Loading...

Riwayat Pencarian

Pencarian Populer

apa-ya-tanda-tanda-anak-yang-percaya-diri_small
Tumbuh Kembang

7 Tanda Anak Percaya Diri dan Cara Melatihnya

Article Oleh : Annisa Amalia Ikhsania 15 Januari 2020

Penting bagi anak memahami pentingnya punya rasa kepercayaan diri yang tinggi sejak dini. Dengan rasa percaya diri, si Kecil akan mampu mengendalikan berbagai hal yang terjadi dengan kemampuan yang dia miliki. Anak yang percaya diri juga pasti akan selalu belajar dari pengalaman hidupnya sehingga ia selalu berproses untuk berkembang ke arah yang lebih baik. Lalu, seperti apa ciri anak yang punya rasa percaya diri tinggi dan adakah cara yang bisa Mama Papa lakukan untuk meningkatkan kepercayaan diri si Kecil? Yuk, simak artikel ini sampai habis ya, Ma!

Bagaimana Ciri-Ciri Anak Percaya Diri?

Sebelum bicara lebih jauh mengenai anak percaya diri, mari kita sama-sama lihat makna dari kata percaya diri. Percaya diri atau yang dalam bahasa Inggrisnya adalah confident bermakna menyadari kemampuan yang dimiliki dan memiliki penilaian yang tepat atas kemampuannya tersebut. 

Bila dikaitkan dengan cerita pada paragraf sebelumnya, maka orang akan segera menilai anak yang tidak menonjol dan menyembunyikan dirinya adalah yang tidak percaya diri. Kepercayaan diri adalah sesuatu yang sifatnya kontekstual, artinya harus dikaitkan dengan situasi yang sedang berlangsung.

Rasa percaya diri yang ditunjukkan oleh seorang anak, dipengaruhi oleh seberapa besar mereka menghargai dirinya sendiri. Hal ini berkaitan dengan bagaimana mereka memikirkan tentang dirinya, mendeskripsikan dirinya, dan mengetahui kemampuan yang dimilikinya. 

Anak-anak dengan kepercayaan diri positif umumnya mampu menghadapi berbagai macam tantangan dengan lebih baik. Mereka juga tidak ragu dalam mencoba hal-hal baru. 

Ketika gagal, ia akan semangat mencoba lagi sehingga kemampuannya dapat berkembang dengan lebih baik. Lalu, apa lagi ciri-ciri anak percaya diri yang baik? Berikut penjelasannya;

1. Berani Mencoba Hal Baru

Salah satu ciri anak percaya diri bisa dilihat dari karakternya yang berani mencoba hal-hal baru, Ma. Bagi orang dewasa saja, mencoba hal baru mungkin menjadi suatu hal yang cukup menakutkan. Jadi, apabila si Kecil berani mencoba berbagai hal baru, dapat dipastikan ia sudah memiliki rasa percaya diri yang baik. 

Ia sudah memiliki pandangan yang positif terhadap dirinya sendiri sehingga si Kecil tahu bahwa selalu ada yang pertama dalam kehidupan dan wajar jika dalam percobaan pertama ia tidak berhasil. 

2. Tidak Takut Gagal

Ini selaras dengan pola pikir growth mindset di mana anak-anak bisa belajar menyadari bahwa dengan mencoba dan belajar dari kesalahan, mereka dapat terus berkembang dan mencapai kesuksesan di masa depan. 

Si Kecil juga belajar untuk melihat kegagalan sebagai peluang untuk belajar dan tumbuh, bukan sebagai kekalahan yang tak terhindarkan. Dengan pandangan ini, mereka dapat bangkit kembali setelah menghadapi kegagalan atau kesulitan, dan tidak menyerah dengan mudah. 

Sebaliknya, anak yang tidak percaya diri cenderung menghindari tantangan dan hal-hal baru karena takut mengalami kegagalan. Padahal mungkin ia memiliki potensi besar disitu lho, Ma.

Baca Juga: Peran Orang Tua Mendidik Anak agar Memiliki Growth Mindset

3. Pantang Menyerah

Anak dengan kepercayaan diri yang tinggi tidak akan mudah menyerah. Ia akan terus mencoba hingga mendapatkan hasil yang diinginkan, walaupun mungkin ada jeda waktu yang diambil. 

