Riwayat Pencarian

Pencarian Populer

10 Penyebab Panas pada Anak yang Perlu Mama Pahami

Kesehatan

10 Penyebab Panas pada Anak yang Perlu Mama Pahami


Panas atau demam merupakan peningkatan suhu tubuh sementara sebagai tanda bahwa sesuatu yang tidak biasa sedang terjadi di dalam tubuh, seringkali disebabkan karena adanya penyakit. Saat anak sedang mengalami demam Mama tidak perlu panik,. Artikel ini akan mengulas penyebab panas pada anak, kaitannya dengan imunitas, dan tanda-tanda apa saja yang biasanya muncul.

10 Penyebab Panas pada Anak

Demam dapat sangat mudah untuk diidentifikasi dan dipantau dengan menggunakan termometer. Suhu tubuh normal anak adalah 36,5oC-37,5oC, secara keseluruhan bila suhu tubuh anak diatas 37,5oC dinyatakan sebagai kondisi demam. Saat ini sudah banyak alat termometer yang mudah didapatkan di pasaran, baik termometer raksa, digital, maupun termometer tembak. Lokasi pemeriksaan juga ditentukan oleh jenis termometer yang digunakan. Pemeriksaan suhu bisa dilakukan di mulut, ketiak, dahi, dan dubur anak. Saat ini, pemeriksaan menggunakan termometer tembak merupakan pilihan yang praktis dan mudah untuk dilakukan oleh Mama di rumah, pemeriksaan ini tidak seakurat termometer raksa. Namun, termometer ini cocok untuk anak-anak karena cepat dilakukan sehingga anak tidak perlu diam dalam waktu yang lama.2,3

Demam pada anak paling sering diakibatkan oleh karena adanya infeksi yang memicu respons sistem imun tubuh yang akan menaikan suhu tubuh sebagai usaha tubuh untuk melawan infeksi yang sedang terjadi.4 Jenis infeksi yang sering menjadi penyebab panas pada anak adalah:

  1. Infeksi saluran nafas bagian atas seperti flu.
  2. Infeksi saluran nafas bagian bawah.
  3. Infeksi telinga.
  4. Infeksi saluran kemih.
  5. Infeksi lainnya akibat virus maupun bakteri.
  6. Gangguan pencernaan
  7. Turunnya imunitas tubuh
  8. Kurang asupan berserat tinggi 
  9. Jadwal makan kurang teratur
  10. Terinfeksi influenza

Gejala Lain yang Ditemukan saat Anak Panas

Selain penyakit infeksi, penyebab panas pada anak meliputi kurang cairan, yaitu dehidrasi atau setelah anak menjalani vaksinasi.5 Tergantung dari penyebab panas, gejala lain yang bisa ditemukan pada anak yang sedang mengalami panas adalah:2

  • Nyeri kepala. 
  • Anak mudah marah dan rewel.
  • Tubuh menggigil.
  • Keringat.
  • Nyeri pada persendian.
  • Otot yang terasa lemah.
  • Nyeri pada mata.
  • Rasa lemas pada tubuh secara keseluruhan.
  • Penurunan nafsu makan.
  • Sulit berkonsentrasi.
  • Pembesaran kelenjar getah bening.

Hal yang dapat Mama lakukan bila anak sedang panas adalah menjaga hidrasi anak tetap cukup dengan memberikan minum secara teratur, pada anak bayi kebutuhan cairan dapat diberikan melalui ASI. Bila anak tidak merasa haus, Mama bisa mencoba memberikan minum sedikit demi sedikit. Selain hidrasi, Mama juga perlu menjaga lingkungan sekitar anak pada suhu yang nyaman, menggunakan pakaian yang nyaman, serta anak mendapatkan istirahat yang cukup. Kompres dengan air hangat pada dahi dan lipat tubuh juga dapat membantu untuk menurunkan suhu tubuh pada anak.5

Pada anak yang mengalami demam ringan tidak selalu perlu untuk diberikan obat-obatan karena dapat hilang dengan sendirinya terutama bila keadaan umum anak tampak baik dan aktif. Obat penurun demam yang dapat diberikan pada anak adalah paracetamol atau ibuprofen. Mama bisa memilih salah satu, obat tersebut sebaiknya tidak  diberikan secara bersamaan. Sebelum memberikan obat penurun demam mama perlu membaca informasi pada lembaran obat mengenai dosis dan frekuensi pemberian obat yang sesuai dengan usia dan berat badan anak.6

Tanda Anak Harus Pergi ke Dokter

Beberapa tanda dan gejala yang perlu diwaspadai agar anak segera dibawa ke dokter adalah:

