Mendidik anak usia 3 tahun perlu dilakukan dengan cara yang menyenangkan, konsisten, dan penuh interaksi. Gunakan permainan sebagai cara utama untuk melatih kemampuan motorik sosial, dan kognitif, contohnya permainan menyusun puzzle atau bermain peran. Sementara itu, dorong rasa ingin tahunya untuk eksplorasi bakat melalui seni, musik, drama, atau kegiatan eksperimentasi.
Cara Mendidik Anak Usia 3 Tahun agar Cerdas & Optimal Tumbuh Kembangnya
Apa saja yang perlu Mama ajarkan kepada anak usia 3 tahun agar ia semakin pintar dan disiplin? Lihat penjelasan lengkapnya berikut ini, Ma!
1. Ajarkan Anak Mengendalikan Emosi
Menurut Jennifer Margaret Katzenstein, PhD dari Johns Hopkins Medicine, anak usia 1-4 tahun wajar mengalami tantrum karena belum bisa mengekspresikan perasaannya dengan baik.
Jadi, bantu anak mengidentifikasi dan mengelola perasaannya secara verbal. Berikut beberapa cara menghadapi anak tantrum yang tepat dan efektif:
- Tetap tenang dan jangan merespons saat tantrum sedang berlangsung.
- Alihkan pandangan dan perhatian Mama ke hal lain.
- Jangan bicara, memeluk, atau mencoba menenangkan dulu. Tunggu sampai anak benar-benar berhenti menangis atau berteriak.
- Setelah berhenti, berikan pujian yang spesifik, misalnya “Terima kasih ya, nak, sudah tenang dan nggak nangis lagi”
- Validasi perasaan anak, misalnya dengan, “Mama lihat kamu tadi marah dan kesal….”
- Bantu anak memecahkan masalahnya. Dengan bahasa yang lembut dan tenang, minta anak menceritakan mengapa ia kesal, sedih, marah, atau frustasi, misalnya “Adik marah karena lapar atau mengantuk?”
- Jangan menyerah atau memberikan perhatian di tengah tantrum, agar tantrum tidak makin menjadi.
- Jika tantrum berubah agresif, segera hentikan dan amankan anak atau lakukan timeout.
Jika si Kecil tantrum di lokasi yang ramai, ajak ia pindah ke tempat yang lebih tenang dan aman. Hindari berteriak kepada anak atau memaksanya untuk diam.
2. Terapkan Disiplin yang Positif dan Konsisten
Mengajarkan disiplin sejak kecil membantu anak belajar bertanggung jawab, mengatur emosi, dan membangun rasa percaya diri untuk masa depannya.
Dengan bimbingan penuh kasih, anak juga terbiasa mengikuti aturan sehingga tumbuh menjadi pribadi yang sopan dan gigih. Berikut cara mengajarkan disiplin pada anak di usia dini:
- Mengajarkan batasan. Ajari anak untuk mengenali hal yang benar dan salah.
- Menyepakati peraturan. Buat aturan yang dapat diikuti oleh si Kecil dan pastikan ia menaatinya.
- Menyepakati konsekuensi. Mama perlu menyepakati konsekuensi apa yang akan diterima ketika si Kecil melanggar peraturan.
- Tunjukkan konsekuensi. Biarkan anak melakukan hal negatif (yang tidak berbahaya), agar ia paham konsekuensi dari perbuatan yang dilakukan dan berhenti mengulanginya.
Baca Juga: 10 Peran Orang Tua dalam Mendidik Anak
3. Latih Kemampuan Berbagi dan Bergiliran
Di usia 3 tahun, si Kecil sudah mulai mengerti konsep “bergantian dan berbagi”. Walau begitu, ia mungkin masih kesulitan untuk menunggu giliran atau meminjamkan mainannya.
Sebagai contoh, Mama dapat mengajak si Kecil untuk membawa bekal biskuit ke sekolah agar dimakan bersama. Bisa juga, puji si Kecil ketika berhasil mengantre main perosotan di taman.
Namun, jangan pernah memaksa si Kecil untuk meminjamkan mainan atau barang apa pun yang sedang ia pakai. Tujuannya agar di masa depan ia tetap bisa mempertahankan haknya.
