Loading...

Riwayat Pencarian

Pencarian Populer

burger menu
Perkembangan Bayi 1 Bulan, Sudah Bisa Apa Saja?

Stimulasi

Perkembangan Bayi 1 Bulan, Sudah Bisa Apa Saja?

Article By : Sindhi Aderianti

Bayi 1 bulan sudah bisa apa saja, ya? Mama tentu penasaran mengetahui bagaimana milestone si Kecil di usia ini. Meski terlihat masih terlihat mungil dan banyak menghabiskan waktunya untuk tidur, si Kecil sudah menunjukkan cukup banyak perkembangan di usia 1 bulan ini. 

Mama mungkin juga akan bertanya-tanya apakah perkembangan si Kecil termasuk normal, cepat, atau lambat. Dengan mengetahuinya, Mama jadi tahu apa yang harus dilakukan selanjutnya agar si Kecil tumbuh dan berkembang dengan baik.

Agar lebih jelas, yuk ketahui seperti apa perkembangan bayi 1 bulan beserta stimulasi untuk mengoptimalkan pertumbuhan si Kecil di sini!

Perkembangan Bayi 1 Bulan 

Memantau perkembangan bayi 1 bulan memang menarik. Di usia ini, Mama akan melihat beberapa perubahan mulai dari fisik yang menakjubkan. 

Salah satu perubahan yang paling terlihat pada pertumbuhan bayi 1 bulan adalah kenaikan berat badannya. Keberhasilan pemberian ASI di bulan pertama kelahirannya juga akan terjawab dari berat badan si Kecil.

Mengacu pada Standar Antropometri Permenkes RI Tahun 2020, berat badan bayi 1 bulan yang ideal yaitu:

  • Bayi laki-laki: 3,4-5,1 kg.

  • Bayi perempuan: 3,2-4,8 kg.

Bayi umumnya dilahirkan dengan cairan tubuh ekstra dan akan kehilangan sekitar 10% berat lahir mereka di beberapa hari setelah kelahiran.

Namun, Si Kecil perlu kembali ke ke berat lahir mereka pada minggu kedua, serta mengalami pertambahan berat badan antara 14 gram dan 28 gram dalam sehari, hingga mencapai berat berat badan bayi 1 bulan yang ideal.

Bayi Umur 1 Bulan Sudah Bisa Apa?

Pada usia 1 bulan, si Kecil mulai mengeksplorasi tangan dan kakinya. Ia juga akan mulai "menjawab" kata-kata Mama dengan ocehan dan mengikuti objek dengan matanya.

Agar si Kecil tumbuh optimal, Mama sebaiknya memantau pertumbuhan dan perkembangannya dengan seksama agar sesuai dengan milestone growth (tumbuh kembang), termasuk perkembangan motorik bayi.

Bawalah si Kecil setiap bulannya ke posyandu atau fasilitas kesehatan terdekat untuk memantau kenaikan berat badan, panjang badan, dan lingkar kepala si Kecil. Selain itu, berikan juga stimulasi yang cukup agar perkembangan kemampuan si Kecil makin optimal.

Kami dari Tim Ahli Nutriclub akan menjelaskan tentang perkembangan motorik bayi usia 1 bulan.

1. Menunjukkan ekspresi wajah

Bayi 1 bulan bisa apa? Si Kecil mungkin belum bisa diajak berinteraksi karena masih lebih banyak tidur. Namun, di usia ini si Kecil sudah bisa sedikit-sedikit menunjukkan mimik atau ekspresi wajahnya, Ma.

Ya! Si Kecil mulai bereksperimen dengan ekspresi wajah yang berbeda, lho. Mulai dari mengerucutkan bibir, mengangkat alis, melebarkan atau menyipitkan mata, hingga mengerutkan alisnya.

2. Melihat lebih baik

Penglihatan bayi 1 bulan juga mengalami perkembangan yang semakin baik. Si Kecil di usia ini senang melihat pola kontras tinggi, terutama hitam dan putih, karena pola tersebut paling mudah untuk mereka lihat. 

Bayi 1 bulan juga mulai bisa fokus sebentar melihat wajah orang yang ditatapnya, tetapi cenderung lebih menyukai objek berwarna cerah dengan jarak hingga 1 meter.

