Loading...

Riwayat Pencarian

Pencarian Populer

burger menu
Anak 2 Tahun Belum Bisa Bicara? Ini yang Bisa Mama Lakukan

Kesehatan

Anak 2 Tahun Belum Bisa Bicara? Ini yang Bisa Mama Lakukan

Article By : Sindhi Aderianti

Anak 2 tahun belum bisa bicara? Tak sedikit orang tua yang memikirkan hal ini karena khawatir si Kecil mengalami speech delay. Terlebih, umumnya anak sudah bisa merangkai kata di usia 18 bulan hingga 2 tahun. 

Menurut Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI), anak umur 2 tahun idealnya sudah dapat mengucapkan 1 - 2 kata yang bermakna, seperti “mama” dan “makan”. Pengucapannya pun sudah lebih jelas sehingga dapat dimengerti oleh orang lain.

Setiap anak memang memiliki laju perkembangan yang berbeda-beda, Ma. Akan tetapi, Mama juga tetap perlu mengawasi kemampuan berbahasa si Kecil. Untuk membantu Mama, yuk ketahui seperti apa ciri anak terlambat bicara dan tips memberikan stimulasi yang tepat di sini!

Tahapan Bicara Anak Usia 1-2 Tahun

Seperti halnya dengan berat dan tinggi badan, kemampuan berbahasa anak juga memiliki tahapan ideal yang dikuasai dari bulan ke bulan. Kemampuan ini dinilai dari kosa kata yang mampu ia katakan beserta jumlahnya.

Nah, untuk mengetahui anak 2 tahun terlambat bicara atau tidak, terlebih dahulu kita perlu mengenal seperti apa tahapan perkembangan bicara anak, Ma.

Berikut tahapan bicara yang rata-rata sudah dikuasai si Kecil pada usia 12 - 24 bulan:

1. Usia 12 - 15 bulan

Pada rentang usia ini, Si Kecil mampu mengucapkan setidaknya 10 kata. Meskipun ocehannya masih belum jelas dan hanya dimengerti oleh orang terdekatnya saja. Ia pun juga sudah mengerti instruksi sederhana seperti mengambil barang atau meminta sesuatu seperti “Susu”.

2. Usia 15 - 18 bulan

Kemampuan bicara si Kecil di usia ini mengalami peningkatan. Ia mampu menyebut hingga 20 kata, beberapa di antaranya pun sudah bisa si Kecil ucapkan dengan lebih jelas.

3. Usia 18 bulan - 2 tahun

Si Kecil makin terampil berbicara dengan mengucapkan 50 kata atau lebih. Artikulasi pengucapannya pun sudah lebih jelas, sehingga mudah dimengerti orang lain.

Selain itu, di usia ini si Kecil juga sudah bisa merangkai 2-3 kata dan mulai senang bertanya hal singkat seperti “Apa itu?”.

Ciri Anak Terlambat Bicara

Anak 2 tahun belum bisa bicara sama sekali tak bisa disepelekan. Sebab, ini termasuk red flag atau tanda kewaspadaan yang mengindikasikan terlambat bicara pada anak

Lebih rinci, ada beberapa ciri anak terlambat bicara yang umumnya ditunjukkan di Kecil dan perlu Mama perhatikan baik-baik, antara lain:

  • Tidak bisa memahami instruksi sederhana.

  • Hanya memberi isyarat tanpa berkata-kata saat menginginkan sesuatu.

  • Tidak bisa mengeluarkan meniru suara yang dicontohkan orang lain.

  • Mengeluarkan kata-kata yang sulit dipahami orang tua atau pengasuhnya.

  • Memiliki nada suara yang tidak biasa (serak atau sengau).

  • Tidak bisa mengeluarkan kata, kecuali dalam keadaan terdesak (misalnya ingin makan, minum, atau tidur).

Apabila si Kecil menunjukkan ciri di atas, cobalah berkonsultasi ke dokter sub spesialis tumbuh kembang guna mencari tahu penyebab anak 2 tahun belum bisa bicara dan mendapatkan solusi terbaik untuk mengatasi permasalahan in.

Penyebab Anak Terlambat Bicara

Anak 2 tahun belum bisa bicara disebabkan oleh berbagai faktor.

Faktor utama penyebab anak terlambat bicara, tak lain adalah masalah oral-motor (pergerakan motorik mulut), yang terjadi karena adanya gangguan pada bagian otak pengatur kemampuan bicara anak.

Gangguan inilah yang membuat koordinasi antara bibir, lidah, dan rahang untuk membuat suara yang bermakna menjadi lebih sulit. Maka tak heran jika anak belum bisa bicara karenanya.

Selain itu, masih ada faktor-faktor lain yang menyebabkan anak 2 tahun belum bisa bicara, Ma. Berikut di antaranya penyebab anak 2 tahun belum bisa bicara yang paling umum:

  • Kurangnya stimulasi (orang tua jarang mengajak anak bicara).

  • Masalah pendengaran pada anak.