4. Ajarkan Sopan Santun Sejak Dini
Mengajarkan sikap sopan santun pada anak akan membantunya memiliki kecerdasan emosional yang lebih baik. Jadi, ia lebih mudah berbaur dalam masyarakat.
Berikut adalah cara mendidik anak usia 3 tahun supaya terbiasa bersikap sopan dan santun:
- Mengucapkan terima kasih setiap kali mendapat bantuan atau diberi sesuatu.
- Meminta maaf jika berbuat salah.
- Mengucapkan kata tolong ketika meminta sesuatu.
- Mengucapkan kata “permisi” saat lewat di depan orang tua atau orang lain yang sedang duduk.
- Mengucap salam ketika datang atau pergi dari rumah.
5. Stimulasikan Kecerdasan Lewat Aktivitas Harian
Cara mendidik anak usia 3 tahun supaya cerdas bisa dengan melakukan berbagai stimulasi menarik.
Mama bisa mengajak si Kecil bermain peran, memasak bersama, sensory play, permainan berhitung, bahkan eksplorasi di luar ruangan. Terlebih, anak di usia ini sudah mulai penasaran dengan banyak hal.
Melakukan aneka stimulasi yang menyenangkan akan memenuhi keinginan bermainnya sekaligus mendukung perkembangan emosi, kognitif, bahasa, hingga meningkatkan bonding bersama Mama dan Papa.
6. Belajar Baca, Tulis, Hitung dengan Cara Menyenangkan
Pada usia 3 tahun, si Kecil sudah cukup siap untuk diperkenalkan oleh Mama Papa dengan baca, tulis, dan hitung. Berikut beberapa cara mendidik anak usia 3 tahun supaya ia cepat belajar membaca, menulis, dan berhitung:
- Membacakan buku cerita, agar anak familier dengan huruf dan angka.
- Menggunakan flashcard huruf dan angka, agar si Kecil lebih aktif dan suasana belajar terasa menyenangkan menggunakan kartu-kartu ini.
- Sediakan buku gambar, biarkan anak menggambar sesuka hati untuk melatih otot tangannya.
- Memberikan buku latihan menulis, pilih buku untuk menghubungkan titik-titik untuk mulai belajar menulis.
7. Ajarkan Anak Melakukan Eksperimen Sederhana
Anak usia 3 tahun sudah mulai penasaran dengan banyak hal. Untuk menjawab rasa penasarannya, Mama bisa mengajak si Kecil melakukan eksperimen sederhana.
Misalkan untuk memberikan jawaban mengapa roket bisa terbang ke atas. Caranya, adalah dengan menyiapkan baskom kecil dengan air dan gambar roket yang telah dilaminating.
Oleskan sabun cair di balik gambar roket, lalu letakkan di permukaan air. Kemudian, roket akan meluncur ke atas akibat dorongan sabun.
Baca Juga: Cara Melatih Fokus Anak yang Efektif Diterapkan di Rumah
8. Ajak Anak Bergerak Aktif Setiap Hari
Di usia ini, dukung anak agar aktif sepanjang hari untuk mendukung pertumbuhan dan perkembangannya. Mama dapat membiarkan anak melakukan aktivitas fisik yang melibatkan motorik kasar.
Mulai dari menaiki tangga, mengendarai sepeda, melempar dan menendang bola, berlari, memanjat, hingga melompat dan menjaga keseimbangan tubuh dengan satu kaki.
9. Jangan Terlalu Keras, Tapi Tetap Tegas
Mama dan Papa harus selalu kompak dalam menerapkan cara mendidik anak usia 3 tahun. Tidak perlu terlalu keras, tapi pastikan tetap tegas dan bisa dipahami si Kecil.
Samakan dan buat aturan bersama, misalnya hanya memperbolehkan anak main gadget selama 30 menit dalam sehari, atau justru boleh bermain di akhir pekan.
Cara ini diharapkan dapat mengajari anak agar lebih bertanggung jawab dan mandiri.
10. Berikan Apresiasi yang Tepat
Berikan apresiasi yang tepat dengan fokus pada usaha, proses, dan ketekunan anak, bukan hanya hasil akhirnya. Ini membantu anak merasa dihargai dan termotivasi untuk terus belajar dan melakukan hal baik.
