Loading...

Riwayat Pencarian

Pencarian Populer

Cara menurunkan panas pada bayi - Nutriclub
Imunitas

9 Cara Menurunkan Panas pada Bayi Tanpa Obat

Article Oleh : Annisa Amalia Ikhsania 15 Juni 2021

Ada banyak cara menurunkan panas pada bayi tanpa obat-obatan. Mama bisa memanfaatkan bahan-bahan alami yang ada di sekitar rumah. Tentunya bahan alami lebih aman untuk menurunkan demam ringan daripada konsumsi obat penurun panas tanpa resep dokter.

Apa Penyebab Demam pada Bayi?

Menurut penuturan IDAI (Ikatan Dokter Anak Indonesia IDAI), suhu normal tubuh bayi adalah 36,5 - 37 derajat Celcius. 

Bayi baru dikatakan demam ketika suhu tubuh berada di atas 38 derajat Celcius, baik ketika diukur dengan termometer pada bagian dubur, mulut, maupun ketiak. 

Lantas apa yang menyebabkan demam pada bayi? Ada banyak faktor penyebab bayi demam,, antara lain:

  • Infeksi karena virus maupun bakteri. Demam adalah reaksi alami imun tubuh untuk melawan proses infeksi.

  • Mengenakan pakaian tebal. Bayi baru lahir bisa demam karena bajunya terlalu hangat atau dibedong cukup ketat.

  • Efek setelah imunisasi. Setelah diimunisasi, sistem kekebalan tubuh bayi akan teraktivasi dan meningkatkan suhu tubuh si Kecil.

  • Mau tumbuh gigi. Demam terjadi karena proses gigi yang bertumbuh naik akan membuka permukaan gusi sehingga memicu peradangan pada jaringan gusi sekitarnya. 

Baca Juga: 10 Cara Ampuh Mengatasi Bayi Pilek Tanpa Obat

Cara Menurunkan Panas pada Bayi Tanpa Obat

Obat-obatan untuk menurunkan demam juga biasanya hanya diberikan pada bayi yang sudah berusia lebih dari 6 bulan sesuai dengan dosis anjuran dari dokter. 

Jadi, berikut cara menurunkan panas pada bayi yang dapat Mama dan Papa lakukan di rumah secara alami: 

1. Terus Berikan ASI yang Cukup

ASI mengandung prebiotik untuk merangsang pertumbuhan bakteri baik (probiotik) dalam usus yang bekerja memberi perlindungan terhadap kekebalan tubuh bayi.

Selain itu, ASI mengandung sel kekebalan tubuh dari Ibu yang dapat mencegah terjadinya reaksi alergi, diare, pneumonia, dan infeksi lainnya dalam tubuh anak.

Memberikan ASI juga efektif mencegah dehidrasi yang dapat membahayakan bayi.

Setelah diberikan cairan, pastikan bayi menunjukkan tanda-tanda terhidrasi dengan baik, seperti mengeluarkan air mata ketika menangis, mulutnya lembap, dan popoknya basah.

2. Kompres dengan Air Hangat

Tempelkan kompres sebagai cara menurunkan panas pada bayi.

Rendam kain waslap ke air hangat suam kuku, dan peras dulu agar air tidak menetes-netes di badan bayi.

Ketika si Kecil tidur, letakkan kain kompres di dahi, lipatan ketiak, leher, dan lipatan pahanya agar suhu tubuh si Kecil cepat turun. 

Hindari menggunakan kompres air dingin atau es, karena bisa menyebabkan si Kecil menggigil dan suhu tubuhnya semakin meningkat.

Hindari pula mengompres tubuh bayi dengan menggunakan cairan alkohol karena dapat mengiritasi kulit bayi.

3. Pakaikan Bayi Pakaian yang Nyaman

Setelah mandi, segera keringkan tubuh si Kecil menggunakan handuk lembut dan pakaikan pakaian yang nyaman sebagai cara alami menurunkan panas pada bayi. 

Mama bisa memilih pakaian yang terbuat dari kain katun tipis sehingga terasa lebih sejuk, nyaman, dan membuat panas tubuh bayi lebih mudah keluar. 

Hindari memakaikan pakaian tebal dan jangan membedong bayi. Pakaian tebal dan berlapis-lapis justru dapat meningkatkan suhu tubuh bayi dan memerangkap panas dalam tubuhnya.