Jika Mama melihat mata si Kecil seolah juling, jangan panik. Fenomena ini bernama pseudostrabismus dan wajar terjadi pada bayi 1 bulan, bahkan hingga bayi berusia 18 bulan. Ini biasa terjadi ketika bayi memiliki batang hidung yang lebar dan adanya lipatan kulit kelopak mata atas di sisi dalam mata dekat hidung sehingga mata bayi terlihat seolah-olah juling.

Umumnya kondisi ini akan membaik dengan sendirinya. Namun apabila justru malah memburuk, segera konsultasikan ke dokter ya, Ma.

3. Mengenali aroma

Indera penciuman juga menjadi salah satu perkembangan bayi 1 bulan yang menarik untuk diperhatikan.

Di usia ini, si Kecil semakin bisa mengenali aroma. Terutama aroma tubuh Mama, sebagai orang yang paling dekat dengannya sedari di dalam kandungan.

Selain itu, si Kecil juga dapat mengetahui aroma ASI. Maka tak heran saat berada di dekapan Mama, ia akan mencari sendiri payudara untuk menyusu, karena bisa mengenali aromanya.

4. Mendengar dan merespon suara

Bayi 1 bulan bisa apa mendengar dengan lebih jelas dan merespon dengan caranya sendiri, Ma. Sebab, indera pendengaran bayi 1 bulan juga telah terbentuk dengan sempurna di usia ini.

Bayi 1 bulan umumnya mulai merespon suara keras dengan menunjukkan ekspresi kaget hingga menangis.

Nah, jika si Kecil tidak menunjukkan respon atau reaksi ini ketika mendengar suara yang keras, Mama perlu memberi tahu dokter mengenai hal tersebut agar diperiksa lebih lanjut. 

5. Menunjukkan refleks

Semua refleks bayi baru lahir, termasuk refleks kaget (moro), mencari (rooting), menghisap (sucking), dan menggenggam (grasping) masih sering terjadi pada bayi 1 bulan.

Refleks yang ditunjukkan ini menandakan perkembangannya berjalan dengan baik. Namun, sebagian besar refleks bayi baru lahir akan menghilang ketika si Kecil berusia sekitar tiga bulan.

6. Mengangkat kepala

Otot leher bayi 1 bulan semakin kuat di usia ini. Dalam mengontrol pergerakan kepalanya, mereka mulai bisa mengangkat kepala untuk beberapa saat, terutama ketika Mama menggendongnya dengan posisi bayi tegak lurus dan kepalanya berada di atas. 

Teruslah berlatih tummy time dengan meletakkannya di atas kasur atau perut Mama. Cara ini sangat direkomendasikan karena baik untuk merangsang kemampuan si Kecil mengangkat kepalanya lebih lama, serta bergerak menoleh ke sisi kanan maupun kiri. 

7. Menggerakkan tangan dan kaki

Ketika lahir, si Kecil belum menyadari bahwa ia memiliki tangan dan kaki. Di usia 1 bulan, ia mulai mengeksplorasi tubuhnya. Bagian tubuh yang pertama dikenalnya adalah tangan dan kaki.

Coba Mama berikan stimulasi si Kecil dengan cara mengangkat kedua tangannya ke atas kepala, dan tempelkan tangannya ke wajahnya agar si Kecil dapat melihat dan merasakannya sekaligus.

Tetapi, pastikan tangan dan kakinya tetap hangat. Gunakan sarung tangan dan kaki khusus bayi, karena di usia 1 bulan si Kecil mudah kehilangan panas tubuhnya melalui tangan dan kakinya.

8. Mengoceh (babbling)

Perkembangan motorik bayi berikutnya adalah ocehan si Kecil. Dalam berbagai kegiatan bersama si Kecil seperti memandikan, mengganti popok, atau saat menyusui, Mama bisa sembari mengajak si Kecil mengobrol dan tersenyum.

Sebagian besar bayi akan mulai “menjawab” kata-kata Mama dengan mengoceh atau membalas senyuman Mama. Jangan ragu untuk selalu menceritakan apa saja yang sedang Mama kerjakan pada si Kecil ya, karena si Kecil tidak pernah terlalu muda untuk diajak bicara.

