Riwayat Pencarian

Pencarian Populer

Nutrisi

Pentingnya Nutrisi untuk Mencegah Kelahiran Prematur

Memenuhi asupan nutrisi sangat penting bagi ibu hamil dan janin. Bila Mama kekurangan nutrisi saat hamil, risiko Mama untuk mengalami kelahiran prematur pun akan meningkat. Selain itu, janin dalam kandungan Mama juga akan lebih berisiko mengalami beragam masalah kesehatan.

Nutrisi yang Mama peroleh dari makanan dan minuman akan diterima juga oleh janin dalam kandungan Mama. Jika Mama mengonsumsi makanan sehat dan bergizi seimbang, janin Mama dapat tumbuh dan berkembang dengan baik.

Sebaliknya, jika Mama kekurangan nutrisi saat hamil, janin Mama dapat mengalami gangguan pertumbuhan dan perkembangan. Bukan hanya itu, ia juga berisiko untuk terlahir secara prematur, yaitu sebelum usia kandungan 37 minggu. Namun, kelahiran prematur masih bisa terjadi, walaupun Mama merasa sudah menjalani pola makan yang sehat. Karena, ada beberapa faktor lain yang dapat meningkatkan risiko wanita hamil melahirkan bayi prematur, faktor-faktor risiko ini juga akan dibahas di dalam artikel ini. Sebelum membahas faktor risiko lainnya, Ma, yuk kenali berbagai nutrisi penting di masa kehamilan.

Berbagai Nutrisi Penting di Masa Kehamilan

Agar risiko mengalami kelahiran prematur dapat ditekan, Mama dianjurkan untuk mengonsumsi beberapa nutrisi penting berikut ini:

Protein

Protein sangat penting untuk dikonsumsi oleh ibu hamil, terutama selama trimester kedua dan ketiga, sebab di masa itulah janin tumbuh paling cepat. Jika Mama kekurangan asupan protein, pertumbuhan janin Mama dapat terganggu dan berisiko terlahir prematur. Nutrisi ini bisa Mama dapatkan dari daging tanpa lemak atau kulit, makanan laut, telur, tahu, tempe, serta susu dan produk olahannya.

Folat

Selain membantu mencegah kelahiran prematur, folat juga memiliki peranan penting dalam produksi sel darah merah dan mencegah kecacatan tabung saraf, seperti spina bifida.

Untuk mencukupi kubutuhan folat tersebut, Mama dapat mengonsumsi daging, seafood, sayuran hijau, buah jeruk, alpukat, kacang-kacangan, gandum atau roti gandum, oatmeal, dan sereal yang diperkaya oleh asam folat.

Omega-3

Asam lemak omega-3 merupakan jenis lemak sehat yang memiliki peran penting dalam menunjang pertumbuhan otak dan jaringan tubuh janin di dalam kandungan. Beberapa penelitian pada ibu hamil juga menunjukkan bahwa asupan omega-3 yang cukup dapat mengurangi risiko terjadinya kelahiran prematur.

Asupan omega-3 tersebut bisa Mama dapatkan dengan mengonsumsi ikan, kacang- kacangan, minyak kanola, telur, serta susu yang diperkaya oleh omega-3.

Zat besi

Kekurangan zat besi selama hamil dapat membuat Mama terkena anemia defisiensi besi. Kondisi ini dapat meningkatkan risiko Mama untuk mengalami persalinan prematur, melahirkan bayi dengan berat badan rendah, dan menderita depresi pascapersalinan.

Nutrisi ini bisa Mama dapatkan dengan mengonsumsi daging merah, bayam, kacang polong, dan unggas.

Dengan mengonsumsi beragam nutrisi di atas sesuai takaran yang dianjurkan, risiko Mama untuk mengalami kelahiran prematur dapat berkurang.

 

Faktor Risiko Kelahiran Prematur Lainnya

Penting untuk Mama ketahui, selain kekurangan nutrisi, ada beberapa faktor lain yang dapat meningkatkan risiko terjadinya kelahiran prematur, yaitu:

1. Mengandung lebih dari satu bayi

Kelahiran prematur merupakan komplikasi paling umum terjadi jika Mama mengandung lebih dari satu bayi. Bahkan, hampir separuh dari kehamilan kembar dua atau lebih berakhir dengan kelahiran prematur.

2. Menderita masalah kesehatan tertentu saat hamil

Ibu hamil yang terserang infeksi lebih berisiko untuk melahirkan secara prematur. Beberapa jenis infeksi selama kehamilan yang dapat menyebabkan kondisi tersebut adalah infeksi pada rahim, saluran kemih, dan vagina, serta infeksi gigi dan gusi seperti periodontitis.

Selain infeksi, Mama juga lebih berisiko untuk melahirkan lebih awal dari waktu perkiraan lahir jika memiliki kondisi penyulit dalam kehamilan, seperti diabetes gestasional dan preeklamsia.

Oleh karena itu, Mama perlu rutin memeriksakan kehamilan ke dokter kandungan agar berbagai masalah kesehatan tersebut dapat terdeteksi sejak dini dan cepat ditangani, sehingga kelahiran prematur dapat dicegah.

3. Gaya hidup tidak sehat

Kelahiran prematur juga bisa terjadi akibat gaya hidup atau kebiasaan yang tidak sehat selama hamil. Kebiasaan tersebut meliputi sering merokok atau menghirup asap rokok, menggunakan obat-obatan terlarang, mengonsumsi makanan yang tidak sehat, dan sering stres.

4. Faktor genetik

Ada penelitian yang menyatakan bahwa sekitar 30-40% kasus kelahiran prematur disebabkan oleh faktor genetik. Faktor genetik ini meliputi riwayat persalinan prematur dalam keluarga, kelainan genetik yang diturunkan dari orang tua ke janin, serta perubahan atau mutasi genetik pada janin.

5. Memiliki riwayat melahirkan prematur atau keguguran

Selain beberapa faktor risiko di atas, Mama juga berisiko lebih tinggi mengalami persalinan prematur apabila Mama sebelumnya memiliki riwayat melahirkan prematur ataupun pernah mengalami keguguran di kehamilan sebelumnya.

Nah, sekarang Mama sudah paham kan pentingnya kecukupan nutrisi selama hamil? Untuk mencegah kelahiran prematur dan menjaga kesehatan janin dalam kandungan Mama, konsumsilah makanan yang sehat dan bergizi ya.

Jangan lupa, periksakan kandungan Mama secara rutin ke dokter. Bila perlu, tanyakan kepada dokter apakah Mama perlu mengonsumsi suplemen kehamilan untuk menambah asupan nutrisi.

facebook-logo twitter-logo