Riwayat Pencarian

Pencarian Populer

Melahirkan Lewat Operasi Caesar dan Resikonya

Kesehatan

Melahirkan Lewat Operasi Caesar dan Resikonya


Pada kasus tertentu, keputusan untuk menjalani bedah caesar bisa saja dianjurkan dokter jauh sebelum Ibu melahirkan. Namun, ada pula yang baru bisa diputuskan menjelang proses persalinan. Hal itu disebabkan adanya resiko operasi caesar yang perlu Ibu pertimbangkan.

Bila menurut para dokter persalinan normal terlalu membahayakan bagi Ibu dan janin, maka dokter akan menyarankan Ibu untuk melahirkan dengan operasi caesar.

Mengapa Dokter Merekomendasikan Operasi Caesar?

Berikut adalah beberapa alasan para dokter merekomendasikan Ibu dengan kondisi tertentu untuk melakukan persalinan caesar dalam pilihan persalinannya:

  • Placenta previa, plasenta ada di bagian bawah rahim atau menghalangi jalan keluar bayi Ibu  
  • Ibu sedang mengandung tiga bayi atau lebih
  • Janin dianggap terlalu besar untuk keluar melewati tulang panggul
  • Tekanan darah Ibu sangat tinggi atau Ibu menderita penyakit lainnya seperti pre-eklampsia.
  • Kesehatan janin terancam dan para dokter harus cepat mengeluarkannya.
  • Janin dalam posisi sungsang.
  • Terlilit tali pusar, tali pusar melorot ke arah depan sehingga janin tidak bisa lahir dengan mudah
  • Ibu terjangkit penyakit herpes genital yang bisa menular ke janin melalui persalinan vaginal.

Did you know?

”Jika Ibu melahirkan melalui bedah caesar, direkomendasikan untuk menunggu kehamilan berikutnya dalam rentang waktu 18 bulan ke atas untuk mengurangi risiko terjadinya berat badan bayi sangat rendah ketika lahir, bayi lahir prematur dan pre-eklampsia. Ketahui selengkapnya di sini.“

LIHAT LENGKAP

Apa yang terjadi selama bedah caesar?

Sebelum menjalani proses bedah caesar, konsultasikan pada dokter semua hal yang Ibu ingin ketahui tentang proses ini. Apalagi bagi Ibu yang belum pernah menjalani pembedahan pasti hal ini membuat Ibu takut. Ibu akan merasa lebih tenang dan siap bila mengetahui bagaimana bedah itu dilakukan.

Persiapan sebelum melahirkan caesar

Ahli bius anastesi Ibu akan memberi bius lokal (blok epidural atau spinal) dan Ibu akan mendapat kateter untuk mengosongkan kandung kemih Ibu. Kateter akan tetap terpasang selama sekitar 12-24 jam setelah operasi. Sebagian rambut kemaluan Ibu mungkin dicukur agar area yang akan dibedah menjadi bersih.

Proses operasi caesar

Saat bius berfungsi, dokter mulai membuat irisan-irisan pada perut dan rahim agar bisa menjangkau bayi yang berada dalam kantung air ketuban. Dokter kemudian mengeluarkan bayi. Semuanya berlangsung cepat dan Ibu hanya merasakan sedikit tekanan saat bayi lahir caesar. Biasanya, berapa lama operasi caesar? Umumnya, caesar berlangsung selama 40-60 menit. Namun, durasi waktu pembedahan bergantung pada kekuatan Mama.

Bila Mama membutuhkan bius total karena keadaan darurat tertentu, Ayah boleh menunggui Mama dari awal sampai akhir. Mama bahkan dapat mendengarkan musik selama bedah caesar berlangsung.

Apa yang terjadi setelah bayi lahir?


Setelah bayi lahir, ia diletakkan di ranjang kecil yang hangat untuk diperiksa oleh dokter anak. Si Kecil akan dibungkus selimut lalu diberikan pada Mama atau suami untuk menggendongnya.

Setelah plasenta keluar, dokter bedah akan menjahit rahim dan perut Mama. Ini berlangsung sekitar 30 menit lalu Mama dibawa kembali ke ruang rawat di mana dokter, bidan, atau perawat akan membantu Mama untuk menyusui bayi lahir caesar.

Resiko Operasi Caesar

  • Efek samping persalinan caesar pada bayi adalah obesitas dan imunitas bayi lemah
  • Gangguan pernapasan pada bayi
  • Resiko operasi caesar selanjutnya adalah bayi lebih rentan terhadap infeksi
  • Resiko melahirkan caesar berikutnya munculnya bekas luka pada perut dan rahim
  • Tak jarang, resiko melahirkan caesar juga menyebabkan air susu Mama lebih sedikit dibandingkan persalinan normal

Pemulihan Dari Bedah Caesar

Biasanya Mama akan pulih kembali dalam waktu 24 jam dan keluar dari rumah sakit dalam waktu lima hari. Tapi butuh waktu sekitar 6 minggu untuk pulih dari bedah caesar.

Sekalipun Mama menjalani bedah caesar kali ini, bukan berarti proses kelahiran bayi Mama berikutnya akan berakhir dengan cara yang sama. Sekitar 70% ibu hamil berhasil melakukan persalinan normal meskipun persalinan sebelumnya dilakukan dengan bedah caesar.

Memilih untuk Bedah Caesar

Bedah caesar adalah salah satu metode persalinan. Penting untuk diingat, prosedur bedah caesar dilakukan jika ada indikasi yang memang tidak memungkinkan terjadinya persalinan normal.

Sebagian calon Mama mungkin memilihnya karena menghindari rasa sakit yang dialami bila melahirkan normal. Padahal pada masa pemulihan, rasa sakit akibat pembedahan bisa terasa lebih lama dari persalinan biasa.

Jika Mama memilih bedah caesar, pastikan Mama tahu semua kelebihan dan kekurangannya. Jaga kondisi tubuh Mama agar selalu bugar di masa kehamilan, konsumsi nutrisi optimal yang penting bagi pertumbuhan janin, klik di sini untk informasi lengkapnya.

comment-icon comment-icon