9. Belajar Menggenggam

Selanjutnya, perkembangan motorik bayi usia 1 bulan adalah terkait kemampuan menggenggamnya.

Usia 1 bulan, si Kecil mungkin belum bisa meraih benda dan menggenggamnya. Akan tetapi, ia sudah bisa menggenggam benda yang diletakkan di tangannya.

Si Kecil juga mungkin belum bisa melepaskan benda yang ada di tangannya meskipun ia ingin melepaskannya.

10. Mengikuti Objek dengan Matanya

Perkembangan motorik bayi selanjutnya adalah mata si Kecil mulai dapat mengikuti gerakan objek yang digerakkan di hadapannya.

Gerakkan wajah Mama di depan wajah si Kecil, dan lihatlah mata si Kecil akan mengikuti gerakan wajah Mama.

Mama juga bisa menggunakan mainan berwarna cerah dan berbunyi, lalu menggerakkan mainan itu ke kanan dan kiri di hadapan wajah si Kecil, perhatikan mata si Kecil yang akan mengikuti gerakan mainan tersebut.

Baca Juga: Atasi Masalah Umum Si Kecil Baru Lahir

Cara Stimulasi Perkembangan Bayi 1 Bulan

Meski belum dapat banyak melakukan sesuatu, bukan berarti bayi 1 bulan tak perlu diajak berinteraksi, Ma. Justru pada usia ini, bayi perlu untuk mendapat stimulasi agar ia mampu menyesuaikan diri dengan dunia dan berkembang dengan optimal.

Lalu, apa saja stimulasi bayi 1 bulan yang bisa dilakukan? Berikut ini di antaranya:

1. Tummy time

Mengenai kapan boleh tummy time, menurut American Academy of Pediatrics (AAP), bayi sudah boleh melakukannya sejak hari pertama kepulangan dari rumah sakit. Biasakan tummy time selama 3-5 menit sebanyak 2-3 kali sehari. 

Konsep tummy time sendiri amat mudah, Mama cukup letakkan si Kecil di permukaan datar dan bersih dengan posisi perut di bawah, sehingga perlahan ia otomatis akan mencoba mengangkat leher dan kepalanya. 

2. Beri mainan bergantung

Di usia ini, si Kecil sudah bisa dikasih mainan, Ma. Untuk melatih kemampuan melihat bayi 1 bulan, Mama dapat memberikan mainan bergerak seperti baby mobile crib. Gantungkan di atas tempat tidur bayi, atau di samping si Kecil saat ia sedang tummy time. 

Mainan yang bergerak akan menarik perhatian bayi dan menstimulasi penglihatan si Kecil. Selain itu, stimulasi bayi 1 bulan ini juga bisa merangsang kemampuannya untuk meraih benda di bulan-bulan berikutnya, lho, Ma.

3. Kontak mata lebih sering

Lakukan kontak mata lebih sering dengan si Kecil. Waktu yang paling tepat melakukannya adalah saat menyusui dan tummy time. Tatap mata si Kecil sambil tersenyum atau mengajaknya bicara. Mama juga bisa memanggil namanya untuk merangsang si Kecil menoleh. 

Stimulasi bayi 1 bulan ini menjadi langkah awal memperkenalkan si Kecil cara berkomunikasi, sekaligus mempererat bonding antara Mama dan si Kecil. 

4. Selalu beri sentuhan

Tahukah Mama? Si Kecil senang bila sering diberi sentuhan oleh Mama, lho. Stimulasi ini membuatnya merasa sangat nyaman dan dicintai. Berikan bayi 1 bulan lebih banyak skin to skin, misalnya dengan menggendong dan mengayun, atau memberi mereka pijatan lembut setelah mandi.

5. Tersenyum kepadanya

Usahakan selalu tersenyum saat melakukan kontak mata dengan si Kecil, Ma. Sebab, ketika si Kecil melihat Bunda tersenyum, ia akan melepas hormon secara alami dalam tubuhnya yang kemudian membuat bayi 1 bulan merasa nyaman dan aman. 

