Meski sama-sama penting bagi kesehatan si Kecil yang sedang berkembang, perbedaan probiotik, prebiotik, dan sinbiotik ada pada perannya masing-masing bagi tubuh. Ini penjelasannya!
Kenapa Banyak Orang Bingung Perbedaan Probiotik, Prebiotik, dan Sinbiotik?
Ketiga istilah ini sering bikin bingung sehingga akhirnya tertukar-tukar. Wajar saja, ini karena:
- Namanya mirip dan susah dihafalkan
- Sama-sama dikaitkan dengan “bakteri baik”
- Sering muncul bersamaan di label makanan atau susu
Ketiganya tak bisa saling menggantikan, tetapi mereka melengkapi satu sama lain. Manfaatnya bagi kesehatan usus, imunitas, dan perkembangan otak anak pun melimpah, lho.
Apa Itu Probiotik, Prebiotik, dan Sinbiotik?
Untuk memahami khasiat pentingnya bagi anak, mari kita bedah dulu dulu perbedaan probiotik, prebiotik, dan sinbiotik satu per satu:
Probiotik
Probiotik adalah bakteri baik yang hidup secara alami dan bermanfaat bagi kesehatan dengan cara menjaga keseimbangan bakteri baik dan jahat yang ada di usus anak.
Fungsi utama probiotik:
- Mencegah gangguan pencernaan
- Membantu penyerapan zat gizi
- Mendukung daya tahan tubuh
Jenis probiotik yang umum adalah Lactobacillus casei, Lactobacillus acidophilus, dan Bifidobacterium. Sedangkan sumber probiotik alami di antaranya yogurt, tempe, miso, dan kefir.
Baca Juga: 15 Makanan Sumber Probiotik untuk Anak dan Manfaatnya
Prebiotik
Kalau probiotik itu bakteri baiknya, prebiotik adalah serat dari buah dan sayur yang jadi makanan bakteri baik di usus. Tanpa prebiotik sebagai makanannya, bakteri baik tak bisa bekerja optimal.
Fungsi utama prebiotik:
- Menyuburkan perkembangan bakteri baik
- Menjaga agar bakteri penyebab penyakit tidak punya tempat untuk berkembang biak
- Merangsang respons imun tubuh
- Meningkatkan metabolisme tubuh
- Mengurangi peradangan
Jenis prebiotik yang lazim ditemukan adalah FOS (Frukto-oligosakarida), GOS (Galakto-oligosakarida), dan inulin. Contoh sumber alaminya yaitu aneka bawang, sayuran hijau, dan ASI.
Sinbiotik
Sederhananya, sinbiotik adalah kombinasi dari probiotik dan prebiotik yang dirancang untuk bekerja secara sinergis di dalam tubuh.
Jadi probiotiknya tidak berdiri sendiri, melainkan ditunjang langsung dengan makanannya yaitu prebiotik.
Maka, semua fungsi utama dari probiotik dan prebiotik bagi tubuh si Kecil akan terpenuhi secara lebih efektif dan berkelanjutan daripada ketika hanya mengandalkan salah satu saja.
Baca Juga: Panduan Pola Makan Sehat dan Gizi Seimbang untuk Anak
Perbedaan Probiotik, Prebiotik, dan Sinbiotik
Setelah tahu masing-masing penjelasannya, perhatikan tabel rangkuman perbedaan probiotik, prebiotik, dan sinbiotik di bawah ini.
|
Aspek |
Probiotik |
Prebiotik |
Sinbiotik |
|
Bentuk |
Bakteri baik hidup |
Serat dari tumbuhan |
Kombinasi keduanya |
|
Fungsi utama |
Menambah bakteri baik |
Menyuplai makanan untuk bakteri baik |
Mengoptimalkan kerja bakteri baik |
|
Cara kerja |
Melawan bakteri jahat yang ada di usus |
Menambah jumlah bakteri baik untuk lawan penyebab penyakit |
Bekerja bersamaan sehingga lebih seimbang dan berkelanjutan |
|
Cocok untuk |
Kesehatan pencernaan |
Ketahanan tubuh jangka panjang |
Mendukung pencernaan dan ketahanan tubuh |
Mana yang Lebih Dibutuhkan Tubuh Anak?
