Loading...

Riwayat Pencarian

Pencarian Populer

burger menu
Kesehatan

Manfaat dan Jadwal Pemberian Vaksin MR untuk Bayi

Article Oleh : Mauliyana Puspa Adityasari 17 Juli 2023

Ketika lahir, bayi memiliki sistem kekebalan tubuh yang belum sekuat orang dewasa. Oleh karena itu, bayi memang cenderung lebih rentan terhadap infeksi penyakit yang mudah menular, seperti penyakit campak dan rubella. Untungnya, penyakit ini dapat Mama cegah dengan pemberian vaksin MR. Lantas, seperti apa itu vaksin MR? Apa saja manfaat dan efek sampingnya? Untuk tahu jawabannya, simak ulasan berikut ya, Ma!

Sekilas tentang Vaksin MR​​​​​​​

Sebagai orang tua, Mama wajib mengetahui pentingnya pemberian vaksin untuk meningkatkan imunitas si Kecil. 

Pada tahun 2022, Pemerintah Indonesia resmi menambahkan jumlah imunisasi rutin wajib bagi anak-anak di Indonesia menjadi 14 vaksin. Salah satu vaksin yang wajib diberikan, yaitu vaksin MR yang bisa didapatkan secara gratis.

Vaksin MR merupakan vaksin kombinasi yang mempunyai kemampuan untuk mencegah dua penyakit sekaligus, yaitu campak dan rubella. Mungkin Mama sering mendengar adanya vaksin sejenis vaksin MR, yaitu vaksin MMR. 

Keduanya sama-sama vaksin untuk mencegah campak dan rubella, hanya saja vaksin MMR mempunyai 1 kombinasi lagi untuk mencegah penyakit gondongan pada si Kecil.

Virus yang terkandung dalam vaksin MR telah dinonaktifkan sehingga tidak memiliki kemampuan untuk menimbulkan penyakit. Saat vaksin diberikan, virus-virus yang sudah tidak aktif tersebut akan masuk ke dalam sel tubuh si Kecil. 

Meskipun dalam keadaan tidak aktif, virus-virus ini tetap mampu memicu respon dari sistem kekebalan tubuh. Respon tersebut akan merangsang produksi antibodi yang dapat mengikat virus berbahaya di dalam tubuh. 

Maka dari itu, ketika si Kecil terkena virus campak, sistem kekebalan tubuh bayi sudah memiliki antibodi di dalam tubuhnya. Dengan begitu, tubuh si Kecil mampu melawan dan mencegah berkembangnya penyakit.

Baca Juga: 6 Ciri-Ciri Anak Sehat dan Punya Imunitas yang Baik

Manfaat Vaksin MR

Vaksin MR telah direkomendasikan oleh WHO dan memiliki izin edar dari BPOM. Vaksin ini memiliki tingkat efektivitas yang tinggi, sehingga sangat efektif mencegah penyakit campak dan rubella. Selain itu, vaksin ini telah terbukti aman dan digunakan di lebih dari 141 negara di seluruh dunia.

Campak merupakan penyakit serius yang disebabkan oleh infeksi virus berbahaya dan memiliki tingkat penularan yang tinggi. Virus penyebab campak bernama Paramyxovirus dan dapat ditularkan melalui udara.

Perlu Mama ketahui, penularan virus campak terjadi dengan mudah ketika percikan air liur dari orang yang terinfeksi menyebar ke udara melalui batuk atau bersin. Percikan tersebut dapat bertahan dalam udara dan di permukaan sekitarnya selama beberapa jam. 

Jika terjangkit campak, si Kecil akan mengalami ruam, demam, batuk, dan pilek yang parah.

Semantara rubella adalah penyakit yang menyebabkan ruam dan gejala flu yang masih dalam kategori ringan. Meskipun rubella biasanya tidak terlalu serius pada anak-anak, penyakit ini dapat berbahaya bagi ibu hamil karena dapat menyebabkan komplikasi serius pada bayi yang dikandungnya.

