Loading...

Riwayat Pencarian

Pencarian Populer

burger menu
5 Cara Efektif Mengajari Anak Mendeskripsikan Benda

Stimulasi

5 Cara Efektif Mengajari Anak Mendeskripsikan Benda

Article By : Annisa Amalia Ikhsania

Di usia 1 - 3 tahun, anak idealnya sudah mulai bisa mengenal nama dan mendeskripsikan bentuk sebuah benda, hingga tahu apa kegunaannya. 

Nah, salah satu cara Mama untuk mendukung perkembangan otak anak di usia balita ini adalah memberikan stimulasi dengan latihan mendeskripsikan benda di sekitar rumah. Baca terus informasi selengkapnya di sini, ya, Ma!

Kenapa Anak Perlu Bisa Mendeskripsikan Benda?

Kemampuan untuk mendeskripsikan benda atau bahkan orang-orang terdekatnya penting karena ini berhubungan dengan perkembangan kognitif anak.

Seberapa baik anak bisa menggambarkan suatu objek sangat mencerminkan kemampuan attention (perhatian) yang baik. Sebab, atensi berperan besar dalam proses perolehan dan pembelajaran informasi. 

Kemampuan anak untuk mengelaborasi juga berhubungan dengan seberapa baik ia bisa fokus. Fokus itu sendiri adalah kemampuan untuk menyelesaikan sesuatu yang dimulai dari awal sampai akhir. 

Fokus sangat penting karena merupakan pondasi dari cara berpikir yang efektif. Kemampuan anak untuk fokus akan membantunya membentuk persepsi, menalar dan belajar, menyimpan informasi sebagai memori, memecahkan masalah, dan mengambil keputusan. 

Selain itu, kemampuan anak untuk mendeskripsikan sebuah benda juga terkait dengan seberapa baik ia bisa berpikir secara logis dan menalar. Dua keterampilan kognitif ini membantu anak untuk mengumpulkan informasi, memahami hal baru, mengevaluasi, hingga membangun proses berpikir. 

Baca Juga: Agar Sukses di Kancah Global, Pastikan Anak Punya 8 Winning Skills Ini

Tanpa penalaran yang baik, si Kecil akan sulit untuk mengumpulkan informasi yang diperlukan untuk menggambarkan sebuah benda atau kejadian. Misalnya ketika harus menjawab pertanyaan guru, “Ayo, coba jelaskan proses terjadinya hujan!”. Tanpa adanya nalar dan pemikiran logis, anak tidak akan bisa mengonstruksikan jawaban yang baik dan benar.

Pada akhirnya, keterampilan mendeskripsikan benda atau sebuah kejadian terkait langsung dengan kemampuannya berbahasa. Semakin anak mampu mengungkapkan apa yang ia tahu, ia akan semakin fasih untuk menyampaikan pikiran-pikirannya. Kefasihan berbahasa dan berpikir juga akan meningkatkan konsentrasi anak-anak, karena ketika anak berbicara otaknya sedang beroperasi dalam “kecepatan tinggi".

Sekitar 80% perkembangan kognitif yang memungkinkan anak untuk menalar dan berpikir logis akan terjadi paling optimal dalam 1000 hari pertama kehidupannya. Bahkan, semua kemampuan ini akan terus berkembang sampai usia 5 tahun nanti. 

Stimulasi Kognitif Anak dengan Latihan Mendeskripsikan Benda

Hingga usia 3 tahun, si Kecil tengah mengalami masa periode emas yang sangat penting dan tidak boleh terlewatkan, Ma. Ini karena pada masa-masa tersebut, perkembangan kognitif si Kecil masih bertumbuh dan berkembang dengan pesat.

Perkembangan kognitif merupakan langkah penting dalam fase perkembangan anak yang pastinya tidak boleh dilewatkan. Nah, Mama mulai bisa menstimulasi kemampuan kognitif si Kecil dalam mengobservasi benda di sekitarnya, sekaligus mengembangkan kemampuan berbahasanya.

Bagaimana caranya? Yuk, simak penjelasannya berikut ini. 

1. Sering Melontarkan Pertanyaan

Salah satu cara stimulasi anak mendeskripsikan benda adalah Mama harus sering-sering melontarkan pertanyaan untuk si Kecil. 

Mama bisa memberikan pertanyaan-pertanyaan mengenai benda apa pun yang ada di rumah, termasuk nama dari benda tersebut, fungsi, dan cara menggunakannya.

Contohnya, “Nak, itu apa ya, namanya?” tanya Mama sambil menunjuk kipas angin. Si Kecil mungkin saja menjawab benda tersebut dengan benar, yakni kipas angin.

Kemudian, Mama bisa memberikan penjelasan, seperti “Benar, itu namanya kipas angin, nak. Kipas angin berfungsi untuk mendinginkan ruangan. Coba lihat deh, kalau ditekan tombolnya yang ini, akan ada angin dingin yang keluar, kan?”. 

Dengan begitu, si Kecil akan paham bahwa saat dirinya mungkin merasa kegerahan, ia akan menyalakan kipas angin. Kemudian, ketika ia menekan atau memencet salah satu tombol pada kipas angin, akan ada hembusan angin yang muncul. 

2. Jawab Pertanyaan si Kecil

Tidak hanya Mama terus yang melontarkan pertanyaan, terkadang Mama mungkin akan diberikan sejumlah pertanyaan dari si Kecil. Nah, di sinilah tugas Mama untuk menjawabnya.

Misalnya, Mama sedang makan menggunakan sendok, lalu si Kecil bertanya, “Mama itu apa?” sambil menunjuk ke arah garpu.

“Ini namanya sendok, nak,” jawab Mama. Berikutnya, si Kecil mungkin akan melontarkan pertanyaan lanjutan, seperti “Oh sendok untuk aku makan, ya, Ma?”

