Loading...
    Banner Artikel Bolehkah Bayi Imunisasi saat Flu? Ini Kondisi yang Perlu Diperhatikan
    Imunitas

    Bolehkah Bayi Imunisasi saat Flu? Ini Kondisi yang Perlu Diperhatikan

    Foto Reviewer

    Disusun oleh: Tim Penulis

    Ditinjau oleh: dr. Isman Jafar, Sp.A (K)

    Diterbitkan: 12 September 2024

    Diperbarui: 06 Oktober 2026


    • Apakah Imunisasi saat Bayi Flu Berbahaya?
    • Bayi Flu atau Pilek Boleh Imunisasi atau Harus Ditunda?
    • Kapan Imunisasi Bayi Perlu Ditunda?
    • Apakah Bayi Batuk Boleh Vaksin?
    • Bayi Napas “Grok-Grok” Boleh Imunisasi atau Tidak?
    • Apa yang Perlu Dilakukan Jika Bayi Tetap Imunisasi saat Flu Ringan?
    • Kapan Harus Membawa Bayi ke Dokter Setelah Imunisasi?

    Bayi yang mengalami flu atau pilek ringan umumnya tetap boleh mendapatkan imunisasi sesuai jadwal, terutama jika tidak demam, tetap aktif, dan masih mau menyusu atau makan. Namun, jika bayi mengalami penyakit sedang hingga berat, seperti demam tinggi, lemas, atau kesulitan bernapas, imunisasi mungkin perlu ditunda setelah dokter melakukan pemeriksaan. Benarkah ada bahaya imunisasi saat bayi flu?

    Apakah Imunisasi saat Bayi Flu Berbahaya?

    Flu atau pilek ringan pada bayi umumnya aman untuk tetap diimunisasi. Menurut Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI), bayi yang sedang pilek dan batuk ringan (tanpa demam), tetap boleh mendapatkan imunisasi. 

    Imunisasi tidak membuat flu atau penyakit ringan menjadi lebih parah. Sebab, sistem kekebalan tubuh bayi tetap dapat merespons vaksin sekaligus menghadapi penyakit dengan gejala ringan yang sedang berlangsung, seperti flu.

    Meski begitu, penting untuk tetap memperhatikan kondisi bayi ya, Ma. Bayi dengan sakit yang ringan, tetap aktif, masih mau menyusu atau makan dan minum, dan tidak mengalami kesulitan bernapas, maka masih bisa menerima imunisasi. 

    Sebaliknya, imunisasi mungkin perlu ditunda atau dikonsultasikan dulu dengan dokter bila bayi mengalami demam tinggi, lemas, sesak napas, hingga flu berat.

    Bayi Flu atau Pilek Boleh Imunisasi atau Harus Ditunda?

    Sebenarnya pilihan untuk melanjutkan imunisasi atau menunda sementara saat bayi sedang flu atau pilek dapat dikenali dari kondisinya. Berikut gejala yang perlu jadi pertimbangan Mama dan Papa:

    Kondisi Bayi

    Imunisasi

    Pilek ringan, tetap aktif

    Umumnya boleh

    Batuk ringan tanpa gangguan pernapasan

    Umumnya boleh

    Pilek/batuk disertai kondisi sedang/berat

    Konsultasikan dan mungkin ditunda

    Demam dan bayi tampak sakit

    Perlu cek ke dokter dan menunda imunisasi

    Sesak napas atau sangat lemas

    Periksa ke dokter terlebih dahulu dan menunda imunisasi

    Baca Juga: Hal yang Perlu Dihindari Setelah Vaksin

    Kapan Imunisasi Bayi Perlu Ditunda?

    Bahaya imunisasi saat bayi flu berat tentu perlu dipertimbangkan untuk menundanya. Selain itu, beberapa kondisi lain yang membuat bayi sebaiknya tidak boleh diimunisasi dulu, yakni:  

    1. Bayi Sedang Sakit Sedang atau Berat

    Bayi yang sedang mengalami gejala penyakit sedang hingga berat sebaiknya tunda imunisasi sampai kondisinya membaik. 

    IDAI menyarankan imunisasi perlu ditunda hingga 1-2 minggu jika pilek dan batuk bayi disertai demam tinggi atau membuatnya sangat rewel. 

    2. Bayi Mengalami Gejala yang Membutuhkan Pemeriksaan

    Jika bayi menunjukkan gejala yang lebih berat, baik disertai demam ataupun tidak, sebaiknya periksa ke dokter terlebih dahulu sebelum menjalani imunisasi. 

