Loading...

Riwayat Pencarian

Pencarian Populer

burger menu
Stimulasi

14 Tips Stimulasi untuk Dukung Tumbuh Kembang Bayi 6 Bulan

Article Oleh : Annisa Amalia Ikhsania 19 Desember 2022

Di usia 6 bulan ini, bayi sudah mulai belajar banyak kemampuan baru, seperti tengkurap, merangkak, hingga merespon saat namanya dipanggil. Nah, agar tumbuh kembang bayi makin optimal di bulan ke-6 ini, Mama perlu melakukan stimulasi yang tepat. 

Namun sebelum mengetahui stimulasi apa saja yang tepat untuk si Kecil, Mama perlu memahami dulu apa saja kemampuan yang sudah dan akan bisa dilakukan bayi pada bulan ke-6 ini.

Pasalnya, stimulasi yang diberikan idealnya harus sesuai dengan pencapaian dan kemampuan bayi di masing-masing tahapan tumbuh kembangnya. Tujuannya untuk menghindari overstimulasi yang dapat menyebabkan bayi menolak untuk bermain karena kelelahan dan merasa kewalahan. 

Yuk, cari tahu informasi selengkapnya di bawah ini, Ma!

Bayi 6 Bulan Sudah Bisa Apa Saja?

Menurut Centers for Disease Control and Prevention, beberapa pencapaian yang umum terjadi pada tahap perkembangan bayi 6 bulan atau 24 minggu adalah sebagai berikut:

  • Bayi bisa meraih, memegang, menggenggam, dan menggoyangkan benda yang ada di dekatnya menggunakan tangan.

  • Bayi mulai memasukkan benda atau apa pun yang dipegangnya ke dalam mulut. 

  • Bayi semakin pintar berguling-guling dari telentang ke tengkurap atau sebaliknya.

  • Bayi sudah bisa memindahkan benda seperti mainan dari satu tangan ke tangan lainnya dengan mudah. 

  • Bayi sudah semakin sering mengoceh dan senang tertawa.

  • Bayi mulai belajar duduk sendiri dengan mendorong kedua lengannya dari posisi tengkurap ke posisi duduk.

  • Bayi sudah bisa mengenali wajah-wajah orang di sekitarnya. Ia mulai merasa nyaman dengan anggota keluarga terdekatnya, seperti orang tua, kakak, nenek, dan kakeknya.

  • Bayi menikmati waktunya bila berada di depan cermin. 

Baca Juga: Aspek Kognitif dalam Perkembangan Otak Si Kecil

Stimulasi Bayi 6 Bulan untuk Optimalkan Tumbuh Kembangnya

Agar perkembangan bayi 6 bulan optimal, Mama perlu melakukan stimulasi yang tepat. Stimulasi ini tak hanya bisa mengasah winning skill anak sejak usia dini, tapi juga sekaligus mempererat bonding antara Mama dan si Kecil.

Berikut ini adalah berbagai stimulasi bayi 6 bulan yang bisa Mama berikan untuk mencapai tumbuh kembangnya yang optimal.

1. Melatih Bayi Merangkak dan Duduk

Di usia 6 bulan, umumnya bayi Mama sudah mulai bisa merangkak, bahkan duduk sendiri. Ini karena kekuatan otot kaki serta siku dan lengan bayi yang berusia 6 bulan sekarang sudah lebih baik sehingga mulai bisa menanggung beban di kakinya. 

Jadi, sekarang si Kecil sudah bisa menopang tubuhnya dengan lebih baik saat tengkurap. Namun, jika si Kecil belum menunjukkan kemampuan motorik ini, Mama tak perlu khawatir. 

Karena salah satu stimulasi yang bisa Mama lakukan adalah dengan bantu melatih bayi merangkak dan duduk sendiri. 

Untuk mengajarkan merangkak, Mama bisa menstimulasi si Kecil dengan meletakkan beberapa mainan di luar jangkauannya. Usahakan agar ia mau merangkak ke arah mainan dengan menggunakan kedua tangan dan lututnya ya, Ma.

Tapi, bila bayi 6 bulan sudah mahir merangkak dan Mama ingin mengajarkannya duduk, coba dudukkan si Kecil di kursi dengan sandaran agar ia tidak jatuh ke belakang. Ketika bayi dalam posisi duduk tegak, pegang badannya.   

Bila bayi sudah bisa duduk tegak, biarkan ia duduk di lantai tanpa ditopang oleh penyangga atau bantal. 

