Riwayat Pencarian

Pencarian Populer

Stimulasi

Mengenal Motorik Pada Balita

Agar keterampilan motorik balita tumbuh dan berkembang secara optimal, Ibu perlu mengenal tahap-tahap perkembangan motoriknya.

Motorik Kasar dan Motorik Halus Balita

Ibu perlu memberikan stimulasi atau rangsangan yang tepat dan sesuai dengan tiap tahap perkembangan si Kecil. Hal ini penting untuk dilakukan agar keterlambatan atau gangguan pada kemampuan motoriknya bisa segera terdeteksi dan dikoreksi.

Apabila hal ini tidak diperhatikan dan perkembangan motorik si Kecil sudah terlambat sejak awal, maka keterlambatan itu akan berpengaruh ke perkembangan motorik kasar dan halus lainnya.

Did you know?

”Bereksplorasi akan memberikan si Kecil perkembangan motorik yang baik, dengan aktivitas seperti menendang bola, naik tangga, atau berlari. Ketahui selengkapnya di sini.“

LIHAT LENGKAP

Perbedaan Motorik Kasar dan Halus  Balita

Motorik kasar adalah gerakan tubuh yang menggunakan otot-otot besar, sebagian besar atau seluruh anggota tubuh yang dipengaruhi oleh usia, berat badan dan perkembangan si Kecil secara fisik. Contoh kemampuannya adalah duduk, menendang, berlari, atau naik turun tangga.

Perkembangan motorik beriringan dengan proses pertumbuhan secara genetis atau kematangan fisik si Kecil. Kemampuan motorik mempresentasikan keinginan si Kecil. Misalnya ketika ia melihat begitu banyak pilihan mainan, ia akan membuat persepsi dalam otaknya bahwa dia ingin memainkannya.

Persepsi tersebut memotivasi si Kecil untuk melakukan sesuatu, mereka dapat menciptakan kemampuan motorik yang baru. Kemampuan baru tersebut merupakan hasil dari banyak faktor, yaitu perkembangan sistem saraf, kemampuan fisik yang memungkinkannya untuk bergerak, dan lingkungan yang mendukung perkembangan kemampuan motorik.

Misalnya, si Kecil akan mulai berjalan jika sistem sarafnya sudah matang, proporsi kakinya cukup kuat untuk menopang tubuhnya dan ia sendiri ingin berjalan untuk mengambil mainannya.

Kemampuan motorik halus adalah kemampuan yang berhubungan dengan keterampilan fisik yang melibatkan otot kecil dan koordinasi mata-tangan. Saraf motorik halus ini dapat dilatih dan dikembangkan melalui kegiatan dan rangsangan secara rutin.

Rangsangan tadi bisa dengan mengajak si Kecil bermain bongkar pasang, menyusun balok, memasukan benda ke dalam lubang sesuai bentuknya, membuat garis, melipat kertas dan sebagainya.

Kecerdasan motorik halus si Kecil berbeda-beda, dalam hal kekuatan maupun ketepatannya. Perbedaan ini dipengaruhi oleh pembawaan si Kecil dan stimulasi yang didapatkannya.

Orang tua mempunyai pengaruh yang lebih besar dalam kecerdasan motorik halus anak. Sementara lingkungan dapat meningkatkan ataupun menurunkan taraf kecerdasan si Kecil, terutama pada tahun-tahun awal kehidupannya.

Setiap anak mampu mencapai tahap perkembangan motorik halus yang optimal jika mendapatkan stimulasi tepat. Di setiap fase, anak membutuhkan rangsangan untuk mengembangkan kemampuan mental dan motorik halusnya. Semakin banyak yang dilihat dan didengar anak, semakin banyak yang ingin diketahuinya.

Jika kurang mendapatkan rangsangan, si Kecil akan menjadi bosan dan pasif. Tetapi bukan berarti Ibu boleh memaksa stimulasi dan rangsangan yang hendak diberikan. Selalu ingat bahwa tekanan, persaingan, penghargaan, hukuman, atau rasa takut dapat mengganggu usaha yang dilakukan si Kecil dan menghambat perkembangan motorik halusnya.

Berikan si Kecil yang terbaik di masa perkembangannya, termasuk untuk memenuhi kebutuhan nutrisi hariannya.

 

facebook-logo twitter-logo