Loading...
burger menu

Riwayat Pencarian

Pencarian Populer

10 Manfaat MPASI yang Wajib Mama Ketahui

Nutrisi

10 Manfaat MPASI yang Wajib Mama Ketahui


Berdasarkan data global World Health Organization tahun 2020, terdapat 149 juta balita yang mengalami stunting (terlalu pendek untuk seusianya) dan 45 juta balita mengalami wasting (terlalu kurus untuk tinggi badannya). Di banyak negara, hanya sedikit balita usia 6-23 bulan yang mendapat makanan pendamping air susu ibu (MPASI) yang baik, cukup, dan aman.

MPASI adalah makanan mulai dikonsumsi bayi sejak usia enam bulan. Beberapa orang tua berpikir bahwa MPASI hanya sebagai pendamping ASI, tetapi kenyataannya MPASI adalah sumber energi utama untuk bayi sejak usia enam bulan. Selama masa ini, bila jumlah MPASI yang diberikan tidak cukup, maka anak berisiko mengalami gagal tumbuh kembang.1,2

10 Manfaat MPASI bagi Bayi yang Harus Mama Pahami

MPASI membawa berbagai manfaat bagi tumbuh kembang anak, yaitu:2-4

1. Sumber energi

Bayi usia enam bulan membutuhkan energi dan nutrisi melebihi yang dikandung ASI. Oleh karena itu, ASI saja tidak cukup dan bayi memerlukan MPASI sebagai sumber energi utama. Pada usia ini juga, bayi telah memiliki kemampuan makan. Bila MPASI diberikan secara terlambat atau tidak tepat, maka pertumbuhan anak bisa terganggu.2

2. Memperkenalkan dan mengajari bayi mengenai makanan

Selain belajar mengenal makanan, bayi juga mengenal jam makan, rasa lapar, dan pentingnya makan.3

3. Mendukung perkembangan kemampuan makan

Kemampuan menggigit, melumatkan makanan, dan mengunyah dengan benar sangat penting bagi bayi di bawah usia satu tahun.3

4. Mengembangkan kemampuan bayi untuk makan sendiri

Ketika sedang latihan makan sendiri, bayi menggunakan koordinasi mata-tangan, motorik kasar dan halus, terutama saat menggunakan alat makan.3

5. Mengembangkan selera makan anak

Dalam pemberian MPASI, bayi diajak untuk mencoba berbagai rasa makanan yang menentukan selera makannya di masa mendatang.3

6. Melawan infeksi

Kandungan zinc dan zat besi pada MPASI dapat membantu melawan penyakit infeksi dan membantu proses penyembuhan dari penyakit infeksi, seperti diare yang sering dijumpai pada bayi.4

7. Membantu pembentukan tulang

Kalsium dan protein pada MPASI akan membantu dalam pembentukan tulang anak.4

8. Membantu menjaga kesehatan jantung

Kandungan mineral dan vitamin dalam buah MPASI bermanfaat untuk membantu menjaga kesehatan jantung.

9. Menangkal radikal bebas

Radikal bebas berbahaya untuk kesehatan bayi. Salah satu menu MPASI yang bermanfaat untuk menangkal radikal bebas adalah buah naga. Buah yang satu ini kaya antioksidan.

10. Menjaga kesehatan ginjal

Selain jantung, manfaat MPASI untuk bayi adalah menjaga kesehatan ginjal. Beragam buah yang bisa dikonsumsi bisa meningkatkan kesehatan ginjal bayi.

Syarat-syarat MPASI

Untuk memenuhi kebutuhan nutrisi bayi, MPASI harus memenuhi syarat berikut ini:2

Tepat waktu

MPASI diberikan saat kebutuhan energi dan nutrisi bayi melebihi zat gizi pada ASI.

Cukup

MPASI memberikan energi, protein, dan mikronutrien yang cukup untuk menunjang kebutuhan nutrisi anak. Konsistensi dan variasi makanan ditingkatkan seiring pertambahan usia bayi. Pada usia enam bulan, bayi dapat diberikan makanan lunak yang dibentuk bubur saring/ puree, mashed, atau semi-solid. Bayi usia 8 bulan dapat mengonsumsi finger food. Bayi usia 12 bulan dapat mengonsumsi makanan rumah/makanan keluarga, dengan mengutamakan makanan yang tinggi gizinya.

Aman

MPASI secara higienis disimpan dan dipersiapkan, serta diberikan dengan tangan yang bersih, peralatan yang bersih, dan tidak diberikan melalui botol dot.