2. Sering-Sering Ajak Bayi Bicara

Coba Mama perhatikan, umumnya bayi usia 6 bulan sudah bisa mendengarkan suara dan menoleh ke sumber suara di dekatnya. Bahkan, si Kecil sekarang juga bisa memperhatikan wajah orang tuanya saat diajak bicara.

Supaya anak bisa cepat bicara, Mama bisa lebih sering lagi mengajaknya bicara. Tips stimulasi bayi 6 bulan ini dapat meningkatkan kemampuan pendengarannya dan membuat bayi fokus lebih lama. Sering mengajak si Kecil bicara juga bisa membantu keterampilan kemampuan sosialnya di kemudian hari.

Mama bisa mengajak si Kecil ngobrol saat mengerjakan berbagai kegiatan sehari-hari di rumah. Contohnya, saat tummy time, memandikan bayi, mengganti popok, memakaikan pakaian, menyusu, serta saat menyiapkan dan memberikan MPASI. 

Walaupun bayi mungkin belum paham sepenuhnya mengenai apa yang Mama bicarakan, tapi paling tidak ini bisa meningkatkan kemampuan pendengaran dan kosa katanya. Pastikan Mama melakukan kontak mata dengannya, ya, dan buat mimik wajah seekspresif mungkin. 

Tak ada salahnya Mama juga bisa sekalian mengajaknya berkomunikasi dengan mengucapkan kata-kata sederhana, seperti mama’, ayah, ‘papa’, atau ‘kakak’. 

3. Menirukan Kata-Kata

Saat berbicara dengan si Kecil, coba Mama dan Papa mengucapkan beberapa kata berkali-kali dan ajak ia menirukannya. Kata-kata yang paling mudah ditirukan oleh si Kecil misalnya adalah "ayah", "mama", “susu”, dan “dadah”. 

4. Membacakan Buku Cerita

Membacakan buku cerita untuk si Kecil juga bisa menjadi pilihan stimulasi yang efektif untuk bayi 6 bulan, lho. Ini karena dapat meningkatkan kemampuan berbahasa dan bicaranya, sekaligus merupakan bekal bagi bayi agar mencintai buku kelak ketika sudah besar. 

Mama boleh memilih buku ukuran besar yang berwarna-warni, buku dengan gambar yang muncul (fitur pop up) atau gambar 3 dimensi, serta buku dengan gambar ilustrasi yang bertekstur untuk menarik perhatian bayi. 

Kemudian, coba sebutkan nama-nama gambar yang Mama tunjukkan kepada si Kecil. Contohnya, gambar binatang, mobil, meja, bunga, dan lain-lain dari buku bergambar. Pastikan Mama membacakan cerita dengan suara dan mimik wajah yang dibuat seheboh mungkin agar menarik, ya.

Mama bisa melakukan stimulasi ini agar bayi di usia 6 bulan tumbuh cerdas selama beberapa menit setiap harinya. Walaupun bayi mungkin belum bisa membolak-balikkan halamannya dan duduk tenang mendengarkan Mama bercerita, momen ini merupakan saat yang tepat untuk bonding dengan si Kecil. 

Jadi, berikan si Kecil sentuhan sebanyak-banyaknya ketika melakukan aktivitas ini, seperti dengan memeluk atau merangkulnya. Langkah ini juga bisa membuatnya aman, nyaman, dan merasa dicintai.

5. Menyanyikan Lagu

Anak bayi pasti senang bernyanyi, Ma. Untuk itu, cobalah menyanyikan lagu anak-anak yang ceria atau kesukaannya akhir-akhir ini sebagai stimulasi bayi 6 bulan yang menyenangkan. 

Mama bisa menyanyikan atau menyetel lagu anak-anak, seperti ‘Balonku’, ‘Kalau Kau Suka Hati’, ‘Twinkle Twinkle Little Star’, atau ‘Are You Sleeping’. Nyanyikan lagu-lagu ini di sela-sela kegiatan Mama bersama si Kecil, seperti saat mandi, memakaikan pakaian dan popok, atau saat berjalan-jalan di sekitar rumah.

Nyanyikan lagu tersebut sambil memperlihatkan ekspresi wajah yang heboh untuk menarik perhatiannya hingga membuat ia tersenyum dan tertawa, ya.

Mama juga bisa melakukan stimulasi ini dengan cara membuat suara-suara unik yang berbeda agar anak dapat mulai belajar membedakan suara.

Selanjutnya, coba amati responnya, si Kecil pasti akan tersenyum berseri-seri, bertepuk tangan, bahkan bergoyang, walaupun mungkin masih belum tahu makna dari lagu yang dinyanyikan Mama. 

