24 Jam Pertama Dalam Kehidupan Si Kecil - Nutriclub

Riwayat Pencarian

Pencarian Populer

Menyusui

24 Jam Pertama Dalam Kehidupan Si Kecil

Tentu ada beragam perasaan yang bercampur jadi satu ketika bayi terlahir ke dunia. Meski pada saat-saat itu, Ibu lelah dan merasa sakit pasca melahirkan, sebaiknya Ibu perlu tetap memperhatikan 24 jam pertama dalam kehidupan bayi. Satu hari pertama bayi sangat penting untuknya.

Beberapa hal yang perlu ibu diperhatikan dalam memantau 24 jam pertama si Kecil di dunia:


1. Asupan oksigen. 

Dalam kandungan Ibu, si Kecil mendapatkan asupan oksigen dan nutrisi melalui plasenta dan selama berada di dalam kandungan ia ada pada suhu lingkungan yang optimal, yaitu 36,5-37,5°C. Sesaat setelah lahir, bayi harus mampu bernafas sendiri untuk mendapatkan oksigen. Sehingga saat lahir, ibu harus memperhatikan apakah si Kecil menangis dan aktif.

2. Suhu badan bayi. 

Saat lahir, si Kecil meninggalkan rahim Ibu yang hangat dan masuk ke dunia luar yang jauh lebih dingin. Suhu di luar rahim dapat meningkatkan risiko terjadinya hipotermia (suhu badan rendah). Untuk menghindari terjadinya hipotermia dokter akan meletakkan si Kecil di dalam dekapan ibu untuk melakukan kontak skin-to-skin dan IMD

Peluklah bayi dengan erat dan pastikan kulit Ibu menempel dengan kulit bayi. Proses IMD juga memiliki banyak manfaat, seperti mempererat hubungan Ibu dan bayi, membantu bayi beradaptasi dengan suhu lingkungan, mengurangi angka kematian bayi dan membantu menyukseskan pemberian ASI eksklusif.

Did you know?

”Wajar bila Ibu merasa sedikit kewalahan pada awal masa kelahiran si Kecil. Nantinya, Ibu akan merasa lebih mudah karena terbiasa dengan rutinitasnya. Ketahui selengkapnya di sini.“

LIHAT LENGKAP

3. Tanda bayi lapar. 

Selama proses menyusui, berikan ASI sesuai kemauan bayi, biasanya setiap 2-3 jam. Ibu perlu mengetahui tanda-tanda bayi lapar seperti memasukkan tangan ke dalam mulut, menggenggam tangan, mengeluarkan suara seperti mengecap.

4. Buang air kecil dan besar. 

Normalnya, dalam 24-48 jam pertamanya si Kecil akan melakukan buang air kecil (BAK) dan buang air besar (BAB) untuk pertama kalinya. Bila dalam rentang waktu ini tidak terjadi BAK atau BAB, maka diperlukan pemeriksaan lebih lanjut. 

Sebab ada kemungkinan terjadi kelainan pada organ bayi, atau cara menyusui yang kurang benar sehingga bayi tidak mendapatkan ASI yang cukup. BAK yang baik berwarna jernih, dengan frekuensi 5-6 kali sehari. Sedangkan BAB yang normal pada awal kehidupan bayi akan berwarna hitam pekat (mekonium), lalu berangsur-angsur berubah menjadi kuning.

5. Bayi kuning. 

Keadaan kulit bayi yang terlihat kuning disebut dengan ikterus atau kuning. Hal ini sering terjadi pada bayi karena faktor fisiologis. Biasanya bayi akan mengalami kuning pada hari ke-2 atau ke-3 dan akan berangsur hilang pada hari ke-7. Namun ibu perlu waspada terhadap keadaan ini dengan tanda-tanda:

•Terjadi dalam 24 jam pertama setelah lahir.

•Bertahan lebih dari 2 minggu.

Disertai dengan demam, bayi malas minum dan terlihat lemas.

•Bayi tampak sangat kuning hingga telapak tangan dan kaki bayi.

6. Tes kesehatan bayi

Tes ini juga dikenal sebagai uji screening bayi. Hal ini penting dilakukan untuk mengetahui masalah kesehatan yang mungkin terjadi pada bayi sejak dini. 

Pemeriksaan yang dianjurkan pada bayi baru lahir adalah golongan darah (termasuk rhesus), kadar bilirubin, TSH (untuk mengetahui kadar hormon tiroid) dan tes skrining pendengaran. Kekurangan hormon tiroid dapat menyebabkan keterbelakangan mental dan menghambat pertumbuhan jika tidak segera ditangani.

7. Posisi tidur dan kamar bayi. 

Suhu kamar sebaiknya tidak terlalu dingin maupun terlalu panas. Usahakan udara sejuk, mendapat cahaya dan ventilasi yang baik. Untuk mencegah terjadinya sindrom kematian bayi mendadak, bayi dianjurkan tidur dengan posisi terlentang, jangan dalam posisi telungkup dan hindari penggunaan benda-benda yang dapat menutupi kepala bayi. 

8. Perawatan tali pusat. 

Untuk perawatan tali pusat, sebaiknya biarkan tali pusat dalam keadaan terbuka dan kering. Jika tali pusat kotor, Ibu bisa membersihkan dengan hati-hati dan perlahan, serta mencuci tangan menggunakan sabun hingga bersih sebelumnya. Tidak perlu mengoleskan atau mengompres apa pun dan jangan tertutup gurita atau popok. Jaga tali pusat agar tidak terkena air seni atau tinja bayi.

 

 

Penulis: dr. Ucha Merendar Putri, B.Med.Sc

Review Expert: dr. Marissa Tania Stephanie Pudjiadi, SpA

  • Perawatan bayi baru lahir [internet]. Jakarta: IDAI; Mei 9 2014. Akses : http://idai.or.id/public-articles/klinik/pengasuhan-anak/perawatan-bayi-baru-lahir.html 
  • Kliegman RM, Behrman RE at al, editor. Chapter 98: Clinical Manifestations of Diseases in the Newborn Period. Nelson Textbook of Pediatrics. 18th edition. Philadelphia: Saunders Elsevier; 2007.
  • Kliegman RM, Behrman RE at al, editor. Chapter 107: The Endocrine System. Nelson Textbook of Pediatrics. 18th edition. Philadelphia: Saunders Elsevier; 2007.
  • Kliegman RM, Behrman RE at al, editor. Chapter 94: The Newborn Infant. Nelson Textbook of Pediatrics. 18th edition. Philadelphia: Saunders Elsevier; 2007.