Si Kecil juga belajar untuk melihat kegagalan sebagai peluang untuk belajar dan tumbuh, bukan sebagai kekalahan yang tak terhindarkan. Dengan pandangan ini, mereka dapat bangkit kembali setelah menghadapi kegagalan atau kesulitan, dan tidak menyerah dengan mudah. 

Sementara itu, anak dengan kepercayaan diri yang rendah akan lebih mudah menyerah. Bahkan baru sesaat setelah mencoba melakukan suatu permainan atau mengerjakan tugas, ia akan menyerah karena merasa frustasi pada diri sendiri.

4. Memiliki Tujuan yang Jelas

Tiap anak pasti memiliki keinginan untuk mencapai sesuatu. Jika anak Mama memperlihatkan kemauan, hasrat, dan keberanian yang tinggi untuk mencapai tujuannya tersebut, ini bisa menandakan bahwa ia memiliki rasa percaya diri yang tinggi. 

Misalnya saja, saat si Kecil sedang bermain balok, ia sudah tahu bahwa keinginannya untuk membuat menara balok setinggi wajahnya. Maka, anak akan yakin dan berusaha membangun tumpukan demi tumpukan balok agar tidak sampai jatuh atau roboh. 

5. Bisa Menerima Pujian dengan Baik

Anak yang percaya diri akan memandang dirinya sendiri dengan positif. Oleh karena itu, ia lebih bisa menerima pujian dan kritikan dari orang lain dengan baik. Ketika dipuji ia tidak akan merasa canggung karena ia memang merasa sebagai anak yang berharga dan dicintai. 

Contohnya saat ada yang memuji, “Wah, hebat sekali Kakak bisa buat menara balok ini!” Kemungkinan besar ia akan merespon dengan ucapan terima kasih atau tersenyum lebar. 

Berbeda dengan anak yang kurang percaya diri. Saat dipuji umumnya mereka akan menunduk malu atau jauh di dalam hatinya tidak mempercayai bahwa pujian tersebut sifatnya tulus. 

6. Menerima Kritikan dengan Bijak

Begitu juga ketika menerima kritik dan masukan dari orang lain. Ia tidak akan merasa tersinggung namun menjadikan kritik dan masukan sebagai bahan pertimbangan untuk memperbaiki diri. 

Sebaliknya anak yang tidak percaya diri akan sering berkomentar negatif tentang dirinya sendiri, termasuk menjelek-jelekkan dirinya sendiri, “saya pasti tidak bisa”, “saya memang nakal”, “saya ini jelek”, ataupun ujaran-ujaran lainnya.

Anak yang kurang percaya diri biasanya lebih mudah stres dan merasa pesimis terhadap segala sesuatunya, sehingga menjadi sensitif terhadap komentar orang lain terhadap dirinya.

7. Mudah Bergaul

Umumnya, anak-anak merasa canggung bila dihadapkan dengan situasi atau lingkungan sosial yang asing baginya. Namun, bila anak Mama tampak berani dan mudah memulai percakapan atau interaksi ketika bertemu dengan teman-teman baru, bisa dibilang si Kecil memiliki rasa percaya diri yang baik. 

Kepercayaan diri membuat si Kecil merasa aman dan nyaman untuk menjalin pertemanan dengan orang lain, bahkan yang baru saja ditemui. Ia tidak takut ajakan pertemanannya ditolak oleh orang lain.

Anak dengan percaya diri yang baik juga akan mau berpartisipasi dan menikmati berbagai jenis aktivitas dan hobi. Sebaliknya, anak yang tidak percaya diri akan takut mencoba hal-hal yang baru, tidak berani menghadapi konflik, dan merasa tidak memiliki kelebihan atau kemampuan tertentu.

Mereka cenderung mudah menyerah terhadap suatu tugas atau permainan yang sulit. Anak juga tidak berani mencoba kegiatan olahraga yang menantang untuk anak seusianya. Kondisi ini akan menyebabkan mereka terlihat berpenampilan penakut.

Kenapa Penting Menanamkan Rasa Percaya Diri pada Anak?