    Dokter umumnya akan memprioritaskan untuk menyembuhkan penyakit, baru setelahnya bayi diperbolehkan melanjutkan imunisasi. Beberapa tanda penyakit bayi yang perlu diperhatikan antara lain:

    • Demam tinggi.
    • Lemas atau sulit dibangunkan.
    • Menolak menyusu, minum, atau makan.
    • Muntah berulang.
    • Mengalami kesulitan bernapas.
    • Kondisi kesehatan semakin memburuk.

    3. Ada Kondisi atau Pengobatan Khusus

    Beberapa kondisi kesehatan atau pengobatan tertentu dapat menjadi pertimbangan sebelum bayi menerima vaksin. Bayi tidak disarankan untuk menerima vaksin bila punya kondisi berikut:

    • Memiliki kondisi kesehatan kronis, seperti kanker.
    • Memiliki sistem kekebalan tubuh yang lemah, misalnya akibat menjalani kemoterapi atau mengonsumsi obat-obatan tertentu setelah transplantasi.

    Jika bayi pernah mengalami reaksi alergi parah terhadap dosis vaksin sebelumnya atau terhadap kandungan dalam vaksin juga sebaiknya konsultasikan lebih lanjut dengan dokter.

    Baca Juga: Vaksin BCG: Jadwal, Efek Samping, dan Risiko Terlewat

    Apakah Bayi Batuk Boleh Vaksin?

    Batuk ringan tanpa kondisi serius umumnya boleh mendapatkan imunisasi. Namun, batuk yang disertai sesak napas, kondisi lemas, atau penyakit yang cukup berat perlu diperiksa terlebih dahulu.

    Jika sedang batuk, cek dulu kondisi bayi sebelum pergi imunisasi ya, Ma. Periksalah suhu tubuhnya, keaktifannya, dan pernapasannya. Pastikan juga bayi cukup ASI dan istirahat.

    Bayi Napas “Grok-Grok” Boleh Imunisasi atau Tidak?

    Suara napas “grok-grok” pada bayi biasanya terdengar bila ada lendir di saluran napas. Namun, yang lebih penting diperhatikan adalah kondisi bayi secara keseluruhan dan apakah suara tersebut disertai tanda kesulitan bernapas.

    Jika bayi tetap aktif, masih mau menyusu atau minum, dan tidak menunjukkan tanda sakit berat, maka suara napas “grok-grok” bukan halangan untuk mendapatkan imunisasi. 

    Sebaliknya, jika napas bayi tampak cepat atau berat, terdapat tarikan dinding dada, bayi kesulitan bernapas, atau kondisinya terlihat memburuk, sebaiknya periksakan terlebih dahulu dengan dokter.

    Baca Juga: Imunisasi Wajib Bayi 1 Bulan

    Apa yang Perlu Dilakukan Jika Bayi Tetap Imunisasi saat Flu Ringan?

    Bayi tetap bisa beraktivitas seperti biasa pasca-imunisasi selama kondisinya nyaman. Bila bayi imunisasi saat sedang flu ringan, berikut tips yang bisa dilakukan untuk membuatnya tetap nyaman dan tenang:

    • Tetap berikan ASI sesuai kebutuhan, atau cairan tambahan untuk bayi di atas 6 bulan.
    • Biarkan bayi cukup beristirahat.
    • Pantau kondisi setelah vaksinasi.
    • Berikan kompres dingin di area bekas suntikan bila bayi tampak tidak nyaman.
    • Pahami efek samping ringan yang umum terjadi, seperti nyeri dan kemerahan di sekitar bekas suntikan, rewel, mengantuk, bahkan demam ringan.

    Kapan Harus Membawa Bayi ke Dokter Setelah Imunisasi?

    Perhatikan gejala apa pun yang bayi alami setelah imunisasi. Jangan tunda untuk memeriksakan si Kecil ke dokter bila mengalami gejala, seperti:

    • Susah bernapas.
    • Sangat lemas.
    • Kejang.
    • Mengalami reaksi alergi berat.
    • Demam tinggi di atas suhu 40 derajat Celsius.
    • Demam pada bayi berusia kurang dari 12 minggu.
    • Demam setelah vaksin, terutama bila anak punya imun yang lemah karena penyakit sel sabit, HIV, kanker, transplantasi organ, atau penggunaan steroid oral.
    • Bayi menolak menyusu atau minum cairan apa pun.
    • Muntah berulang.
    • Gejala yang semakin memburuk.