Bahkan, tersenyum pada bayi juga akan mendukung perkembangan otaknya dan membangun bonding yang kuat dengan Mama. Dengan banyak tersenyum kepadanya, lama kelamaan bayi pun terstimulasi untuk meresponnya dengan tersenyum balik di bulan-bulan berikutnya.

Baca Juga: Cek Perkembangan Bayi Usia 2 Bulan

Tips Merawat Bayi 1 Bulan

Merawat bayi 1 bulan tentu bukan hal yang mudah. Di bulan pertama ini, Mama perlu menyesuaikan diri dengan kebiasaan-kebiasaan bayi untuk bisa merawatnya secara maksimal, bahkan beberapa Mama mungkin juga masih dalam fase recovery dari proses melahirkan.

Demi pertumbuhan dan perkembangan yang optimal, Mama pun akan banyak menggali informasi mulai dari bagaimana memberikan ASI agar berat badan si Kecil bertambah, menyesuaikan waktu tidur si Kecil, hingga belajar memandikan bayi 1 bulan agar kebersihan tubuhnya selalu terjaga.

Tapi, Mama tak perlu khawatir. Merawat bayi 1 bulan tak sesulit yang dibayangkan apalagi jika sudah terbiasa dengan ritme kesehariannya. Untuk membantu Mama melewati fase ini, berikut tips merawat bayi 1 bulan agar ia tumbuh dengan baik:

1. Memberi ASI sesuai kebutuhan

Menurut panduan Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) terbaru, ASI diberikan selama 6 bulan pertama tanpa makanan tambahan apapun atau ASI eksklusif.. Hal ini karena, nutrisi yang terkandung di dalamnya sudah mampu mencukupi kebutuhan selama 6 bulan pertama kehidupan bayi.

Bayi 1 bulan sendiri masih akan lebih sering menyusu daripada minggu-minggu sebelumnya. Untuk memenuhi kebutuhan nutrisi si Kecil, pastikan Mama menyusuinya sebanyak 8-12 kali dalam sehari.

Nah, cara mengetahui bayi 1 bulan cukup ASI antara lain dari frekuensi buang air kecilnya yaitu minimal 6 kali BAK. Selain itu, tentunya si Kecil yang cukup ASI ditandai dengan berat badan bayi 1 bulan yang bertambah sesuai standar usianya.

2. Biarkan si Kecil tidur lelap

Bayi 1 bulan umumnya masih sering tidur daripada bermain.

National Sleep Foundation mengatakan, bayi yang baru lahir setidaknya membutuhkan 14 hingga 17 jam waktu untuk tidur. Hal ini wajar karena lambungnya yang masih berukuran kecil, membuatnya lebih cepat kenyang dan mengantuk.

Sedikit tips tidur yang aman bagi bayi 1 bulan, Mama perlu mletakkannya di kasur yang kokoh tanpa bantal, selimut, atau boneka binatang. Cara ini dilakukan guna mengurangi risiko SIDS (Sudden Infant Death Syndrome) atau kematian tiba-tiba pada bayi.

Agar tidurnya nyenyak, pastikan juga suasana kamar selalu bersih, jauh dari kebusingan, sejuk, dan bebas serangga. 

3. Mengganti popok secara berkala

Mengingat bayi 1 bulan semakin banyak menyusu, tentu ia akan buang air kecil dan buang air besar lebih sering. Frekuensi BAK si Kecil sendiri, bisa sampai 10 kali sehari. 

Maka itu, penting untuk selalu selalu popoknya paling tidak setiap 2-3 jam sekali ya, Ma. Jika sudah basah atau kotor, segera ganti untuk menghindari iritasi pada kulit paha, bokong, dan organ intim si Kecil.

4. Rutin check up ke dokter dan imunisasi 

Demi meningkatkan imunitas bayi 1 bulan, lakukan check up rutin ke dokter untuk mengevaluasi tumbuh kembangnya sekaligus memberinya imunisasi secara rutin, Ma.

Adapun vaksin yang perlu diberikan kepada si Kecil saat baru lahir hingga usia 1 bulan, berdasarkan anjuran dari Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI) tahun 2020 antara lain:

  • Hepatitis B (HB-0): Diberikan pada bayi berusia kurang dari 24 jam. Pemberian sebanyak 3 dosis, yang pertama usia 0-7 hari, dosis berikutnya interval minimum 4 minggu (1 bulan), selanjutnya di antara usia 3 sampai 6 bulan.

