Riwayat Pencarian

Pencarian Populer

Mama, Ketahui Peran Orang Tua dalam Pembentukan Karakter Anak

Stimulasi

Mama, Ketahui Peran Orang Tua dalam Pembentukan Karakter Anak


Pembentukan karakter anak menjadi sosok yang baik, tangguh, mandiri, dan bertanggung jawab, dapat diupayakan sejak usia dini. Tentunya orang tua memegang peranan penting dalam mengondisikan agar anak berada dalam lingkungan yang mendukung tumbuh kembang karakternya. Dalam kesempatan ini, kita akan mengulas peran orang tua dalam pembentukan karakter anak dan hal-hal apa yang dapat mendukung tumbuh kembang karakter anak yang optimal sehingga anak dapat menjadi pribadi yang baik sesuai dengan kapasitas dirinya masing-masing.

Penelitian menunjukkan bahwa hubungan antara orang tua dan anak yang hangat, terbuka, komunikatif, dan rasional berkaitan erat dengan kepercayaan diri anak yang tinggi, performa yang lebih baik di sekolah, dan lebih sedikit timbulnya perilaku atau keluaran negatif (seperti depresi, atau penyalahgunaan obat pada anak dan remaja).1

Oleh karena itu, sebelum memberikan pendidikan karakter, Mama dan Papa perlu mengondisikan hubungan yang harmonis dengan anak. Bila telah terbangun hubungan yang hangat dan harmonis dengan anak, yuk Ma kita bahas lebih dalam mengenai peran orang tua dalam pembentukan karakter anak.2

Peran Orang Tua dalam Pembentukan Karakter Anak

Berikut adalah delapan peran orang tua dalam pembentukan karakter anak dan cara memembantu anak membentuk karakternya.

1. Mendukung kepercayaan diri anak

Nada bicara, gestur tubuh, dan ekspresi Mama dan Papa secara berkelanjutan senantiasa diserap oleh anak-anak. Lantas segala ekspresi dalam bentuk ucapan maupun perbuatan Mama dan Papa sangat berperan dalam menumbuh kembangankan kepercayaan diri pada anak.1-3

Berikanlah pujian atau apresiasi yang pantas terhadap pencapaian anak, seberapa kecilnya pun pencapaian mereka, karena hal ini akan meningkatkan kepercayaan diri anak. Hindari penggunaan kata atau kalimat yang mengecilkan hati anak, misalnya seperti, ”Bodoh!”, atau “Gitu aja ga bisa!”, dan sebagainya, karena dapat memberikan luka bagi si Kecil.

Peran orang tua dalam peningkatana kecerdasan otak anak bisa dilakukan dengan memilih kata dan kalimat secara berhati-hati, dan bersikaplah welas asih. Bila anak membuat kesalahan, berikan pengertian bahwa setiap orang dapat membuat kesalahan, dan bahwa Mama dan Papa tetap menyayangi mereka, walaupun tidak setuju dengan cara mereka berbuat sesuatu yang salah.1-3

3. Nyatakan dengan jelas perhatian mama dan papa terhadap sikap baik anak 

Mulailah dengan memberikan perhatian dan apresiasi yang pantas setiap kali anak melakukan hal yang baik, misalnya seperti, “Hebat sekali kamu sudah merapikan tempat tidurmu.”, atau, “Mama melihat kamu bermain bersama adik, dan Mama tau kamu bersikap sabar saat  bermain bersama adikmu.” Pernyataan demikian memberikan semangat dan mendorong sikap dan perilaku yang lebih baik seiring berjalannya dengan waktu dibandingkan diberikan hukuman atau hardikan terhadap kesalahan yang dibuat anak. 1-3

4. Berikan batasan dan bersikap konsisten dengan disiplin yang diarahkan kepada anak

Kedisiplinan merupakan hal yang diperlukan di dalam setiap kehidupan keluarga. Tujuan dari nilai disiplin adalah untuk membantu anak-anak memilih perilaku yang sesuai dengan norma dan nilai masyarakat, dan juga untuk belajar mewujudkan kontrol diri. Anak dapat saja menguji orang tuanya dengan melanggar aturan tertentu, tetapi hal ini perlu diajarkan kepada anak-anak agar dapat tumbuh menjadi manusia dewasa yang bertanggung jawab.1-3

