Loading...

Riwayat Pencarian

Pencarian Populer

burger menu
Kenali 8 Jenis Kecerdasan Anak Sejak Dini

Stimulasi

Kenali 8 Jenis Kecerdasan Anak Sejak Dini


Seorang anak sebutlah namanya Jordi (bukan nama sebenarnya) menunjukkan kemampuan berinteraksi dan terampil dalam merawat anjing peliharaan di rumahnya. Nampaknya hewan sangat suka bermain dengannya dan ketika hewan peliharaan tetangga mengamuk, Jordi mampu menenangkannya dengan sangat terampil. Namun, di kelasnya Jordi kurang menunjukkan prestasi akademik yang gemilang. Pada fenomena yang ditampilkan, apakah dengan demikian Jordi tidak termasuk kategori anak cerdas?

8 Kecerdasan Anak Sejak Usia Dini

Mari kita tengok bersama makna kata cerdas dan kecerdasan. Cerdas berdasarkan Kamus Besar Bahasa Indonesia adalah kondisi kemampuan anak dalam berpikir, tajam berpikir, sempurna perkembangan akal budinya. Sedangkan kecerdasan adalah kesempurnaan perkembangan akal budi dalam rangka menyelesaikan persoalan dalam kehidupan sehari-hari.

Kecerdasan anak dapat diketahui sejak usia dini. Mereka akan memasuki usia 0-7 tahun ketika berada di dalam masa eksplorasi. Pada saat ini orang tua dapat mengenali dan menggali potensi kecerdasan anak. Salah satu caranya adalah dengan membebaskan anak untuk memilih aktivitas yang disenanginya. Pada masa ini, anak-anak memasuki usia keemasan di mana perkembangan sel sarafnya berkembang dengan pesat. Oleh karena itu, stimulasi oleh orang tua dan pendidik sangat diperlukan untuk meningkatkan kecerdasan anak.1

Did you know?

“Kecerdasan seorang anak tidak semata-mata mampu berprestasi di bidang akademik, mampu menyelesaikan persoalan sehari-hari dan menunjukkan kemampuan yang gemilang dalam bidang spesifik juga menunjukkan kecerdasan seseorang.”

Catherine Yusuf, M.Psi., Psi., CGA

Kecerdasan anak yang kita kenal dapat berupa Intelligence Quotient (IQ) yang merupakan kecerdasan tunggal dari individu yang pada dasarnya hanya bertautan dengan aspek kognitif individu tersebut, Emotional Quotient (EQ) yang merupakan kemampuan mengontrol dan menggunakan emosi, mengendalikan diri, menyesuaikan diri dengan lingkungan termasuk kerja sama dan kemampuan bersosialisasi, serta Spiritual Quotient (SQ) yang merupakan kecerdasan untuk mengetahui makna dan value, menempatkan perilaku dan hidup pada makna yang lebih luas.2 Berdasarkan cerita pada pembukaan tulisan ini, terdapat kecerdasan majemuk pada diri kita masing-masing. Kecerdasan majemuk tersebut terdiri dari 8 jenis kecerdasan yang dikemukakan oleh Howard Gardner dalam Multiple Intellegence, yaitu:

1. Linguistic intelligence

Kemampuan untuk menganalisa informasi yang berhubungan dengan bahasa. Untuk mengetahui pola kecerdasan anak berdasarkan Linguistic Intelligence, umumnya kegiatan yang paling disukai adalah membaca dan menulis.

2. Logical-mathematical intelligence

Kemampuan untuk berhitung dan menyelesaikan masalah secara abstrak. Kecerdasan yang satu ini, banyak sekali kaitannya dengan kemampuan berhitung, membuat pendapat, penggunaan nalar ilmiah hingga memiliki minat tinggi pada sesuatu hal yang logis.

3. Spatial intelligence

Kemampuan untuk mengenali bentuk dan gambar spasial. Bisa dikatakan bahwa kecerdasan ini cukup unik karena melihat segala sesuatu berdasarkan gambaran visual yang diproyeksikan dalam pikiran.

4. Musical intelligence

Kemampuan untuk menghasilkan, mengingat dan membaca pola dari suara. Kecerdasan yang berorientasi pada kemampuan dibidang musik, baik dari segi pendengaran, penghayatan lagu hingga kemampuan untuk memainkan alat musik.

5. Bodily-kinesthetic intelligence

Kemampuan untuk menggunakan tubuh untuk membuat sesuatu. Kecerdasan yang lebih cenderung berorientasi pada kemampuan fisik yang kuat. Sebagian besar orang yang bertipe Bodily-Kinesthetic Intelligence sangat menyukai pelajaran olahraga dan hal-hal yang menantang adrenalin.

