Loading...

Riwayat Pencarian

Pencarian Populer

burger menu
Proses Melahirkan Caesar dan Risikonya yang Perlu Diketahui

Kesehatan

Proses Melahirkan Caesar dan Risikonya yang Perlu Diketahui

Article By : Annisa Amalia Ikhsania

Melahirkan caesar bisa jadi alternatif yang disarankan dokter ketika proses melahirkan normal dianggap berisiko besar bagi kesehatan Mama dan bayi di dalam kandungan. 

Di sisi lain, ada banyak pula bumil yang lebih memilih lahiran caesar karena prosesnya diyakini cepat dan tidak menimbulkan rasa sakit. Namun kendati caesar dinilai aman, operasi ini termasuk jenis operasi besar yang tetap memiliki risikonya tersendiri.

Penting juga untuk diketahui bahwa masa pemulihan setelah operasi caesar bisa lebih lama dari persalinan biasa.

Pada dasarnya, Ma, setiap tindakan medis memiliki manfaat dan risikonya masing-masing. Jadi apabila Mama sedang mempertimbangkan bedah caesar, pastikan Mama pahami dulu semua kelebihan dan kekurangannya.

Kondisi Apa Saja yang Membuat Ibu Hamil Harus Melahirkan Secara Caesar?

Pada kasus tertentu, keputusan untuk menjalani bedah caesar bisa saja sudah dianjurkan dokter jauh sebelum Mama akan melahirkan.

Jika sudah direncanakan, operasi caesar biasanya dilakukan setelah minggu ke-38 kehamilan agar janin memiliki waktu yang cukup untuk berkembang di dalam rahim.

Namun, ada pula yang baru bisa diputuskan menjelang proses persalinan. Pasalnya, kadang ada risiko komplikasi kehamilan tertentu yang bisa menyebabkan kelahiran sesar harus dilakukan sebelum usia 39 minggu.

Berikut adalah beberapa alasan para dokter merekomendasikan Mama dengan kondisi tertentu untuk melakukan persalinan caesar:

  • Placenta previa, yakni plasenta ada di bagian bawah rahim atau menghalangi jalan keluar bayi. 

  • Mama sedang mengandung tiga bayi atau lebih.

  • Janin dianggap terlalu besar untuk keluar melewati tulang panggul.

  • Tekanan darah ibu sangat tinggi atau Mama menderita penyakit lain, seperti preeklampsia.

  • Kesehatan janin terancam dan dokter harus cepat mengeluarkannya.

  • Janin dalam posisi sungsang.

  • Terlilit tali pusar, tali pusar melorot ke arah depan sehingga janin tidak bisa lahir dengan mudah.

  • Mama terjangkit penyakit herpes genital yang bisa menular ke janin melalui persalinan vaginal.

  • Pernah melakukan operasi caesar sebelumnya. 

  • Berkurangnya asupan oksigen ke janin.

  • Ketuban pecah dini.

  • Persalinan lama.

Did you know?

Jika kehamilan pertama Mama memilih caesar, dokter merekomendasikan untuk menunggu setidaknya 6-18 bulan dulu sebelum Mama ingin merencanakan hamil anak kedua. Tujuannya untuk mengurangi risiko terjadinya berat badan bayi sangat rendah ketika lahir, bayi lahir prematur, ruptur uterus (robeknya dinding rahim), dan placenta accreta (plasenta tumbuh terlalu dalam pada dinding rahim)preeklampsia.

Baca Juga: Cara Menentukan Jarak Kehamilan Setelah Sesar agar Tidak Terlalu Dekat

Dokter akan menentukan metode persalinan yang cocok dengan kondisi kehamilan Mama dan janin, agar proses melahirkan tetap aman dan tidak menimbulkan gangguan kesehatan di kemudian hari.

Nah sebelum menjalani bedah caesar, penting untuk mengetahui seperti apa prosesnya dari awal sampai akhir supaya Mama akan merasa lebih tenang dan siap menghadapinya.

Apa yang Terjadi Selama Operasi Caesar?

Proses operasi caesar dilakukan dengan membuat sayatan dari perut untuk mengeluarkan bayi. Namun sebelum itu, layaknya operasi besar lainnya, Mama akan diberikan obat bius atau anestesi terlebih dahulu. 

Berikut adalah langkah demi langkah dari proses bedah caesar:

1. Mama Dibius Epidural atau Total

Jenis anestesi yang dokter berikan kepada Mama umumnya berupa suntik epidural, yaitu suntikan di saraf punggung bagian bawah untuk membuat setengah area tubuh (mulai dari pusar hingga ke kaki) mati rasa.