7. Mengajari Tepuk Tangan

Bayi usia 6 bulan biasanya sedang senang-senangnya belajar untuk tepuk tangan. Nah, Mama dapat membantunya dengan cara membuat kegiatan tepuk tangan bersama yang terstruktur dan berima. Misalnya, saat bernyanyi ‘Kalau Kau Suka Hati’. 

Kemudian, ada baiknya untuk mengajarkannya tepuk tangan dengan aktivitas atau perasaan gembira. Seperti ketika si Kecil bermain atau berhasil menemukan benda yang disembunyikan.

8. Bermain Cilukba

Tahukah Mama? Permainan cilukba ternyata masih menjadi stimulasi yang menarik untuk bayi di usia 6 bulan, lho! Permainan ini dilakukan dengan menyembunyikan objek dibalik objek lainnya. Ada banyak cara untuk melakukan permainan ini, Ma. 

Misalnya, pertama-tama buat bayi fokus terhadap Mama. Lalu, tutup mata atau bahkan seluruh wajah Mama, kemudian buka wajah dan katakan “Ciluk?ba!” 

Mama bisa juga memanfaatkan gorden jendela rumah untuk bermain cilukba. Coba katakan, “Dek, ayo coba cari Mama. Mama ada di mana ya?” Pastikan Mama melakukannya dengan wajah yang semangat dan heboh agar ia dapat tertarik dan tertawa.

Mama juga bisa melakukan permainan ini dengan menyembunyikan mainan favoritnya, lalu minta si Kecil untuk menemukan benda tersebut. 

Kegiatan ini dapat melatih pemahaman bayi bahwa bayi yang tidak terlihat bukanlah hilang secara permanen, tapi hanya tidak terlihat.

9. Bermain Tiup Gelembung Sabun

Bermain tiup gelembung sabun bisa menjadi salah satu aktivitas stimulasi bayi 6 bulan yang seru untuk meningkatkan kemampuan penglihatannya. 

Pertama, Mama bisa membuat air sabun terlebih dahulu, kemudian ajak si Kecil bermain bersama di halaman rumah, atau saat sedang mandi, dengan cara meniupkan gelembung ke berbagai arah.

Misalnya, ke atas kepala, ke kaki, lengan, perut, atau tangan secara bergantian. Namun, hindari meniupkannya ke area mulut dan mata, ya. 

Coba lihat bagaimana responnya usai Mama meniup gelembung. Biasanya bayi akan tersenyum, bahkan tertawa ketika melihat ada gelembung di dekatnya. 

10. Bermain Air

Bayi biasanya akan senang bermain air, Ma. Jadi, cobalah mengajaknya bermain air menggunakan kolam renang bayi buatan atau bak mandinya sehari-hari. Pastikan air yang diisi tidak terlalu banyak, Ma. Kemudian, masukkan bola atau beberapa mainan favoritnya. 

Melalui kegiatan ini, anak akan duduk dalam waktu yang lama selama bermain air sehingga bagus untuk melatih kekuatan otot punggung bawahnya. 

Namun, saat melakukan aktivitas ini, pastikan Mama harus benar-benar mengawasinya jangan sampai kedinginan atau tersedak air, ya.

11. Menciptakan Bunyi dari Berbagai Benda

Jika ada kertas, bungkus plastik, bungkus makanan ringan, kaleng, dan botol plastik yang sudah tidak terpakai, tak ada salahnya Mama memanfaatkan barang-barang ini sebagai permainan stimulasi untuk bayi usia 6 bulan. 

Caranya sederhana, cukup ciptakan bunyi dari masing-masing benda tersebut, Ma. Biarkan si Kecil mendengarkannya terlebih dahulu dan Mama dapat membantu bayi untuk membedakan suaranya.

Setelah itu, biarkan si Kecil memegang benda tersebut dan menciptakan bunyi dari benda yang dicontohkan tadi. Melalui stimulasi bayi 6 bulan ini, Mama dapat membantu si Kecil mengembangkan keterampilan motorik dan kemampuan pendengarannya. Menarik, bukan?

12. Tunjukkan Cara Makan Sendiri

Memasuki bulan ke-6, anak akan diperkenalkan dengan makanan pendamping ASI (MPASI). Mama bisa memberi kesempatan kepada si Kecil untuk makan sendiri dengan metode baby-led weaning

Sebagai permulaan, Mama bisa memberikan potongan kecil biskuit bayi atau buah-buahan segar supaya ia bisa mencoba menggenggam dan memasukkan makanan ke dalam mulutnya. Ketika ia sudah terbiasa, nantinya Mama bisa melatih si Kecil memegang sendok sendiri. 

