Ini yang Harus Dilakukan Jika Anak Alergi Susu Sapi - Nutriclub

Riwayat Pencarian

Pencarian Populer

Kesehatan

Ini yang Harus Dilakukan Jika Anak Alergi Susu Sapi

Alergi susu sapi merupakan alergi makanan yang paling umum pada bayi.

     Hasil penelitian di Poli Alergi Imunologi Rumah Sakit Cipto Mangunkusumo (RSCM) pada 2007 menemukan, 10,3% pasien alergi memiliki alergi susu sapi.

alergi susu 1

  

    Alergi susu sapi terjadi karena tubuh bereaksi berlebihan terhadap protein dalam susu sapi yang dianggapnya sebagai zat asing berbahaya. Karena itu, setiap kali bayi mendapatkan susu, sistem kekebalan tubuhnya melepaskan zat kimia seperti histamine untuk melawan, yang memicu munculnya reaksi alergi.

    Alergi susu sapi dapat berkembang pada anak yang diberi ASI dan formula. Namun, anak-anak yang mendapat ASI biasanya cenderung tidak mengembangkan alergi makanan dalam bentuk apa pun. Bayi yang mendapat ASI memiliki risiko lebih rendah mengalami alergi susu dibandingkan mereka yang diberi formula. Reaksi alergi bisa muncul jika ibu mengonsumsi produk susu.

    Reaksi alergi susu sapi bisa muncul sesaat setelah minum susu, beberapa jam, atau malah beberapa hari kemudian.

   Gejala alergi susu sapi di antaranya mengi, kesulitan bernapas, batuk, suara serak, sesak tenggorokan, sakit perut, muntah, gatal-gatal, bintik atau ruam kulit, pembengkakan hingga sakit kepala, dan kehilangan kesadaran.

    Pastikan Anda memeriksakan kondisi anak ke dokter spesialis alergi anak. Biasanya dokter akan melakukan serangkaian tes seperti tes darah, tinja, dan tes reaksi kulit terhadap paparan protein susu sapi. Jika hasil tes menunjukkan anak mengidap alergi protein susu sapi dengan gejala yang cukup serius seperti anaphylaxis atau kesulitan bernapas, kemungkinan dokter akan memberikan injector epinerfin. ¹

    Alergi susu sapi tidak dapat disembuhkan, biasanya reaksinya berkurang, bahkan menghilang seiring dengan pertambahan usianya. Namun, Anda bisa menghindari kemunculan reaksi alergi dengan cara memberikan formula yang tidak mengandung protein susu sapi.

Jika bayi ASI

    Jika bayi menyusu ASI dan telah didiagnosis dengan alergi susu sapi, Anda tidak perlu berhenti menyusui. Gejala alergi biasanya hilang hanya dengan mengeliminasi produk susu dari konsumsi Anda sehari-hari.

    ASI adalah merupakan pilihan terbaik bagi bayi yang memiliki alergi susu sapi. ASI yang bergizi seimbang  menawarkan perlindungan terhadap penyakit dan infeksi dan mengurangi sindroma kematian mendadak.

    Namun, tidak semua ibu bisa memberikan ASI. Jika bayi Anda memiliki alergi protein susu sapi dan Anda tidak dapat menyusui, ada opsi formula yang tidak mengandung susu sapi, yaitu:

formula susu sapi lengkap

Formula hidrolisis

    Formula ini berbasis susu sapi, namun proteinnya telah dipecah menjadi partikel-partikel kecil sehingga tubuh tidak mengenali itu sebagai protein berbahaya dan bisa lebih mudah dicerna. Cara ini bisa meminimalkan munculnya reaksi alergi. ²

    Terdapat dua jenis susu formula yang dihidrolisis, yaitu yang dihidrolisis sebagian dan yang dihidrolisis seluruhnya. Sebagian besar bagi yang alergi susu sapi lebih cocok diberikan formula yang dihidrolisis seluruhnya.

Formula soya

    Formula berbasis protein kedelai ini adalah salah satu pilihan yang direkomendasikan untuk anak dengan alergi susu sapi. Sebagian besar anak dengan alergi susu sapi dapat menerima formula berbasis soya, yang mengandung nutrisi sama baiknya dengan formula standar. Namun, Anda harus memastikan bahwa anak tidak alergi kedelai. Pasalnya, 8 hingga 14% bayi dengan alergi susu sapi juga akan bereaksi terhadap kedelai. ³

    Formula kedelai mengandung phytate yang dapat memengaruhi penyerapan nutrisi dan isoflavonoid yang dapat membuat formula kedelai tidak cocok diberikan pada bayi di bawah 6 bulan.  Jadi tidak semua bayi dengan alergi protein susu sapi, cocok diberikan formula kedelai.

Formula berbasis asam amino (AAF)

    Formula asam amino (AAF) merupakan formula yang mengandung asam amino. Asam amino sendiri adalah hasil penguraian dari protein. Asam amino 100% non-alergen sehingga aman digunakan untuk anak yang alergi protein susu sapi.

    Dalam penelitian ditemukan, bayi dengan alergi susu sapi yang sangat sensitif, ketika diberikan formula hidrolisis mengalami penurunan berat badan dan gejala alergi tetap muncul. Sedangkan ketika diberikan formula asam amino, terjadi kenaikan berat badan dan gejala alergi berkurang. 4

    Penggunaan formula asam amino disarankan sebagai pengobatan lini pertama untuk anak yang memiliki alergi parah seperti riwayat anafilaksis, Heiner Syndromme, Eosinphilic Eosophagitis dan gastro intestinal berat atau yang berhubungan dengan pertumbuhan yang terganggu. 5

    Jadi, jika pencernaan bayi Anda tetap tidak memberi respons terhadap formula eHF, biasanya dokter akan menyarankan pemberian susu formula berbasis asam amino (AAF). Formula berbasis asam amino dapat ditoleransi oleh hampir semuabayi yang memiliki alergi protein susu sapi dan kedelai. 6

    Namun, perlu diingat bahwa semakin banyak fomula dihidrolisis, maka semakin kurang enak rasanya untuk beberapa bayi.

    Untuk menghindari hal-hal yang tidak diinginkan, konsultasikan dengan dokter tentang alergi yang dimiliki bayi Anda, sehingga dokter bias memberikan perawatan yang tepat.

 

Referensi

  1. Canadian Paediatric Society. Emergency treatment of anaphylaxis in infants and children. Paediatrics and Child Health. 2011;16(1):35–40.
  2. Brill H. Approach to milk protein allergy in infants. Canada Family Physician. 2008;54(9):1258–64.
  3. Klemola T, et al. Feeding a soy formula to children with cow’s milk allergy: the development of immunoglobulin E-mediated allergy to soy and peanuts. 2005;16(8):641-46.
  4. Vanderhoof J, et al. Evaluation of an amino acid-based formula in infants not responding to extensively hydrolysed protein formula. Journal of Pediatric Gastroentrology and Nutrition. 2016;63(5):531.
  5. Venter C, et al. Diagnosis and management of non-IgE-mediated cow’s milk allergy in infancy – a UK primary care practical guide. 2013;3(1):23.
  6. Hill DJ, et al. The efficacy of amino acid-based formulas in relieving the symptoms of cow's milk allergy: a systematic review. Clinical and Experimental Allergy. 2007;37(6):808-22.