Penyakit campak juga bisa mengakibatkan komplikasi berbahaya, Ma. Beberapa anak bisa mengalami komplikasi seperti diare, radang paru-paru, radang otak, kebutaan, hingga gizi buruk.

Sayangnya, sampai saat ini belum ada pengobatan efektif untuk menyembuhkan campak. Bahkan pemberian antibiotik saja tidak akan cukup untuk menyembuhkan anak yang terinfeksi campak.

Akan tetapi, penyakit ini masih dapat dicegah melalui vaksinasi MR. Maka dari itu, untuk mencegah penyakit ini, si Kecil perlu mendapatkan vaksin MR.

Jadwal Pemberian Vaksin MR

Banyaknya vaksin yang harus diberikan pada si Kecil, mungkin membuat sebagian orang tua menjadi bingung kapan harus memberikan vaksin MR pada si Kecil. 

Agar si Kecil terlindungi dari campak dan rubella, vaksin MR perlu diberikan dalam dua tahap. Tahap pertama melibatkan program imunisasi MR yang ditujukan untuk semua anak usia 9 bulan hingga kurang dari 15 tahun. 

Pemberian vaksin MR pada bayi usia 9 bulan didasarkan pada beberapa pertimbangan yang penting. Bayi mulai kehilangan kekebalan yang diberikan oleh Mama sejak lahir. Kekebalan ini dikenal sebagai kekebalan pasif, dan seiring berjalannya waktu, kekebalan ini akan menurun. 

Oleh karena itu, memberikan vaksin MR pada usia 9 bulan akan membantu melindungi bayi dari campak dan rubella setelah kekebalan pasif menurun. 

Pemberian vaksin MR saat usia 9 bulan dipilih karena bayi pada usia ini memiliki sistem kekebalan tubuh yang cukup matang untuk merespons vaksinasi. Sistem kekebalan tubuh bayi terus berkembang seiring berjalannya waktu, dan pada usia 9 bulan, respons imun terhadap vaksin MR diharapkan sudah cukup baik.

Tahap kedua adalah penjadwalan vaksin MR dalam program imunisasi rutin. Dalam jadwal ini, anak-anak akan menerima vaksin MR pada usia 9 bulan, diikuti dengan dosis kedua pada usia 18 bulan, dan dosis ketiga pada kelas 1 SD atau usia yang setara.

Namun, dalam beberapa kasus, pemberian vaksin sebelum bayi berusia 9 bulan dapat segera diberikan. Hal ini boleh dilakukan jika terjadi wabah campak yang cukup tinggi. Jadi, sebagai perlindungan sejak dini, vaksin MR bisa diberikan sesuai dosis tahap pertama.

Baca Juga: Jadwal Imunisasi Terbaru IDAI 2023 untuk Bayi 0-12 Bulan

Efek Samping Vaksin MR

Tidak bisa dipungkiri, sebagai orang tua, mungkin Mama merasa tidak tega saat si Kecil diberikan vaksin karena bisa menimbulkan efek samping. Namun, hal umum yang terjadi setelah menerima vaksin, yaitu nyeri di area suntikan atau reaksi umum yang bervariasi tergantung pada jenis vaksin yang diberikan.

Vaksin MR, seperti vaksin lainnya, memiliki efek samping yang mungkin terjadi, meskipun efek sampingnya umumnya ringan dan sementara. Efek samping paling umum terjadi, seperti:

  • Demam ringan.

  • Ruam kulit.

  • Nyeri bekas suntikan.

  • Pembengkakan pada tempat suntikan.

Baca Juga: 10 Penyebab Bayi Menangis Terus dan Cara Mengatasinya 

Dalam mengatasi efek samping yang terjadi pada si Kecil, Mama dapat terus memberikan si Kecil ASI atau air putih untuk menghindari dehidrasi. Ketika adanya pembekakan pada bekas suntikan, Mama dapat menggunakan air dingin untuk mengompres bagian yang bengkak.

Jika si Kecil mengalami demam setelah imunisasi, Mama juga dapat gunakan kompres air hangat untuk mengurangi gejala. Namun, apabila gejala-gejala yang dirasakan si Kecil semakin memburuk atau tidak mereda dalam 2-3 hari, segeralah bawa si Kecil ke dokter untuk mendapatkan perawatan yang tepat.

