Pernapasan normal bayi baru lahir berbeda dengan anak yang sudah lebih besar. Sebagai orang tua baru, Mama harus bisa bedakan mana pernapasan bayi yang normal dan yang perlu diperiksakan ke dokter.
Berapa Frekuensi Pernapasan Normal Bayi Baru Lahir?
Frekuensi pernapasan bayi baru lahir yang normal adalah sebanyak 30-60 kali per menit. Pernapasannya mungkin melambat hingga 30-40 kali tarikan napas per menit saat sedang tidur.
Mama bisa hitung napas bayi dengan meletakkan telapak tangan pada dada bayi dan hitung berapa kali dadanya gerak naik turun dalam 1 menit.
Napas bayi baru lahir dikatakan cepat apabila lebih atau sama dengan 60 kali per menit. Napas bayi cepat masih normal jika frekuensinya masih di antara 30-60 napas/menit.
Perbedaan Napas Bayi Baru Lahir yang Normal vs Tidak Normal
Pernapasan bayi baru lahir yang tidak normal perlu pemeriksaan dan tindakan medis segera. Mama bisa cek perbedaan pernapasan normal dan tidak normal bayi baru lahir lewat tabel berikut:
|
Kondisi |
Normal |
Tanda Perlu ke Dokter |
|
Frekuensi |
30-60 kali/menit |
> 60 kali per menit terus-menerus |
|
Irama |
Tidak teratur, dangkal |
Napas terputus, berhenti > 20 detik |
|
Suara |
Terdengar grok-grok dan siulan ringan |
Siulan keras, mengi, mendengus kuat |
|
Gerakan dada |
Naik turun stabil |
Retraksi dada (cekung ke dalam) |
|
Tanda lain |
Kulit tampak merah muda |
Bibir atau mulut kebiruan |
Mengapa Bayi Baru Lahir Napasnya Terlihat Cepat?
Dalam beberapa jam pertama setelah lahir, pernapasan beberapa bayi terdengar sangat cepat karena kondisi paru-paru yang disebut transient tachypnea of the newborn (TTN).
TTN terjadi karena cairan di paru-paru bayi belum terserap dengan cepat setelah lahir. Akibatnya, paru-paru sulit mengambil oksigen, sehingga bayi bernapas lebih cepat untuk memenuhi kebutuhan oksigennya.
Kondisi ini tidak berbahaya dan berlangsung sementara dan tanpa gejala sesak. Kondisi TTN ini biasanya mulai menghilang dalam 24-72 jam.
Baca Juga: 16 Cara Perawatan Bayi Baru Lahir yang Wajib Mama Pelajari
Macam-Macam Pola Pernapasan Bayi yang Masih Normal
Pernapasan normal bayi baru lahir memang cenderung cepat dan pendek. Berikut jenis-jenis pernapasan bayi baru lahir yang masih bisa dikatakan wajar:
1. Episode Menahan Napas Sesaat
Bayi baru lahir juga kadang menarik napas cepat, lalu menahannya selama beberapa saat.
Kadang kebiasaan ini membuat panik, tapi hal ini wajar dan biasanya hanya terjadi ketika bayi menangis berlebihan sampai bayi tidak sengaja menahan napasnya.
Bayi bisa tidak sadar tengah menahan napas karena ia belum punya kemampuan untuk mengendalikan pola pernapasannya.
2. Napas Berbunyi Seperti Siulan (Ngik-Ngik Ringan)
Napas yang terdengar seperti siulan juga tergolong sebagai pernapasan normal bayi baru lahir.
Hal ini karena saluran udara bayi masih berukuran kecil, sehingga adanya lendir yang berlebihan dapat menyebabkan penyempitan yang menimbulkan suara siulan atau “ngik-ngik”.
Jika suara napas bayi bersiul karena lendir ingus, Mama bisa mengatasi pilek bayi dengan menggunakan obat tetes hidung (nasal drop).
3. Napas Grok-Grok
Bayi baru lahir belum memiliki reflek batuk yang baik, jadi ia belum bisa berdehem atau mendengus sendiri untuk mengeluarkan ingus.
Lendir yang tertahan menumpuk di saluran napas ini dapat menyebabkan aliran napas berbunyi berisik seperti “grok-grok”.
Saluran napas bayi baru lahir juga masih sempit untuk bisa lancar menghirup dan menghembuskan napas sendiri. Maka itu, kebanyakan bayi bernapas berisik seperti bunyi grok-grok.
4. Pola Napas Berkala saat Tidur
Pola pernapasan normal bayi baru lahir saat tidur ada dua jenis, tergantung dari fase tidurnya.