Mama harus menjawab pertanyaan-pertanyaan tersebut dengan sabar. Itu akan membantu mereka untuk belajar mengenal dan mendeskripsikan benda.

Baca Juga: Milestone Kognitif Anak yang Wajib Mama Ketahui

3. Menyebutkan Nama Setiap Objek yang Dilihat

Pertama-tama, Mama bisa sering-sering menyebutkan nama objek yang dilihat si Kecil sehari-hari. Langkah ini sederhana, tetapi mudah diingat dan ditiru pelafalannya oleh si Kecil. 

Tak hanya meningkatkan kemampuannya dalam mendeskripsikan benda, ini juga sebagai bekal dasarnya untuk berbicara di kemudian hari. 

Contohnya, ketika sedang membuat sarapan di dapur, beri tahu si Kecil kalau benda yang Mama pegang adalah sendok, piring, garpu, dan gelas. Sementara itu, makanan yang sedang Mama buat adalah roti dan telur. 

4. Tebak Nama Benda

Mama juga bisa mengajak si Kecil bermain tebak nama benda. Sesuai namanya, permainan ini dilakukan dengan cara meminta anak untuk menebak nama benda yang Mama pegang. 

Mama bisa menempatkan tiga buah benda berbeda di depan si Kecil. Kemudian, minta ia menebak nama benda yang Mama tunjuk. 

Sebagai contoh, Mama meletakkan tiga buah benda berbeda, seperti sendok, bantal, dan sisir. Lalu, minta ia menebaknya, seperti “Coba ambil sendok”, atau “Mana yang namanya bantal?”, atau “Nak, coba kasih Mama sisir”. 

Di permainan ini, Mama bisa sekaligus menjelaskan fungsi dari tiap benda dan cara menggunakannya. 

Selain itu, melalui permainan tebak nama benda, Mama juga bisa meminta tolong si Kecil untuk mengambilkan benda tertentu dan meminta ia mendeskripsikannya. 

Misalnya, “Nak, tolong ambilkan Mama sisir, dong.” Setelah ia mengambilnya, tanyakan ia soal kegunaannya, seperti “Nak, gunanya sisir apa? Bagaimana cara pakainya?”.

5. Ajak Menemukan Benda yang Hilang

Di permainan menemukan benda yang hilang ini, Mama bisa menggunakan beberapa barang untuk disembunyikan, lalu minta si Kecil untuk mencarinya. 

Pertama-tama, ambil benda atau mainan. Lalu, sembunyikan di beberapa area furniture atau perabot rumah. Kemudian, minta ia untuk mencari dan menemukannya. 

Di sini, Mama bisa, kok, memberikan instruksi kepada si Kecil agar bisa menemukan benda yang disembunyikan. 

Misalnya, bendanya bersuhu dingin atau panas, berbentuk panjang, besar, kecil, dan lainnya. Mama juga bisa mendeskripsikan benda yang disembunyikan tersebut, seperti bisa untuk menyisir rambut, bisa untuk makan, atau lain sebagainya. 

6. Bermain Kantong Ajaib

Permainan lainnya untuk menstimulasi otak anak dalam mengenal dan mendeskripsikan benda, yakni kantong ajaib. Aktivitas ini mengajak si Kecil untuk menebak benda yang diambil dari dalam kantong, lalu minta ia mendeskripsikan nama, warna, dan kegunaannya. 

Caranya, Mama bisa menyiapkan kantong tidak tembus pandang dan masukkan lima benda yang sering dilihat si Kecil. 

Kemudian, minta si Kecil untuk merogoh kantong tanpa melihat isi di dalamnya. “Ayo, Adik ambil satu benda. Tapi, jangan lihat isinya, ya.”

Setelah si Kecil mengeluarkan satu benda dari dalam kantong, Mama bisa minta ia mendeskripsikan benda yang diambilnya. “Nah, Adik, benda itu apa namanya ya? Warnanya apa, sih? Biasanya untuk apa, ya?”

Baca Juga: Kenali Tahapan Mengoptimalkan Tumbuh Kembang Anak

Itulah informasi mengenai cara mendeskripsikan benda yang bisa Mama dan Papa lakukan di rumah. Selamat mencoba, ya Ma!

Untuk dapatkan informasi lengkap lainnya seputar cara menstimulasi otak anak, daftarkan diri Mama di MyNutriclub sekarang! Semakin banyak artikel yang Mama baca, makin banyak poin yang bisa dikumpulkan untuk ditukar dengan hadiah menarik, lho.

Mama juga bisa dapatkan konten-konten digital eksklusif mulai dari E-Book, Podcast, sampai Kulwap yang dimoderatori oleh para ahli di bidangnya.

  1. University of Michigan Health. https://www.uofmhealth.org/health-library/ue5755. Diakses pada 7 September 2022. 
     
  2. Baby Centre. https://www.babycentre.co.uk/a1047257/understanding-your-babys-cognitive-development/. Diakses pada 7 September 2022. 
     
  3. Mom Junction. https://www.momjunction.com/articles/cognitive-development-activities-for-infants_00776696/. Diakses pada 7 September 2022. 
     
  4. Up We Grow. https://www.upweegrow.com/language-development-feats-techniques/understanding-and-describing-the-function-of-objects. Diakses pada 7 September 2022. 

  5. Parents. https://www.parents.com/baby/development/intellectual/enhance-cognitive-development-0-3-months/. Diakses pada 7 September 2022. 
     
  6. Early Childhood Australia. http://thespoke.earlychildhoodaustralia.org.au/five-ways-stimulating-play/. Diakses pada 7 September 2022.
     
comment-icon comment-icon