Di antara probiotik, prebiotik, dan sinbiotik sebetulnya tak ada yang paling unggul dan bisa menggantikan fungsi yang lainnya.
Namun, sinbiotik pada dasarnya punya manfaat yang lebih seimbang untuk anak dalam masa perkembangan karena sudah mengandung dua unsur penting: probiotik hidup dan prebiotik yang bekerja bersamaan.
Manfaat ini dapat dirasakan anak dalam jangka panjang, terutama bila ia:
- Punya pencernaan yang sensitif
- Harus mengejar berat badan yang ideal
- Daya tahan tubuhnya belum cukup kuat
Kenapa Sinbiotik Penting untuk Imunitas dan Perkembangan Otak Anak?
Sebanyak 70-80% sel imun anak ada di saluran pencernaan. Jadi, saluran pencernaan sehat dengan kadar bakteri baik yang seimbang penting bagi penyerapan nutrisi dan perlindungan tubuh dari penyakit.
Usus juga terhubung dengan otak melalui gut–brain axis, jalur komunikasi dua arah yang berperan dalam fungsi kognitif anak seperti kemampuan bernalar, mengatur emosi, dan fokus.
Karena itu, dukungan sinbiotik yang tepat dapat membantu fondasi sistem imun sekaligus kemampuan berpikir anak.
Baca Juga: 7 Manfaat FOS dan GOS untuk Optimalkan Pertumbuhan Anak
Nutrilon Royal 3 merupakan satu-satunya formula teruji klinis yang dirancang secara saintifik dengan Double Biotics FOS:GOS dan DHA EPA yang lebih tinggi, membuatnya jadi nutrisi optimal sebagai “The Formula to Win”.
Nutrilon Royal 3 mendukung daya tahan tubuh dan kemampuan berpikir si Kecil, demi mempersiapkan anak untuk menang menghadapi tantangan di setiap tahap tumbuh kembangnya. Dapatkan kemudahan belanja Nutrilon Royal tanpa upload struk hanya di NutriShop.
Dengan nutrisi yang tepat dan teruji, Mama bisa membangun fondasi kesehatan anak. Bukan hanya untuk hari ini, tetapi juga untuk masa depannya.
Contoh Makanan yang Mengandung Probiotik, Prebiotik, dan Sinbiotik
Baik probiotik maupun prebiotik, semua bisa ditemukan dalam makanan dan minuman sehari-hari si Kecil. Sinbiotik juga sekarang sudah tersedia pada produk pertumbuhan anak.
- Probiotik: yogurt, tempe, kimchi, miso, kefir
- Prebiotik: pisang, apel, aneka bawang, sayuran hijau, gandum, ASI
- Sinbiotik: produk nutrisi anak dengan kombinasi probiotik dan prebiotik teruji
Penting diingat, Mama harus selalu perhatikan label makanan dan minuman untuk memastikan kandungan probiotik, prebiotik, dan sinbiotiknya jelas serta sesuai perkembangan usia si Kecil.
Itulah penjelasan lengkap seputar manfaat serta perbedaan probiotik, prebiotik, dan sinbiotik. Selalu konsultasikan kebutuhan nutrisi anak dengan dokter dan pantau progres si Kecil, ya, Ma.
Mama juga boleh gabung jadi member Nutriclub untuk dapat ratusan expert-verified parenting content sesuai usia si Kecil, akses call center langsung dengan ahli seputar nutrisi dan tumbuh kembang anak, serta beragam exclusive rewards khusus dari setiap pembelian produk Nutrilon.
Daftar gratis, sekarang!