Jika mendapatkan suntik epidural, Mama akan tersadar sepenuhnya sepanjang operasi sehingga bisa mengetahui detik-detik kelahiran buah hati.

Sementara pada kasus sesar yang darurat, dokter anestesi biasanya akan menggunakan obat bius total guna mempercepat proses persalinan. 

Setelah pembiusan, dokter atau perawat akan memasang kateter untuk mengosongkan kandung kemih Mama. Kateter akan tetap terpasang selama sekitar 12-24 jam setelah operasi. 

2. Dokter Membuat Sayatan di Perut

Ketika obat bius sudah bekerja, dokter akan membuat sayatan horizontal sepanjang 10 sampai 20 cm di bagian kulit perut bawah dan di atas tulang kemaluan Mama untuk mengeluarkan bayi.

Dokter akan menyayat kulit Mama secara perlahan sampai mencapai bagian otot perut. Ketika pisau operasi sudah mencapai otot perut, dokter akan membuka jalan dengan tangannya untuk menjangkau rahim. Selanjutnya, sayatan horizontal akan dibuat dokter untuk menarik kepala atau bayi kaki.

Selama proses ini, Mama mungkin akan merasakan banyak tekanan di area perut atau sensasi perut sedang tertarik-tarik. Ini wajar dirasakan karena dokter sedang berusaha untuk mengeluarkan bayi.

Berapa lama operasi caesar dilakukan? Umumnya, operasi caesar berlangsung selama 40-60 menit. Namun, durasi waktu pembedahan juga bisa dipengaruhi oleh kondisi fisik Mama.

3. Tali Pusat Dipotong dan Bayi Diperiksa

Segera telah bayi Mama lahir, tali pusar akan dipotong. Selanjutnya, Mama bisa melihat buah hati untuk sebentar sebelum diserahkan ke dokter anak atau perawat untuk dibersihkan.

Setelah itu, si Kecil akan diletakkan di atas ranjang kecil yang hangat untuk diperiksa oleh dokter anak. Bayi akan dibungkus selimut lalu diserahkan ke Mama untuk dipeluk, digendong, bahkan dicium. 

4. Dokter Menjahit Sayatan

Sambil menjalani proses tersebut, dokter juga akan mengeluarkan plasenta. Setelah plasenta keluar, dokter bedah akan menutup sayatan operasi. 

Karena Mama mendapat dua sayatan (satu di perut dan satu di rahim), dokter bedah akan menutup kedua sayatan tersebut. Jahitan yang dapat larut akan digunakan untuk menutup rahim.

Umumnya, prosedur menjahit rahim ini akan berlangsung sekitar 30 menit.

5. Mama dan Bayi Dipindahkan ke Ruang Pemulihan

Setelah operasi caesar selesai, tim perawat bedah akan memindahkan Mama dan si Kecil ke ruang pemulihan. Di sini, Mama akan dianjurkan untuk terus melakukan kontak kulit-ke-kulit dengan bayi sebagai cara bonding sekaligus memulai inisiasi menyusui dini (IMD).

Baca Juga: Tips Menghadapi Operasi Caesar yang Wajib Mama Ketahui

Persiapan yang Harus Dilakukan Sebelum Operasi Caesar

Jika keputusan melahirkan sesar sudah direncanakan dari jauh-jauh hari, Mama mungkin perlu mempersiapkan beberapa hal. 

Yang pertama adalah berkonsultasi dengan dokter mengenai semua hal yang ingin diketahui tentang proses ini. Termasuk hal-hal apa saja yang perlu dilakukan untuk mengurangi risiko komplikasi selama pembedahan berlangsung nanti.

Berkonsultasi dengan dokter juga dapat membantu Mama mengurangi rasa takut dan cemas menjelang persalinan. Apalagi bagi Mama yang belum pernah menjalani pembedahan.

Kemudian, sama seperti pemeriksaan kehamilan lainnya, Mama akan melakukan serangkaian tes. Ini meliputi tes darah untuk mengetahui golongan darah dan tingkat hemoglobin, guna mempersiapkan kemungkinan transfusi darah selama operasi.

Karena proses melahirkan caesar membutuhkan waktu tambahan untuk pulih dari persalinan normal, kehadiran anggota keluarga lain dan atau baby sitter untuk merawat bayi di rumah akan sangat membantu, lho, Ma.