6. Naturalistic intelligence

Kemampuan untuk dapat membedakan berbagai macam jenis binatang dan tanaman dan beberapa cuaca. Kecerdasan naturalis adalah kemampuan yang dapat menggolongkan flora, fauna, dan berbagai lingkungan sekitar dengan baik sehingga dapat disebut sebagai kemampuan alam.

7. Interpersonal intelligence

Kemampuan untuk memahami motivasi, keinginan, dan kondisi emosi orang lain. Anak yang diberikan kecerdasan interpersonal mampu memahami diri perasaan dan emosi orang lain dengan begitu baik.

8. Intrapersonal intelligence

Kemampuan untuk memahami motivasi, keinginan, dan kondisi emosi diri sendiri.3 kecerdasan untuk memahami kelebihan dan kekurangan diri sendiri. Keunggulan seseorang yang sudah mengenal diri sendiri adalah bisa tumbuh menjadi anak yang dapat bijak dan mengontrol emosi dengan baik. 

Semakin banyaknya jenis kecerdasan anak menyadarkan orang tua bahwa anak itu tidak hanya pintar di satu bidang, tetapi mereka dapat memiliki kecerdasan di berbagai bidang, tidak hanya di bidang eksak saja. Hal ini dapat membuat orang tua untuk dapat mengenali kecerdasan dan bakat anak. Seringkali kita jumpai pemaksaan yang dilakukan orang tua terhadap anak agar berkembang menurut apa yang mereka sukai/inginkan. Padahal, anak akan berkembang lebih pesat apabila diasah sesuai dengan bidang yang diminatinya.

Para orang tua hendaknya sering menghabiskan waktu bersama anak-anaknya melalui kegiatan-kegiatan seru di dalam atau di luar rumah, saat liburan ataupun hari-hari biasa. Kegiatan yang mampu mengoptimalkan kecerdasan dan memancing anak untuk dapat menunjukkan bakatnya. Prinsip dalam menstimulasi kemampuan anak adalah tanpa paksaan, bila perlu sambil bermain dan belajar sehingga anak sadar dan berada di lingkungan yang kondusif untuk melatih kemampuannya.

Sampai saat ini, tidak ada indikator dan alat ukur yang jelas untuk mengukur kecerdasan seseorang, kecuali untuk mengukur IQ. IQ dapat diukur melalui serangkaian psikotest, tetapi hasilnya dapat berubah sesuai dengan usia manusia. Ada beberapa tes yang dapat digunakan, antara lain Wechles Intellegence Scale for children (WISC) yang digunakan mengukur kemampuan kognitif anak usia 5- 15 tahun, mengukur kemampuan verbal dan logika anak, tes IQ Fischer-Price, yaitu tes yang digunakan pada anak usia enam bulan hingga satu tahun dan dilakukan pada orang tua sang bayi. Mereka ditanya 10 pertanyaan mengenai perilaku dan respon bayi terhadap beberapa situasi., dan Bayley Scales of Infant Development yang dapat dilakukan pada bayi berumur 1 bulan hingga 42 bulan. Melalui serangkaian tes IQ dan tes minat bakat, orang tua dapat mengetahui kecerdasan IQ anak serta peminatan dan bakat mereka. Selain melalui pengukuran kecerdasan standard, ada cara lain untuk mengetahui kecerdasan seseorang yaitu melalui pengamatan yang dapat dilakukan oleh guru, pengasuh, dan seluruh anggota keluarga. Selain itu, peran guru dan pengasuh serta lingkungan sekitar sangat penting dalam mendeteksi kecerdasan anak sejak dini.

Cara Meningkatkan Kecerdasan Anak

  1. Mengajak si Kecil untuk menyukai membaca, dan mendengarkan dongeng.
  2. Kenalkan si Kecil dengan beragam alat musik
  3. Olahraga sambil bermain
  4. Penuhi gizi seimbangnya
  5. Tidur dengan waktu yang tepat dan cukup

Itulah yang perlu Mama ketahui tentang 8 jenis kecerdasan anak. Nutriclub akan membantu Mama mengetahui seberapa jauh perkembangan keterampilan si Kecil dalam berbagai aspek melakui One Step Ahead Academy.

  1. Ahmad N. Menggali potensi kecerdasan anak melalui pendekatan spiritual.[Internet]. Retrieved from: http://journal.stainkudus.ac.id/index.php/thufula/article/download/1413/pdf. (04.01.18)
  2. Misbach IH. Antara IQ,EQ,dan SQ. Fakultas Ilmu Pendidikan Universitas Pendidikan Indonesia. 2008.
  3. Davis K, Christdolou J, Seider S, Gardner H. The Theory of Multiple Intellegences. [Internet]. Retrieved from: https://howardgardner01.files.wordpress.com/2012/06/443-davis-christodoulou-seider-mi-article.pdf (04.01.18)
comment-icon comment-icon