Kalau si Kecil tampak kedinginan atau menggigil, Mama bisa memberikan selimut berbentuk kantong supaya badannya terasa hangat.

Jangan pernah memberikan selimut biasa pada bayi karena dapat melilit badannya saat tidur dan membuatnya kesulitan bernapas. 

4. Pastikan Suhu Ruangan Sejuk

Cara menurunkan panas pada bayi secara tradisional berikutnya bisa dengan menjaga suhu kamar dan ruangan supaya tetap sejuk.

Hal ini dapat membantu melindungi bayi dari udara panas yang membuat demamnya memburuk.

Mama juga dapat menggunakan kipas angin untuk menyejukkan udara agar panas pada bayi cepat turun. Namun, jangan mengarahkannya secara langsung ke tubuh bayi, ya.

Baca Juga: Penyebab dan Cara Mengatasi Batuk Pilek pada Bayi

5. Biarkan Bayi Tidur Nyenyak

Mama perlu membiarkan bayi cukup tidur untuk membiarkan imunnya bekerja melawan kuman penyebab demam agar ia lekas sembuh.

Selain itu, cobalah mengurangi aktivitas dan jam bermain untuk usia anak yang lebih tua, serta perbanyak waktu istirahat untuk sementara waktu sampai demamnya benar-benar mereda. 

Mama juga bisa cari tahu informasi lebih lanjut tentang cara menurunkan panas pada bayi melalui Health Immune Checker

6. Beri Asupan Vitamin D

Menurut IDAI, vitamin D bekerja meningkatkan fungsi sistem imun tubuh sehingga dapat bantu menurunkan demam pada bayi. 

Bantu si Kecil dapatkan vitamin D dengan berjemur di pagi hari dari balik jendela atau dari teras rumah. Cukup jemur selama 10 menit.

Pakaikan si Kecil pakaian tertutp dan topi berpinggiran lebar untuk melindungi dari paparan sinar UV. Jika ia sudah berusia lebih dari 6 bulan, jangan lupa pakaikan sunscreen.

Mama juga dapat memenuhi kebutuhan vitamin D si Kecil dengan memberikan suplementasi. Namun, sebaiknya konsultasikan dulu dengan dokter. 

7. Berikan Sup Hangat

Jika bayi Mama sudah berusia 6 bulan atau lebih, pemberian ASI dapat diselingi dengan air mineral atau cairan oralit khusus bayi untuk bantu mengembalikan cairan tubuhnya. Oralit dapat diberikan terutama jika demam disertai gejala muntah atau diare.

Kuah sup yang kaya nutrisi juga bantu tubuh pulih lebih cepat dan bantu kurangi risiko dehidrasi. 

8. Mandi Air Hangat

Saat demam, bayi tetap boleh mandi dengan air hangat dan hanya di lap-lap saja dengan kain lembut. 

Mandi air hangat membuat tubuh bayi lebih rileks, sehingga si Kecil dapat tidur lebih nyenyak setelahnya. 

Supaya mandi air hangat si Kecil teras lebih segar, Mama dapat memasukkan potongan lemon ke dalam bak mandinya.

Sambil mandi ia dapat menghirup aroma lemon yang melegakan pernapasan, sementara senyawa dalam lemon juga dapat bantu turunkan demam anak.  

9. Kompres dengan Bawang Merah

Bawang merah mengandung senyawa bernama flavonoid sebanyak 29%. Senyawa satu ini memiliki sifat anti peradangan. 

Bawang merah juga mengandung senyawa sulfur organik yang berfungsi melancarkan peredaran darah. 

Sirkulasi darah yang lebih lancar akan mempermudah tubuh untuk mendistribusikan panas ke pembuluh darah tepi sehingga demam si Kecil dapat berkurang. 

Walaupun bawang merah manjur untuk menurunkan demam, Mama perlu memastikan terlebih dahulu kulit si Kecil tidak alergi ataupun sensitif terhadap bawang. 

Baca Juga: Penyebab, Gejala, Pengobatan, dan Cara Mencegah Flu Singapura pada Bayi

Kapan Bayi Perlu ke Dokter saat Demam?

Setelah mengetahui cara-cara menurunkan panas pada bayi di atas, Mama dan Papa juga perlu mengamati kondisinya secara langsung. 