Mama tidak hanya akan pulih dari operasi, tetapi bayi yang baru lahir juga bisa mendapatkan perhatian yang cukup.

Nantinya, sebagian rambut kemaluan Mama mungkin dicukur agar area yang akan dibedah saat lahiran caesar menjadi bersih.

Baca Juga: Tips Hadapi Caesar dengan Hypno-birthing Part 1

Apa Saja Risiko dari Operasi Caesar?

Sebenarnya, operasi caesar merupakan prosedur yang sangat aman dilakukan, sehingga Mama tak perlu khawatir karenanya. Meski demikian, sama seperti tindakan bedah lainnya, risiko efek samping setelah operasi caesar bisa saja terjadi. Misalnya: 

  • Obesitas dan lemahnya imunitas bayi.

  • Gangguan pernapasan pada bayi.

  • Bayi lebih rentan terhadap infeksi.

  • Air susu Mama lebih sedikit dibandingkan saat persalinan normal.

  • Perdarahan berlebih.

  • Gangguan pada organ tubuh dekat rahim, seperti kandung kemih atau saluran yang menghubungkan ginjal dan kandung kemih.

  • Infeksi luka pada perut dan rahim.

  • Pembekuan darah.

  • Sayatan rahim terbuka.

Berapa Lama Pemulihan Pasca Melahirkan Caesar?

Umumnya, pemulihan dari persalinan caesar akan memakan waktu lebih lama dari melahirkan normal.

Mama akan pulih kembali dalam waktu 24 jam dan keluar dari rumah sakit dalam waktu lima hari. Tapi, mungkin butuh waktu sekitar enam minggu untuk pulih sepenuhnya dari operasi caesar.

Tips Pemulihan Setelah Persalinan Caesar

Setelah proses melahirkan caesar selesai, Mama akan tinggal di rumah sakit selama kurang lebih tiga hari sampai kondisinya lebih stabil dan mulai bisa bergerak. Pada momen ini, Mama juga masih akan menerima cairan melalui infus. 

Setelah efek anestesi menghilang, Mama mungkin akan merasakan nyeri di area bekas sayatan. Jika ini terjadi, coba konsultasikan dengan dokter untuk mendapat obat pereda nyeri. 

Perawat mungkin akan membantu Mama untuk mulai menggerakkan tubuh, seperti bangun dari tempat tidur dan berjalan-jalan di sekitar kamar rawat inap. Ini dapat membantu mencegah masalah pembekuan darah dan sembelit setelah melahirkan caesar. 

Mama juga dapat mulai menyusui bayi segera setelah merasa sanggup melakukannya. 

Jika sudah diperbolehkan pulang, perbanyaklah waktu istirahat, terutama beberapa minggu pertama setelah melakukan persalinan caesar. 

Jangan lupa untuk minum banyak air putih untuk menggantikan cairan tubuh dan makan makanan bergizi untuk mendukung proses pemulihan dan pemberian ASI eksklusif kepada si Kecil. 

Mama bisa minum obat pereda nyeri yang dokter berikan untuk meredakan sakit setelah proses melahirkan serta rawat bekas luka caesar di rumah.

Perlu diketahui, sekalipun Mama menjalani bedah caesar kali ini, bukan berarti proses kelahiran bayi Mama berikutnya akan berakhir dengan cara yang sama, lho. 

Sekitar 70% ibu hamil berhasil melakukan persalinan normal meskipun persalinan sebelumnya dilakukan dengan melahirkan caesar.

Penting diingat, prosedur bedah caesar dilakukan jika ada indikasi yang memang tidak memungkinkan terjadinya persalinan normal. Jika Mama memilih bedah caesar, pastikan Mama mengetahui semua kelebihan dan kekurangannya, ya, Ma.

Baca Juga: Mama Ingin Kembali Langsing Setelah Melahirkan? Simak Tipsnya

Metode melahirkan caesar memang membutuhkan persiapan khusus, baik sebelum maupun setelah persalinan. Mama bisa download panduan e-book untuk mendapatkan informasi lengkap yang akan membantu Mama agar lebih siap menghadapi persalinan caesar, termasuk dalam merawat si Kecil yang lahir caesar.

Selamat menjadi orang tua baru, Ma!

  1. Healthline. https://www.healthline.com/health/c-section. Diakses pada 21 September 2022.
     
  2. NHS. https://www.nhs.uk/conditions/caesarean-section/. Diakses pada 21 September 2022.
comment-icon comment-icon