Percaya diri adalah keterampilan yang penting, sehingga perlu diasah dan ditingkatkan dari waktu ke waktu. Keterampilan ini bahkan dapat mulai dikembangkan sejak usia dini. Menanamkan rasa percaya diri pada anak sangat penting karena memiliki dampak positif yang besar dalam kehidupan mereka. 

Ada beberapa alasan penting kenapa kita sebagai orang tua perlu menanamkan rasa percaya diri pada anak, yakni

1. Mengembangkan Potensi

Ketika anak memiliki rasa percaya diri yang kuat, mereka cenderung lebih percaya pada kemampuan dan potensi mereka. 

Si Kecil akan merasa lebih berani untuk mencoba hal-hal baru, menghadapi tantangan, dan mengembangkan bakat mereka. Ini akan membantu anak berkembang secara pribadi, akademik, dan lingkungan sosial.

2. Menghadapi Kegagalan

Rasa percaya diri yang tinggi membantu anak menghadapi kegagalan dengan lebih baik. Mereka tidak akan mudah putus asa atau takut mencoba lagi setelah mengalami kegagalan. Sebaliknya, mereka akan melihat kegagalan sebagai peluang untuk belajar dan berkembang lebih lanjut.

3. Membangun Hubungan Sosial

Anak dengan rasa percaya diri yang kuat cenderung lebih mampu membangun hubungan sosial yang sehat. Mereka merasa nyaman dengan diri mereka sendiri dan lebih mudah berinteraksi dengan teman sebaya. Ini akan membantu mereka membangun persahabatan yang positif dan mengatasi konflik dengan lebih baik.

4. Mengatasi Tekanan dan Stres

Anak-anak dengan rasa percaya diri yang tinggi memiliki kemampuan yang lebih baik untuk mengatasi tekanan dan stres dalam kehidupan mereka. 

Si Kecil memiliki keyakinan bahwa mereka dapat menghadapi tantangan dan mengatasi masalah dengan baik. Ini akan membantu anak mengatur emosinya dan menghadapi situasi sulit dengan lebih baik.

5. Meningkatkan Prestasi Akademik 

Rasa percaya diri yang tinggi juga berdampak positif pada prestasi akademik anak. Mereka cenderung lebih termotivasi, fokus, dan berani mengambil risiko dalam belajar. Hal ini akan membantu mereka mencapai potensi terbaik mereka dalam pendidikan.

Selain itu, rasa percaya diri sangatlah penting karena mampu memengaruhi sikap dan perilaku anak terhadap lingkungan yang ada di sekitarnya. Kepercayaan dirilah yang akan menentukan cara pikir, perasaan, dan pengambilan keputusan yang berkaitan dengan diri anak.

Cara Melatih Rasa Percaya Diri Anak

Rasa percaya diri anak dapat tumbuh dari adanya perasaan mampu berkompetensi. Perasaan ini tidak terjadi begitu saja karena orang tua sekadar mengatakan kepada anak bahwa mereka hebat. 

Tetapi hal ini lebih kepada keberhasilan anak dalam mencapai sesuatu (achievements), baik hal besar maupun hal kecil. Terlepas dari apakah keberhasilan tersebut sudah cukup maksimal atau belum. 

Nah, berikut adalah berbagai cara meningkatkan rasa percaya diri anak yang bisa Mama dan Papa terapkan:

1. Mulai dari Orang-Orang Terdekat

Membangun rasa percaya diri pada anak dapat dimulai dari orang-orang terdekatnya. Ajaklah anak untuk terlibat dalam berbagai acara keluarga. Tunjukkan foto keluarga pada anak dan ceritakan berbagai cerita keluarga Mama dan Papa. 

Buatlah anak merasa menjadi bagian dari anggota keluarga yang berharga. Merasa terhubung dengan orang lain yang peduli terhadap dirinya merupakan hal yang baik dalam meningkatkan rasa percaya diri anak. Hal ini akan memperkuat eksistensi anak secara langsung dan merasa menjadi bagian dari keluarga besarnya. 

Selain itu, hal ini juga akan membantu anak untuk belajar membangun hubungan dengan orang lain sehingga bermanfaat pula dalam menambah rasa percaya dirinya.