Pada fase tidur REM (rapid eye movement) atau saat baru tertidur, tubuhnya tampak tegang dan napasnya tidak teratur. Tak usah cemas Ma, karena pola pernapasan berkala ini normal bagi bayi baru lahir.
Pada fase non-REM atau tidur sudah lelap dan nyenyak, tubuh bayi sangat rileks dan tenang dengan detak jantung dan tarikan napas yang teratur atau stabil.
Baca Juga: 15 Cara Alami Mengatasi Hidung Tersumbat pada Bayi
Ciri-Ciri Pernapasan Normal pada Bayi Baru Lahir
Respirasi normal adalah ketika tidak terjadi retraksi dada, yaitu keadaan tulang rusuk, leher, dan tulang selangka bayi yang tertarik cekung ke dalam saat menarik napas.
Retraksi tidak seharusnya terjadi pada bayi baru lahir, sebab ini adalah tanda masalah pernapasan. Selain itu, ciri pernapasan normal bayi baru lahir adalah:
- Hidung dan mulutnya tidak kembang kempis dengan ekstrem.
- Kulit bayi tampak merona merah muda.
Pernapasan bayi baru lahir cenderung lebih cepat dibanding anak yang lebih besar. Kadang bayi juga bernapas dengan mengeluarkan suara. Pastikan ia bisa menyusu dengan baik dan tidak tampak lemas.
Tanda Gangguan Pernapasan yang Harus Segera Dibawa ke Dokter
Mama harus tahu pola pernapasan normal bayi baru lahir supaya bisa siaga saat bayi mengalami gangguan pernapasan.
Berikut tanda-tanda masalah pernapasan yang perlu diperiksa segera oleh dokter:
- Bernapas terdengar tidak teratur > 60 kali/menit, pendek-pendek, dan cepat. Pernapasan tidak melambat meski si Kecil dalam kondisi tenang.
- Adanya retraksi dada (dada tertarik ke dalam di setiap tarikan napas, terutama di sekitar tulang selangka, leher, dan tulang rusuk).
- Hidung dan mulut bayi terbuka lebar saat bernapas, tanda sesak napas dan susah mendapatkan oksigen ke paru-paru.
- Kulit yang membiru di dalam mulut, bibir, mata, tangan, dan kaki yang tidak kunjung hilang. Tanda kadar oksigen bayi rendah.
- Posisi kepala dan lehernya terkulai, bisa jadi ciri awal kesulitan bernapas.
- Terus-terusan terdengar suara bersiul “ngik-ngik” atau mendengus “grok-grok” saat bernapas.
- Lubang hidung kembang kempis, menandakan aliran oksigen susah masuk ke paru-paru.
- Episode menahan napas lebih dari 1 menit, sampai bayi pingsan atau kejang.
- Tidak mau menyusu, lesu, dan demam.
Baca Juga: Bahaya Polusi Udara bagi Bayi dan Cara Mencegahnya
Kapan Napas Berbunyi Menjadi Tidak Normal?
Napas bunyi seperti siulan pada bayi sebenarnya normal. Namun, pastikan napas bunyi tersebut tidak disertai dengan gejala lainnya seperti:
- Ada suara bersiul keras (tanda penyempitan jalan napas).
- Terdengar grok-grok disertai napas cepat dan retraksi.
Bayi tampak sesak atau rewel terus.
Penyebab Napas Bayi Tidak Normal yang Perlu Diwaspadai
Beberapa kondisi medis tertentu dapat memengaruhi pernapasan normal bayi baru lahir, misalnya bronkitis, batuk pilek, asma, atau tersedak ASI/susu formula.
Napas seperti suara siulan juga dapat disebabkan oleh alergi, infeksi seperti bronkitis dan pneumonia, aspirasi, dan kelainan anatomi saluran pernapasan.
Kapan Orang Tua Perlu Menghubungi Dokter?
Perhatikan apakah si Kecil menunjukkan ciri-ciri berikut terkait pola pernapasannya:
- Gejala bahaya terkait pernapasan muncul.
- Napas bayi sulit ditenangkan.
- Suara napas bertambah parah.
- Bibir, lidah, kuku jari tangan, dan kuku jari kaki berwarna biru.
- Tidak bernapas selama 20 detik atau lebih.
- Sulit menyusu karena masalah pernapasan.
- Mengalami demam serta masalah pernapasan
Kalau Mama melihat si Kecil mengalami salah satu gejala di atas, lekas bawa ke dokter untuk dapatkan penanganan yang tepat.
Butuh insight dari ahli di tengah kesibukan? Jangan ragu untuk diskusi langsung dengan Nutriclub Expert Advisor – tim ahli terpercaya di bidang nutrisi, parenting, dan tumbuh kembang anak. Hadir 24/7 untuk bantu Mama, gratis dan tanpa perlu buat janji.
