Loading...

Riwayat Pencarian

Pencarian Populer

burger menu
Perkembangan Kognitif Anak dan Cara Stimulasinya

Stimulasi

Perkembangan Kognitif Anak dan Cara Stimulasinya

Article By : Annisa Amalia Ikhsania

Memantau perkembangan kognitif anak usia dini sangatlah penting, Ma. Karena, keterampilan ini akan berkembang pesat dalam 5 tahun pertama kehidupannya dan sangat berhubungan dengan kesiapan si Kecil belajar di sekolah nantinya. Di masa ini, Mama akan melihat anak mulai memahami koneksi atau hubungan antara objek dan orang di sekitarnya. 

Akan tetapi, memantau keterampilan kognitif atau otak anak mungkin tidak semudah mengukur pertumbuhan fisiknya. Untuk itu, yuk simak selengkapnya mengenai tahapan perkembangan kognitif anak usia 1-5 tahun di sini!

Apa Itu Perkembangan Kognitif?

Tahukah Mama? Anak akan mengalami masa periode emas yang sangat penting dan tidak boleh terlewatkan sampai ia berusia 3 tahun. Pasalnya pada masa-masa tersebut, kemampuan kognitif anak masih bertumbuh dan berkembang dengan pesat.

Bahkan, sekitar 80% keterampilan kognitif anak terjadi optimal pada 3 tahun pertama kehidupannya, dan sampai 90% kemampuannya masih akan terus berkembang hingga mencapai usia 5 tahun.

Lalu, apa itu perkembangan kognitif? Perkembangan kognitif adalah kemampuan anak dalam berpikir, perhatian, mengingat dan memproses informasi, belajar mengevaluasi, menganalisis, hingga membandingkan dan memahami hubungan sebab akibat. Itu sebabnya, kemampuan kognitif juga menjadi bagian dari perkembangan otak.

Meski keterampilan kognitif sering kali dikaitkan dengan faktor genetik, tetapi sebetulnya keterampilan berpikir dan belajar bisa diperoleh dari stimulasi yang tepat dan rutin.

Namun sebelum itu, alangkah baiknya kita mengetahui bersama seperti apa tahapan perkembangan kognitif anak terlebih dahulu. 

Teori Perkembangan Kognitif Menurut Piaget

Salah satu teori kognitif yang paling terkenal adalah teori Piaget yang dicetuskan oleh Jean Piaget. Teori Piaget adalah kemampuan kognitif anak sejak ia masih kecil hingga memasuki usia remaja. 

Teori perkembangan kognitif Piaget mengemukakan bahwa perkembangan ini terjadi melalui interaksi dan peristiwa di lingkungan sekitar, serta anak-anak akan melewati serangkaian tahapan.

Dalam penelitiannya mengenai perkembangan atau kemampuan kognitif, Piaget sendiri membagi tahapan perkembangan kognitif menjadi 4 bagian, yakni: 

  • Tahap sensori motorik (usia 0-2 tahun).

  • Tahap pra-operasional (usia 2-7 tahun).

  • Tahap operasional konkret (usia 7-11 tahun).

  • Tahap operasional formal (usia 11-15 tahun).

Melansir dari Simply Psychology, teori perkembangan kognitif oleh Jean Piaget menunjukkan bahwa kecerdasan dapat berubah seiring pertumbuhan anak. Dari teori ini juga dijelaskan bahwa semua anak melewati tahap perkembangan dalam urutan yang sama, tapi tidak semua anak memiliki kecepatan yang sama.

Seperti halnya perkembangan bayi dalam aspek lainnya, tahapan ini penting untuk dipantau. Bila terjadi keterlambatan dalam perkembangan, ini bisa menjadi salah satu tanda awal adanya gangguan perkembangan seperti misalnya gangguan atensi dan hiperaktif (ADHD), keterlambatan perkembangan secara global, atau disabilitas intelektual.

Baca Juga: Tahap Perkembangan Kreativitas Anak Usia Dini

Milestone Perkembangan Kognitif Anak Usia 1-5 Tahun

Semakin bertambahnya usia, kemampuan kognitif anak semakin bertambah, dan setiap anak memiliki tahapan yang berbeda. Berikut tahapan perkembangan kognitif anak usia dini hingga usia sekolah (usia 1-5 tahun) yang bisa menjadi panduan Mama dan Papa.

