Pentingnya sinbiotik dalam ASI untuk bayi caesar berperan untuk menjaga imun si Kecil. Pasalnya, sinbiotik bantu seimbangkan jumlah bakteri baik di tubuh dan merangsang sistem kekebalan tubuh.
Apakah Bayi Lahir Caesar Membutuhkan Perhatian Khusus?
Bayi caesar tidak keluar melalui jalur lahir sehingga ia tidak mendapatkan paparan bakteri dari vagina secara langsung. Hal ini membuat jumlah dan keragaman bakteri baik di usus bayi terbatas.
Keterbatasan keragaman bakteri baik di usus ternyata memengaruhi sistem imun bayi karena tubuhnya perlu waktu lebih lama untuk dapat adaptasi dengan lingkungan luar.
Meski begitu, bayi lahir caesar bukanlah buruk atau kurang. Tindakan caesar penting untuk menyelamatkan ibu atau bayi. Jadi, manfaatnya tetap lebih besar daripada risikonya.
Apa Itu Sinbiotik dan Mengapa Ada di ASI?
Sinbiotik adalah kombinasi probiotik dan prebiotik yang bekerja sama dan saling mendukung. Sinbiotik alami ditemukan pada ASI, bahkan menjadi sinbiotik terbaik untuk bayi.
Sinbiotik ada secara alami di ASI. Kandungan ASI terdiri dari:
- Probiotik: Bakteri baik dari tubuh ibu ikut masuk ke ASI.
- Human milk oligosakarida: sebagai prebiotik atau makanan bagi bakteri baik agar tetap hidup dan berkembang.
Baca juga: Kebutuhan ASI Bayi 0-6 Bulan dan Cara Memenuhinya
Peran Sinbiotik ASI bagi Bayi Lahir Caesar
Bayi caesar bisa tumbuh kembang sehat seperti bayi lainnya. Optimalkan tumbuh kembangnya dengan menyeimbangkan bakteri baik di usus. Inilah pentingnya sinbiotik dalam ASI untuk bayi caesar:
1. Membantu Pembentukan Mikrobiota Usus Sejak Dini
Pentingnya sinbiotik dalam ASI untuk bayi caesar adalah meningkatkan kadar bakteri baik di usus si Kecil.
Studi terbitan Frontiers in Nutrition (2022) menjelaskan, ASI eksklusif pada bayi caesar bisa menjadi penyeimbang alami yang mampu mengisi kesenjangan jumlah bakteri baik, seperti Bifidobacterium, Lactobacillus, dan Akkermansia.
Efeknya, terbentuklah lingkungan yang baik untuk pertumbuhan probiotik di saluran cerna bayi.
2. Mendukung Sistem Imun Bayi
Sebanyak 70–80% sel-sel imun ada di saluran cerna. Nah, pentingnya sinbiotik dalam ASI untuk bayi caesar adalah memperkaya keragaman dan jumlah bakteri baik pada ususnya.
Saluran cerna yang sehat bantu optimalkan daya tahan tubuh. Daya tubuh yang baik penting untuk melawan infeksi bakteri jahat dan membuat lapisan pelindung usus lebih kuat.
Sinbiotik melatih sistem imun sehingga reaksi alergi lebih terkendali. Sinbiotik pun memberikan perlindungan tambahan pada lapisan usus sehingga tak mudah terpapar bahan pemicu alergi atau alergen.
3. Mendukung Perkembangan Otak lewat Gut–Brain Axis
Sinbiotik pada ASI memang penting untuk usus. Namun, ternyata kesehatan usus berkaitan dengan perkembangan otak si Kecil.
Usus dan otak memiliki hubungan timbal balik. Fenomena ini disebut sumbu usus-otak atau gut-brain axis. Usus yang sehat akan mendukung perkembangan otak yang optimal.
Sinbiotik menyeimbangkan jumlah dan keragaman bakteri baik di usus. Bakteri baik ini memberikan sinyal ke otak untuk mengatur memori, motivasi, mood, dan reaksi terhadap stres.