Cara pemberian tepat

Pemberian makanan konsisten dengan tanda-tanda anak lapar dan kenyang, serta jumlah dan frekuensi makanan disesuaikan dengan usia. Pada usia 6-8 bulan, bayi harus mendapat 2-3 kali MPASI per hari, dan pada usia 9-24 bulan, bayi mendapat 3-4 kali MPASI per hari. Pada usia 12-24 bulan, anak bisa diberikan makanan selingan yang bernutrisi 1-2 kali per hari, di luar makanan utama. Cara pemberian MPASI yang direkomendasikan adalah responsive feeding, di mana kita memberi makan saat tanda anak lapar dan berhenti saat anak menunjukkan tanda kenyang. Saat memberi makan, orang tua sebaiknya mengajak anaknya berbicara, dengan sabar menyuapi, dan mempertahankan kontak mata dengan anak.

Makanan yang tidak disarankan sebagai MPASI ialah makanan yang bentuknya dapat memicu tersedak, seperti anggur atau makanan lainnya berbentuk bulat atau sulit dihancurkan dengan jari. Makanan yang perlu dihindari ialah minuman dengan zat gizi yang rendah seperti teh, kopi, minuman soda. Orang tua juga perlu memperhatikan pemberian jus. Jumlah jus tidak boleh terlalu banyak hingga mengurangi asupan makanan utama yang kaya gizi.2 MPASI yang baik adalah makanan yang:4

  1. Tinggi energi, protein, mikronutrien (zat besi, zinc, kalsium, vitamin A, vitamin C, dan folat).
  2. Tidak pedas atau terlalu asin.
  3. Mudah dimakan anak.
  4. Disukai anak.
  5. Mudah tersedia dan mudah didapatkan.

MPASI sebaiknya bervariasi dan bergizi, untuk memenuhi berbagai zat gizi yang diperlukan oleh anak. Berbagai contoh bahan MPASI yang baik ialah:4

  1. Makanan sumber hewani atau ikan mengandung protein, zat besi, dan zinc. Hati juga menyediakan vitamin A dan asam folat bagi anak. Kuning telur adalah sumber protein dan vitamin A yang baik.
  2. Produk susu, seperti susu, keju, dan yoghurt, merupakan sumber kalsium, protein, energi, dan vitamin B.
  3. Kacang-kacangan merupakan sumber protein dan zat besi yang baik, tetapi sebaiknya tidak diberikan pada bayi yang belum bisa mengunyah karena risiko tersedak.
  4. Sayur-sayuran hijau tua seperti bayam, mengandung karoten yang tinggi dan merupakan bahan vitamin A. Akan tetapi, sayur-sayuran saja tidak mampu mencukupi kebutuhan zat besi. Zinc, dan vitamin B6 yang krusial untuk pertumbuhan.
  5. Buah-buahan yang kaya vitamin C akan membantu penyerapan zat besi.
  6. Lemak dan minyak merupakan sumber energi bagi anak. Beberapa lemak esensial dibutuhkan untuk tumbuh kembang anak.

Pada kondisi di mana protein hewani sulit didapat, orang tua boleh memberikan MPASI yang difortifikasi oleh zat besi, zinc, dan yodium kepada bayinya, sehingga kebutuhan zat-zat tersebut tetap terpenuhi. Zat-zat tersebut penting dalam pembentukan sel darah, mencegah gangguan kelenjar tiroid, dan menyokong imunitas tubuh dalam melawan infeksi.4 Mengingat berbagai manfaat MPASI, mari kita berikan MPASI yang terbaik untuk anak kita demi masa depan yang cerah dan kesehatan yang optimal.

  1. World Health Organization (WHO). Infant and young child feeding [internet]. Geneva; 2021 [updated June 2021; cited 2021 Sep 16]. Available from: https://www.who.int/news-room/fact-sheets/detail/infant-and-young-child-feeding
  2. World Health Organization (WHO). Complementary feeding [Internet]. Geneva: World Health Organization; 2021 [updated 2021; cited 2021 Sep 16]. Available from: https://www.who.int/health-topics/complementary-feeding#tab=tab_1
  3. Stirling-Reed C. The Importance of nutrition during the first 1000 days of life [Internet]. Charlotte Stirling-Reed; 2020 [updated 2020; cited 2021 Sep 15]. Available from: https://www.srnutrition.co.uk/2020/12/the-importance-of-nutrition-during-the-first-1000-days-of-life/
  4. World Health Organization (WHO). Infant and young child feeding: model chapter for textbooks for medical students and allied health professionals. Geneva: World Health Organization; 2009. 
  5. Monaghan K. Finger food size guide [Internet]. Friendly First Foods; 2016 [2016; cited 2021 Sep 16]. Available from: https://friendlyfirstfoods.co.uk/finger-food-size-guide-really-useful-banana-hack/
comment-icon comment-icon