    Jadi, tidak semua bayi yang sedang flu atau pilek perlu menunda imunisasi. Keputusan untuk menunda ditentukan dari tingkat keparahan penyakit dan kondisi kesehatan bayi secara keseluruhan, bukan sekadar adanya gejala ringan.

    Jika Mama ragu dengan bahaya imunisasi saat bayi flu, dokter dapat membantu menentukan apakah vaksinasi tetap bisa dilakukan atau ditunda untuk sementara waktu.

    Dukung daya tahan tubuh si Kecil sejak dini dengan informasi yang tepat. Daftar sebagai member Nutriclub agar bisa akses panduan imunitas anak, rekomendasi nutrisi pendukung, serta insight terkait daya tahan tubuh anak dari ahli sesuai tahapan usianya. Mama juga bisa akses NutriShop dengan lebih mudah. 

    Informasi yang Wajib Mama Ketahui

    Pilih Artikel Sesuai Kebutuhan Mama
    1. CDC. (2024, November 13). Vaccines When Your Child Is Sick. Vaccines for Your Children. https://www.cdc.gov/vaccines-children/before-during-after-shots/when-your-child-is-sick.html
    2. ‌Australian Government Department of Health, Disability and Ageing. (2025, October 16). Getting vaccinated. Australian Government Department of Health, Disability and Ageing. https://www.health.gov.au/childhood-immunisation/getting-vaccinated
    3. Seattle Children’s Hospital Editorial Team. ‌(2025, March 5). Immunization Reactions. https://www.seattlechildrens.org/conditions/a-z/immunization-reactions/
    4. IDAI | Tanya Jawab Bayi / anak sedang sakit atau sedang dalam pengobatan. (2023). Idai.or.id. https://www.idai.or.id/artikel/klinik/imunisasi/tanya-jawab-bayi-anak-sedang-sakit-atau-sedang-dalam-pengobatan 
    5. IDAI | Flu, Istilah yang Rancu. (2015). Idai.or.id. https://www.idai.or.id/artikel/klinik/keluhan-anak/flu-istilah-yang-rancu 
    6. IDAI | Melengkapi/ Mengejar Imunisasi (Bagian II). (2023). Idai.or.id. https://www.idai.or.id/artikel/klinik/imunisasi/melengkapi-mengejar-imunisasi-bagian-ii 
    7. IDAI | Tanya Jawab Orangtua Mengenai Imunisasi. (2023). Idai.or.id. https://www.idai.or.id/artikel/klinik/imunisasi/tanya-jawab-orangtua-mengenai-imunisasi 
    8. CDC. (2024). Vaccines When Your Child Is Sick. Vaccines for Your Children. https://www.cdc.gov/vaccines-children/before-during-after-shots/when-your-child-is-sick.html
    9. IDAI | Napas Grok-Grok pada Bayi dan Anak, Berbahayakah? (2019). Idai.or.id. https://www.idai.or.id/artikel/klinik/keluhan-anak/napas-grok-grok-pada-bayi-dan-anak-berbahayakah
    10. ‌How Can I Comfort My Baby During Shots? (for Parents) - Nemours KidsHealth. (2022). Kidshealth.org. https://kidshealth.org/en/parents/baby-vaccinations.html
    11. ‌CDC. (2025, April). Make Shots Less Stressful for Your Child. Vaccines for Your Children. https://www.cdc.gov/vaccines-children/before-during-after-shots/less-stress.html
    12. Parentingmentor. (2026). Can my child get vaccinated with a mild cold or other mild symptoms?. Parentingmentor.Com. https://parentingmentor.com/guides/guide/mild-illness-vaccination/
    Artikel Terkait

    Keuntungan Daftar Nutriclub

    Icon Info & Tips Eksklusif via WA

    Info & Tips Eksklusif via WA

    Panduan tumbuh kembang bulanan si Kecil langsung di genggaman Mama

    Icon 24/7 Nutriclub Expert Advisor

    24/7 Nutriclub Expert Advisor

    Hubungi ahli untuk pertanyaan seputar nutrisi, tumbuh kembang, dan informasi terkait Nutriclub melalui Whatsapp/call center

    Gabung Nutriclub

    *yang sudah terhubung dengan WhatsApp
    Minimal 8 Karakter, Memiliki 1 angka (0-9) dan 1 karakter spesial (@#$%^&)
    *Usia si Kecil Maksimal 7 Tahun