Membangun peraturan keluarga membantu anak untuk mengerti ekspektasi orang tua terhadap dirinya dan membangun nilai kontrol diri pada anak. Beberapa peraturan dapat berupa hanya bermain gawai/gadget setelah pekerjaan rumah selesai dan hanya diizinkan untuk menggunakan bahasa yang sopan dan baik di dalam lingkungan keluarga. Serangkaian peraturan yang dibuat juga disertai dengan konsekuensinya bila dilanggar, misalnya hak untuk menggunakan gawai/gadget diambil kembali oleh orang tua, tidak diizinkan untuk bermain keluar bersama teman, dan sebagainya. 1-3

5. Berikan waktu, kehadiran, dan perhatian anda kepada anak

Bagi seorang anak, hadiah terbesar yang sangat diinginkan dirinya adalah waktu, kehadiran, dan perhatian orang tuanya. Memang dengan kesibukan kegiatan dan pekerjaan Mama dan Papa, memiliki waktu bersama dengan anak adalah sesuatu yang cukup sulit. Namun, agar dapat menyediakan waktu untuk anak, upayakanlah dengan hal sederhana yang bisa dilakukan, misalnya bangun 10 menit lebih pagi di pagi hari, agar Mama dan Papa bisa sarapan bersama anak-anak. Bila tidak sempat juga, selipkan sebuah kartu ucapan/memo/ selembar “sticky note” sebagai pesan kepada anak untuk memberikan perhatian kecil dalam momen kehidupan anak. 1-3

Jangan juga Mama dan Papa dihantui oleh rasa bersalah bila banyak tersita waktunya oleh kesibukan dan pekerjaan dan belum bisa berbuat banyak untuk memberikan waktu dan perhatian kepada anak. Yang penting adalah melakukan banyak hal kecil (dengan hati yang besar) terhadap anak, lakukan yang terbaik yang Mama dan Papa dapat lakukan, seperti memasak, bermain bersama, ngobrol, bergurau dengan anak, apapun yang dilakukan dengan semangat kasih sayang dan kebersamaan — keseluruhan hal-hal sederhana penuh makna inilah yang diingat dan bermakna bagi anak-anak Mama dan Papa.1-3

6. Menjadi role-model yang baik

Anak Mama dan Papa belajar banyak tentang kehidupan dengan melihat realita orang tuanya berkehidupan. Semakin muda usianya, semakin banyak hal yang diserap dari orang tua. Lantas dalam setiap perbuatan dan ucapan yang akan dibuat, merefleksikan kembali dengan berpikir, “Apakah sikap seperti yang saya lakukan ini, adalah yang saya inginkan juga untuk dilakukan oleh anak saya dalam kehidupannya?”, sembari menyadari kembali, bahwa diri Mama dan Papa secara konstan diperhatikan oleh si Kecil. Bangunlah perilaku diri yang Mama dan Papa aspirasikan ingin pada diri si Kecil, misalnya nilai-nilai kemanusiaan, seperti rasa hormat, supel, hati yang baik, bertoleransi, dan sebagainya. Tunjukkan sikap hati yang mudah membantu orang lain, khususnya membantu orang dengan ikhlas. Ucapkan terima kasih, dan berikan apresiasi yang pantas, dan juga, bersikaplah kepada anak, sebagaimana Mama dan Papa ingin orang lain bersikap kepada diri sendiri.1-3 

7. Upayakan agar komunikasi menjadi prioritas dalam hubungan dengan anak

Dalam proses dinamika berinteraksi, komunikasi adalah jembatan penghubung pikiran perasaan antara orang tua dan anak. Jelaskanlah niat Mama dengan jelas, bila ada masalah, deskripsikan dan utarakan perasaan Mama kepada anak, ajak juga anak untuk berusaha memberikan solusi pada kendala yang Mama temui. Berikanlah saran, dan berikan juga pilihan; juga menjadi terbuka pada saran dan masukan yang diberikan anak. Buat kesepekatan bersama dengan anak. Pada umumnya, anak-anak yang berpartisipasi dalam proses pembuatan keputusan keluarga, juga lebih termotivasi untuk menjalankan keputusan tersebut secara bersama-sama.1-3

