Berapa lama ASI tahan di suhu ruangan? ASI perah yang baru diperah dapat bertahan hingga 4 jam pada suhu ruang hingga 25°C, selama disimpan dalam wadah bersih dan tertutup. Namun, daya tahan ASI dapat berbeda tergantung suhu lingkungan dan cara penyimpanannya.
Berapa Lama ASI Tahan di Suhu Ruangan?
ASI perah (ASIP) dapat bertahan hingga 4 jam pada suhu ruang (25°C) jika disimpan dalam wadah tertutup rapat di tempat yang teduh, kering, dan terhindar dari sinar matahari langsung.
Sisa ASI dalam botol yang tidak dihabiskan hanya bertahan maksimal 2 jam di suhu ruang dan sebaiknya langsung dibuang.
Baca Juga: Kolostrum: Manfaat dan Kandungan Penting
ASI Baru Dipompa di Suhu Ruang
Beberapa hal yang perlu diperhatikan saat menyimpan ASIP pada suhu ruang, yaitu:
- ASIP baru diperah dapat digunakan dalam waktu hingga 4 jam pada suhu ≤25°C.
- Gunakan wadah penyimpanan yang bersih dan tertutup rapat.
- Jauhkan ASIP dari panas dan sinar matahari langsung.
- Jika ASIP tidak akan digunakan dalam beberapa jam, segera masukkan ke kulkas.
ASI dalam Dot Tanpa Kulkas
Berbeda dengan ASIP yang baru diperah, ASI yang sudah diminum bayi memiliki batas waktu yang lebih singkat. Jika bayi tidak menghabiskan ASI dalam botol, sisa ASIP masih dapat digunakan hingga 2 jam setelah bayi selesai minum.
Setelah melewati 2 jam, sisa ASIP sebaiknya dibuang karena bakteri dari air liur bayi dapat berpindah ke botol ASIP dan bercampur dengan ASI.
Mama dapat memberikan ASIP dalam porsi kecil terlebih dahulu untuk mengurangi risiko ada susu yang terbuang.
Berapa Lama ASI Bisa Disimpan di Kulkas dan Freezer?
Lama penyimpanan ASIP tidak ditentukan hanya berdasarkan jenis atau jumlah pintu kulkas. Suhu penyimpanan menjadi patokan utamanya. Mama bisa melihat tabel berikut sebagai panduan:
ASI di Kulkas 1 Pintu
Kulkas satu pintu tidak otomatis berarti ASIP hanya bisa disimpan dalam waktu tertentu. Hal yang perlu diperhatikan adalah suhu bagian penyimpanannya.
Jika bagian kulkas yang digunakan untuk menyimpan ASIP dapat mempertahankan suhu ≤4°C, ASI yang baru diperah dapat disimpan hingga 4 hari.
Namun, jika bagian freezer mampu mencapai ≤-18°C, ASIP dapat dibekukan. Penyimpanan hingga 6 bulan merupakan pilihan terbaik untuk menjaga kualitas, sedangkan hingga 12 bulan masih dapat diterima.
ASI di Kulkas 2 Pintu
Hal yang sama berlaku pada kulkas dua pintu. Jumlah pintu bukan patokan utama lama penyimpanan ASIP.
Jika ASIP ditempatkan di bagian kulkas dengan suhu ≤4°C, gunakan dalam waktu hingga 4 hari.
Sementara itu, ASIP yang disimpan dalam freezer dengan suhu ≤-18°C sebaiknya digunakan dalam 6 bulan untuk kualitas terbaik dan masih dapat diterima hingga 12 bulan.
Berapa Lama ASI Tahan Setelah Keluar dari Kulkas?
Batas waktu ASIP akan berubah setelah susu dikeluarkan dari kulkas atau freezer. Karena itu, perhatikan apakah ASIP masih dingin, sudah berada pada suhu ruang, atau sudah dihangatkan.
ASI dari Kulkas ke Suhu Ruang
ASIP yang sebelumnya disimpan di kulkas sebaiknya segera diberikan kepada bayi. Setelah ASIP berada pada suhu ruang, gunakan dalam waktu yang wajar dan jangan dibiarkan terlalu lama.
Untuk ASIP beku yang sudah dicairkan, CDC merekomendasikan penggunaannya dalam 1-2 jam setelah berada pada suhu ruang.
Berapa Lama ASI Bertahan Setelah Dipanaskan?
ASIP yang sudah dihangatkan dapat digunakan dalam waktu hingga 2 jam. Setelah melewati waktu tersebut, sebaiknya ASIP dibuang.