1. Perkembangan Kognitif Anak Usia 1 Tahun

Setelah merayakan ulang tahun pertamanya, si Kecil jadi lebih penasaran terhadap banyak hal di usia ini. Bayi Mama sekarang sudah semakin hebat meniru ucapan dan tindakan yang dilakukan oleh orang tuanya. Ini karena bayi 12 bulan banyak belajar dari hal-hal yang dilihatnya sehari-hari.

Si Kecil tidak lagi memegang barang-barang di sekitarnya secara acak, seperti yang dilakukannya di bulan-bulan sebelumnya. Sekarang, ia mulai menggunakannya dalam konteks yang tepat. Misalnya, menggunakan sisir untuk rambutnya, mengoceh lewat telepon, dan memutar kemudi mobil mainan. 

Adapun kegiatan yang dapat bantu stimulasi perkembangan kognitif anak usia 1 tahun adalah sebagai berikut. 

  • Melatih anak dengan tepuk ketukan pada drum mainan atau permukaan benda sambil menghitung setiap ketukan. Si Kecil seharusnya mulai bisa meniru ritme seiring dengan bertambahnya waktu.

  • Ajak anak bicara mengenai segala sesuatu yang ada di sekitarnya, sambil menunjuk dan memberi nama benda atau bagian tubuh yang berbeda. Contoh, pegang jari anak dan bantu ia menunjuk anggota tubuhnya sambil berkata, “Ini hidung. Ini kepala”, atau menunjuk benda “Ini meja. Ini kulkas.”

  • Bermain teka-teki sesuai usia, permainan mencocokkan, permainan mengurutkan, dan menyusun balok dapat melibatkan anak balita dan anak-anak prasekolah dalam aktivitas yang mengharuskan mereka memikirkan suatu masalah dan menemukan solusinya.

  • Ajarkan anak tepuk tangan sambil mengikuti ritme sebuah lagu saat diminta untuk melakukannya. Misalnya, nyanyikanlah “Jika Kau Suka Hati, Tepuk Tangan.”

2. Perkembangan Kognitif Anak Usia 2 Tahun

Contoh perkembangan anak usia 2 tahun dari sisi kognitif di antaranya adalah ia dapat mengenali bayangannya sendiri di depan cermin. Ia juga mampu menyebut namanya sendiri atau nama panggilan lain yang sering disebut. 

Si Kecil sudah mampu menyortir objek dan membedakannya menjadi beberapa kelompok, misalnya mobil dan hewan. Ia dapat mengomunikasikan apa yang mereka lakukan dengan menggunakan kata-kata dasar dan suka meniru tindakan orang dewasa. 

Berikut adalah beberapa kegiatan yang dapat membantu keterampilan kognitif anak usia 2 tahun.

  • Nyanyikan lagu favorit anak-anak yang mencakup nama benda atau hewan yang berbeda, seperti “Old MacDonald had a Farm”. Mama dapat menyebut nama hewan yang akan membantu si Kecil memperhatikan dan mengingatnya. 

  • Lakukan permainan "Apa yang Ada dalam Kotak?" Dengan menunjukkan benda-benda yang berbeda, seperti remote tv, sisir, mainan balok, dan lain sebagainya, sebelum menempatkannya dalam kotak. Kemudian, mintalah ia untuk mengingat dan memberi tahu barang apa saja yang ada di dalamnya.

  • Berlatih menyanyikan lagu alfabet. Bantu si Kecil mengingat abjad dan tunjukkan juga melalui buku bergambar.

  • Beri pertanyaan pada si Kecil yang akan melatihnya mencari jawaban dan solusi sendiri.

  • Minta si Kecil untuk mencocokkan wadah berbagai ukuran dengan tutupnya yang sesuai.

3. Perkembangan Kognitif Anak Usia 3 Tahun

Memasuki usia 3 tahun, anak mulai memahami konsep waktu dan mampu membedakan antara "sekarang", "segera", dan "nanti". Ia mulai mengurutkan objek berdasarkan satu ciri seperti bentuk, ukuran, atau warna. 

Perlahan anak Mama akan mulai memahami konsep ukuran, misalnya objek mana yang lebih besar dibandingkan dengan yang lain. Ia sudah bisa menunjukkan dengan jari-jari saat ditanya mengenai umurnya. 