Apakah ASI Cukup untuk Bayi Lahir Caesar?
Ya, cukup apabila si Kecil tumbuh kembang dengan optimal dan sehat. ASI merupakan asupan gizi terbaik bagi si Kecil. Bayi tak butuh tambahan asupan apa pun selama 6 bulan pertama usianya.
Memasuki usia 6 bulan, barulah ia perlu MPASI. Agar kadar sinbiotik pada ASI mencukupi, ada beberapa faktor yang perlu diperhatikan, yaitu:
- Asupan harian ibu.
- Kondisi kesehatan ibu.
- Kondisi menyusui, seperti inisiasi menyusui dini dan skin-to-skin contact.
Baca juga: 16 Cara Perawatan Bayi Baru Lahir yang Wajib Diketahui
Cara Mengoptimalkan Manfaat Sinbiotik ASI untuk Bayi Caesar
Pentingnya sinbiotik dalam ASI untuk bayi caesar bisa dioptimalkan dengan tips mudah yang bisa Mama ikuti:
1. Menyusui Dini & Skin-to-Skin
Mama perlu segera menyusui setelah melahirkan agar bayi caesar mendapatkan ASI pertama atau kolostrum.
Kolostrum kaya human milk oligosakarida dan probiotik yang berkolaborasi menjadi sinbiotik.
Jangan lupa, pastikan si Kecil kontak kulit atau skin-to-skin saat menyusui. Kontak kulit ternyata membuat si Kecil terpapar bakteri baik dari Mama sehingga keberagaman bakteri di tubuhnya meningkat.
2. Menjaga Nutrisi & Kesehatan Ibu
ASI akan kaya sinbiotik bila ibu hamil dan menyusui menjaga pola makan dan kesehatan secara menyeluruh.
Karena bakteri dari ibu akan diturunkan melalui ASI, rutinlah konsumsi makanan ibu menyusui yang kaya probiotik, seperti yoghurt atau tempe.
Jagalah kesehatan tubuh dan kelola stres agar tidak mudah sakit. Dengan begitu, produksi ASI lancar dan berkualitas.
Baca Juga: Berat Badan Bayi 0-12 Bulan yang Ideal Menurut WHO
3. Dukungan Tambahan Jika Diperlukan
Bila bayi caesar sudah mencapai 6 bulan ke atas, berikan MPASI kaya probiotik dan prebiotik dalam satu sajian, misalnya yoghurt dan apel.
Dalam beberapa kondisi, pemberian suplemen sinbiotik atau probiotik bisa dimulai setidaknya saat anak berusia 6 bulan ke atas. Susu pertumbuhan dengan sinbiotik baru bisa dikonsumsi saat berusia 1 tahun.
Beberapa kondisi yang diprioritaskan mengonsumsi sinbiotik, yaitu bayi yang sembelit, diare, atau baru selesai konsumsi antibiotik.
Pentingnya sinbiotik dalam ASI untuk bayi caesar berperan sebagai fondasi kesehatan bayi secara menyeluruh.
Untuk itu, pastikan bayi mendapat ASI eksklusif selama 6 bulan dan dilanjut hingga 2 tahun dengan MPASI.
Bayi tetap bisa tumbuh sehat dan optimal selayaknya bayi-bayi pada umumnya. Fokuslah pada dukungan untuk tumbuh kembang alih-alih membanding-bandingkannya.
Pastikan Mama selalu mendukung daya tahan tubuh si Kecil lewat asupan nutrisi, kebersihan, dan stimulasi yang tepat selama 1.000 hari pertama kehidupannya. Download Panduan Dukung Daya Tahan Tubuh 1000 Hari Pertama untuk mendapatkan tips lengkap dan rekomendasi ahli agar si Kecil tumbuh sehat dan kuat sejak dini.
Bergabunglah di Nutriclub untuk mendapatkan dukungan, edukasi nutrisi, dan insight dari para ahli yang siap menemani Mama di setiap fase, mulai dari kehamilan hingga mendampingi tumbuh kembang anak.