Mama dan Papa perlu waspada jika muncul tanda-tanda berikut ini saat bayi demam dan baiknya langsung membawa si Kecil ke dokter atau unit gawat darurat di rumah sakit.

  • Bayi tidak mau menyusu atau minum cairan lainnya.

  • Bayi demam disertai gejala diare dan muntah berkelanjutan.

  • Bayi mengalami gejala dehidrasi, seperti wajah pucat, tidak keluar air mata saat menangis, si Kecil tidak aktif dan lemas.

  • Nyeri telinga dan nyeri tenggorokan pada bayi yang berusia lebih tua.

  • Demam dialami bayi di bawah usia 3 bulan dengan panas mencapai 38 derajat Celcius atau lebih.

  • Demam dialami bayi usia 3–6 bulan dengan suhu tubuh mencapai 39 derajat Celcius atau lebih.

  • Demam pada anak usia kurang dari 3 bulan tanpa memandang keadaan anak secara umum.

  • Bayi usia 3-36 bulan mengalami demam lebih dari 3 hari berturut-turut.

  • Bayi tidak merespon atau susah dibangunkan atau tidak bisa bergerak.

  • Bayi sulit bernapas.

  • Bibir, lidah, dan kuku bayi tampak berwarna kebiruan.

  • Ubun-ubun bayi terlihat membonjol atau cekung.

  • Ada kekakuan di leher bayi,

  • Nyeri kepala hebat.

  • Nyeri perut hebat atau muntah-muntah.

  • Terdapat ruam atau bintik-bintik berwarna keunguan seperti memar.

  • Bayi menangis, rewel, dan gelisah terus menerus.

  • Bayi tidak dapat mengontrol keluarnya air liur dan tubuhnya cenderung condong kedepan.

  • Buang air kecil menjadi sedikit atau jarang.

Jika demam belum juga reda setelah 3-4 hari meski Mama sudah melakukan berbagai cara menurunkan panas pada bayi di atas, konsultasikan ke dokter

Apabila masih memiliki pertanyaan seputar cara menjaga kesehatan bayi, Mama dapat menghubungi tim ahli kami melalui Nutrilon Expert Advisor

Bukan hanya seputar demam saja yang bisa dikonsultasikan, stimulasi sesuai usia, kebutuhan nutrisi anak, dan isu tumbuh-kembang lain dapat Mama tanyakan disini. Yuk, hubungi sekarang juga!

Pilih Artikel Sesuai Kebutuhan Mama
  1. Tamara, L., Kartasasmita, C. B., Alam, A., & Dida Akhmad Gurnida. (2022). Effects of Vitamin D supplementation on resolution of fever and cough in children with pulmonary tuberculosis: A randomized double-blind controlled trial in Indonesia. Journal of Global Health, 12. https://doi.org/10.7189/jogh.12.04015

  2. IDAI | Perlukah Suplemen Vitamin D? (2016). Idai.or.id. https://www.idai.or.id/artikel/klinik/pengasuhan-anak/perlukah-suplemen-vitamin-d

  3. Corinne O'Keefe Osborn. (2018, July 23). How to Treat a Viral Fever at Home. Healthline; Healthline Media. https://www.healthline.com/health/viral-fever-home-remedies#takeaway

  4. 5 Ways to Bring Down a Fever—Safely. Verywell Health. (2016) https://www.verywellhealth.com/safe-ways-to-treat-a-fever-4023633

  5. ‌Hardiani, R. S., & Peni Juliningrum. (2018, November 13). THE EFFECT OF ONION (Allium ascalonicum L.) COMPRES TOWARD BODY TEMPERATURE OF CHILDREN WITH HIPERTERMIA... ResearchGate; unknown. https://www.researchgate.net/publication/328900831_THE_EFFECT_OF_ONION_Allium_ascalonicum_L_COMPRES_TOWARD_BODY_TEMPERATURE_OF_CHILDREN_WITH_HIPERTERMIA_IN_BOUGENVILLE_ROOM_OF_DR_HARYOTO_HOSPITAL_LUMAJANG_EAST_JAVA_INDONESIA

  6. Petrovski, L. (2010, August 17). Home Treatments for Babies. WebMD; WebMD. https://www.webmd.com/parenting/baby/features/natural-remedies

Artikel Terkait
floating-icon