ASI sebenarnya tidak wajib dihangatkan. Bayi dapat mengonsumsi ASIP dalam kondisi dingin atau pada suhu ruang jika ia menerimanya. Jika Mama memilih menghangatkannya, lakukan secara perlahan menggunakan air hangat.
Bagaimana Jika ASI Beku Dicairkan di Kulkas?
Jika ASIP beku dicairkan di dalam kulkas, gunakan dalam waktu 24 jam sejak ASIP benar-benar mencair.
Jangan menghitung 24 jam sejak ASIP pertama kali dipindahkan dari freezer, tetapi sejak seluruh bagian ASIP sudah mencair. ASIP yang sudah dicairkan tidak boleh dibekukan kembali.
Cara Menyimpan ASI Perah agar Tetap Aman
Selain memperhatikan lama penyimpanan, cara memerah dan menyimpan ASIP juga penting untuk mengurangi risiko kontaminasi. Berikut beberapa langkah yang bisa Mama lakukan untuk menjaga keamanan ASI:
Cuci Tangan dan Pastikan Alat Pompa Bersih
Cuci tangan dengan sabun dan air sebelum memerah atau menangani ASIP. Pastikan pompa ASI, botol, dan perlengkapan lain yang bersentuhan dengan ASIP sudah dibersihkan dengan baik.
Peralatan yang bersih membantu mengurangi risiko ASIP terkontaminasi kuman. CDC juga menyarankan agar perlengkapan pompa dibersihkan, disanitasi, dan disimpan dengan benar.
Gunakan Wadah Khusus ASI yang Bersih dan Tertutup
Gunakan kantong penyimpanan ASI atau wadah food-grade yang bersih dan memiliki tutup rapat. Wadah dapat terbuat dari kaca atau plastik yang sesuai untuk penyimpanan makanan.
Hindari menggunakan kantong plastik biasa atau disposable bottle liner yang tidak memang dirancang untuk menyimpan ASI karena tidak ditujukan untuk penyimpanan ASIP.
Mama juga dapat menyimpan ASIP dalam wadah khusus agar bayi tetap mendapatkan manfaat ASI secara optimal.
Beri Label Tanggal dan Jam Pemerahan
Tuliskan tanggal pemerahan pada wadah ASIP. Jika ASIP akan diberikan melalui daycare atau pengasuh, tambahkan nama bayi bila diperlukan.
Label membantu Ibu mengetahui usia ASIP sekaligus memudahkan penerapan prinsip first in, first out (FIFO).
Simpan di Bagian Belakang Kulkas, Bukan di Pintu
Simpan ASIP di bagian belakang kulkas atau freezer, bukan di bagian pintu. Area tersebut cenderung memiliki suhu yang lebih stabil karena tidak terlalu terpengaruh perubahan suhu saat pintu dibuka dan ditutup.
Saat membekukan ASIP, sisakan ruang di bagian atas wadah karena ASI akan mengembang ketika membeku. CDC juga menyarankan menyimpan ASIP dalam porsi kecil untuk mengurangi pemborosan.
Simpan dalam Porsi Kecil
Simpan ASIP dalam jumlah yang kira-kira sesuai dengan satu kali minum bayi.
CDC merekomendasikan sekitar 60-120 ml atau sebanyak yang biasanya diminum bayi dalam satu kali pemberian. Cara ini dapat membantu mengurangi ASIP yang tersisa dan akhirnya harus dibuang.
Terapkan FIFO
Gunakan stok ASIP yang paling lama disimpan terlebih dahulu. Prinsip ini dikenal sebagai first in, first out (FIFO).
Misalnya, jika Ibu memiliki ASIP yang diperah pada Senin dan Selasa, gunakan stok Senin terlebih dahulu selama masih berada dalam batas waktu penyimpanan yang dianjurkan.
Cara Mencairkan dan Menghangatkan ASI yang Aman
Cara mencairkan dan menghangatkan ASIP juga perlu diperhatikan agar kualitasnya tetap terjaga. Berikut beberapa caranya:
Cairkan ASI di Kulkas Semalaman
Cara yang paling aman adalah memindahkan ASIP beku dari freezer ke kulkas (chiller) dan membiarkannya mencair secara perlahan.
Jika membutuhkan ASIP lebih cepat, wadah tertutup dapat ditempatkan dalam air hangat atau dialiri air hangat. Setelah mencair, putar wadah perlahan untuk mencampurkan kembali lemak ASI yang mungkin terpisah.