2. Habiskan Lebih Banyak Waktu Bersama Anak

Anda perlu untuk menghabiskan waktu bersama anak dengan lebih sering karena hal ini akan membuat anak merasa menjadi bagian yang penting dalam hidup Mama dan Papa. Melakukan kegiatan bersama sebagai suatu keluarga akan meningkatkan rasa memiliki dan kebersamaan dalam keluarga, sehingga berdampak baik terhadap kepercayaan diri anak.  

Coba lakukanlah “ritual keluarga” seperti cerita pengantar tidur sebelum anak tidur, “goodbye kiss´ yang spesial, atau hal khusus lainnya. Biarkan anak melakukan sesuatu untuk membantu Mama dan Papa, sehingga mereka akan merasa berguna. 

Hindarilah mengucapkan sesuatu yang negatif kepada anak. Jangan bersikap cuek dan tidak perhatian terhadap anak. Hindari sikap membandingkan anak Mama dengan anak-anak lain yang seusianya.

3. Berikan Pujian akan Usahanya

Ketika anak tampak berusaha melakukan atau mencapai sesuatu, terlepas dari apa pun hasilnya, coba berikan pujian akan usaha yang telah dia lakukan, Ma. 

Walaupun hanya kata-kata seperti “Pinter ya, Kakak!” atau “Semangat, Dek!”, ini ternyata sudah bisa membangun harga diri sekaligus menumbuhkan rasa percaya diri untuk melakukan hal lain di kemudian hari. 

Selain itu, ia mungkin akan menyadari bahwa bukan hasil saja yang patut diperhatikan, tetapi juga proses saat melakukannya.

4. Jangan Terlalu Mengendalikan Anak

Cara meningkatkan kepercayaan diri anak berikutnya adalah jangan terlalu mengendalikan anak, Ma. 

Mamabisa mendampingi dia dalam melakukan sesuatu serta memberinya kepercayaan. Namun, jangan langsung mengkritiknya ketika ia membuat kesalahan. 

Jangan pula terlalu melakukan intervensi pada anak. Biarlah ia mencoba segala sesuatu dengan rasa percaya diri yang dimilikinya. 

5. Beri Anak Kesempatan dan Tanggung Jawab

Bangun kepercayaan diri si Kecil secara perlahan tanpa adanya tekanan. Hal ini bisa dimulai dengan langkah sederhana, misalnya saat bermain tempatkan ia di kelompok kecil.

Selain itu, biarkan anak mengembangkan kemampuan dan kepercayaan dirinya dalam menyelesaikan masalah. 

Bahkan, menurut seorang profesor psikologi di Temple University, Philadelphia, Kathy Hirsh-Pasek, PhD, sangat penting untuk membiarkan anak kecil memiliki kesempatan untuk bermain dan menerima risiko tanpa ada perasaan orang tua akan membenarkan atau mengkritik apa yang dilakukannya salah. 

Jika Mama dan Papa selalu mengambil alih pekerjaan sulit yang dihadapi anak, ia akan merasa tidak pede untuk melakukannya sendiri. Mama dan Papa bisa membantu si Kecil dalam menghadapi masalah kalau itu dibutuhkan. 

6. Ajak Anak Membayangkan Cita-Citanya

Bila anak bisa membayangkan diri mereka melakukan sesuatu yang penting atau yang diinginkan di masa depan atau saat dewasa, mereka pasti akan merasa lebih percaya diri sekarang. 

Mama bisa bercerita kepada anak tentang bagaimana cita-cita Mama sewaktu kecil dahulu, bagaimana Mama memilih dan mewujudkan karir, serta cara Mama menggapai mimpi, untuk mendorong anak lebih optimis dan percaya diri.

Anak Mama mungkin akan menjawab keinginannya untuk menjadi seorang dokter, guru, peneliti, atlet, atau bahkan astronot. 

Hal ini tentu dapat memotivasi dan meningkatkan rasa percaya diri mereka karena tahu apa yang diinginkan di masa depan. Walaupun nantinya ia berubah pikiran, paling tidak anak sudah dapat memikirkan tujuannya, Ma.

7. Jangan Memarahi Anak

Ketika anak melakukan kesalahan dari tindakan yang dilakukan, Mama jangan terburu-buru memarahi atau mengomelinya, ya. 