13. Ajarkan Meraih Mainan

Stimulasi bayi 6 bulan lainnya yang bisa Mama coba adalah dengan meletakkan beberapa mainan di luar jangkauan bayi. Gerak-gerakkan mainan itu di depan si Kecil sambil bicara kepadanya agar ia berusaha mengambil mainan tersebut. 

Tetapi, jangan terlalu lama membiarkan si Kecil mencoba meraih mainannya ya, Ma, agar ia tidak merasa kecewa. Mengajarkan si Kecil meraih mainan juga bisa membantu meningkatkan kemampuan koordinasi penglihatan dan tangannya, lho.

Untuk melakukan stimulasi ini, Mama bisa menidurkan si bayi dalam posisi tengkurap, lalu berikan benda berwarna cerah atau berbunyi sampai si Kecil bisa mengangkat kepala dan meraih mainannya.

Baca Juga: Perkembangan Bayi 7 Bulan dan Tips Stimulasinya

Tips Mendampingi Bayi 6 Bulan Melakukan Stimulasi

Ada beberapa tips yang perlu Mama ketahui dalam mendampingi bayi usia 6 bulan dalam melakukan stimulasi, yakni:

  • Selain Mama, tugas memberikan stimulasi bayi 6 bulan ini sebaiknya dipahami dan dilakukan oleh Papa, pengasuh bayi (jika ada), dan anggota keluarga lainnya, ya. 

  • Orang tua perlu banyak-banyak bersabar saat bayi sedang melakukan aktivitas tertentu karena ia membutuhkan waktu untuk dapat mencerna dan memahaminya. Sebaiknya, jangan terlalu terburu-buru atau berambisi agar bayi bisa melakukan semua kegiatan. Ini dapat merusak mood si Kecil dan membuatnya tidak ingin bermain lagi. 

  • Lakukan variasi stimulasi agar si Kecil tidak bosan melakukan aktivitas yang itu-itu saja. Namun, sesekali jangan lupa mengulangi kegiatan yang sudah dilakukan agar memperkuat kemampuan bayi dalam menguasai permainan dan keterampilan yang akan dipelajari. 

  • Ciptakan suasana bermain dan ruang jelajah yang menyenangkan di rumah, menggunakan alat dan barang-barang yang ada, serta dapat mendukung mobilitasnya. Bila perlu, singkirkan berbagai barang atau perabot rumah yang mudah dijangkau bayi Mama agar tidak membahayakannya. 

Itulah tadi berbagai aktivitas stimulasi untuk mengoptimalkan perkembangan bayi 6 bulan yang bisa Mama dan Papa lakukan di rumah. Semoga bisa bermanfaat dan dapat dipraktikkan ya, Ma!

Pantau selalu berbagai perkembangan yang terjadi pada si Kecil setiap bulannya, sembari terus memberikan nutrisi terbaik dari ASI Mama untuk bekalnya di masa depan.

Mama juga bisa menanyakan segala hal terkait tumbuh kembang si Kecil langsung dengan team Nutriclub Expert Advisor untuk temukan jawaban lengkapnya dari para ahli.

Baca Juga: 10 Cara Stimulasi Terbaik untuk Bayi Usia 7 Bulan

  1. Pregnancy Birth Baby. https://www.pregnancybirthbaby.org.au/babys-growth-and-development-6-months-old#develop. Diakses pada 7 Desember 2022. 
  2. Web MD. https://www.webmd.com/parenting/baby/baby-development-6-month-old. Diakses pada 7 Desember 2022. 
  3. Centers for Disease Control and Prevention. https://www.cdc.gov/ncbddd/actearly/milestones/milestones-6mo.html. Diakses pada 7 Desember 2022. 
  4. What to Expect. https://www.whattoexpect.com/first-year/play-and-activities/best-activities-for-6-month-old-baby. Diakses pada 7 Desember 2022. 
  5. Help Me Grown. https://helpmegrowmn.org/HMG/HelpfulRes/EncourageHealthDev/6Months/index.html. Diakses pada 7 Desember 2022. 
  6. Flo. https://flo.health/being-a-mom/your-baby/growth-and-development/things-to-do-with-a-6-month-old-baby. Diakses pada 7 Desember 2022. 
  7. Mom Junction. https://www.momjunction.com/articles/learning-activities-for-your-6-month-old-baby_0092271/. Diakses pada 7 Desember 2022.
comment-icon comment-icon