  • Gangguan intelektual.

  • Gangguan spektrum autisme.

  • Mutisme elektif (anak yang memang tidak mau bicara).

  • Gangguan perkembangan akibat kerusakan pada otak, misalnya pada anak yang mengalami cerebral palsy.

  • ADHD (Attention Deficit Hyperactivity Disorder).

  • Anak hidup di lingkungan bilingual.

Baca Juga: Kenali Ciri-ciri Autisme pada Anak Sejak Dini

Stimulasi Agar Si Kecil Lancar Berbicara 

Pada dasarnya, setiap anak yang tidak memiliki masalah perkembangan tertentu pasti bisa bicara. Dengan catatan, ia harus selalu mendapat stimulasi berupa input kata-kata yang yang baik dan benar dari orang terdekatnya. 

Apa saja stimulasi yang bisa diberikan agar si Kecil lancar berbicara sesuaitahapan usianya? Mama bisa melakukan hal-hal berikut ini:

1. Perbaiki kata-kata yang salah

Ada kalanya saat saat anak 2 tahun belum bisa bicara, si Kecil akan sering mengucapkan kata-kata yang kurang tepat. Misalnya ketika ia minta minum, mungkin ia menyebutnya dengan “Mimi” atau melihat mainannya jatuh, si Kecil pun mengatakan “Tatoh”.

Jika si Kecil melakukan hal ini, tugas Mama selanjutnya adalah memperbaiki kata-kata tersebut. Katakan “Minum” dan “Jatuh” dengan artikulasi lebih jelas, sehingga si Kecil mengenal kosa kata yang benar serta terlatih untuk bisa mengatakannya dengan jelas.

2. Lontarkan pertanyaan

Stimulasi anak 2 tahun belum bicara, juga dapat Mama lakukan dengan sering-sering melontarkan pertanyaan kepada si Kecil. Tanyakan apa yang sedang ia lihat atau rasakan. Mama juga bisa mengajukan pilihan misalnya saat hendak makan.

Cara ini memberi kesempatan si Kecil untuk berusaha menjawab dengan mengerahkan segala kemampuannya. Jika ia memberi jawaban yang kurang jelas, Mama bisa membenarkan kata-katanya agar ia tahu kosa kata yang benar dan menirunya di lain waktu.

3. Ajak bicara lebih sering

Mengajak si Kecil berbicara lebih sering adalah cara paling jitu untuk membuat anak belum bisa bicara menjadi lebih ceriwis. Baiknya selalu ajak si Kecil berkomunikasi sedini mungkin, agar ia terbiasa mendengarkan kata-kata. 

Dalam melakukan stimulasi ini, narasikan setiap hal yang sedang Mama lakukan bersamanya. Misal ketika mandi, Mama bisa membahas kenapa si Kecil harus mandi, seperti apa aroma sabunnya, sampai warna baju yang akan dikenakan. Cara ini pun lama kelamaan akan memancingnya untuk ikut berbicara.

4. Informasikan nama setiap objek yang dilihat

Anak 2 tahun belum bisa bicara, dapat Mama stimulasi dengan selalu menginformasikan nama dari setiap objek yang si Kecil lihat sehari–hari. Cara ini sederhana, namun akan mudah diingat serta ditiru pelafalannya oleh si Kecil, sebagai bekal dasarnya untuk berbicara.

Contohnya ketika sedang membuat sarapan di dapur, beri tahu si Kecil kalau benda yang Mama pegang adalah piring, sendok, dan gelas. Sementara  makanan yang sedang Mama buat adalah roti dengan selai kacang.

5. Bermain pretend play

Pretend play atau bermain peran juga bisa mengasah kemampuan si Kecil untuk bicara. Dengan main dokter-dokteran misalnya, anak akan mendapat banyak kosa kata baru yang mungkin jarang ia dapatkan di kehidupan sehari-hari. 

Si Kecil pun bisa belajar cara berkomunikasi dengan lebih terstruktur melalui diskusi layaknya pasien dan dokter. Tak hanya itu, pretend play juga mengajarkan si Kecil merasakan apa yang orang lain rasakan (empati), sehingga kemampuan sosial dan emosional anak ikut terasah.

6. Hindari gadget

Saat mengetahui anak terlambat bicara, pastikan Mama tidak memberi si Kecil gadget. Paparan gadget cenderung membuat anak berlaku pasif hingga malas berinteraksi dengan orang lain. Hal inilah yang memicu keterlambatanbicara pada anak. 

Anak yang umumnya belum bisa bicara di usia 2 tahun membutuhkan lebih banyak kesempatan untuk berinteraksi secara langsung dengan lingkungan di sekitarnya. Daripada bermain gadget, Mama bisa memperbanyak kegiatan si Kecil dengan bermain sambil belajar untuk mengisi hari-harinya. 

