Loading...
Banner Artikel 7 Cara Mencegah Stunting Sejak 1000 Hari Pertama Kehidupan
Tumbuh Kembang

7 Cara Mencegah Stunting Sejak 1000 Hari Pertama Kehidupan

Disusun oleh: Tim Penulis

Diterbitkan: 11 Agustus 2023

Diperbarui: 26 November 2025


  • Apa Itu Stunting dan Dampaknya pada Anak?
  • Apakah Stunting Setelah Usia 2 Tahun Masih Bisa Disembuhkan?
  • Cara Mencegah Stunting pada Anak
  • Kapan Harus Berkonsultasi dengan Dokter?

Cara mencegah stunting perlu dilakukan sesegera mungkin. Jika tidak, tumbuh kembang si Kecil terganggu dan bisa menurunkan kualitas hidup si Kecil hingga dewasa nanti.

Apa Itu Stunting dan Dampaknya pada Anak?

Stunting adalah gangguan pertumbuhan dan perkembangan anak akibat kekurangan gizi kronis yang terjadi secara berkelanjutan dalam 1000 hari pertama kehidupan (HPK). 

Menurut World Health Organization (WHO), dampak stunting yang bisa terjadi pada anak, di antaranya:

  • Tubuh lebih pendek daripada teman sebayanya.
  • Perkembangan otak tidak optimal.
  • Rentan sakit.
  • Kesulitan belajar di sekolah.
  • Daya saing lebih rendah.
  • Berisiko terkena penyakit kronis saat dewasa.

Apakah Stunting Setelah Usia 2 Tahun Masih Bisa Disembuhkan?

Dampak kekurangan gizi pada 1000 HPK bersifat permanen dan sulit diperbaiki, terutama setelah anak mencapai usia 2 tahun.

Anak dengan gejala stunting masih bisa sembuh jika mendapat penanganan tepat sebelum menginjak usia 2 tahun atau masih dalam masa 1000 HPK

Setelah lewat dari usia tersebut, efektivitas pengobatannya akan lebih sulit untuk mencapai kesembuhan 100% karena anak sudah mulai berkembang.

Baca Juga: Imun Tubuh Lemah pada Anak: Gejala, Penyebab & Cara Meningkatkannya

Cara Mencegah Stunting pada Anak

Saat periode 1000 HPK, tubuh sedang mengalami pertumbuhan dan perkembangan yang sangat pesat. Jadi, pencegahan berdampak jangka panjang bagi masa depan anak. 

Lantas, bagaimana cara mencegah stunting? Berikut rekomendasi Kementerian Kesehatan (Kemenkes) RI dan Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI):

1. Periksa Kehamilan Secara Rutin

Periksakan kesehatan diri serta kondisi kandungan secara rutin, dari mulai terkonfirmasi hamil sampai menjelang melahirkan.

Di Indonesia, ada program ANC atau antenatal care terpadu yang terdiri dari pemeriksaan bidan, dokter, dokter gigi, cek laboratorium, dan konsultasi gizi untuk menilai status gizi ibu hamil. 

Jika ditemukan risiko, tenaga kesehatan langsung mengatasi dan mencegahnya. Ingat, kunci utama cara pencegahan stunting harus dimulai sejak masa kehamilan.

Sebab, kekurangan gizi terjadi sejak dalam kandungan dan gejalanya tampak hingga berusia 2 tahun.

2. Penuhi Kebutuhan Gizi Selama Kehamilan

Karena cara mencegah stunting dimulai sejak dinyatakan hamil, maka Mama harus memenuhi gizi selama kehamilan dengan makanan bergizi dan seimbang.

Makanan bergizi seimbang harus mengandung protein, karbohidrat, lemak sehat, seluruh vitamin, dan mineral dalam jumlah yang cukup.

Bila perlu, dokter juga menganjurkan suplemen, seperti asam folat, zat besi, dan kalsium untuk membantu memenuhi kebutuhan nutrisi ibu hamil dan janin di kandungan.

Baca Juga: Tabel Tinggi Badan Anak Menurut Usia + Tips Tambah Tinggi

3. Berikan ASI Eksklusif Minimal 6 Bulan

Pemberian ASI eksklusif merupakan cara mencegah stunting yang bisa dilakukan sejak bayi baru lahir. Berikan ASI eksklusif selama 6 bulan nonstop.

Saat baru lahir, berikanlah kolostrum atau ASI pertama Mama. Jenis ASI ini padat gizi, antioksidan, dan antibodi yang melindungi bayi dari infeksi.

Jangan lupa, penuhi kebutuhan gizi Mama saat menyusui agar ASI Mama juga semakin kaya gizi dan berkualitas.

4. Dampingi dengan MPASI Bergizi dan Seimbang

IDAI merekomendasikan anak minum ASI sampai usia 2 tahun, serta makan MPASI mulai usia 6 bulan. Pastikan MPASI kaya protein, karbohidrat, lemak sehat, vitamin, zat besi, kalsium, dan mineral.

