taboola Kenali Gumoh Pada Si Kecil dan Cara Mengatasinya - Nutriclub

Riwayat Pencarian

Pencarian Populer

Rutinitas Anak

Kenali Gumoh Pada Si Kecil dan Cara Mengatasinya

Happy spitter adalah anak yang sering gumoh tetapi tetap sehat dan tidak ada masalah pada tumbuh kembang. (words: 17)

Refluks gastroesofageal (gastroesophageal reflux/ GER), yang terlihat sebagai "gumoh" adalah pergerakan isi lambung dari lambung ke kerongkongan dan terkadang keluar dari mulut.1 Gumoh lebih banyak terjadi pada bayi yang lahir prematur, bayi yang mengalami infeksi berat saat usianya masih kurang dari 28 hari, atau bayi dengan kelainan bawaan, kelainan saraf, otak, dan otot.1-3

 

Penyebab Terjadinya Gumoh Pada Si Kecil

Pada saat si Kecil mengonsumsi susu atau makanan, asupan makanan tersebut masuk melalui mulut, kerongkongan, kemudian ke lambung. Pada saat makanan melewati cincin otot antara kerongkongan dan lambung, cincin otot ini akan terbuka, kemudian menutup kembali setelah dilewati oleh makanan. Apabila cincin ini tidak menutup dengan sempurna atau mengalami kelemahan, maka dapat terjadi refluks- dalam bentuk muntah atau gumoh. Selain itu, lambung bayi masih berukuran kecil sehingga dengan mudah terisi penuh. Cincin otot antara kerongkongan dan lambung juga belum terbentuk secara matang, sehingga dapat memicu terjadinya gumoh. Cincin otot ini akan matang pada sekitar usia empat hingga lima bulan.

Did you know?

”Gumoh setelah diberi ASI wajar terjadi pada si Kecil sehingga Ibu tak perlu khawatir berlebihan. Umumnya, bayi gumoh disertai dengan sendawa setelah diberi ASI. Ketahui selengkapnya di sini.“

LIHAT LENGKAP

Normalkah Bayi Sering Mengalami Gumoh?

Perlu diingat, tidak semua peristiwa gumoh pada bayi itu abnormal. Bayi yang sering gumoh tetapi tetap nyaman, sehat, tumbuh berkembang dengan baik sesuai milestones, dan tidak memiliki masalah pernapasan ataupun kenaikan berat badan disebut dengan istilah happy spitter. Si Kecil yang tergolong sebagai happy spitter tidak memerlukan pengobatan untuk gumoh.

Pada si Kecil yang sering gumoh, berikut adalah beberapa tips pemberian makan atau minum yang umumnya dapat mengurangi kejadian gumoh:

- Sendawakan bayi setelah minum untuk menghindari udara berlebih di lambung

- Posisikan bayi tegak selama 30 menit setelah minum/makan agar gravitasi membantu mencegah isi lambung 'naik'

- Berikan makan atau minum perlahan untuk memberi kesempatan lambung bekerja dan meneruskannya ke usus,

- Yakinkan tidak ada yang menekan perut bayi setelah pemberian makan/minum

- Hindari makan/minum berlebihan pada satu waktu dan hentikan bila bayi sudah terlihat kenyang,

- Pemberian makanan yang  lebih padat atau mengentalkan susu dengan tepung khusus (thickened milk), namun hal ini harus dengan panduan dan pengawasan dokter Anda,

Berbeda dengan happy spitters, si Kecil yang gumoh akibat penyakit refluks gastroesofageal memiliki ketidaknyamanan akibat dari refluks tersebut. Cirinya antara lain masalah pernapasan dan pertumbuhan yang tidak baik. Untuk memastikannya, Ibu segera konsultasikan tentang gumoh pada si kecil ke dokter dan tenaga medis yang terpercaya.

Ditulis oleh : dr. Primadila

Review : dr. Pustika Efar, Sp.A

Daftar Pustaka  :

  1. Benaroch R. GERD and acid reflux in infants and children. 2014. Available at: www.webmd.com
  2. Brodsky D. Gastroesophageal reflux in the premature infant. Dalam: Brodsky D, Oullete MA, penyunting. Primary care of the premature infant. USA: Saunders Elsevier; 2008.
  3. Hegar B, Vandenplas Y. Gastroesophageal reflux in children. Paediatri Indones. 2011;51:361-71.
  4. Benaroch R. Why your baby spits up and vomits. 2015.www.webmd.com
  5. Shroff A. Spitting up in infant treatment. 2014. www.webmd.com
comment-icon