Baca Juga: Screen Time Anak dan Pengaruh Gadget pada Balita

7. Beri perhatian penuh saat bicara padanya

Ma, usahakan selalu memberi perhatian penuh berbicara dengan si Kecil. Tepat ketika ia mencoba mengeluarkan kata-kata, tunjukkan ketertarikan Mama dan tatap matanya. Pancinglah si Kecil untuk berbicara, misalnya dengan bertanya apa dan mengapa. 

Jangan lupa memberi respon terkait apa yang dikatakannya, agar si Kecil memahami cara berkomunikasi dua arah sesungguhnya. Stimulasi ini akan membuat si Kecil lebih percaya diri untuk bicara, karena melihat Mama begitu mendukungnya.

8. Membacakan buku

Buku menjadi media yang bisa memperkenalkan si Kecil dengan lebih banyak kosa kata. Saat membacakan buku, jangan lupa minta si Kecil untuk menyebut nama benda di buku tersebut agar ia terbiasa berbicara.

Membacakan buku tak hanya bisa melatih anak usia 2 tahun agar jadi cepat berbicara, tapi juga mengasah kemampuan literasi dan minat baca si Kecil sejak dini. Ia pun dapat belajar memahami alur cerita, hingga mengambil nilai positif dari kisah yang diceritakan pada buku tersebut. 

9. Berinteraksi dengan anak lain

Anak belum bisa bicara? Cobalah buat rutinitas agar si Kecil dapat berinteraksi dengan anak lain yang memiliki kemampuan berbahasa lebih baik. Misalnya dengan mengikuti kursus atau masuk pre school (prasekolah)

Di samping itu, Mama juga bisa mengundang teman-teman yang memiliki anak untuk ke rumah atau playdate di suatu tempat beberapa kali dalam seminggu. Semakin banyak interaksi sosial, maka semakin terlatih juga si Kecil untuk berkomunikasi.

10. Perhatikan tekstur makanannya

Tahukah Mama? Ternyata tekstur makanan juga mempengaruhi kemampuan bicara anak, lho. Memberikan si Kecil makanan padat saat usianya 1 tahun (seperti makanan orang dewasa), akan membuat mulutnya lebih aktif mengunyah. 

Nah, aktivitas mengunyah ini akan melatih otot-otot rongga mulutnya mulai dari rahang, lidah, dan bibir yang menjadi bagian terpenting untuk ia berbicara nanti. Jika otot-otot mulut anak tidak dilatih, maka dapat berpengaruh terhadap perkembangan dan kemampuannya berbicaranya. 

11. Ajak bernyanyi

Bernyanyi juga bisa jadi alternatif kegiatan menyenangkan bagi si Kecil yang cenderung menunjukkan speech delay. 

Dari lagu anak-anak yang didengarkan, si Kecil secara tidak langsung mendapat banyak kosa kata. Irama menyenangkan dari lagu tersebut juga sangat mudah diikuti anak, sehingga merangsangnya untuk mengucapkan banyak rangkaian kata dan kalimat.

Dari sudut pandang ilmiah, menyanyi dinilai dapat merangsang otot-otot yang terkait dengan pernapasan, fonasi, artikulasi, dan resonansi, di mana semua aspek ini mempengaruhi peningkatan kemampuan bicara si Kecil, Ma.

Jika anak 2 tahun belum bisa bicara juga meskipun sudah diberi stimulasi, jangan ragu untuk mengkonsultasikan masalah ini langsung kepada dokter sub spesialis tumbuh kembang anak. Si Kecil mungkin nantinya akan dirujuk ke terapis untuk menstimulasi kemampuan bahasa dan bicaranya dengan cara-cara yang lebih efektif.

Butuh lebih banyak informasi seputar perkembangan si Kecil, Ma? Mama bisa dengarkan obrolan para pakar yang berbagi pengalaman mereka saat menjadi Mama baru di Podcast Nutriclub.

  1. Tameside https://www.tameside.gov.uk/ChildrenSocialCare/Stages-of-Speech-and-Language-Development.  Diakses pada 2 Agustus 2022.
     
  2. Hopkins All Children. https://www.hopkinsallchildrens.org/Patients-Families/Health-Library/HealthDocNew/Delayed-Speech-or-Language-Development. Diakses pada 2 Agustus 2022.
     
  3. Famil Doctor. https://familydoctor.org/condition/speech-and-language-delay/. Diakses pada 2 Agustus 2022.
     
  4. Healthline. https://www.healthline.com/health/speech-delay-3-year-old-2#what-you-can-do. Diakses pada 2 Agustus 2022.
     
  5. Stuff. http://www.stuff.co.nz/life-style/parenting/baby/health/7089181/Why-chewing-is-important-for-speech-development. Diakses pada 2 Agustus 2022.
     
  6. Therapies for Kids. https://therapiesforkids.com.au/benefits-of-pretend-imaginary-play/. Diakses pada 2 Agustus 2022.
     
  7. Daily Express. https://www.dailyexpress.com.my/read/4359/addiction-to-gadgets-affect-speech-development-in-young/. Diakses pada 2 Agustus 2022.
     
comment-icon comment-icon