Prioritaskan protein hewani karena mengandung asam amino lengkap, sehingga lebih optimal untuk tumbuh kembang dan mencegah stunting. Contohnya, daging sapi, ayam, dan telur.

Menurut Kemenkes RI, anak dengan asupan protein yang cukup cenderung memiliki badan yang lebih tinggi daripada anak yang jarang mengonsumsi protein. 

5. Terus Pantau Tumbuh Kembang Anak

Cara pencegahan stunting selanjutnya adalah memantau tumbuh kembang anak secara teratur di Posyandu, Puskesmas, klinik, atau rumah sakit.

Tenaga kesehatan akan mengukur tubuh dan memeriksa perkembangan si Kecil sesuai usianya. Pemantauan ini juga penting untuk deteksi tanda bahaya sedini mungkin.

Pemantauan tumbuh kembang anak bisa dilakukan secara rutin dan berkala pada usia:

  • Setiap bulan ketika anak berusia 0–12 bulan.
  • Setiap 3 bulan ketika anak berusia 1–3 tahun.
  • Setiap 6 bulan ketika anak berusia 3–6 tahun.

6. Melengkapi Imunisasi

Imunisasi juga merupakan cara mencegah stunting yang sangat penting. Vaksin sesuai jadwal imunisasi akan merangsang sistem kekebalan tubuh sehingga terhindar dari infeksi berbahaya.

Menurut IDAI, anak-anak wajib menerima vaksin secara rutin sesuai jadwal, mulai dari baru lahir hingga usia 18 tahun.

7. Jaga Kebersihan Lingkungan 

Untuk cara mencegah stunting, selalu cuci tangan dengan sabun dan air mengalir setelah anak dari luar, sebelum makan, dan setelah dari toilet. Pastikan ia memakai alas kaki di luar rumah.

Berikan air minum yang sudah matang dan pastikan bahan makanan, alat masak, dan alat makannya sudah dicuci bersih dengan sabun dan air mengalir sebelum digunakan.

Hal ini dilakukan untuk menghindari cemaran bakteri dan virus dan menyebabkan diare atau infeksi lain. Studi dari Harvard School of Public Health menyebutkan, diare kronis adalah faktor ketiga penyebab stunting.

Baca Juga: Memahami Status Gizi Menurut WHO dan Cara Menghitungnya

Kapan Harus Berkonsultasi dengan Dokter?

Segera konsultasikan dengan dokter bila Mama Papa menemukan tanda awal stunting, seperti:

  • Tinggi dan berat badan lebih rendah daripada teman-teman seusianya.
  • Proporsi tubuh cenderung normal, tapi tampak lebih muda daripada teman-teman sebayanya.
  • Pertumbuhan gigi terhambat.
  • Perkembangan motorik yang lebih lambat daripada teman-teman sebaya, seperti kesulitan berjalan dan mengambil barang.
  • Gampang sakit akibat infeksi.
  • Kesulitan merespons stimulasi dan belajar hal baru.

Cara pencegahan stunting harus dilakukan sedini mungkin, yakni sejak Mama dinyatakan hamil. Pastikan Mama dan Si Kecil mendapatkan gizi cukup dan terhindar dari penyakit infeksi.

Hal ini penting untuk menghindari kondisi kekurangan gizi kronis dan mengganggu tumbuh kembang si Kecil.

Pastikan Mama terus mendukung kekebalan tubuh si Kecil melalui nutrisi, kebersihan, dan stimulasi yang tepat di 1000 hari pertama kehidupannya. Download Panduan Dukung Daya Tahan Tubuh 1000 Hari Pertama untuk dapatkan tips lengkap dan panduan dari para ahli untuk bantu si Kecil tumbuh kuat dan sehat sejak dini.

Gabung jadi member Nutriclub untuk dapatkan ratusan expert-verified parenting content yang terkurasi sesuai usia si Kecil, akses ke call center yang terhubung langsung dengan ahli seputar nutrisi dan tumbuh kembang anak, serta beragam exclusive rewards khusus untuk Mama dan si Kecil dari setiap pembelian produk Nutrilon. Daftar gratis, sekarang!

Informasi yang Wajib Mama Ketahui

Pilih Artikel Sesuai Kebutuhan Mama
  1. Editorial Staff. (2015, November 19). Stunting in a nutshell. World Health Organization. https://www.who.int/news/item/19-11-2015-stunting-in-a-nutshell
  2. Editorial Staff. (2022, February 28). Colostrum: What Is It, Benefits & What To Expect. Cleveland Clinic. https://my.clevelandclinic.org/health/body/22434-colostrum
  3. Astarani, K., Poernomo, D. I. S. H., Idris, D. N. T., & Oktavia, A. R. (2020). Prevention of Stunting Through Health Education in Parents of Pre-School Children. STRADA : Jurnal Ilmiah Kesehatan, 9(1), 70–77. https://doi.org/10.30994/sjik.v9i1.270
  4. Akbar, R. R., Kartika, W., & Khairunnisa, M. (2023). The effect of stunting on child growth and development. Scientific Journal, 2(4), 153-160. https://journal.scientic.id/index.php/sciena/article/view/118
Artikel Terkait