  • Demam pada anak dibawah 3 bulan.
  • Demam dengan suhu diatas 39oC.
  • Demam yang berlangsung lebih dari 3 hari.
  • Terdapat tanda-tanda dehidrasi yaitu buang air kecil yang jarang, tidak ada air mata saat menangis, dan anak tampak lemas.
  • Diare dan muntah yang tidak berhenti.
  • Adanya gejala spesifik lainnya seperti nyeri telinga, tenggorokan, atau nyeri saat buang air kecil.
  • Muncul ruam pada kulit.
  • Anak yang memiliki riwayat penyakit kronis lainnya seperti jantung, kanker, lupus, maupun kelainan darah.7

Beberapa tanda dan gejala yang perlu mendapatkan penanganan gawat darurat secepatnya adalah:7

  • Anak yang sangat rewel.
  • Kesadaran anak yang menurun.
  • Leher yang kaku.
  • Kejang.
  • Nyeri perut yang hebat.
  • Sesak nafas.
  • Bibir dan kuku yang tampak biru.

Bila menemukan tanda dan gejala seperti yang disebutkan diatas maka anak memerlukan pengobatan ke dokter. Dokter akan melakukan wawancara terarah untuk menggali informasi yang lengkap mengenai riwayat penyakit sekarang, riwayat penyakit terdahulu pada anak, dan riwayat penyakit pada keluarga. Dilanjutkan dengan pemeriksaan fisik sesuai dengan gejala tambahan lainnya yang dikeluhkan dan pemeriksaan penunjang seperti pemeriksaan laborat darah dan pencitraan lainnya untuk menemukan penyebab demam pada anak agar dapat diberikan pengobatan maupun tindak lanjut yang adekuat.5

Mama bisa melakukan beberapa hal untuk mencegah terjadinya demam pada anak, yaitu dengan menerapkan pola hidup bersih dan sehat seperti membiasakan anak mencuci tangan dengan air mengalir dan sabun dengan rutin, membawa hand sanitizer berbasis alkohol saat berpergian, mengajarkan anak etika batuk dan bersin, dan menghindari menyentuh mulut, hidung, maupun mata dengan tangan yang kotor.8 Demikianlah informasi mengenai penyebab panas pada anak. Semoga bermanfaat, ya Ma!

Yuk, jaga imunitas anak dengan perkaya informasi melalui tools yang disediakan oleh Nutriclub. Mama bisa mencoba beberapa tools seperti:

  1. Fever in children [Internet]. Singapore: Healthhub: 2021 [cited 2021 Aug 3]. Available from: https://www.healthhub.sg/a-z/diseases-and-conditions/693/common-childhood-conditions-fever
  2. Johnson J. How to tell if you have a fever: signs, symptoms, and treatment [Internet]. Brighton: Medical News Today; 2020 [updated 2021 May 4; cited 2021 Aug 3]. Available from: https://www.medicalnewstoday.com/articles/326160
  3. Barbi E, Marzuillo P, Neri E, Naviglio S, Krauss BS. Fever in children: pearls and pitfalls. Children. 2017 Sep 1;4(9):81. 
  4. Consolini DM. Fever in infants and children [Internet]. Kenilworth: MSD; 2020 [updated 2020 June; cited 2021 Aug 3]. Available from: https://www.msdmanuals.com/professional/pediatrics/symptoms-in-infants-and-children/fever-in-infants-and-children
  5. Fever symptoms and causes [Internet]. Rochester: Mayo Clinic; 2020 [updated 2020 May 30; cited 2021 Aug 3]. Available from: https://www.mayoclinic.org/diseases-conditions/fever/symptoms-causes/syc-20352759
  6. Fever in children [Internet]. London: NHS; 2021 [updated 2021 Feb 3; cited 2021 Aug 3]. Available from: https://www.nhsinform.scot/illnesses-and-conditions/infections-and-poisoning/fever-in-children
  7. Murren-Boezem J. Fevers [Internet]. Jacksonville: Nemours Kids Health; 2018 [updated 2018 September; cited 2021 Aug 3]. Available from: https://kidshealth.org/en/parents/fever.html
  8. Kemenkes RI Direktorat Promosi Kesehatan dan Pemberdayaan Masyarakat. PHBS [Internet]. Jakarta: Direktorat Promosi Kesehatan Kementerian Kesehatan RI; 2016 [Updated 2016 Jan 1; cited 2021 Aug 3]. Available from: https://promkes.kemkes.go.id/phbs

 

comment-iconcomment-icon