Yang perlu Mama ingat, manfaat yang diperoleh dari imunisasi bagi bayi tentunya jauh lebih besar daripada risiko efek sampingnya.

Nah, itu dia penjelasan lengkap mengenai manfaat, jadwal pemberian, dan efek samping dari vaksin MR pada bayi. Jangan lupa untuk memberikan vaksinasi untuk si Kecil sesuai dengan jadwal imunisasi agar mereka tetap sehat dan terlindungi dari berbagai penyakit.

Temukan berbagai informasi seputar panduan untuk mendukung daya tahan tubuh si kecil dilengkapi dengan tips untuk dukung tumbuh kembangnya, melalui E-Book 1000 HPK. Download sekarang juga secara gratis, Ma!

  1. IDAI | Daftar Pertanyaan Seputar Imunisasi Campak/Measles dan Rubella (MR). (2023). Idai.or.id. https://www.idai.or.id/artikel/klinik/imunisasi/daftar-pertanyaan-seputar-imunisasi-campak/measles-dan-rubella-mr
  2. ‌IDAI | Imunisasi Campak-Rubella (MR). (2023). Idai.or.id. https://www.idai.or.id/artikel/klinik/imunisasi/imunisasi-campak-rubella-mr
  3. ‌Rokom. (2023, May 2). Suntikan Imunisasi Ganda untuk Cegah Campak. Sehat Negeriku. https://sehatnegeriku.kemkes.go.id/baca/rilis-media/20230502/5342859/suntikan-imunisasi-ganda-untuk-cegah-campak/
  4. ‌IDAI | Penanganan Demam pada Anak. (2014). Idai.or.id. https://www.idai.or.id/artikel/klinik/keluhan-anak/penanganan-demam-pada-anak
  5. ‌Rokom. (2022, April 11). Imunisasi Kejar, Lengkapi Imunisasi Dasar Anak yang Tertunda. Sehat Negeriku. https://sehatnegeriku.kemkes.go.id/baca/rilis-media/20220411/5839627/imunisasi-kejar-lengkapi-imunisasi-dasar-anak-yang-tertunda/
  6. ‌Chitnis, R. (2018, February 16). Measles(Rubeola) in Children. FirstCry Parenting. https://parenting.firstcry.com/articles/measles-in-children/
  7. ‌Direktorat Jenderal Pelayanan Kesehatan. (2022). Kemkes.go.id. https://yankes.kemkes.go.id/view_artikel/1331/pentingnya-imunisasi-bagi-anak
  8. When should the measles vaccine be given early? (2023). HealthyChildren.org. https://www.healthychildren.org/English/tips-tools/ask-the-pediatrician/Pages/When-should-the-measles-vaccine-be-given-early.aspx
  9. ‌Rokom. (2018, July 31). Kampanye Imunisasi Measles Rubella Fase II Serentak Dilaksanakan di 28 Provinsi di Luar Pulau Jawa pada Agustus-September 2018. Sehat Negeriku. https://sehatnegeriku.kemkes.go.id/baca/rilis-media/20180731/2227081/kampanye-imunisasi-measles-rubella-fase-ii-serentak-dilaksanakan-di-28-provinsi-di-luar-pulau-jawa-pada-agustus-september-2018/
  10. ‌Rokom. (2018, August 6). Imunisasi MR Sangat Penting, Menkes: Tetap Dilaksanakan dan Kami Beri Kesempatan. Sehat Negeriku. https://sehatnegeriku.kemkes.go.id/baca/rilis-media/20180806/5927150/imunisasi-mr-sangat-penting-menkes-tetap-dilaksanakan-dan-kami-beri-kesempatan/
  11. ‌Kementerian Kesehatan Republik Indonesia. (2023). Kemkes.go.id. https://www.kemkes.go.id/article/view/22042400001/kemenkes-tambah-3-jenis-vaksin-imunisasi-rutin-salah-satunya-hpv.html
comment-icon comment-icon