ini.

Baca Juga: Cara Mengatasi Bayi Terjatuh dari Tempat Tidur

Hal-Hal yang Perlu Diperhatikan Jika Bayi 4 Bulan Belum Bisa Tengkurap

Meski sebenarnya cukup normal jika bayi usiar 4 bulan belum bisa tengkurap, ada beberapa hal yang mungkin juga perlu Mama pertimbangkan terkait tanda-tanda keterlambatan perkembangan si Kecil, yaitu:

  • Kurang mendapat stimulasi. Bayi akan belajar berguling secara naluriah. Akan tetapi, tengkurap adalah keterampilan yang membutuhkan latihan. Bayi dapat berguling lebih cepat jika mereka didorong untuk menghabiskan waktu bermain di lantai.

  • Bayi lahir prematur. Bayi yang lahir prematur cenderung berkembang lebih lambat di awal kehidupannya. Misalnya, bayi yang lahir 2 bulan lebih cepat biasanya mungkin tengkurap 2 bulan lebih lambat dari bayi yang lahir normal. Tapi, mereka biasanya bisa mengejar keterlambatan ini. 

  • Bayi memiliki simpanan lemak yang lebih banyak. Sebuah studi 2012 dari Maternal and Child Health Journal menemukan bahwa bayi yang terlambat tengkurap cenderung memiliki lebih banyak jenis lemak tubuh tertentu, tapi bukan berarti ia kelebihan berat badan maupun obesitas.

Baca Juga: Keistimewaan Bayi Prematur yang Perlu Mama Ketahui

Mama tidak perlu khawatir, karena selama kondisi kesehatannya baik-baik saja kemampuan motorik si Kecil masih bisa terus dilatih.

Di sisi lain, ada beberapa tanda peringatan lain yang harus Mama perhatikan dari waktu ke waktu, yakni:

  • Masalah pencernaan.

  • Riwayat pneumonia atau peradangan paru.

  • Gerakan yang tidak biasa.

  • Masalah dengan keseimbangan.

  • Tonus otot yang buruk.

  • Sedikit kontrol yang jelas atas gerakan.

Penting untuk mengetahui tanda-tanda keterlambatan ini agar jika ada kondisi kesehatan yang mendasarinya, si Kecil bisa segera mendapatkan penanganan atau perawatan yang tepat.

Mama juga bisa memanfaatkan fitur Nutriclub Expert Advisor untuk konsultasi secara gratis dengan tim yang siap 24 jam menjawab pertanyaan dan kekhawatiran Mama seputar tumbuh kembang bayi.

Hal yang tak kalah menarik lainnya, Mama bisa mengakses artikel terbaru dan konten-konten digital eksklusif tentang parenting dan kesehatan anak yang khusus dimoderatori para ahli dengan mendaftar di My Nutriclub. Gratis!

  1. Very Well Familyl. (2021). Step-By-Step Guide to Encouraging Your Baby Roll Over. Verywell Family. https://www.verywellfamily.com/when-do-babies-roll-over-5096867
  2. Help Me Grow MN. (2022). Helpmegrowmn.org. https://helpmegrowmn.org/HMG/HelpfulRes/Articles/BabyMilestones/index.html
  3. Donaldson-Evans, C. (2015, August 24). When Do Babies Roll Over? What to Expect; WhattoExpect. https://www.whattoexpect.com/first-year/roll-over/#when-it-happens
  4. Villines, Z. (2020, September 29). When do babies roll over? Age and how to help them. Medicalnewstoday.com; Medical News Today. https://www.medicalnewstoday.com/articles/when-do-babies-roll-over
  5. Tummy Time (for Parents) - Nemours KidsHealth. (2019). Kidshealth.org. https://kidshealth.org/en/parents/tummy-time.html
  6. Parents. (2018). The Benefits of Tummy Time. https://www.parents.com/baby/development/physical/the-benefits-of-tummy-time/
comment-icon comment-icon