Loading...

Riwayat Pencarian

Pencarian Populer

Ciri-ciri dbd pada bayi-nutriclub
Kesehatan

Ciri-Ciri DBD pada Bayi dan Pengobatannya

Article Oleh : Intan 21 Juni 2024

Ciri-ciri DBD pada bayi perlu dikenali secepatnya karena penyakit ini dapat berakibat fatal jika tidak ditangani dengan tepat. Ketahui juga cara pengobatan DBD dan ciri-ciri si Kecil mau sembuh di artikel ini!

Ciri-Ciri DBD pada Bayi 

DBD biasanya dimulai 4-10 hari setelah bayi digigit oleh nyamuk dan berlangsung selama 2-7 hari. Berikut gejala DBD pada bayi yang harus Mama perhatikan. 

  • Demam tinggi (38 - 40°C) mendadak.
  • Menolak menyusu.
  • Perut buncit.
  • Muncul bruntusan merah.
  • Pembengkakan kelenjar getah bening
  • Muntah atau feses berdarah.
  • Mimisan.
  • Lebih rewel dibanding biasanya
  • Kurang nafsu makan 
  • Susah tidur

Gejala DBD kadang bisa sulit disadari karena mirip seperti infeksi virus umum lainnya, terutama dengan chikungunya dan malaria.

Terlebih ciri-ciri DBD pada bayi pada beberapa hari pertama juga mungkin termasuk batuk, pilek, dan diare, yang sering dikira penyakit pernapasan dan pencernaan. 

Maka, bila bayi demam lebih dari 2 hari sebaiknya segera dibawa ke dokter untuk mendapat diagnosis pasti. Begitu pula bila bayi dehidrasi, susah bernapas, muntah-muntah, dan terlihat lesu.

Satu-satunya cara untuk mengetahui apakah bayi terkena DBD hanya melalui pemeriksaan darah di laboratorium.

Perbedaan Bintik Merah DBD dan Biang Keringat

Gejala ruam DBD juga sering dikira penyakit kulit umum seperti biang keringat. Namun jika diperhatikan, perbedaan bintik merah DBD dan biang keringat ada di tekstur kulit si Kecil.

Bintik merah DBD pada bayi muncul seperti gigitan nyamuk di bawah kulit. Bintiknya tidak timbul sehingga tidak bisa dirasakan hanya dengan mengusap kulit. Bintik DBD tidak terasa gatal.

Ruam DBD pada bayi muncul setelah 3-4 hari demam berlangsung dan memenuhi hampir seluruh bagian tubuh. 

Bruntusan biang keringat muncul kecil-kecil bergerombol di atas permukaan kulit sehingga terasa lebih menonjol daripada kulit sekitarnya. Rasanya juga panas dan gatal. 

Baca Juga: 12 Penyebab Bruntusan pada Bayi dan Cara Mengatasinya

Pengobatan DBD pada Bayi

Berdasarkan Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI), sampai saat ini belum ada obat spesifik untuk DBD. Pengobatan DBD terbaik untuk bayi adalah terus memberikan ASI agar tidak sampai dehidrasi.

Gejala demam akibat DBD juga bisa diatasi dengan memberikan kompres dan skin to skin contact untuk menurunkan panasnya.

Obat paracetamol boleh diberikan untuk penurun demam asalkan atas persetujuan dokter. Namun, jangan berikan obat aspirin, asetosal, atau ibuprofen karena risiko efek sampingnya bahaya. 

Mama juga bisa mendapatkan tips menurunkan demam bayi lainnya di Health & Immune Checker, gratis! 

Baca Juga: 9 Cara Menurunkan Panas pada Bayi Tanpa Obat

Ciri DBD pada Bayi Sudah Sembuh

IDAI menjelaskan bahwa fase kritis DBD terjadi pada hari ke 4 - 6 sejak si Kecil mulai demam. Pada fase ini, bayi biasanya demam naik dan turun yang sering dianggap tanda mau sembuh. 

Namun, jangan lengah karena fase kritis DBD justru bahaya. Di jendela waktu ini, darah bisa menjadi kental dan bila tidak mendapat cukup cairan, bisa menyebabkan syok hingga kematian. 

Ciri DBD bayi sudah sembuh yang sebenarnya adalah nafsu makan pulih sehingga bayi mau menyusu lebih sering dan banyak, wajahnya lebih ceria, kembali aktif, dan buang air kecil-nya kembali lancar.

Ciri DBD sudah sembuh juga bisa dilihat dari hasil tes darahnya. Jika nilai hematokrit turun sampai stabil dan jumlah trombosit naik cepat menuju angka normal, artinya bayi sudah sembuh.

Untuk mencegah si Kecil terjangkit DBD lagi setelah sembuh, jangan lupa buat reminder jadwal imunisasi DBD di kalender. Vaksin dengue bisa didapatkan 3x di usia 9-16 tahun dengan interval antar dosis 6 bulan. 

Ma, itu dia penjelasan mengenai ciri-ciri DBD pada bayi serta langkah pengobatan yang tepat. Selalu lakukan tindakan pencegahan supaya si Kecil bisa terhindar dari DBD, ya!

Pilih Artikel Sesuai Kebutuhan Mama
  1. IDAI. “Memahami Demam Berdarah Dengue (Bagian 2).” Www.idai.or.id, www.idai.or.id/artikel/seputar-kesehatan-anak/memahami-demam-berdarah-dengue-bagian-2.

  2. NHS. “Heat Rash (Prickly Heat).” Nhs.uk, 24 Oct. 2017, www.nhs.uk/conditions/heat-rash-prickly-heat/.

  3. Sitaram Bhartia Institute of Science and Research. “Dengue Rashes: Appearance, Symptoms and Meaning | General Medicine.” Sitaram Bhartia Institute of Science and Research, 31 July 2018, www.sitarambhartia.org/blog/internal-medicine/dengue-rashes/.

  4. UNICEF. “Dengue: How to Keep Children Safe .” Www.unicef.org, www.unicef.org/rosa/stories/dengue-how-keep-children-safe.

Artikel Terkait