Gunakan Air Hangat untuk Menghangatkan ASI
Jika ASIP ingin diberikan dalam kondisi hangat, letakkan wadah yang masih tertutup di dalam wadah berisi air hangat. Mama juga dapat mengalirkan air hangat pada bagian luar wadah selama beberapa menit.
ASI tidak perlu dipanaskan sampai panas. Sebelum diberikan kepada bayi, teteskan sedikit ASIP pada pergelangan tangan untuk memastikan suhunya nyaman.
Jangan Gunakan Microwave atau Merebus ASI
Jangan memanaskan ASIP menggunakan microwave atau merebusnya secara langsung di atas kompor.
Microwave dapat membuat suhu ASIP tidak merata dan menimbulkan bagian yang sangat panas sehingga berisiko melukai mulut bayi. Pemanasan langsung juga tidak dianjurkan.
Berapa Lama ASI Bertahan Setelah Dipanaskan?
Setelah ASIP dihangatkan atau sudah berada pada suhu ruang, gunakan dalam waktu hingga 2 jam.
Jika bayi tidak menghabiskannya, sisa ASIP juga masih dapat digunakan dalam waktu hingga 2 jam setelah bayi selesai minum. Setelah itu, ASIP sebaiknya dibuang.
ASI Terpisah Menjadi Lapisan Lemak, Apakah Basi?
Belum tentu. ASIP yang disimpan di kulkas atau freezer dapat mengalami pemisahan antara bagian lemak dan cairan. Kondisi ini normal dan tidak otomatis menunjukkan ASI sudah basi.
Sebelum diberikan kepada bayi, putar wadah secara perlahan untuk mencampurkan kembali bagian yang terpisah. Hindari mengguncang ASIP terlalu kuat.
"Kalau endapan susu normal itu teksturnya pecah-pecah, tapi kalau basi lebih ke kental yang memang bentuk fisiknya seperti tahu," tegas dr Ameetha Drupadi, CIMI, dokter konselor laktasi.
Baca Juga: Penyebab Bayi Muntah Setelah Minum ASI dan Pencegahannya
ASI Bau Sabun, Apakah Basi?
ASI yang memiliki aroma atau rasa seperti sabun tidak selalu berarti basi. Kondisi tersebut dapat berkaitan dengan aktivitas enzim lipase dalam ASI yang membantu memecah lemak.
Karena itu, bau atau rasa yang berbeda setelah ASIP disimpan tidak bisa menjadi satu-satunya patokan untuk menentukan apakah ASI masih aman. Perhatikan juga waktu dan suhu penyimpanannya.
Kapan ASI Sebaiknya Dibuang?
Jangan hanya mengandalkan bau atau tampilan ASIP untuk menentukan keamanannya. Lama, suhu, dan kondisi penyimpanan merupakan hal penting yang perlu diperhatikan. Berikut ini tanda lainnya:
- Sudah melewati batas waktu penyimpanan yang dianjurkan.
- Tidak diketahui berapa lama ASIP telah disimpan.
- ASIP mengalami kondisi penyimpanan yang tidak sesuai, misalnya terlalu lama berada pada suhu ruang.
- ASIP beku sudah benar-benar mencair dan melewati batas waktu penggunaannya.
- ASIP sudah menjadi sisa setelah bayi minum dan telah melewati 2 jam.
Bagaimana Jika Bayi Tidak Sengaja Minum ASI yang Sudah Terlalu Lama?
Jika bayi tidak sengaja minum ASIP yang sudah melewati batas waktu penyimpanan, Mama tidak perlu langsung panik. Satu kejadian tidak otomatis berarti bayi akan mengalami gangguan kesehatan.
Namun, tetap perhatikan kondisi bayi setelahnya. Segera hubungi dokter jika bayi mengalami gejala yang mengkhawatirkan, seperti muntah berulang, diare, demam, sulit minum, atau tampak sangat lemas.
Untuk bayi prematur atau bayi dengan kondisi medis tertentu, gunakan panduan penyimpanan yang diberikan tenaga kesehatan, karena guideline umum CDC ini ditujukan untuk bayi sehat cukup bulan.
Nah, itulah penjelasan lengkap mengenai berapa lama ASI tahan di suhu ruangan dan tips menyimpannya.
Kebutuhan nutrisi si Kecil terus berubah seiring pertumbuhan. Dengan registrasi sebagai member Nutriclub, Mama bisa mengakses panduan nutrisi lengkap, rekomendasi menu, dan insight ahli untuk mendukung kebutuhan gizi anak sesuai tahapan usianya. Mama juga bisa akses NutriShop dengan lebih mudah.