Sekarang, ia juga sudah memiliki konsentrasi yang lebih baik, walaupun terkadang masih dapat mudah terganggu. Pertanyaan "mengapa" dan "bagaimana" akan menjadi bagian dari diskusi harian Mama dan si Kecil. Hal ini wajar terjadi kok, Ma, karena ia semakin ingin tahu dengan dunia di sekitarnya.

Beberapa kegiatan yang dapat membantu keterampilan kognitif anak usia 3 tahun di antaranya, yakni:

  • Bantu si Kecil memahami kata-kata dan benda. Sebagai contoh, tunjukkan kepadanya kata "kucing" dan kemudian bantu dia mengenali objek kucing sebenarnya dalam kehidupan nyata.

  • Perkenalkan nama-nama hari dengan bernyanyi. Manfaatkan kemampuan mengingat anak yang semakin baik dengan mengajak ia belajar sambil bermain.

  • Kegiatan memilah-milah benda akan mengembangkan kemampuannya untuk menyortir, menyusun, serta mengklasifikasikan objek sesuai warna, bentuk, dan ukuran.

  • Lakukan permainan memori bersama si Kecil, misalnya mencocokkan kata-kata dengan gambar yang tepat

  • Berikan si Kecil puzzle, mulai dari menyortir bentuk, atau yang akan melatihnya belajar tentang berbagai bentuk dan ruang.

  • Pilih kategori warna atau bentuk. Kemudian, secara bergiliran temukan contoh dari lingkungan sekitar Mama dan si Kecil. Misalnya, minta si Kecil mencari benda atau barang yang berwarna biru atau bulat.

Baca Juga: Pengaruh Screen Time dan Gadget pada Anak Balita

3. Perkembangan Kognitif Anak Usia 4 Tahun

Pada usia ini, keterampilan memecahkan masalah menjadi lebih efektif. Misalnya anak mulai dapat melakukan hipotesis, menguji, menganalisis dan mengevaluasi setiap tugas yang ada. 

Ia akan mulai merencanakan dan berpikir ke depan, juga melakukan sesuatu untuk tujuan tertentu. Keterampilan bahasa dan komunikasinya juga meningkat, karena sekarang ia dapat mengingat lebih banyak kata yang membuatnya dapat mengomunikasikan perasaan dan emosi. 

Bahkan, si Kecil sekarang sudah bisa mengikuti aktivitas dengan aturan. Misalnya, permainan kartu dan permainan sederhana lain yang memerlukan giliran, kesabaran, dan kerja sama.

Kegiatan yang dapat membantu perkembangan keterampilan kognitif anak yang berusia 4 tahun, yaitu:

  • Main petak umpet dengan si Kecil. Kegiatan ini dapat memberinya kesempatan untuk mengeksplorasi sambil mencari lokasi yang mungkin merupakan tempat Mama bersembunyi di dalam rumah.

  • Mintalah si Kecil untuk membantu Mama memilah-milah pakaian yang berbeda berdasarkan pemiliknya. Misalnya, campurkan pakaian dari setiap anggota keluarga dan minta ia menebak siapa pemilik dari masing-masing pakaian tersebut.

  • Buat permainan yang mengharuskan si Kecil mengikuti berbagai instruksi yang Mama berikan kepadanya. Misalnya, "Ayo duduk!", "Coba taro satu tangan di kepala!" atau "Coba berdiri dengan satu kaki!"

  • Permainan "Ya atau Tidak". Ajukan pertanyaan kepada anak yang jawabannya bisa benar atau salah. Lalu, minta ia untuk menjawab dengan kata “ya” atau “tidak”. Misalnya "Apakah langit warnanya merah?“, jika jawabannya tidak, Mama juga bisa meminta si Kecil menjawab dengan hal yang benar.

4. Perkembangan Kognitif Anak Usia 5 Tahun

Masa prasekolah adalah fase di mana anak akan mengalami pertumbuhan dan perkembangan yang cepat, terutama pada kemampuan berpikirnya. 

Si Kecil yang penasaran dan ingin tahu lebih mampu melakukan percakapan. Kosa katanya berkembang seiring dengan proses berpikirnya. Anak tidak hanya bisa menjawab pertanyaan sederhana dengan mudah dan logis, tapi ia juga bisa mengekspresikan perasaan dengan lebih baik. 