Jenis apresiasi bisa berupa pujian verbal, sentuhan hangat, atau ucapan terima kasih yang spesifik sesuai perilaku baik yang dilakukan anak. Sampaikan pujian yang jujur, sederhana, dan sesuai dengan pencapaian mereka.
Namun, hindari overpraise atau pujian berlebihan ya, Ma. Ini justru dapat membuat anak merasa harus selalu sempurna dan takut gagal.
11. Jadi Teladan yang Baik
Pada usia ini, Mama dan Papa sebagai pengasuh utama adalah idola si Kecil. Jadi, cara mendidik anak usia 3 tahun supaya cerdas adalah dengan menjadi contoh nyata.
Apabila ingin si Kecil tumbuh menjadi anak yang suka membaca sehingga ia cerdas dan berwawasan luas, Mama perlu mencontohkan aktivitas ini padanya.
Ajak si Kecil untuk membaca buku dengan konsisten, minimal 1 jam dalam sehari. Misalkan di sore hari sambil duduk di taman belakang atau sebagai rutinitas sebelum tidur.
12. Jangan Banding-bandingkan Anak
Perkembangan setiap anak berbeda-beda. Jadi, Mama tidak perlu khawatir dan membandingkan kemampuan si Kecil dengan anak lainnya.
Selama si Kecil masih dalam jalur perkembangan yang normal, maka tidak masalah. Lakukan pemeriksaan fisik secara berkala dan memberi stimulasi yang tepat.
Kapan Harus Konsultasi ke Dokter atau Psikolog Anak?
Penting bagi Mama dan Papa untuk rutin mengajak si Kecil melakukan pemeriksaan pertumbuhan fisik dan perkembangan guna mengetahui apakah ia berada di jalur yang tepat.
Pastikan Mama dan Papa juga mengenali berbagai ciri yang menandakan ada masalah pada tumbuh kembang si Kecil, seperti:
- Tidak ada kontak mata.
- Kesulitan dalam melihat dan mendengar.
- Belum mampu mengucapkan tiga kata dalam satu kalimat dan belum lancar berkomunikasi.
- Belum mampu memahami dua perintah sekaligus, seperti “Tolong ambil sepatu dan masukkan ke dalam kotak”.
- Obrolan masih sulit dipahami saat bicara.
- Merasa susah berpisah dengan Mama maupun orang terdekat lainnya.
- Tidak tertarik bermain dengan teman sebaya.
- Belum mampu melakukan pretend play.
- Sering kali tersandung saat berjalan atau berlari.
- Tidak lurus dan sering bergoyang saat berjalan atau berlari.
- Masih kesulitan memegang benda-benda kecil, seperti pensil atau krayon.
- Belum mampu mencoret-coret atau menggambar bentuk sederhana.
Apabila Mama merasa ada gangguan perkembangan pada si Kecil, segera berkonsultasi dengan dokter anak, ya.
Baca Juga: 10 Cara Belajar Efektif untuk Anak dan Menyenangkan=
Untuk mendukung tumbuh kembang si Kecil semakin optimal, ia juga butuh asupan gizi yang terbaik dari makanan sehari-hari dan tambahan susu pertumbuhan terfortifikasi.
Nutrilon Royal 3 satu-satunya formula teruji klinis yang dirancang secara saintifik dengan Double Biotics FOS:GOS dan DHA EPA yang lebih tinggi, menjadikannya nutrisi optimal sebagai "The Formula to Win". Dukung daya tahan tubuh dan kemampuan berpikir si Kecil demi persiapkan anak untuk menang. Dapatkan produk Nutrilon terlengkap hanya di NutriShop.
Jangan lupa gabung jadi member Nutriclub untuk dapatkan ratusan expert-verified parenting content yang terkurasi sesuai usia si Kecil, akses ke call center yang terhubung langsung dengan ahli seputar nutrisi dan tumbuh kembang anak, serta beragam exclusive rewards khusus untuk Mama dan si Kecil dari setiap pembelian produk Nutrilon. Daftar gratis, sekarang!