8. Tunjukkan kepada anak bahwa kasih sayang mama dan papa tidak bersyarat

Sebagai orang tua, Mama dan Papa memang memiliki tanggung jawab untuk mengoreksi dan mendampingi anak dalam proses perjalanan kehidupannya. Khususnya, cara orang tua mengekspresikan proses pengoreksian dan pendampingannya, membuat anak lebih bisa mengerti dan memahami kasih sayang tak bersyarat orang tua dalam proses mendidik dirinya. Landaskanlah kasih sayang dan intensi terbaik Mama dan Papa dalam proses merawat dan mendidik anak-anak. Belajar juga untuk mendengarkan atau memperhatikan apakah hati anak sudah atau belum bisa mengerti intensi Mama dan  Papa ketika memberikan arahan dan didikan kepada dirinya.1-3

9. Ajarkan anak untuk memiliki kemampuan menyelesaikan masalah3

Sebagaimana proses kehidupan yang Mama dan Papa alami, dengan berbagai kendala dan tantangan yang muncul dalam kehidupan sehari-hari, anak juga akan menemukan berbagai proses yang menantang bagi dirinya. Misalnya anak dapat menemukan kesulitan dalam proses mengerjakan pekerjaan rumah, atau bertengkar dengan guru atau pun teman di sekolah, anak pun dapat juga memasuki fase gugup dan khawatir dalam tantangan yang ditemuinya dalam kehidupan sehari-hari. Bila hal ini terjadi, Mama dan Papa sebaiknya tidak langsung menghilangkan tantangan tersebut karena rasa sayang kepada anak, karena tindakan tersebut juga menghilangkan kesempatan anak untuk belajar memiliki kemampuan untuk mengatasi persoalan dan tantangan dalam kehidupannya.1-3

Pendekatan yang lebih baik adalah untuk memberikan pengertian atau mengajarkan anak bahwa kehidupan penuh tantangan adalah sebuah kondisi yang lumrah. Menjadi khawatir, ketakutan, gugup, banyak pikiran, dan kondisi yang tidak nyaman lainnya, adalah sebuah kondisi yang dialami banyak orang. Mama dan Papa dapat bersikap membangun ruang diskusi dengan anak, bagaimana melihat kondisi masalah dengan jernih, apa yang menyebabkan dirinya bertengkar dengan temannya, hal apa yang dipertengkarkan, sejauh mana kemarahan dari pihak tersebut mengganggu kenyamanan anak, dan berdiskusi juga bagaimana menempatkan diri anak dalam kondisi masalah tersebut, dan menempuh jalan yang menjadi solusi bagi anak. Dengan kata lain, libatkan anak dalam proses menelaah bagaimana dirinya dapat mengelola tantangan, berikan mereka kesempatan berulang, untuk menelaah dan bereksplorasi solusi apa yang dapat digunakan lantas bekerja dengan baik, dan solusi apa yang tidak dapat digunakan lantas tidak menjadi solusi yang efektif. Proses melibatkan anak dalam identifikasi dan penyelesaian masalah, serta merta juga mengasah kemampuan anak untuk mengidentifikasi dan menyelesaikan masalah dan tantangan yang muncul di dalam hidupnya.3

Demikianlah ulasan mengenai peran orang tua dalam pembentukan karakter anak agar Mama dan Papa dapat mengisi peran yang terbaik sesuai kapasitasnya dalam proses mendidik anak menjadi manusia yang berkarakter baik dan bertanggung jawab. Salam kasih selalu untuk orang tua hebat!

  1. American Psychological Association. Parents and Caregivers Are Essential to Children’s Healthy Development [Internet]. Washington DC: American Psychological Association; 2009 [updated 2009; cited 2021 Aug 2]. Available from: https://www.apa.org/pi/families/resources/parents-caregivers 
  2. Kidshealth. Nine Steps to More Effective Parenting [Internet]. Wilmington: KidsHealth; 2021 [updated 2021; cited 2021 Aug 2]. Available from: https://kidshealth.org/en/parents/about.html  
  3. Tartakovsky M. 10 Tips For Raising Resilient Kids [Internet]. San Fransisco: Healthline Media PsychCentral; 2016 [updated 2016; cited 2021 Aug 2]. Available from: https://psychcentral.com/lib/10-tips-for-raising-resilient-kids#3
comment-iconcomment-icon