Kebanyakan anak di usia ini menikmati bernyanyi, berirama, dan menyusun kata-kata. Biasanya si Kecil juga sudah bisa menghitung 10 atau lebih objek, mengenali setidaknya 4 warna dan 3 bentuk, serta mengenali huruf dan akan mencoba menuliskan namanya sendiri jika diajarkan. 

Berikut sejumlah kegiatan yang dapat membantu kemampuan kognitif anak usia 5 tahun:

  • Mulailah permainan "tebak-tebakan", misalnya memberikan huruf pertama dari sebuah benda di sekitar. Nantinya, si Kecil harus berpikir dan menebak berbagai pilihannya.

  • Minta si Kecil untuk memejamkan mata dan merasakan benda dengan berbagai bentuk dan tekstur untuk mengenali benda apa itu.

  • Mainkan permainan "Yang Mana yang Tidak Termasuk?". Mama bisa menamai barang-barang, seperti buku, majalah, komputer, kartu ulang tahun, dan lainnya. Kemudian, ajak ia untuk mengidentifikasi mana yang paling menarik perhatiannya dan sertai dengan alasannya.

  • Ajak si Kecil bermain puzzle yang menantang sehingga mengharuskannya untuk berpikir secara mandiri

Pentingnya Dampingan Nutrisi yang Tepat untuk Keterampilan Kognitif Anak

Nah, itulah tadi berbagai aspek keterampilan kognitif anak usia 1-5 tahun serta ragam kegiatan yang bisa orang tua lakukan untuk mendukung tahapan tumbuh kembangnya

Pastikan orang tua selalu memperhatikan setiap proses pembelajaran yang dilalui si Kecil. Ini karena kemampuan kognitif anak menjadi salah satu aspek penting sebagai bekal anak untuk menjadi pemenang di masa depan.

Selain melakukan ragam kegiatan untuk dukung tumbuh kembangnya, Mama juga bisa bantu melengkapi kebutuhan asupan nutrisi harian anak lewat pemberian susu pertumbuhan terfortifikasi. 

Untuk anak berusia 1 tahun ke atas, Mama bisa memberikan susu pertumbuhan terfortifikasi seperti Nutrilon Royal 3, sedangkan anak berusia 3 tahun ke atas Mama bisa berikan Nutrilon Royal 4.

Keduanya dilengkapi dengan omega 3 & 6, prebiotik, dan DHA yang lebih tinggi untuk bantu mendukung perkembangan kemampuan daya tangkap, memori, dan proses pembelajaran si Kecil. 

Kandungan 12 vitamin dan 9 mineral penting di dalamnya juga dapat bantu mendukung tumbuh kembang dan daya tangkap optimal anak.

Tak hanya itu, susu Nutrilon diperkaya dengan formula ACTIDUOBIO+, yaitu perpaduan FOS:GOS prebiotik rasio 1:9 yang paling tinggi untuk membantu menjaga sistem pencernaan si Kecil, serta mendukung daya tahan tubuh dan daya tangkapnya. 

Baca Juga: Tahapan Perkembangan Motorik Halus Anak Usia Dini

Jangan lupa daftarkan diri Mama di MyNutriclub sekarang juga untuk dapatkan penawaran dan promo menarik, juga konten-konten digital eksklusif seperti Podcast, Parenting E-book, hingga Kulwap yang dimoderatori oleh ahli di bidangnya.

Semoga informasi ini bermanfaat ya, Ma!

  1. Simply Psychology. https://www.simplypsychology.org/piaget.html. Diakses pada 22 Desember 2022.
  2. First Thing First. https://www.firstthingsfirst.org/early-childhood-matters/brain-development/. Diakses pada 22 Desember 2022.
  3. Baby Center. https://www.babycenter.com/toddler/1-year-old/12-month-old_40007620. Diakses pada 22 Desember 2022.
  4. Rainforest Learning Centre. https://rainforestlearningcentre.ca/what-are-cognitive-developmental-milestones-in-early-childhood/. Diakses pada 23 Desember 2022.
  5. Very Well Mind. https://www.verywellmind.com/piagets-stages-of-cognitive-development-2795457. Diakses pada 23 Desember 2022.
  6. Malik F, Marwaha R. Cognitive Development. [Updated 2022 Sep 18]. In: StatPearls [Internet]. Treasure Island (FL): StatPearls Publishing; 2022 Jan-. Available from: https://www.ncbi.nlm.nih.gov/books/NBK537095/
comment-icon comment-icon