Misalnya, “Kakak, kok bikin balok begini saja nggak bisa, sih?”, atau “Adik nakal banget, sih!”. Sebab, omelan dan komentar negatif yang keluar dari mulut Mama dan Papabisa menyebabkan anak merasa down dan tidak percaya diri.

Anak-anak sangat mudah menyerap setiap pesan yang diterimanya, apalagi dari orang tuanya sendiri. Ketika mereka mendengar hal-hal yang berbau negatif tentang dirinya, mereka akan merasa buruk tentang diri mereka sendiri, dan bertindak sesuai dengan itu.

Alih-alih mengomeli dan memarahinya, Mama dan Papa bisa mengajak anak bicara pelan-pelan dengan nada ramah. 

Baca Juga: Tumbuhkan Rasa Kepercayaan Diri pada Anak yang Alergi

Selain karakter positif, perkembangan anak yang maksimal juga harus didukung dengan kecukupan nutrisi hariannya. Jadi jngan lupa untuk memastikan kebutuhan gizi harian si Kecil dari makanan yang bergizi serta tambahan susu pertumbuhan terfortifikasi seperti Nutrilon Royal 3 sebanyak tiga kali sehari sebagai Bekal si Kecil untuk Menang. 

Susu Nutrilon Royal 3 dilengkapi dengan dengan formula ACTIDUOBIO+, yaitu perpaduan FOS:GOS rasio 1:9 paling tinggi dan teruji klinis serta omega 3 & 6, zat besi, dan DHA yang bantu mendukung tumbuh kembang dan daya tangkap anak.

Supaya Mama selalu update dengan informasi seputar nutrisi serta pertumbuhan dan perkembangan anak, yuk daftar di MyNutriclub sekarang! Di sini, Mama juga bisa dapatkan konten-konten digital eksklusif Podcast, E-book hingga Kulwap yang dimoderatori langsung oleh para ahli di bidangnya.

Pilih Artikel Sesuai Kebutuhan Mama
  1. drsearsinstitute. (2020, December 21). 12 Ways to Raise a Confident Child. Ask Dr Sears. https://www.askdrsears.com/topics/parenting/child-rearing-and-development/12-ways-help-your-child-build-self-confidence/
  2. Self-esteem in children: 1-8 years. (2021, May 7). Raising Children Network. https://raisingchildren.net.au/toddlers/behaviour/understanding-behaviour/about-self-esteem
  3. Sherman AR. Characteristics of High and Low Self-Esteem. https://psychskills.com/characteristics-of-high-and-low-self-esteem/
  4. Tugend A. 9 Secrets of Confident Kids. 2017. https://www.parents.com/toddlers-preschoolers/development/fear/secrets-of-confident-kids/
  5. Parents. (2015). 9 Secrets of Confident Kids. Parents. https://www.parents.com/toddlers-preschoolers/development/fear/secrets-of-confident-kids/
  6. Jones, A. (2017, January 6). 9 Early Signs Your Kid Will Be Confident, But Not Cocky. Romper; Romper. https://www.romper.com/p/9-early-signs-your-kid-will-be-confident-but-not-cocky-27981
  7. About self-esteem Children and young people with high self-esteem. (n.d.). https://www.youngminds.org.uk/media/ck4pwzq3/self-esteem-updated-june-2020.pdf
  8. Your Child’s Self-Esteem (for Parents) - Nemours KidsHealth. (2018). Kidshealth.org. https://kidshealth.org/en/parents/self-esteem.html
  9. 12 Tips for Raising Confident Kids - Child Mind Institute. (2022, December 19). Child Mind Institute. https://childmind.org/article/12-tips-raising-confident-kids/
  10. Verywell. (2022). What Are the Signs of Healthy or Low Self-Esteem? Verywell Mind. https://www.verywellmind.com/what-is-self-esteem-2795868#:~:text=Self%2Desteem%20impacts%20your%20decision,to%20take%20on%20new%20challenges.
  11. Self-esteem in children. (2023, June 22). Pregnancybirthbaby.org.au; Healthdirect Australia. https://www.pregnancybirthbaby.org.au/self-esteem-in-children
Artikel Terkait
floating-icon