  • Polio: Imunisasi yang diberikan saat si Kecil masih di rumah sakit usai melahirkan. Imunisasi polio diberikan secara bertahap setelah polio 1, akan ada 2, 3, 4 dengan interval 4 minggu.

  • BCG (Bacillus Calmette Guerin): Imunisasi ini diberikan kepada bayi 1 bulan dengan dosis pemberian sebanyak 1 kali.

5. Sendawakan bayi setelah menyusu

Bayi 1 bulan yang baru lahir umumnya rentan mengalami kembung dan cegukan.

Nah, kondisi ini kerap terjadi jika salah posisi menyusu, sehingga ada kelebihan gas yang mengiritasi perut mereka. Maka untuk menghindari perut kembung dan cegukan, Mama disarankan untuk menyendawakan si Kecil sesaat setelah menyusu. 

Adapun cara menyendawakan bayi 1 bulan yang benar yaitu cukup menopang si Kecil dengan tegak, lalu tepuk punggungnya secara lembut. Setelah beberapa menit, biasanya si Kecil akan langsung bersendawa.

6. Memijat lembut si Kecil

Memberi pijatan lembut merupakan salah satu stimulasi bayi 1 bulan yang baik untuk menenangkan si Kecil saat rewel.

Selain itu, pijatan ini juga dapat memberi manfaat seperti tidur yang lebih nyenyak dan mengurangi masalah pencernaan seperti konstipasi hingga kondisi kolik yang kerap dialami oleh bayi-bayi baru lahir.

 

Demikian ulasan mengenai perkembangan bayi 1 bulan, tips merawatnya, serta stimulasi bayi 1 bulan yang perlu Mama ketahui. Semoga artikel ini membantu Mama dalam merawat si Kecil agar ia tumbuh hebat, ya!

Jika menemukan tanda keterlambatan pada perkembangan bayi 2 bulan, segeralah periksakan si Kecil ke dokter tumbuh kembang ya, Ma. Mama juga bisa bertanya langsung dengan team Nutriclub Expert Advisor untuk bertanya mengenai perkembangan si Kecil.

Mama butuh panduan menangani bayi baru lahir? Yuk, download eksklusif e-book atau mendengarkan podcast seputar parenting  untuk terus mendampingi Mama dalam merawat si Kecil.

  1. Permenkes No. 2 Tahun 2020 tentang Standar Antropometri Anak [JDIH BPK RI]. (2021). https://peraturan.bpk.go.id/Home/Details/152505/permenkes-no-2-tahun-2020. Diakses pada 28 Juli 2022.
     
  2. Baby Center. https://www.babycenter.com/baby/month-by-month/1-month-old-baby-milestones-and-development_1077. Diakses pada 28 Juli 2022.
     
  3. Jadwal Imunisasi IDAI 2020. https://www.idai.or.id/tentang-idai/pernyataan-idai/jadwal-imunisasi-idai-2020. Diakses pada 28 Juli 2022.
     
  4. Kids Health. https://kidshealth.org/en/parents/burping.html. Diakses pada 28 Juli 2022.
     
  5. Web MD. https://www.webmd.com/parenting/baby/baby-development-1-month. Diakses pada 28 Juli 2022.
     
  6. What to Expect. https://www.whattoexpect.com/first-year/month-1. Diakses pada 28 Juli 2022.
     
  7. Nurtured Birth. https://nurturedbirth.com.au/eye-contact-with-babies/. Diakses pada 28 Juli 2022.
     
  8. Babylist. https://www.babylist.com/hello-baby/how-often-should-change-babys-diaper. Diakses pada 28 Juli 2022.
     
  9. Raising Children . https://raisingchildren.net.au/newborns/development/development-tracker/1-2-months#:~:text=Spend%20time%20with%20your%20baby,need%20when%20they're%20older. Diakses pada 28 Juli 2022.
     
  10. Pseudostrabismus. https://www.aao.org/eye-health/diseases/what-is-pseudostrabismus. Diakses pada 30 Juli 2022.
     
comment-icon comment-icon